Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Mata Air Ake Gaale Berubah Menjadi Air Mata Warga

Mata Air Ake Gaale Berubah Menjadi Air Mata Warga

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
  • visibility 2.588

Untuk  menemukan  sumber mata air  yang mengalir di pulau kecil seperti Ternate, terutama  di tengah pemukiman warga yang padat ,  hanya ada di dua tempat. Dua sumber mata air itu  adalah,  Ake Santosa, di Kelurahan Salero atau tepatnya berada sebuah bukit kecil di samping Kedaton Kesultanan Ternate.  Sementara yang satunya lagi ada di Bagian Utara Kelurahan Sangaji, yakni sumber mata Air  Ake Gaale. Jika  Aer  Santosa saat ini telah dilindungi dari sentuhan tangan jahil  dengan dibuatkan semacam bendungan untuk memelihara ikan, juga dikelilingi tembok pagar keraton, tidak demikian  dengan sumber  air Ake Gaale. Selain sebagian lahannya telah dikuasai Perusaahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan dibuatkan sejumlah sumur-sumur air raksasa,   juga di luar lahan yang dikuasai PDAM, telah diserbu habis untuk pembangunan  pemukiman. 

Kecurigaan kuat ini adalah  dampak  dari dua proses eksploitasi itu. Itu kemudian  membuat sumber mata air  itu  kering dan tinggal kenangan.  Seiring eksploitasi yang  dilakukan  PDAM Ternate  sejak berdiri di kawasan sumber mata air ini,  air yang biasanya mengalir dengan jernih kini kering kerontang.  Kisah pilu ini dimulai sejak 1993 ketika PDAM berdiri. Puncaknya Oktober 2014 ini,  sumber air Ake  Gaale benar-benar  habis.  

Sumber mata air yang berjarak  kurang lebih 300 meter dari bibir pantai  Sangaji  atau tepat di samping Kanan Benteng Tolluko itu, turut berdiri  kolam ikan milik warga.  Saat ini jangankan kolamnya berisi ikan, setitik air juga sudah tidak ada. Selain sumber mata air yang kering  karena dugaan kuat  eksploitasi yang berlebihan dari PDAM, juga karena lahan dan vegetasi tutupan  dia areal sumber mata air ini,  telah beralihfungsi. Serangan  karena kebutuhan lahan pemikiman yang tidak terkendali ini setidaknya  juga harus menjadi bahan analisa dari mengeringnya sumber mata air ini. 

Alwan M Arief Tokoh  pemuda setempat menceritakan, sekitar 15 tahun lalu ketika air masih mengalir dengan jernihnya, kolam-kolam ikan warga masih banyak diisi beragam jenis ikan. Bahkan di mata air ini banyak sekali hidup udang, ikan gabus, lele.  Warga setempat  masih bisa menangkap udang   atau bisa memancing ikan gabus. Kondisi  kini berbalik, berbagai cerita itu tinggal kenangan. Menurutnya, sejak berdiri PDAM dengan mengeksploitasi air yang dari sumber mata air ini,  dengan dibagunnya  sumur-sumur PDAM,  sumber air ini perlahan mulai kering. Awal 1990-an warga sekitar mata air ini sudah mengeluhkan menurunnya debit air  dari sumber mata air ini. Hanya saja seperti tidak digubris.  “Pertengahan 1990 an kita sudah membuat gerakan Save Ake Gaale ketika melihat tanda-tanda menurunnya debit air   dengan mendatangi pemerintah kota Ternate meminta ada langkah seperti apa. Tetapi itu hanya dibiarkan. PDAM terus mengambil air  dengan tidak memedulikan dampak yang ditimbulkan nanti,” katanya. Kini,  mengeringnya sumber mata air ini merupakan puncak dari bentuk ketidakpedulian  selama ini.  ”Dulu orang China datang beli ikan sogili (Morea,red) di Ake Gaale. Cari udang dan ikan gabus juga gampang. Sekarang jangankan ikannya, air juga sudah tidak ada . Dalam kondisi seperti ini, untuk mengembalikan kondisi mata air  seperti sedia kala adalah sebuah pekerjaan yang nyaris  tak mungkin  bisa terlaksana. Ini bukti, ketidakpedulian atas eksploitasi yang dilakukan selama ini,” katanya.  Jika sudah begini  tidak ada lagi cerita Puan,  putri Cantik Ake Gaale yang masih kana-kanak  bersama teman-temannya  mencari  udang   dan dibakar  untuk santap siang.  Tidak ada lagi cerita  Bibi Salma  yang membasuh  pakaian di  Ake Gaale. Tidak ada lagi cerita Ongen yang dulu ketika nyetir angkot dan ingin mencuci mobilnya cukup parkir di depan Ake Gaale. Nyaris 10 tahun terakhir banyak cerita  yang hilang,  seiring  mengeringnya dua sumber mata air itu.   Yang tersisa hanya air selokan yang mengalir dari rumah-rumah warga.   

