Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Faisal Ratuela Pimpin WALHI Maluku Utara

Faisal Ratuela Pimpin WALHI Maluku Utara

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
  • visibility 892

Zenzi: Aktivis WALHI Selalu Mengedepankan Kerelawanan

Setelah melalui proses panjang, Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Rabu (23/3/2022) dan Kamis (24/3/2022), akhirnya memilih dan menetapkan Faisal Ratuela  sebagai Direktur Eksekutif (DE) WALHI Malut. Sementara Nursyahid Musa terpilih sebagai Dewan Daerah (DD). Proses penetapan direktur ekskutif dan dewan daerah ini dilakukan secara musyaarah mufakat setelah melalui proses pencalonan sebelum PDLH digelar.  Proses pencalonan sendiri dilakukan sebelum PDLH  dengan dibuka pendaftaran untuk direktur ekskutif  dan dewan daerah. Ternyata hanya satu nama untuk DE yakni Faisal Ratuela.  

Sementara untuk DD ada tiga calon yakni Nursyahid Musa, Hasmarani Nento  dan Zafira Daeng Barang. Dari tiga nama ini kemudian ditetapkan Nursyahid sebagai ketua sementara Hasmarani Nento sebagai sekretaris  dan Zafira sebagai anggota. Melalui proses itu, kemudian sesuai statuta  WALHI  mereka ditetapkan secara aklamasi.

Faisal saat menyampaikan pesan-pesan setelah ditetapkan sebagai DE menyampaikan  terimaksih atas kepercayaan  para kader WALHI dan anggota lembaga yang  telah mempercayakan kepadanya memimpin  untuk empat tahun ke depan (2022-2026). Dia juga menyampaikan bahwa tantangan 4 tahun ke depan cukup berat karena ada tantangan besar dalam penyelamatan lingkungan di tengah massivenya industry ekstraksi dan perampasan ruang  hidup warga.  

Pekerjaan  ini katanya tidak hanya menjadi tugas ekskutif WALHI tetapi juga konsolidasi  semua termasuk anggota lembaga di bawah WALHI. Ini terutama dalam mendrong upaya penyelamatan ruang hidup masyarakat pesisir dan pulau pulau kecil di Maluku Utara. “ Semua itu tidak terlaksana jika hanya dikerjakan ekskutif WALHI dalam kerja- kerja advokasi ke depan.  Yang terpenting dalam advokasi ini ada dua hal yang perlu dilakukan.

Proses berlangsungnya PDLH Kamis (24/3/22)

Pertama mendorng penguatan internel lembaga dan kedua mendorong kampanye secara massif penyelamatan lingkungan di Maluku  Utara.  “Problem lingkungan di Maluku Utara  yang perlu dintindklanjuti  dan diseriusi.  Banyak konflik terjadi  4 tahun terakhir  harus menjadi perhatian. Untuk masalah  masalah lingkungan yang belum diselesaikan pengurus sebelumnya  perlu diseriusi juga,” katanya.

Sementara Direktur Eksekutif Nasional WALHI Zenzi Suhadi saat menyapaikan pesan penutup PDLH menyampaikan bahwa, proses yang berjalan  cukup cair dan  riang gembira. Namun demikian dalam menghadapi persoalan lingkungan ke depan  bukan hal yang mudah. Kerja-kerja perjuangan untuk rakyat terutama mendukung ruang-ruang  hidup masyarakat  tetapi terjaga sangatlah  berat.

“Warga banyak yang berjuang hidup dan mati mempertahankan ruang hidupnya ketika dirampas.   Nah dalam menjalankan misi dan visi WALHI harus mengedepankan kerelawanan. Kita adalah harapan terakhir untuk generasi masa depan membedakan mana benar atau salah terkait pengelolaan lingkungan,”katanya. 

Dia bilang lagi orang-orang yang berjuang dengan kerelawanan ini tidak banyak. Di sinilah rakyat  punya pedoman. Begitu juga dalam proses pergantian estafet pimpan WALHI  bukan hal mudah. Ada beban cukup berat. Tapi yaknilah sejarah WALHI  akan selalu dicatat dan dikenang. Karena orang yang peduli seperti ini tidak banyak,” tutupnya. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maluku Utara Alami Kemarau yang Tetap Basah

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Republik Indonesia,  pada  April  hingga September biasanya terjadi musim kemarau. Meskipun  saat ini Indonesia  memasuki musim kemarau, namun hamper setiap hari diwarnai oleh hujan  ringan sampai lebat. BMKG Stasiun Meteorologi  Ternate misalnya,   bahkan memberi warning  kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Maluku Utara untuk tetap waspada dengan adanya […]

  • Kebijakan Donald Trump Berdampak ke Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Program USAID BerIKAN Terancam Ditutup Terpilihnya Presiden Amerika Serikat yang baru  Donald Trump  memberi dampak bagi  pemberian donor bagi sejumlah Negara di dunia termasuk Indonesia. Bahkan dampaknya sampai ke Maluku Utara.  Salah satu yang  ikut berdampak dari kebijakan Donald Trump itu adalah  closing program  Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau  yang dikenal dengan USAID.  Lembaga […]

  • Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 706
    • 1Komentar

    DPRD: RPJPD dan RPJMD Harus Akomodir Masalah Sumberdaya Air Komunita Besa ma Cahaya Kota Ternate Kamis (1/9/2023) malam, menggelar  Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi AirTanah, Selamatkan Airtanah Ternate.  FGD  ini sebgai bagian dari tindaklanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau […]

  • Ini Cara Bangun Kesadaran Isu Climate Change

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 616
    • 1Komentar

    Membangun kesadaran siswa soal isyu sampah plastik dan dampaknya bagi laut dan ancaman perubahan iklim, foto PakaTiva

  • KKP akan Evaluasi Izin Pemanfaatan Ruang Laut

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 600
    • 1Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan akan terus melaksanakan mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang laut sebagai bagian dari evaluasi terhadap semua perizinan pemanfaatan ruang laut yang sudah diterbitkan. Hal ini dilaksanakan guna mendorong terwujudnya tata ruang sesuai rencana tata ruang dan/atau rencana zonasi sebagai tindak lanjut dari diterbitkannya Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut […]

  • Bobato Adat Kie Goya, Jaga Hutan untuk Anak Cucu

    • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 900
    • 1Komentar

    Dikukuhkan  Saat Grand Launcing Suaka Paruh Bengkok Peranan perangkat adat dalam menjaga hutan dan lingkungan di daerah ini sangatlah penting. Ini demi  menjaga hutan dari berbagai ancaman,  gangguan    sehingga  tetap lestari.  Salah  satu  perangkat adat itu adalah  Bobato Adat Kie Goya  di Kesultanan Tidore Maluku Utara. Bobato Adat Kie Goya atau dikenal dengan Bobato yang […]

expand_less