Breaking News
light_mode
Beranda » Polmas » Tiga Inovator Bisnis Dapat Penghargaan Econovation 2021

Tiga Inovator Bisnis Dapat Penghargaan Econovation 2021

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 380

Tiga inovator bisnis terbaik mendapatkan penghargaan dalam program Econovation 2021. Penghargaan  itu dalam bentuk dukungan usaha pengembangan bisnis  yang diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat.

Penghargaan tersebut merupakan akhir dari rangkaian acara Econovation 2021 yang digelar pada  (17/09) lalu. Turut hadir secara online dalam acara penghargaan ini Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa, dan Riri Muktamar, Founder RM. Inkubasi.

Selain penghargaan, juga diadakan Diskusi Bersama dengan narasumber Tulus dan Farli Sukanto, Inisiator Bantu Guru Belajar Lagi. Econovation 2021 yang diinisiasi oleh Yayasan EcoNusa bermitra dengan RM Inkubasi sebagai pelaksana teknis merupakan kompetisi bisnis nasional yang pertama kali diadakan tahun ini.

Tetiga penerima penghargaan Econovation 2021 mewakili tiga tema utama Econovation 2021 yakni ketahanan pangan, kesehatan berbasis komunitas, dan solusi pendidikan.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia dalam sambutannya memberikan selamat kepada para finalis dengan pencapaian yang sangat baik, dan berharap agar kegiatan seperti kompetisi bisnis Econovation 2021 terus berlanjut, untuk melahirkan bisnis yang inovatif, dan melahirkan ide-ide yang bisa menjadi solusi untuk situasi saat ini dan juga pasca pandemik Covid-19. Teten menutup dengan harapan agar kerjasama antar pihak terjalin lebih erat lagi untuk membangkitkan UMKM dan ekonomi Indonesia.

Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa menyatakan kebanggaannya karena kompetisi bisnis Econovation 2021 ini tidak hanya melahirkan banyak wirausaha muda yang kreatif dan inovatif, tapi para peserta juga tetap memikirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. “Semua peserta dan finalis merupakan inovator hebat serta memiliki potensi yang luar biasa untuk kebangkitan ekonomi Indonesia. Dari kegiatan ini kita bisa belajar bahwa kaum muda jika diberikan kesempatan dan ruang, bisa memberikan dampak besar bagi negara ini“ ujar Bustar.

Riri Muktamar, founder RM. Inkubasi & RM. Synergy berpesan kepada semua peserta yang telah mengikuti Econovation 2021, “Perjalanan wirausaha adalah perjalanan seumur hidup. Kepada seluruh peserta Econovation 2021, terlepas dari menang dan kalah dalam proses kompetisi ini, fokuslah pada hal-hal baik yang bisa teman-teman dapatkan dari kompetisi ini.” Riri menambahkan, pihaknya merasa senang dapat ikut ambil bagian dalam sebuah pengalaman berharga merencanakan dan menyelenggarakan Econovation 2021.

Tiga inovator terbaik yang berhasil mendapatkan penghargaan Econovation 2021 adalah Shaany Collagen Drink, Yant Sorghum dan Edubox. Shaany Collagen Drink merupakan inovator pada Kategori Ketahanan Pangan yang bergerak di bidang pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk kolagen. Saat ini Shaany sedang fokus mengembangkan minuman kolagen yang dipadukan dengan ekstrak buah. Dalam proses produksinya, Shaany memberdayakan petani lokal dan ibu rumah tangga yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Econovation ini atmosfernya bukan sekadar kompetisi, tapi lebih pada ajang kolaborasi, membangun networking yang lebih luas, dan menjadi tempat inkubasi yang pas untuk bisnis. Saya berharap melalui Econovation 2021 ini, Shanny Collagen Drink makin dikenal masyarakat luas, dan bisnisnya bisa berkembang sehingga para petani lokal dan ibu rumah tangga yang kami berdayakan juga bisa lebih sejahtera.” ujar Siti Nur Seha dari Shanny Collagen Drink.

Inovator terbaik lain dari Kategori Ketahanan Pangan adalah Yant Sorghum, yakni usaha pengembangan dan pengelolaan tanaman sorghum yang menggunakan konsep korporasi petani. Di mana model bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Yant Sorghum berharap dapat memberikan nilai tambah bagi produk pertanian, dan meningkatkan nilai tawar produk di pasar. Mereka membina dan bermitra dengan 200 petani sorghum dan menggarap 50 Ha lahan pertanian dan menghadirkan produk-produk nutrisi sehat untuk keluarga Indonesia. “Melalui mentoring Econovation 2021 ini, kami dari Yant Sorghum bisa memperoleh kemampuan, pengembangan, belajar, bekerja sama, berkolaborasi bersama para mentor dan finalis lainnya. Menurut saya, mengikuti Econovation sangat bermanfaat untuk lebih melatih softskill yang jarang diperoleh saat mentoring selama ini, ” kata Nur Rahmi Yanti dari Yant Sorghum.

Edubox merupakan inovator pada Kategori Solusi Edukasi. Edubox mengembangkan solusi untuk sekolah yang berada di daerah minim internet. Dengan Edubox, Guru dan siswa bisa belajar tanpa internet. Guru bisa mengunggah materi belajar dan penilaian di Edubox dan siswa bisa mengaksesnya tanpa internet. Hal ini sangat bermanfaat di masa pandemi ketika ada banyak siswa tidak bisa mendapatkan pembelajaran jarak jauh karena keterbatasan internet.