Dampak buruknya, tidak hanya Ake Gaale yang mengering, sumur milik warga juga  ikut mengering. Jika ada airnya, rasanya telah bercampur dengan air garam. “ Aer rasa salobar  (rasa air tawar dan air asin bercampur, red)  ini baru  dua bulan belakangan ini,” aku Anwar A Wahab warga Ake Gaale.  Karena keresahan warga dengan mengeringnya sumber mata air ini,  warga beramai-ramai mendatangi pihak PDAM menggelar aksi atas keringnya sumber mata  air tersebut.  Aksi ini   sekaligus menuntut pihak PDAM mengembalikan sumber air Ake Gaale yang telah kering dua bulan terakhir ini.

Pihak PDAM sendiri sulit menampik fakta ini. Saat didatangi  warga  mereka berjanji mencari solusinya. Kepala PDAM Ternate Saiful Jafar mengaku  baru akan mengkonsultasikan  dengan Pemkot Ternate  mengambil langkah dalam jangka pendek ini. Salah satunya mengatasi  kondisi air  yang berubah rasa dengan memasang  sambungan  air  PDAM Gratis pada warga. Untuk jangka panjangnya akan membangun beberapa sumur resapan di wilayah barat  (*) 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepanjang 2025 BKSDA Amankan 47 Ekor Paruh Bengkok  

    Sepanjang 2025 BKSDA Amankan 47 Ekor Paruh Bengkok  

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle Mahmud Ichi
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Penangkapan burung paruh bengkok masih saja marak. Ini dibuktikan dengan  banyaknya aktivitas masyarakat yang mengambil dan memelihara burung- burung yang dilindungi tersebut. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kantor Seksi Konservasi Wilayah Ternate Maluku Utara menyebutkan  adanya burung yang masih diperjualbelikan dan diamankan aparat penegak hukum. Sepanjang 2025 pihak BKSDA KSWA Ternate mendapatkan penitipan burung dari […]

  • Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 852
    • 1Komentar

    DPRD: RPJPD dan RPJMD Harus Akomodir Masalah Sumberdaya Air Komunita Besa ma Cahaya Kota Ternate Kamis (1/9/2023) malam, menggelar  Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi AirTanah, Selamatkan Airtanah Ternate.  FGD  ini sebgai bagian dari tindaklanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau […]

  • PakaTiva Kumpul Kaum Muda Belajar Climate Change  

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 748
    • 0Komentar

    Puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas  aktivis lingkungan Maluku Utara akan dikumpulkan untuk diberi pemahaman menyangkut dampak perubahan iklim  (climate change,red)  yang saat ini melanda dunia. Pertemuan dalam bentuk  Kelas Camp Kaum Muda Estuaria   ini  akan dilaksanakan selama 3 hari. Mereka   akan diberi penyadaran dan pengetahuan  terkait penyelamatan  hutan tersisa di Maluku Utara.Sebagai bagian […]

  • Literasi Lingkungan dari Pulau Tulang Halmahera

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 989
    • 0Komentar

    Cerita Fahri Lolahi dan Rumah Botol Plastik untuk Perangi Sampah   Cuaca siang di Sabtu akhir Agustus lalu itu agak mendung. Ketika tiba dengan mobil di Tobelo dari Kao, saya dijemput oleh Fahmi Lolahi. Tujuan saya menuju pulau Tulang. Setelah menunggu sekira 30 menit, saya  melanjutkan perjalanan menuju Pulau Tulang.     Fahmi Lolahi adalah kakak  […]

  • Kampus Wajib Implementasikan Pendidikan Antikorupsi

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 711
    • 1Komentar

    Kegiatan seminar antikorupsi oleh KPK dan kampus di Bali, foto KPK

  • Ajak Warga Kao Lindungi Mangrove dan Satwa Endemik

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Komitmen melindungi satwa endemic tidak hanya hadir melalui  forum  seminar atau diskusi   peneliti,  maupun mereka yang concern terhadap isyu lingkungan dan keanekaragaman hayati. Apa yang dilakukan   bersama  Pemerintah Desa Kao  Halmahera Utara  Selasa (02/10) akhir pecan lalu ini juga,  memiliki maksud  yang sama. Membicarakan upaya  perlindungan   m,angrove dan satwa endemik.  Melalui forum ini, mereka  menyatukan presepsi  menjaga […]

expand_less