Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Di Mare akan Dikembangkan Jambu Mente

Di Mare akan Dikembangkan Jambu Mente

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
  • visibility 827

Pulau Mare Tidore Kepulauan  yang  menjadi pusat gerabah di Maluku Utara,   segera dikembangkan menjadi pusat produksi jambu mente di  Maluku Utara. Pihak Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ternate- Tidore    berencana mengembangkan lahan hutan lindung  di  Pulau Mare ini dengan tanaman jambu mente. 

Data  Kesatuan Pengelolaan   Hutan (KPH) Ternate-Tidore  menunjukan dari luas hutan lindung Pulau Mare  31,31 hektar, areal penggunaan lain 67,72 hektar dan hutan produksi dikonversi 153,98 hektar akan segera dilakukan penanaman secara menyeluruh di pulau ini.Pulau yang tidak lagi memiliki hutan perawan dengan pepohonan besar ini segera   diubah menjadi salah satu pusat  jambu mente di Tidore bahkan Ternate.

Kepala KPH Ternate–Tidore Ibrahim Tuhateru kepada kabarpulau  Sabtu (2/11) mengatakan, kurang lebih ada 265 hektare   akan ditanami jambu mente. Luasan ini selain ditanami jambu mente juga akan ditanami jenis kayu lainnya untuk menghijaukan pulau ini yang terlihat gersang dan  penuh alang-alang itu.

Penanaman di  pulau Mare ini menurut Ibrahim merupakan program rehabilitasi lahan  yang akan dilakukan  Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Moloku Kie Raha. “Ini program BPDAS  yang segera dikerjakan dalam waktu dekat,” jelas Ibrahim. Untuk rencana penanaman  pihak KPH bersama BPDAS sudah   turun ke Mare untuk bertemu masyarakat dan pemerintah setempat.  

Sementara soal mengapa tanaman yang dipilih adalah jambu mente dan beberapa jenis tanaman kayu yang mudah tumbuh seperti kemiri, karena sesuai survey dan tanaman yang bisa hidup dan bertahan  di Mare adalah  tanaman ini. “Saat ini kita bisa lihat yang paling banyak itu adalah tanaman jambulang  dan beberapa jenis  tumbuhan perdu lainnya,” ujarnya. Selain program penanaman ini, ada juga akan dikembangkan   Mare melalui program  one village one commodity dari program dana desa yang saat ini sedang digulirkan.  Program ini katanya akan segera bergulir  di akhir 2018 ini.

Sekadar diketahui, kondisi  pulau Mare sendiri agak gersang  puncak gunungnya dan didominasi perdu  dan ilalang. Di Bilarung Makota atau tempat bermain rusa warga setempat menyebutnya didominasi ilalang dengan jambulang (Syzygium cumini).

Jambulang adalah sejenis pohon buah dari suku jambu- jambuan dengan buah sepat masam. Dalam bahasa lokal Ternate dan beberapa daerah lain di Maluku Utara disebut jambula.

Sementara sesuai Data  Kementerian Kelautan dan Perikanan, terkait pulau-pulau kecil menunjukkan, Mare adalah pulau berbatu yang sebagian hutan berubah jadi perkebunan. Sedang daerah landai untuk perkampungan.Pulau ini dulunya dihuni banyak rusa. Sayang seiring waktu   rusa-rusa itu telah punah..

Jika mereka yang pernah menginjakkan kakinya di pulau ini, perjalanannya  agak terhibur karena dari Puncak Mare pemandangan begitu indah. Kala memalingkan muka ke bagian timur terlihat laut indah dan Gunung Kie Matubu Tidore. Agak ke utara akan menyaksikan berjejer Pulau Maitara dan Ternate. Begitupun ke selatan , bisa melihat Halmahera memanjang dari utara dan selatan.Kala memandang ke barat bisa menyaksikan gugusan Pulau Moti Makian dan Kayoa seperti terapung- apung dari kejauhan.(ici)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Tanam Pohon Serentak, 760 Batang Ditanam di Domato Halbar

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 791
    • 1Komentar

    Program menanam pohon serentak di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dilaksanakan di Maluku Utara. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Domato Kecamatan Jailolo Selatan  Kabupaten Halmahera Barat pada Jumat (30/12/2023). Kegiatan  ini dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Subjek Politik Kebangsaan dan Sumber Daya Alam, Bpk. Ariyanto, dihadiri kurang lebih 166 peserta […]

  • Air Laut Coklat Kemerahan, Ikan Mati dan Warga Was-was

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2020
    • account_circle
    • visibility 2.550
    • 0Komentar

    Warga Desa Sangapati  dinstruksikan  menghindari mengomsumsi ikan  mati massal karena dicurigai beracun. Sementara anak- anak  dan  orang dewasa, diminta  menghindari sementara waktu mandi di laut.   Warna air laut yang biasanya  bening menjadi coklat pekat kemerah- merahan  itu  ikut menyebabkan matinya berbagai jenis biota   di kawasan laut pulau Makeang  Halmahera Selatan  Maluku Utara. Peristiwa ini membuat […]

  • “Super Blue Blood Moon” Waspadai Banjir ROB

    “Super Blue Blood Moon” Waspadai Banjir ROB

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada  31 Januari 2018, akan terjadi Fenomena Super Blue Blood Moon atau Supermoon yang bertepatan dengan Gerhana Bulan Total. Posisi ini matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Kejadian Gerhana Bulan Total dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena ini merupakan fenomena langka karena akan […]

  • Makna Lelayan Bagi Orang Patani, Maba dan Weda

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    Leleyan dalam pengertain umum  orang Maluku Utara adalah sebuah gerakan gotong royong yang terus dilestarikan hingga kini.   Tidak sekadar gotong royong,  tradisi ini  adalah  sebuah kecerdasan lokal (local genious) atas pandangan hidup masyarakat. Terutama untuk masyarakat  Patani, Maba dan Weda untuk saling membantu, mengasihi, memberi dukungan, baik materi maupun non materi terhadap dua peristiwa […]

  • Kelas Estuaria: Bangun Kesadaran Anak Muda Pahami Isu Lingkungan

    Kelas Estuaria: Bangun Kesadaran Anak Muda Pahami Isu Lingkungan

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Belajar Ragam Isu, Menulis dan Kampanye hingga Bersih Pantai dan Tanam Pohon 10 anak muda duduk bersila di sebuah rumah panggung di kawasan perkemahan Pulau Tareba Danau Tolire Kota Ternate Barat 20 hingga 23 Agustus 2026 kemarin. Rumah panggung  itu  berada tepat di  punggung danau Tolire. Musim kemarau yang kering diikuti tiupan angin kencang dari […]

  • Warga Hasilkan Produk Pangan dari Sagu dan Enau

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Cerita KTH Mandiri Sejati Manfaatkan Hasil Hutan Warga yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) memanfaatkan pohon sagu dan enau menghasilkan berbagai produk makanan sekaligus jadi sumber pendapatan warga.   Seperti dilakukan oleh KTH  Mandiri Sejati  Ake Tobato Kelurahan Loleo Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan  ini. Mereka mengolah dan menghasilkan beragam  produk bahan makanan dari dua […]

expand_less