Breaking News
light_mode
Beranda » Polmas » Tiga Inovator Bisnis Dapat Penghargaan Econovation 2021

Tiga Inovator Bisnis Dapat Penghargaan Econovation 2021

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 400

Tiga inovator bisnis terbaik mendapatkan penghargaan dalam program Econovation 2021. Penghargaan  itu dalam bentuk dukungan usaha pengembangan bisnis  yang diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat.

Penghargaan tersebut merupakan akhir dari rangkaian acara Econovation 2021 yang digelar pada  (17/09) lalu. Turut hadir secara online dalam acara penghargaan ini Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa, dan Riri Muktamar, Founder RM. Inkubasi.

Selain penghargaan, juga diadakan Diskusi Bersama dengan narasumber Tulus dan Farli Sukanto, Inisiator Bantu Guru Belajar Lagi. Econovation 2021 yang diinisiasi oleh Yayasan EcoNusa bermitra dengan RM Inkubasi sebagai pelaksana teknis merupakan kompetisi bisnis nasional yang pertama kali diadakan tahun ini.

Tetiga penerima penghargaan Econovation 2021 mewakili tiga tema utama Econovation 2021 yakni ketahanan pangan, kesehatan berbasis komunitas, dan solusi pendidikan.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia dalam sambutannya memberikan selamat kepada para finalis dengan pencapaian yang sangat baik, dan berharap agar kegiatan seperti kompetisi bisnis Econovation 2021 terus berlanjut, untuk melahirkan bisnis yang inovatif, dan melahirkan ide-ide yang bisa menjadi solusi untuk situasi saat ini dan juga pasca pandemik Covid-19. Teten menutup dengan harapan agar kerjasama antar pihak terjalin lebih erat lagi untuk membangkitkan UMKM dan ekonomi Indonesia.

Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa menyatakan kebanggaannya karena kompetisi bisnis Econovation 2021 ini tidak hanya melahirkan banyak wirausaha muda yang kreatif dan inovatif, tapi para peserta juga tetap memikirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. “Semua peserta dan finalis merupakan inovator hebat serta memiliki potensi yang luar biasa untuk kebangkitan ekonomi Indonesia. Dari kegiatan ini kita bisa belajar bahwa kaum muda jika diberikan kesempatan dan ruang, bisa memberikan dampak besar bagi negara ini“ ujar Bustar.

Riri Muktamar, founder RM. Inkubasi & RM. Synergy berpesan kepada semua peserta yang telah mengikuti Econovation 2021, “Perjalanan wirausaha adalah perjalanan seumur hidup. Kepada seluruh peserta Econovation 2021, terlepas dari menang dan kalah dalam proses kompetisi ini, fokuslah pada hal-hal baik yang bisa teman-teman dapatkan dari kompetisi ini.” Riri menambahkan, pihaknya merasa senang dapat ikut ambil bagian dalam sebuah pengalaman berharga merencanakan dan menyelenggarakan Econovation 2021.

Tiga inovator terbaik yang berhasil mendapatkan penghargaan Econovation 2021 adalah Shaany Collagen Drink, Yant Sorghum dan Edubox. Shaany Collagen Drink merupakan inovator pada Kategori Ketahanan Pangan yang bergerak di bidang pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk kolagen. Saat ini Shaany sedang fokus mengembangkan minuman kolagen yang dipadukan dengan ekstrak buah. Dalam proses produksinya, Shaany memberdayakan petani lokal dan ibu rumah tangga yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Econovation ini atmosfernya bukan sekadar kompetisi, tapi lebih pada ajang kolaborasi, membangun networking yang lebih luas, dan menjadi tempat inkubasi yang pas untuk bisnis. Saya berharap melalui Econovation 2021 ini, Shanny Collagen Drink makin dikenal masyarakat luas, dan bisnisnya bisa berkembang sehingga para petani lokal dan ibu rumah tangga yang kami berdayakan juga bisa lebih sejahtera.” ujar Siti Nur Seha dari Shanny Collagen Drink.

Inovator terbaik lain dari Kategori Ketahanan Pangan adalah Yant Sorghum, yakni usaha pengembangan dan pengelolaan tanaman sorghum yang menggunakan konsep korporasi petani. Di mana model bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Yant Sorghum berharap dapat memberikan nilai tambah bagi produk pertanian, dan meningkatkan nilai tawar produk di pasar. Mereka membina dan bermitra dengan 200 petani sorghum dan menggarap 50 Ha lahan pertanian dan menghadirkan produk-produk nutrisi sehat untuk keluarga Indonesia. “Melalui mentoring Econovation 2021 ini, kami dari Yant Sorghum bisa memperoleh kemampuan, pengembangan, belajar, bekerja sama, berkolaborasi bersama para mentor dan finalis lainnya. Menurut saya, mengikuti Econovation sangat bermanfaat untuk lebih melatih softskill yang jarang diperoleh saat mentoring selama ini, ” kata Nur Rahmi Yanti dari Yant Sorghum.

Edubox merupakan inovator pada Kategori Solusi Edukasi. Edubox mengembangkan solusi untuk sekolah yang berada di daerah minim internet. Dengan Edubox, Guru dan siswa bisa belajar tanpa internet. Guru bisa mengunggah materi belajar dan penilaian di Edubox dan siswa bisa mengaksesnya tanpa internet. Hal ini sangat bermanfaat di masa pandemi ketika ada banyak siswa tidak bisa mendapatkan pembelajaran jarak jauh karena keterbatasan internet.

