Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Negara Pulau dan Kepulauan akan Gelar Kongres

Negara Pulau dan Kepulauan akan Gelar Kongres

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
  • visibility 778

Bahas Masalah Lingkungan dan Climate Change  

Indonesia yang tergabung dalam Forum Negara Pulau dan Kepulauan berencana  menggelar Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island States/Ais Forum)  yang rencana diselenggarakan di Bali pada 10-11 Oktober 2023. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Kemenko Marves menyebut, forum tersebut akan menghadirkan delegasi dari 51 negara anggota Ais Forum.

“Forum ini dibentuk untuk mendorong kolaborasi antar negara pulau dan kepulauan seluruh dunia untuk bersama-sama mengatasi tantangan dan juga permasalahan yang dihadapi, khususnya pada sektor pembangunan kelautan, mitigasi perubahan iklim, dan penanggulangan pencemaran di laut.  Sekretaris Kemenko Marves Ayodhia  G. L. Kalake dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (20/7/2023) menjelaskan, Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Ais Forum merupakan mandat dari pertemuan keempat tingkat menteri AIS Forum yang telah dilaksanakan di Bali pada 5 Desember 2022 lalu. Adapun KTT Ais Forum akan digelar pada 11 Oktober 2023 di Bali, diadakan pararel bersama pertemuan tingkat  menteri AIS Forum pada 10 Oktober 2023. 

“Penyenggaraanya  KTT AIS forum ini   di Nusa Dua Bali dengan  mengundang 51 negara partisipan AIS Forum,”  jelasnya. “Dia berharap akan ada kepala negara yang hadir.” Sementara Plt. Asisten  Deputi  Delimitasi Zona Maritim dan Kawasan Perbatasan Kemenko Marves  Sora Lokita mengatakan, negara pulau dan kepulauan memiliki tantangan yang sama, seperti konektivitas, climate change, dan sebagainya. Oleh sebab itu, tidak ada jalan selain kerja sama.

“Apa bedanya Ais Forum dengan inisitiaf seperti forum-forum lain, Ais  tidak  hanya  bahas ide, tapi implementasikan ide  yang konkret,” ujarnya, Dia pun mencontohkan pelatihan keramba di Fiji. Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan yang pertama di seluruh Pasifik.

Sementara dikutip dari https://maritim.go.id sebelumnya Indonesia telah  menjadi tuan rumah pertemuan para menteri sahabat dari negara pulau dan kepulauan yang diselengarakan di Bali  pada 5 Desember 2022 lalu.

Dalam pertemuan itu mereka menyatakan  dukungannya untuk penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island State Forum-AIS Forum) di Indonesia di tahun 2023 ini. 

Lepas dari pandemi Covid-19, Forum Negara Pulau dan Kepulauan yang diinisiasi Indonesia tahun 2017 lalu itu  bersemangat setelah menelurkan banyak kegiatan konkret dalam 3 tahun terakhir. Tahun ini negara partisipan sepakat mengajak meningkatkan dan memperluas kerangka kerja sama melalui program nyata, dan mengundang para Kepala Negara/Pemerintahan saling ketemu di Indonesia tahun depan.

“Program dan aktivitas kita harus menyentuh para islanders di Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Manfaatnya harus dirasakan penduduk pulau di Kawasan Karibia dan pulau-pulau di Afrika,” demikian ajakan Indonesia yang dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan di Bali, Selasa (06-12-2022).

Dalam pertemuan yang dihadiri 24 perwakilan dari negara sahabat dan organisasi internasional, Menteri Pertahanan Madagaskar, Leon Jean Richard Rakotonirina menyampaikan dalam Bahasa Indonesia yang mengalir, “Mari satukan upaya kita dan eratkan kolaborasi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan masa depan yang lebih baik. ”Menempuh perjalanan dua hari dari pulau terbesar di tenggara Afrika, Menteri lulusan Lemhanas ini sumringah bisa pulang kampung ke rumah ke duanya di Indonesia.

Kemudian Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Cabo Verde di Samudera Atlantik, Alexandre Dias Monteiro menyampaikan “AIS Forum harus lebih kuat mendorong pembangunan infrastruktur digital untuk memudahkan komunikasi dan menghubungkan seluruh masyarakat pulau dan kepulauan di dunia. Kami juga sangat mendukung pelibatan perempuan dan pemuda sebagai prinsip utama.”

Menteri Luar Negeri dan Perdagangan negara tetangga Papua Nugini, Justin Tkatchenko, mengingatkan “ Pandemi Covid-19 mengingatkan kita bahwa tidak ada negara yang bisa berjalan sendirian. AIS Forum adalah wadah yang tepat untuk berkolaborasi, membuka akses negara pulau dan kepulauan kepada pengetahuan, sains, inovasi, dan pembiayaan kolaboratif untuk memecahkan 3 masalah utama laut: perubahan iklim, pencemaran laut, dan ancaman hilangnya keanekaragaman hayati.”

