Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Menguak Kekayaan Tersembunyi dari Ternate (1)

Menguak Kekayaan Tersembunyi dari Ternate (1)

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
  • visibility 901

Seri Tulisan Mengungkap Kehidupan Liar Gamalama   

Cerita tentang Ternate dengan segala keunikannya, sudah banyak diulas. Tidak hanya dalam tulisan dan gambar bergerak (video dan film,red). Perjalanan waktu pulau dan isinya juga banyak dikisahkan melalui buku sejarah, novel hingga cerita lisan  turun- temurun.

Jika diselami lebih dalam, di pulau ini akan ditemukan  begitu banyak kekayaan dengan  keunikannya. Jika di zamannya orang-orang berambut blonde dan berkulit budo nekat datang ke sini. Menempuh ribuan mil menggunakan kapal laut menyinggahi pulau tak terlihat dalam peta dunia akhirnya menjajah  lalu meninggalkan selaksa artefak.  

Mereka datang  karena cerita cengkih dan pala yang  mewangi melewati jalur sutra sampai ke Eropa. Hayali bau rempah membuat “sakau”  memaksa  mereka rela menghabiskan uang dan tenaga sampai pulau ini. Begitu  berharganya “emas coklat” kala itu sehingga menghipnotis siapa saja.  Cukup panjang diceritakan jika mau menjahit serpihan cerita tentang, memukaunya Ternate di mata dunia.   

Tapi kali ini  kita tidak bernostalgia mengangkat kisah dan sejarah panjang Ternate dengan kebesaran mewarnai perjalanan negeri.

Ada hal lain ingin dikabarkan. Yaitu kekayaan  tersembunyi yang belum banyak diulas.  Tentang kaya   dan menawannya Ternate dari tepi laut hingga ke puncak gunung. Spot wisata, minat umum dan minat khusus yang belum dieksplore. Padahal menjanjikan dan akan menghipnotis siapa saja yang menyaksikan. 

Memang, jika menarik garis lurus pulau ini dari tepi pantai hingga ke puncak Gamalama hanya 6,5 kilometer. Tetapi  dengan puncak yang memilki ketinggian (+1.715 mdpl)  sebagai gunungapi aktif  menyimpan beragam kekayaan biodiversitas.

Dengan luas 250,85 kilometer persegi dan  wilayah laut 5.547,55 kilometer persegi ini menyimpan sensasi untuk penikmat alam dan kehidupan liar. Di hutan cengkih dan pala ada hewan endemic yang menari menari di lantai hutan dan pucuk pohon, di laut ada ikan ikan endemic yang menyusuri relung relung terumbu karang.  Semua kekayaan ini mesti dikabarkan agar para pelancong tahu bahwa di pulau kecil ini, ada kekayaan tak terpemanai yang wajib dilindung  agar  tidak hanya disaksikan hanya pada hari ini tetapi juga hingga sampai entah kapan. 

Burung Ini adalah sub jenis dari paok mopo Maluku Utara, yaitu paok mopo Ternate. Habitatnya hanya ada di Pulau Ternate dan pernah ada perjumpaan di Pulau Moti. foto Akhmad David

Melalui artikel Menguak Kekayaan Tersembunyi dari Ternate, kabarpulau.co.id/ akan menurunkan dua tulisan berseri untuk jenis satwa liar endemic Ternate yang sangat memukau  dan perlu dilindungi. Perlindungan ini perlu karena kondisinya   terancam perburuan dan  makin menyusutnya habitat hidup akibat pembangunan kota.

Melalui seri tulisan ini, akan mengangkat dua jenis satwa liar endemic Ternate yakni Kuso mata biru Ternate dan burung Tohoko mopo yang menjadi  spot minat wisata khusus di pulau Ternate yang belum terlalu banyak dijamah.

Dua jenis satwa ini, benar-benar dalam kondisi terancam. Meskipun sudah resmi dilindungi melalui regulasi Negara. Jika tidak ada kesadaran dan upaya perlindungan, diburu dan dijaga habitatnya, kekayaan ini suatu saat akan tinggal cerita.  (bersambung) (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Obi Sulit Air Bersih, Tagih Janji Bupati  

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 772
    • 1Komentar

    Air bersih menjadi kebutuhan paling urgen. Mulai dari makan minum hingga  mandi, cuci dan kakus (MCK). Setidaknya, hal ini juga sedang dialami warga  Desa Aer Mangga Kecamatan Obi Pulau Obi Halmahera Selatan. Saat kabarpulau co.id mengunjungi Desa itu Senin (6/2/2023) pekan lalu, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat menyuarakan  keluhannya terkait masalah yang mereka hadapi […]

  • Warga Gane Keluhkan jadi Langganan Banjir

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 779
    • 0Komentar

    Banjir yang pernah melanda MAffa dan Kebun Raja, foto Sahril S

  • Tambang  PT MAI Beroperasi,  Desa Sagea Kiya Makin Terancam

    Tambang  PT MAI Beroperasi,  Desa Sagea Kiya Makin Terancam

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

     Warga Desa Sagea-Kiya, Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang tergabung dalam Koalisi Save Sagea kembali menggelar aksi protes  Senin, 13 Oktober 2025. Aksi ini  dilakukan berkaitan dengan  aktivitas tambang PT Mining Abadi Indonesia (PT MAI), kontraktor dari perusahaan tambang nikel PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia dan PT First Pacific Mining. Aktivitas penambangan […]

  • Mangrove Mangga Dua Ternate Nasibmu Kini

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Kondisi terakhir mangrove di Mangga Dua yang digusur dan direklamasi untuk kepentingan bisnis

  • Suara Lirih Petani Kakao Pulau Bacan

    • calendar_month Kam, 9 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Busuk Buah Bertahun-Tahun, Tak Digubris Pemerintah? Hari sudah agak siang Rabu (31/10/2023). Meski begitu di bawah perkebunan kakao yang ditumpangsarikan kelapa dan pala berjarak kurang lebih satu kilometer dari Panamboang Bacan Selatan Pulau Bacan itu terasa sejuk.     Jarum jam menujukan sekira pukul 11.20 WIT. Saif Bakar (49) sibuk mengumpulkan satu per satu buah kakao […]

  • Serunya Kegiatan Halmahera Overland 4×4

    • calendar_month Sen, 18 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Para peserta Hakmahera Overland 4×4 mengangkat batang kayu untuk membangin jembatan daruta agar bisa dilewati mobil yng mrtrks tumpngi, foto Dewahyudi

expand_less