Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Hasilkan Produk Pangan dari Sagu dan Enau

Warga Hasilkan Produk Pangan dari Sagu dan Enau

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
  • visibility 758

Cerita KTH Mandiri Sejati Manfaatkan Hasil Hutan

Warga yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) memanfaatkan pohon sagu dan enau menghasilkan berbagai produk makanan sekaligus jadi sumber pendapatan warga.  

Seperti dilakukan oleh KTH  Mandiri Sejati  Ake Tobato Kelurahan Loleo Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan  ini. Mereka mengolah dan menghasilkan beragam  produk bahan makanan dari dua jenis tanaman hutan ini. Selain mengembangkan aneka produk hasil olahan sagu juga Gula Merah Batu Jumbo. Produk-produk ini menjadi andalan dari desa ini dijual keluar.

KTH Mandiri Sejati diketuai oleh Sinen Esa dan merupakan salah satu binaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)  Tidore Kepulauan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara  ini,  pernah mendapatkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara 2018 lalu. Setelah bantuan itiu dterima kini mulai dimanfaatkan dengan memproduksi bahan olahan yang siap dipasarkan.

“Aneka hasil olahan sagu dan gula merah batu jumbo itu merupakan inovasi dari anggota KTH dan Penyuluh Kehutanan. Selain menghasilkan sagu tumang, dan gula merah   serta produk ikutan lainnya  merupakan  upaya  memanfaatkan hasil sagu dan pohon enau yang berlimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sekitar,” jelas Pendamping Penyuluh Kehutanan  Rusmiyanti Dano Yamin, S.Hut dalam rilisnya kepada kabarpulau.coid

Dijelaskan, dalam kunjungan lapangan dan berdiskusi dengan anggota KTH Mandiri Sejati, dia  ikut mendorong ibu-ibu dari anggota KTH  memanfaatkan tanaman sagu dan enau yang ada. Para ibu itu membantu  mengolah hasil dari tanaman sagu dan tanaman enau menjadi aneka bahan makanan. Mereka juga memproduksi  hasil ikutan lainnya seperti kue serut.  

“Apa yang dilakukan ini mendapat dukungan penuh dari KPH. Semua pihak di KPH sangat mendukung upaya -upaya yang dilakukan terutama dari penyuluh  pendamping, Kepala KPH Tidore Kepulauan Zulkifly Mansur, S.Hut  serta  para rimbawan dan rimbawati  menyangkut pendampingan produksi, promosi dan pemasaran,” katanya.

Model dukungan KPH Tidore Kepulauan itu  dengan langsung memasarkan produk  tersebut baik secara langsung maupun lewat media sosial.

“Produknya telah diproduksi dan dipasarkan kepada para konsumen di Kota Tidore baik secara langsung maupun lewat online dan sudah mulai merambah ke Kota Ternate dan daerah sekitarnya,” katanya.

Ada juga harapan dari  anggota KTH Mandiri Sejati agar produk yang mereka hasilkan yang siap dipasarkan mendapat tempat di hati para konsumen. Bagi masyarakat yang berminat dengan produk mereka bisa menghubungi  Penyuluh Kehutanan Pendamping KTH Mandiri  atau KPH Tidore. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malut Punya Potensi Kepiting Kenari Berlebih

    • calendar_month Sab, 5 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 1.105
    • 2Komentar

    Dua ekor Kepiting kenari yang berukuran kecil saat diambil oleh para penangkap di Pu;au Obi, foto Mohdar H.jpg

  • Ekspor Cengkih Tidore ke Eropa, Dasar Hari Rempah Nasional

    • calendar_month Sab, 12 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Negeri Moloku Kie Raha sebagai pusat rempah tidak diragukan lagi.Gugusan pulau-pulau di negeri para sultan ini memiliki tanaman khas cengkih dan pala sejak abad ke 16 sampai saat ini. Karena itu juga penetapan Hari Rempah Nasional  (HRN) yang jatuh pada 11 Desember lalu juga berdasarkan  ekspor  cengkih Tidore ke Eropa  sebanya 27,3 ton yang dilakukan  […]

  • Ekonomi dan SDA Morotai Berbasis Lingkungan akan Dibedah Bersama

    Ekonomi dan SDA Morotai Berbasis Lingkungan akan Dibedah Bersama

    • calendar_month Ming, 15 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Untuk menggagas model pembangunan ekonomi dan pengelolaan sumberdaya alam secara partisipatif  dan berbasis lingkungan, diperlukan semua pihak duduk bersama..  Dalam  upaya itu,  direncanakan  akan  digelar kegiatan  bertajuk Sarasehan dan Rembuk Rakyat Morotai yang rencana  dilaksanakan 18 hingga  9 Agustus 2018  mendatang di public space Taman Kota Daruba Morotai. Kegiatan yang  rencana dilaksanakan selama 2 hari […]

  • Gempa dengan Magnitudo 7,0 Terasa hingga Morotai

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 789
    • 0Komentar

    Basirun (36) warga Daruba Morotai dihubungi kabarpulau.co.id/ dari Ternate Kamis (21/1) pukul 23.00 WIT  mengaku, peristiwa gempa yang berpusat di  Kota Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud sangat terasa di  Pulau  Morotai Provinsi Maluku Utara. Dia mengaku  karena kuatnya gempa itu turut membuat panic warga. “Sangat terasa goyangan gempa malam ini. Memang pusat gempa di Talaud tetapi […]

  • WALHI: Jangan “Jual” Halmahera dan Pulau Lainnya

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 759
    • 0Komentar

    AKSI kampanye yang digelar WALHI Malut dan Koalisi Barisan rakyat (KOBAR ) pada Senin 14 November 2022 foto WALHI

  • Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

    Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Di Malut Fokus di Tidore Kepulauan dan Halsel  Halmaherapedia– Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7 CropBio yang merupakan  hibah  dari pendanaan multilateral, masuk ke Indonesia salah satunya ke Maluku Utara. Kegiatan  yang  berhubungan dengan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetika  ini  focus pada 5  komoditas yaitu padi, talas, umbi, pala, dan cengkeh.  Untuk Maluku Utara  berfokus pada cengkih dan […]

expand_less