“Mengikuti Econovation tidak berasa seperti sebuah kompetisi. Di sini saya bertemu keluarga baru. Keluarga yang saling mendukung, saling berbagi dan siap berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi. Terus terang tidak menyangka akan hasil ini, karena bisnis teman-teman peserta banyak yang lebih keren. Terimakasih atas kepercayaannya, ini adalah pelecut semangat bagi kami untuk bisa berbenah dan berusaha lebih baik lagi demi pendidikan Indonesia yang lebih baik” tutup Danang Rahadi dari Edubox.

Acara puncak Econovation 2021 tersebut juga diberikan penghargaan hiburan dengan 12 kategori, berdasarkan desain kemasan, keberlanjutan bisnis, perkembangan dan kemajuan bisnis, dampak bisnis bagi masyarakat, adaptasi teknologi dalam bisnis, riset dan pengembangan dalam bisnis, inovasi produk serta inklusivitas produk dan lini bisnis. Sejak dibuka pendaftaran Econovation pada 16 April 2021, 241 pendaftar antusias mengikuti kompetisi dan terpilih 15 finalis yang meliputi 8 finalis bidang ketahanan pangan, 5 finalis solusi pendidikan, dan 2 finalis kesehatan berbasis komunitas. Para  finalis berkesempatan mendapatkan mentoring dari para praktisi bisnis serta dipertemukan dengan investor potensial untuk pengembangan ide bisnis yang berlangsung secara daring pada 13-15 September 2021.

“Yayasan EcoNusa mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, mitra pelaksana, mitra lokal, serta seluruh peserta yang mendaftar dalam  Econovation 2021, atas dukungan, kerja sama baik, dan partisipasinya. Semoga kegiatan Econovation bisa berlanjut di masa depan sehingga lebih banyak lagi innovator muda yang bisa bertemu, bertukar ide, menjadi ekosistem baru, dan saling membantu serta membangun kekuatan bersama untuk membangkitkan ekonomi Indonesia ” pungkas Bustar. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebun Sagu Dijual, Cadangan Pangan Warga Sagea Hilang (1)

    • calendar_month Ming, 7 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Rintik hujan pada Minggu (26/11/2023) sekira pukul 17.00 WIT itu, tak menyurutkan semangat Abdurahman Jabir (50) dan Anwar Ismail (67). Keduanya bahu membahu dengan kedua tangan, mengangkat tepung sagu yang telah mengendap di dalam perahu–wadah penampung perasan pokok sagu.  Tepung terisi dalam tiga karung besar hasil perasan  empulur setengah batang pohon sagu, yang panjangnya kurang […]

  • Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Hasil Kolaborasi Pakativa – Disperindag dan Distan Provinsi Turunan hasil kelapa yang  mencapai 50 jenis produk hingga kini belum dimanfaatkan  oleh petani  di Maluku Utara.  Mereka hanya mengandalkan kopra sebagai sumber pendapatan utama. Karena itu ketika harga kopra anjlok petani menjadi  terpuruk. Sementara, hasil lain dari kelapa  seperti tempurung, air dan sabuk kelapa  hanya dibuang […]

  • Mulai Dirintis Pembentukan Jejaring Kawasan Konservasi Perairan

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2017
    • account_circle
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Hingga Desember 2018  sudah diresmikan 177 Kawasan Konservasi Perairan. Dari jumlah itu , 35 KKP yang menjadi prioritas sudah dimasukkan ke Bappenas. Hal ini terungkap  dalam Lokakarya Petunjuk Teknis Jejaring Kawasan Konservasi Perairan Rabu (13/6) lalu di Jakarta. Lokakarya ini oleh  pemerintah Indonesia (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Kementerian Lembaga Terkait, USAID Indonesia dan USAID SEA […]

  • Kawasan Konservasi di Malut Terancam Industri Tambang?

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 636
    • 1Komentar

    Kawasan konservasi dikuatirkan dimasuki  kegiatan tambang. Banyaknya izin tambang yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi yang telah ditetapkan menjadi Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata (TNAL) di Kabupaten Halmahera Tengah itu. resisten dimasuki tambang. Merujuk revisi RTRW Kabupaten Halmahera Tengah 2012 -2032 yang disampaikan Kepala Badan Perencanan Penelitian Pembangunan (Bappelitbang) Kabupaten Halmahera Tengah Salim Kamaluddin di […]

  • Cerita dari Laigoma Setelah Ada Solar Cell (1)

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 662
    • 2Komentar

    Rumah milik Safa Kamari (67 tahun) berada di ujung selatan Dusun I Desa Laigoma Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara.   Berdinding beton beratap seng, di halamannya berdiri satu buah panel surya yang berfungsi mengubah tenaga surya menjadi energi listrik. Dari panel ini tersambung dengan empat bola lampu yang dipasang di teras, ruang tamu, dapur […]

  • 55 Pulau Kecil Digempur Tambang dan Sawit Tak Dibahas Capres

    • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
    • account_circle
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Isyu  Keselamatan Rakyat dan Lingkungan  di Pesisir  serta Pulau- Pulau Kecil Terlewatkan Debat calon presiden putaran kedua tentang Energi, Pangan, Infrastruktur, Lingkungan Hidup, dan Sumber Daya Alam pada 17 Februari 2019 lalu disaksikan ratusan juta pasang rakyat Indonesia di layar   layar kaca  stasiun televisi. Dari debat itu ternyata masih menyisahkan sejumlah pertanyaan penting soal kadar […]

expand_less