Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Nelayan Tidore Bakar Sate Tuna Terbanyak di Dunia  

Nelayan Tidore Bakar Sate Tuna Terbanyak di Dunia  

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 11 Des 2023
  • visibility 616

Peringatan Hari Nusantara (Harnus) yang jatuh pada  13 Desember 2023 ini dipusatkan di Kota Tidore Provinsi Maluku Utara. Acara ini diisi berbagai kegiatan.  Salah satunya  Bakar Sate Ikan Tuna terbanyak.
Kegiatan ini termasuk salah satu agenda yang masuk  catatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Bakar sate ikan tuna yang dilaksanakan Senin (11/12/2023) itu dipusatkan di  Kelurahan Tomolow Kota Tidore Utara Tidore Kepulauan. Dalam aksi bakar sate ini sebanyak 26.000 tusuk sate ikan tuna  menjadi hidangan makan siang warga Pemerintah Kota Tidore, Pemprov Maluku Utara dan pemerintah pusat yang hadir.  

Acara pemanggangan  sate ikan tuna itu  digelar di kawasan kuliner Kampung Nelayan Kelurahan Tomalou itu sejak sekira pukul 09.00 WIT hingga pukul 17.00 sore.  

Kegiatan ini turut melibatkan ratusan  neayan Kampung Nelayan Kelurahan Tomalou, Kota Tidore, Maluku Utara.  

Sajian sate ikan tuna dan makan bersama ini,  selain merupakan rangkaian HARNUS    juga sebagai bentuk kegiatan gemar makan ikan. Hal ini  karena Tomalou sendiri merupakan salah satu kampung nelayan  di Malut.

Sebelumnya,  ikan tuna dalam berbagai ukuran itu telah disiapkan para nelayan. Ikan yang telah dioah dan ditusuk tersebut, kemudian dipanggang di atas panggang yang  pajangnya mencapai  dua ratus meter. 

“Kami  sudah lakukan  verifikasi,  ada 26.000 tusuk sate tidak lebih tidak kurang. Sajian sate ikan tuna ini terbanyak di dunia dan telah kami catat sebagai rekor dunia” ujar Costumer Relation Manager Muri, Lutvi Syah Pradana, usai penyerahan piagam Muri.

Sajian sate ikan tuna  ini dibanjiri masyarakat lokal maupun wisatawan. Sepanjang kawasan kampung nelayan ini warga lokal yang memanggang ikan,  melayani setiap pengunjung yang akan mencicipi sate ikan tuna tersebut.

“Di sini ikannya enak, baru ditangkap langsung dibakar dan disajikan, luar biasa kota Tidore, saya sangat bersyukur bisa menghadiri kegiatan Hari Nusantara di Tidore ini,” ujar Iksan wisatwan asal Jakarta yang datang bersama sahabatnya di Kota Tidore.

Walikota Tidore, Capt Ali Ibrahim mengaku tak menyangka, sajian sate ikan tuna oleh nelayan di Kota Tidore berhasil masuk rekor dunia.

“Kami tidak menyangka  sajian 26 ribu tusuk sate ikan tuna oleh nelayan di Tidore ini masuk   rekor dunia.   Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang ikut mensukseskan kegiatan ini”  kata Walikota Tidore  Capt Ali Ibrahim.

Rangkaian acara ini diakhiri dengan penyerahan  penghargaan  Rekor MURI  dari tim Muri Indonesia kepada Pemerintah Kota Tidore serta sponsorship.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • PakaTiva Kumpul Kaum Muda Belajar Climate Change  

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 633
    • 0Komentar

    Puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas  aktivis lingkungan Maluku Utara akan dikumpulkan untuk diberi pemahaman menyangkut dampak perubahan iklim  (climate change,red)  yang saat ini melanda dunia. Pertemuan dalam bentuk  Kelas Camp Kaum Muda Estuaria   ini  akan dilaksanakan selama 3 hari. Mereka   akan diberi penyadaran dan pengetahuan  terkait penyelamatan  hutan tersisa di Maluku Utara.Sebagai bagian […]

  • BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

    BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Angin Kencang di Maluku Utara  Masih Terjadi  Direktorat  Meteorologi   Publik  Badan Meteorlogi  Klimatologi  dan Geofisika  (BMKG)  menyampaikan   hasil pemantauan  pada  dasarian II Juli  2026,  menunjukkan   musim kemarau  terus meluas dan kondisi  kering  semakin mendominasi wilayah Indonesia. Curah hujan kategori  rendah tercatat  mencakup  92,93% wilayah, sedangkan kategori menengah sebesar 6,63%  dan  kategori  tinggi hanya 0,45%.  Kondisi […]

  • Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    DARUBA— Direktur SDM dan Umum PT. Pelayaran Nasional Indonesia Detep Purwa Saputera  baru-baru ini berkunjung ke Daruba Kabupaten Pulau Morotai. Kedatangan mereka disambut Pemkab Pulau Morotai  pihak Lanal Morotai dan Dishub Pulau Morotai  di ruang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan. Kedatangan mereka dalam rangka survei ekspedisi Pelayaran Nasional Indonesia ke Morotai, karena Morotai akan dijadikan sebagai rute […]

  • Ini 7 Mitigasi Awal Perubahan Iklim di Malut

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 577
    • 1Komentar

    Sebagai Upaya Mendukung Program FOLU Net Sink 2030 Setelah melalui proses panjang selama  dua hari Rabu (22/2/2023) dan Kamis (23/2/2023)  menggelar seminar dan diskus, i para pihak yang terlibat dalam workshop Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Maluku Utara menetapkan sejumlah  poin simpulan  yang akan ditindaklanjuti. Salah satunya […]

  • Dampak Industri Ekstraktif di Malut Sangat Serius

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 874
    • 0Komentar

    BRIN: Kelestarian dan Kelangsungan Ekosistem Pulau-pulau Makin Terancam   Dampak industry ekstraktif bagi kelestarian dan kelangsungan ekosistem  terutama di pulau pulau kecil seperti di Maluku Utara sangat serius. Kehadiran industry padat modal  terutama pertambangan mineral diberbagai tempat termasuk di Maluku Utara disebut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  mengancam lingkungan, biodiversitas dan manusia di dalamnya. […]

  • Riset SIEJ:Suara Masyarakat Adat Minim Tampil di Media

    Riset SIEJ:Suara Masyarakat Adat Minim Tampil di Media

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Didominasi  DPR dan Masyarakat Sipil     The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat menyelenggarakan Green Editor Forum: Membaca RUU Masyarakat Adat dalam Pemberitaan Media Massa. Forum ini mempertemukan editor media, organisasi masyarakat sipil, anggota DPR RI, akademisi, dan perwakilan masyarakat adat untuk memperkuat […]

expand_less