Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Bawa Program Konservasi Air Tanah dan Energi, BesaMacahaya Hadir di City Sanitation Summit 

Bawa Program Konservasi Air Tanah dan Energi, BesaMacahaya Hadir di City Sanitation Summit 

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
  • visibility 584

City Sanitation Summit  (CSS) merupakan agenda nasional tahunan yang diselenggarakan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI). Tahun ini merupakan yang ke-23, sementara  penyelenggaraannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Ternate. CSS XXIII  bertema Sanitasi berkelanjutan melalui partisipasi dan inovasi pengelolaan sampah berbasis kota pulau itu turut digelar beberapa kegiatan. Salah satunya rangkaian kegiatan   Festival Sanitasi, Budaya dan UMKM yang berlangsung di Benteng Oranje 29-hingga 30 kemarin.

Zulkifli SE, pendiri komunitas BesaMacahaya   turut serta mendapatkan   booth expo dalam agenda CSS kali ini. Terkait hal ini  dia mengaku sangat senang bisa mengikutinya . Dia bilang ini merupakan kesempatan yang sangat baik memperkenalkan Komunitas   BesaMaCahaya yang concern pada konservasi sumber daya air dan energi serta pengelolaan sampah rumah tangga lebih luas.

Di samping itu, juga momen bisa bertukar referensi dan pengalaman terkait pengelolaan sanitasi, sampah dan limbah termasuk juga pengelolaan sumber daya air dengan pengunjung booth BesaMaCahaya dari delegasi kabupaten/kota yang hadir.  “BesaMaCahaya yang saya gagas ini merupakan pengembangan dari program Gemma Camtara dan Eko Camtara (eco office) yang dijalankan. Sebelumnya sewaktu masih berkarir di Kantor Camat Kota Ternate Utara,”ujar Zulkifli.

eLISA: Membuat dua produk air hujan yakni air minum dan desinfektan melalui proses elektrolisis, foto Ist

Di booth expo BesaMacahaya ditampilkan beberapa program dan produk di bidang konservasi sumber daya air dan energi. Di bidang koservasi sumber daya air ada program Sedekah Air Hujan, sebuah program konservasi airtanah dan penyediaan air bersih bersumber air hujan yang berbasis kemanusiaan, partisipasi dan kolaborasi.

Selain itu program Kantor Berbudaya Lingkungan (eco office) adalah program yang bertujuan bukan hanya mewujudkan kantor yang bersih dan sehat, aman dan nyaman melainkan juga meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya air dan energinya.

Selain kedua program itu, ada juga produk yang ditampilkan, yakni iPAH LiaHujan dan eLISA. iPAH LiaHujan (Instalasi Pemanfaatan Air Hujan yang terintegrasi dengan Lubang Injeksi Air Hujan) adalah instalasi yang dibangun dengan mudah dan sederhana untuk memanen dan menabung air hujan. Air hujan dari atap rumah dipanen ke dalam profil-tank setelah melalui proses pemisahan air kotor dan penyaringan dengan menggunakan beberapa media filter alami. Kelebihan air hujan yang dipanen akan ditabung ke dalam lubang injeksi air hujan untuk mengisi airtanah. Sedangkan eLISA yang membuat dua produk air hujan yakni air minum dan desinfektan melalui proses elektrolisis.

ALat konservasi air hujan yang dibuat oleh komunitas BesaMacahaya, foto ist

Pada bidang konservasi energi ditampilkan PLTS Atap Off-grid, kompor biomassa berbahan bakar oli bekas dan skuter listrik dengan storage baterai laptop yang rusak. Selain menampilkan program dan kegiatan yang saya jalankan dalam BesaMaCahaya di atas, saya juga menampilkan Piala Penghargaan Kalpataru yang saya raih pada 2022. Hal ini selain untuk mensosialisasikan Penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup juga untuk memberikan semangat dan dukungan kepada teman-teman komunitas peduli lingkungan yang hadir maupun peserta CSS XXIII untuk tetap konsisten dengan gerakannya mewujudkan lingkungan hidup yang lestari.

Dia bilang, satu hal yang sangat memotivasinya dan teman-teman mengembangkan program BesaMaCahaya dalam event CSS XXIII ini adalah atensi dari pengunjung booth BesaMaCahaya yang sangat besar termasuk tak disangka-sangka adalah kunjungan dari Ketua Umum AKKOPSI  Dadang Supriatna bersama Walikota dan Wakil Walikota Ternate di booth BesaMaCahaya.

“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kota Ternate dan panitia penyelenggara atas dukungannya sehingga kami bisa berpartispasi dalam event ini,” katanya

Kegiatan  CSS  XXIII 2025  itu turut dihadiri Bupati Bandung, Wakil Wali Kota Tual, Bupati Jayapura, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Bupati Manokwari Selatan, Wakil Wali Kota Palopo, Wakil Bupati Buton, Wakil Wali Kota Tangerang, Wakil Bupati Aceh Barat, Wakil Bupati Parigi Moutong, Wakil Bupati Pidie, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Bupati Toraja Utara, Bupati Barru, Kepala DLH Kota Batu dan Kepala DLH Bitung.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Laut Malut Besar Tapi Minim Perhatian

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    Perairan Maluku Utara terbilang paling potensial.  Wilayah lautnya   bersinggungan langsung dengan empat Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Keempatnya adalah  WPPNRI 714 (meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda), 715 (perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau), 716 (Perairan Laut Sulawesi dan sebelah utara Pulau Halmahera), dan 717 (Perairan […]

  • Cerita Anak Muda Tomolou Tidore Perangi Sampah

    • calendar_month Kam, 26 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Buat Kampung  Bersih, Beri PAD Buat Kota Tikep Memasuki  kampong  Tomolou di Kota Tidore Kepulauan   dipastikan tidak akan menemukan sampah tercecer di jalanan. Begitu juga pantainya. Tidak ada lagi warga membuang sampah ke tepi pantai. Kondisi hari ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Di mana kebanyakan buang sampah ke laut dan pantai sebagaimana kebiasaan sebagian warga di Maluku […]

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Banjir dan Longsor  Berulang  hingga Nelayan Terus  jadi Korban di Laut Hari jelang sore di Rabu (17/9/2025) itu, Salma M Arif dan suaminya Ongen Ramli warga Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, berada di dalam rumah. Mereka  baru saja pulang ke rumah setelah  aktivitas di luar. Sore itu, berawan mesti seharian  tidak terjadi hujan. Tiba-tiba mereka […]

  • KKP Janji 20 M ke 10 Kampung di Tiga WPP

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Foto Pengukuran ikan tuna dalam program fair trade foto MDPI

  • Sektor Perikanan di Malut Dianaktirikan?

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 497
    • 2Komentar

    Nelayan kecil Pulau Obi yang menangkap tuna. Foto MDPI

  • 14 Lurah di Ternate Utara Jadi Mahimo Gam   

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 638
    • 1Komentar

    Ternate  dikenal sebagai negeri   adat  se atorang. Karena itu segala sesuatu mestinya berdasar pada ketentuan yang diatur  oleh adat seatorang di Kesultanan Ternate.  Dalam hal perangkat dan struktur pemerintahan baik penamaan dan penyebutannya  sudah saatnya mengikuti   pada adat se-atorang  di kesultanan Terante tersebut.  Setidaknya,  hal ini   kemudian,   14 lurah di Kota Ternate Utara, dikukuhkan sebagai […]

expand_less