Menteri dari Sri Lanka Tharaka Ramanya Balasuriya dari Samudera Hindia menyatakan bahwa “AIS Forum adalah tempat kita bekerja sama mendorong perlindungan keanekaragaman hayati dari asidifikasi laut, pencemaran laut, dan peningkatan temperatur dan muka air laut; serta mewujudkan penggunaan sumber daya hayati laut secara berkelanjutan.”

Menteri Luar Negeri dan Kerja sama Timor-Leste, Adaljiza Albertina Xavier Reis Magno menyatakan “Kami sangat optimis memandang momentum, komitmen, dan kemajuan konkret AIS Forum. Kami percaya pada kekuatan politik negara pulau dan kepulauan bila dapat bekerja dan bergerak bersama dalam semangat solidaritas, kebersamaan, dan timbal balik. Negara pulau dan kepulauan harus menjadi sumber pertukaran solusi cerdas dan inovatif untuk kemajuan bersama. No man should be left behind.”

AIS Forum atau Forum Negara Pulau dan Kepulauan itu sendiri adalah platform kerja sama konkret yang dibentuk untuk mewadahi 47 negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia untuk bersama-sama mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi, khususnya pada sektor pembangunan kelautan yang sehat dan berkelanjutan.
 
Para Duta Besar dari Fiji, Amenatave Vakasavuwaqa Yauvoli dan Kepulauan Solomon, Salana Kalu, yang telah konsisten mendukung perkembangan Forum AIS sejak didirikan tahun 2018, mengingatkan bahwa di tahun  2023 ini, Sekretariat AIS Forum yang berkantor di Jakarta diberi mandat menguatkan jaringan dengan organisasi regional lain di dunia, seperti Aliansi Negara-negara Pulau Kecil (AOSIS), Komunitas Karibia (Caricom), Negara Pulau Kecil dan Berkembang (SIDS), Melanesian Spearhead Group (MSG), Forum Pembangunan Pulau-Pulau Pasifik (PIDF), dan Forum Pulau-Pulau Pasifik (PIF). Seperti dinyatakan perwakilan Palau, Mr. Keith Sugiyama dalam pertemuan  itu, bahwa gagasan AIS Forum sangat visioner dan revolusioner karena merangkul seluruh negara pulau dan kepulauan di dunia tanpa batasan wilayah, kawasan, ukuran, dan tingkat pembangunan ekonomi.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKP Jamin Unit Pengolah Ikan di Morotai Dapat Layanan Sertifikat Digital  

    • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 850
    • 1Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kemudahan perizinan dan sertifikasi terhadap pelaku usaha kelautan dan perikanan. Tak hanya di kota besar, melainkan juga bagi mereka yang berada di daerah, termasuk di wilayah Terpencil Terluar dan  Terdepan atau perbatasan negara. Kepala Stasiun  Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanaan (SKIPM) Ternate, Arsal menegaskan layanan yang […]

  • Perlindungan Sagu Tak Dilakukan, Perda Hanya Pajangan (3) Habis

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    Sejak dulu kampung-kampun g di Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara memiliki banyak kebun sagu. Salah satu desa yang menjadi pusat sagu adalah Sagea dan Kiya di Weda Utara. Karena potensi itu, pemerintah daerah kemudian berpikir melindunginya setelah massivenya industri tambang masuk ke wilayah ini. Pemkab Halmahera Tengah  kemudian membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi pohon […]

  • Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

    Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Di Malut Fokus di Tidore Kepulauan dan Halsel  Halmaherapedia– Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7 CropBio yang merupakan  hibah  dari pendanaan multilateral, masuk ke Indonesia salah satunya ke Maluku Utara. Kegiatan  yang  berhubungan dengan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetika  ini  focus pada 5  komoditas yaitu padi, talas, umbi, pala, dan cengkeh.  Untuk Maluku Utara  berfokus pada cengkih dan […]

  • BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara umumnya, agar selalu  waspada dengan kondisi cuaca  beberapa hari ini. Kepala BMKG Ternate Joko Sumardiono melalui rilis  yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ menyampaikan bahwa   umumnya hujan ringan di sebagian besar wilayah Maluku Utara dengan potensi hujan sedang-lebat di wilayah Taliabu. […]

  • Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 962
    • 0Komentar

    Pantai Pulau Mtu Mya di Halmahera Tengah

  • Pulau  Kecil  Meradang  Karena  Ditambang 

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 1.175
    • 0Komentar

    Penulis Dr. Abdul Motalib Angkotasan, S.Pi, M.Si Dosen Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate Kepulauan Indonesia sangat indah, memiliki pulau dengan beragam morfogenesa dan ukuran. Menurut Bengen et al (2014) berdasarkan morfogensa, pulau kecil di Indonesia terdiri dari pulau vulkanik, pulau tektonik, pulau teras terangkat, pulau alluvium, pulau petabah, pulau teras terangkat, pulau karang, dan pulau […]

expand_less