“Mengikuti Econovation tidak berasa seperti sebuah kompetisi. Di sini saya bertemu keluarga baru. Keluarga yang saling mendukung, saling berbagi dan siap berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi. Terus terang tidak menyangka akan hasil ini, karena bisnis teman-teman peserta banyak yang lebih keren. Terimakasih atas kepercayaannya, ini adalah pelecut semangat bagi kami untuk bisa berbenah dan berusaha lebih baik lagi demi pendidikan Indonesia yang lebih baik” tutup Danang Rahadi dari Edubox.

Acara puncak Econovation 2021 tersebut juga diberikan penghargaan hiburan dengan 12 kategori, berdasarkan desain kemasan, keberlanjutan bisnis, perkembangan dan kemajuan bisnis, dampak bisnis bagi masyarakat, adaptasi teknologi dalam bisnis, riset dan pengembangan dalam bisnis, inovasi produk serta inklusivitas produk dan lini bisnis. Sejak dibuka pendaftaran Econovation pada 16 April 2021, 241 pendaftar antusias mengikuti kompetisi dan terpilih 15 finalis yang meliputi 8 finalis bidang ketahanan pangan, 5 finalis solusi pendidikan, dan 2 finalis kesehatan berbasis komunitas. Para  finalis berkesempatan mendapatkan mentoring dari para praktisi bisnis serta dipertemukan dengan investor potensial untuk pengembangan ide bisnis yang berlangsung secara daring pada 13-15 September 2021.

“Yayasan EcoNusa mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, mitra pelaksana, mitra lokal, serta seluruh peserta yang mendaftar dalam  Econovation 2021, atas dukungan, kerja sama baik, dan partisipasinya. Semoga kegiatan Econovation bisa berlanjut di masa depan sehingga lebih banyak lagi innovator muda yang bisa bertemu, bertukar ide, menjadi ekosistem baru, dan saling membantu serta membangun kekuatan bersama untuk membangkitkan ekonomi Indonesia ” pungkas Bustar. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemanfaatan Potensi Laut Maluku Utara Masih Minim

    • calendar_month Sel, 8 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 965
    • 0Komentar

    Setiap 8 Juni diperingati sebagai hari laut sedunia atau World Ocean Day. Peringatan ini untuk mengingatkan pentingnya lautan bagi kehidupan manusia karena   menutupi lebih dari 70% planet Bumi. Dikutip dari https://tirto.id/hari-laut-sedunia-2021-tema-8-juni-cara-rayakan-world-ocean-day-gg) menyebutkan bahwa   laut menjadi sumber kehidupan manusia, mendukung kesejahteraan umat manusia dan setiap organisme lain di bumi. Lautan menghasilkan setidaknya 50% oksigen Bumi, merupakan […]

  • WALHI: Investasi Massive Mengarah ke Timur

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Ancaman Serius  Pesisir dan Pulau Kecil di Maluku Utara Provinsi Maluku Utara yang sebagian besar wilayahnya berupa laut, memiliki 856 buah pulau. Dari jumlah itu ada pulau yang tergolong besar seperti Halmahera (18.000 Km2 ) dan pulau-pulau yang ukurannya relatif sedang yaitu  Pulau Obi (3.900 Km2 ),  Pulau Taliabu (3.195 Km2 ), Pulau Bacan (2.878 […]

  • Menguak Kekayaan Tersembunyi dari Ternate (1)

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 597
    • 1Komentar

    Seri Tulisan Mengungkap Kehidupan Liar Gamalama    Cerita tentang Ternate dengan segala keunikannya, sudah banyak diulas. Tidak hanya dalam tulisan dan gambar bergerak (video dan film,red). Perjalanan waktu pulau dan isinya juga banyak dikisahkan melalui buku sejarah, novel hingga cerita lisan  turun- temurun. Jika diselami lebih dalam, di pulau ini akan ditemukan  begitu banyak kekayaan […]

  • Butuh Aksi Nyata Bebaskan Laut Malut dari Sampah Plastik

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Provinsi Maluku Utara memiliki luas mencapai 145.801 km2.  Terdiri dari 69,08 % merupakan lautan dan sisanya 30,92 adalah daratan. Secara geografis perairan Maluku Utara berada dalam Kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle). Karena itu, perairan Maluku Utara memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi dan menjadi rumah bagi berbagai  spesies karang, jenis ikan, lumba-lumba dan penyu. […]

  • Ternate dan Tidore dalam Filosofi Rempah  

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 860
    • 1Komentar

    “Doka gosora se bualawa. Om doro fo mamote. Foma gogoru, foma dodara” Kalimat di atas merupakan sebuah filosofi hidup yang dianut orang Ternate  dan daerah Moloku Kie Raha umumnya. Kalimat dalam Bahasa Ternate itu menggambarkan , kedekatan  serta jiwa kekeluargaan yang dianut orang orang yang berada di negeri para sultan tersebut.  Ternate dan Tidore menjadi […]

  • Pulau  Kecil  Meradang  Karena  Ditambang 

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Penulis Dr. Abdul Motalib Angkotasan, S.Pi, M.Si Dosen Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate Kepulauan Indonesia sangat indah, memiliki pulau dengan beragam morfogenesa dan ukuran. Menurut Bengen et al (2014) berdasarkan morfogensa, pulau kecil di Indonesia terdiri dari pulau vulkanik, pulau tektonik, pulau teras terangkat, pulau alluvium, pulau petabah, pulau teras terangkat, pulau karang, dan pulau […]

expand_less