Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Faisal Ratuela Pimpin WALHI Maluku Utara

Faisal Ratuela Pimpin WALHI Maluku Utara

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
  • visibility 1.047

Zenzi: Aktivis WALHI Selalu Mengedepankan Kerelawanan

Setelah melalui proses panjang, Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Rabu (23/3/2022) dan Kamis (24/3/2022), akhirnya memilih dan menetapkan Faisal Ratuela  sebagai Direktur Eksekutif (DE) WALHI Malut. Sementara Nursyahid Musa terpilih sebagai Dewan Daerah (DD). Proses penetapan direktur ekskutif dan dewan daerah ini dilakukan secara musyaarah mufakat setelah melalui proses pencalonan sebelum PDLH digelar.  Proses pencalonan sendiri dilakukan sebelum PDLH  dengan dibuka pendaftaran untuk direktur ekskutif  dan dewan daerah. Ternyata hanya satu nama untuk DE yakni Faisal Ratuela.  

Sementara untuk DD ada tiga calon yakni Nursyahid Musa, Hasmarani Nento  dan Zafira Daeng Barang. Dari tiga nama ini kemudian ditetapkan Nursyahid sebagai ketua sementara Hasmarani Nento sebagai sekretaris  dan Zafira sebagai anggota. Melalui proses itu, kemudian sesuai statuta  WALHI  mereka ditetapkan secara aklamasi.

Faisal saat menyampaikan pesan-pesan setelah ditetapkan sebagai DE menyampaikan  terimaksih atas kepercayaan  para kader WALHI dan anggota lembaga yang  telah mempercayakan kepadanya memimpin  untuk empat tahun ke depan (2022-2026). Dia juga menyampaikan bahwa tantangan 4 tahun ke depan cukup berat karena ada tantangan besar dalam penyelamatan lingkungan di tengah massivenya industry ekstraksi dan perampasan ruang  hidup warga.  

Pekerjaan  ini katanya tidak hanya menjadi tugas ekskutif WALHI tetapi juga konsolidasi  semua termasuk anggota lembaga di bawah WALHI. Ini terutama dalam mendrong upaya penyelamatan ruang hidup masyarakat pesisir dan pulau pulau kecil di Maluku Utara. “ Semua itu tidak terlaksana jika hanya dikerjakan ekskutif WALHI dalam kerja- kerja advokasi ke depan.  Yang terpenting dalam advokasi ini ada dua hal yang perlu dilakukan.

Proses berlangsungnya PDLH Kamis (24/3/22)

Pertama mendorng penguatan internel lembaga dan kedua mendorong kampanye secara massif penyelamatan lingkungan di Maluku  Utara.  “Problem lingkungan di Maluku Utara  yang perlu dintindklanjuti  dan diseriusi.  Banyak konflik terjadi  4 tahun terakhir  harus menjadi perhatian. Untuk masalah  masalah lingkungan yang belum diselesaikan pengurus sebelumnya  perlu diseriusi juga,” katanya.

Sementara Direktur Eksekutif Nasional WALHI Zenzi Suhadi saat menyapaikan pesan penutup PDLH menyampaikan bahwa, proses yang berjalan  cukup cair dan  riang gembira. Namun demikian dalam menghadapi persoalan lingkungan ke depan  bukan hal yang mudah. Kerja-kerja perjuangan untuk rakyat terutama mendukung ruang-ruang  hidup masyarakat  tetapi terjaga sangatlah  berat.

“Warga banyak yang berjuang hidup dan mati mempertahankan ruang hidupnya ketika dirampas.   Nah dalam menjalankan misi dan visi WALHI harus mengedepankan kerelawanan. Kita adalah harapan terakhir untuk generasi masa depan membedakan mana benar atau salah terkait pengelolaan lingkungan,”katanya. 

Dia bilang lagi orang-orang yang berjuang dengan kerelawanan ini tidak banyak. Di sinilah rakyat  punya pedoman. Begitu juga dalam proses pergantian estafet pimpan WALHI  bukan hal mudah. Ada beban cukup berat. Tapi yaknilah sejarah WALHI  akan selalu dicatat dan dikenang. Karena orang yang peduli seperti ini tidak banyak,” tutupnya. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Program Save The Small Island, Warga dan Walhi Malut Tanam Mangrove

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 2.116
    • 0Komentar

    LABUHA – Masyarakat Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan Halmahera Selatan, melakukan gerakan menanam 20  ribu anakan pohon mangrove. Aksi menanam di lahan-lahan mangrove yang rusak akibat perambahan orang tidak bertanggungjawab itu,  dilakukan selama  dua hari Rabu (5/11) dan Kamis (6/11) lalu. Program selamatkan lingkungan dengan menanam mangrove ini,  dilakukan bersama  LSM Wahana Lingkungan Hidup […]

  • Pegiat Lingkungan Dorong Capres Kaji Ulang Kebijakan Bioenergi Berbasis Hutan

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Pegiat lingkungan Indonesia mendesak para pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan berkontestasi pada Pemilu 2024 untuk mengkaji kembali penggunaan bionergi dalam program transisi energi. Penggunaan dua jenis bioenergi yang mengandalkan bahan baku hasil hutan, yakni biofuel dan biomassa, dinilai dapat menimbulkan dampak negatif yang mengganggu kelestarian alam. Pegiat lingkungan dari Traction Energy Asia, […]

  • Ajak Warga Kao Lindungi Mangrove dan Satwa Endemik

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Komitmen melindungi satwa endemic tidak hanya hadir melalui  forum  seminar atau diskusi   peneliti,  maupun mereka yang concern terhadap isyu lingkungan dan keanekaragaman hayati. Apa yang dilakukan   bersama  Pemerintah Desa Kao  Halmahera Utara  Selasa (02/10) akhir pecan lalu ini juga,  memiliki maksud  yang sama. Membicarakan upaya  perlindungan   m,angrove dan satwa endemik.  Melalui forum ini, mereka  menyatukan presepsi  menjaga […]

  • Melihat Kehati Halmahera Lewat Bird Race Competition   

    Melihat Kehati Halmahera Lewat Bird Race Competition   

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Halmaherapedia– International Bird Race Competition 2026 pertama digelar di  Maluku Utara. Acara  ini secara resmi dibuka pada Senin (27/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) ini diikuti  puluhan peserta dari berbagai latar belakang.  Mahasiswa, sektor swasta, fotografer profesional, hingga  dari mancanegara. Acara ini digelar sebagai bentuk memperkenalkan potensi pusat keanekaragaman hayati di […]

  • Pemkot Ternate akan Bangun Pusat Studi dan Riset Rempah

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 867
    • 1Komentar

    Bentang Artefak sejarah tentang kejayaan rempah di masanya/ foto istimewa

  • Di Mare akan Dikembangkan Jambu Mente

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Pulau Mare Tidore Kepulauan  yang  menjadi pusat gerabah di Maluku Utara,   segera dikembangkan menjadi pusat produksi jambu mente di  Maluku Utara. Pihak Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ternate- Tidore    berencana mengembangkan lahan hutan lindung  di  Pulau Mare ini dengan tanaman jambu mente.  Data  Kesatuan Pengelolaan   Hutan (KPH) Ternate-Tidore  menunjukan dari luas hutan lindung Pulau Mare […]

expand_less