Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Ini Kondisi Jalan Sayoang -Yaba Pulau Bacan

Ini Kondisi Jalan Sayoang -Yaba Pulau Bacan

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
  • visibility 928

Rusak Parah, Dihantam Banjir dan Tertutup Longsor  

Ruas jalan Bacan Timur dan Bacan Barat Utara  Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara, atau lebih dikenal dengan jalan Sayoang-Yaba kondisinya sangat miris. Selain rusak parah dan nyaris putus, juga tertimbun longsor.

Di kilometer 7 ruas jalan milik pemerintah provinsi Maluku Utara tersebut, nyaris putus hingga sekira 20 meter. Jalan yang nyaris putus  di ruas jalan  itu  karena dibangun mengikuti bantaran sungai Ake Rica yang longsor karena  banjir.   

Kondisi jalan sangat parah terlihat  di kilometer 7. Selain  itu di titik lain, akibat banjir yang terjadi, material pasir dan bebatuan naik di atas badan jalan. Kondisi ini   menyebabkan akses masyarakat Kecamatan Bacan Barat Utara,  dari Desa Yaba, Sidopo, Loit dan sekitarnya juga  mengalami kesulitan. Kendaraan sangat kesulitan  ketika melintas. Para sopir  maupun pengendara harus ekstra  hati-hati. Pasalnya kondisi jalan sangat mengancam keselamatan.

Di titik jalan tertentu, kendaraan yg melintas harus keluar dari  badan jalan dan  masuk ke  semak belukar  melewati  badan jalan menghindari jalan  rusak.

Di kawasan  kilometer 7 juga ada 1 titik yang    tertimbun longsoran  tanah dari  tebing  di atasnya,  belum dibersihkan hingga kini. “Longsoran ini baru terjadi di kala hujan baru baru ini,” jelas  Nahrawai Rabbul warga Halsel yangs setiap saat melintasi jalan itu. Meski demikian,  masyarakat  tetap memaksakan melintasi jalan itu karena tak ada alternative atau ada ada akses jalan lain. Padahal titik  jalan yang rusak itu sangat mengancam keselamatan warga.

Nahrawi  yang juga  warga Bacan  Timur itu  menuturkan,   jalan tidak hanya berlubang dan becek serta  tertimbun longsor,  badan jalan yang  longsor akibat banjir beberapa hari  lalu  juga sangat mengancam warga yang melintas. Bahkan ada ancaman terjadi longsoran susulan   jika hujan lebat dan  menimbulkan banjir.

“Yang miris karena sepanjang badan jalan Sayoang – Yaba ini dibangun di bibir  sungai Ake Rica, maka cepat atau lambat, ruas jalan Sayoang-Yaba akan habis  dihantam banjir,”keluh Nahrawi.  

Dia bilang jika jalan Sayoang–Yaba sampai putus,   dipastikan masyarakat Bacan Barat dan sekitarnya akan kembali seperti masa  30 tahun  lalu. Terpaksa harus  lewat jalur laut jika hendak ke ibu Kota Kabupaten atau  sebaliknya. Jika begitu perjalananya  membutuhkan waktu yang cukup lama  dan biaya yang mahal.  

Ruas jalan  Sayoang – Yaba ini juga  masih  ada kurang lebih 13 KM yang belum diasapal   yakni dari  KM 22  sampai ke Desa Yaba ibu Kota Kecamatan Bacan Barat Utara. Jalan yang belum diaspal ini lebih parah kondisinya. Bahkan sudah pernah memakan korban  kecalakaan lalu lintas.

“Kami sangat mengharapkan perhatan serius pemerintah provinsi Maluku Utara  harus memperhatikan ruas jalan Sayoang – Yaba ini. Karena,  jika  ruas jalan ini bagus maka dapat membantu masyarakat Halsel khususnya  di  Bacan Barat Utara dan sekitarnya. Terutama   mempermudah  akses masyarakat mengangkut  hasil pertanian  dan  komiditi  penting lainnya.  

Apalagi di ruas jalan ini ada ribuan hektar perkebunan kelapa, coklat, cemgkih dan pala milik warga Bacan Timur sehingga akses jalan ini sangat berarti dalam  membantu aktivitas warga.

Sekadar diketahui, wilayah Ake Rica adalah kawasan pertanian yang sangat penting bagi masyarakat di Bacan Timur dan Bacan Barat Utara

Kepala  Dinas Pekerjaan Umum  (PU) Provinsi Maluku Utara Santrani Abusama dikonfirmasi  via mesangger facebook  mengaku, baru mendapatkan informasi tersebut. “Atas informasi ini segera ditindaklanjuti katanya. singkat  

Sekadar diketahui proyek jalan Sayoang Yaba ini sempat bermasalah dan  masih berproses di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. (*)  

https://youtu.be/KyZzGuCh1Ps

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • WALHI Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan 

    • calendar_month Jum, 9 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Kegiatan mendorong orang mud bicara ekologi oleh WALHI Maluku Utara foto M Ichi

  • Mtu Mya Halteng, Destinasi Eksotis yang Terancam Abrasi

    • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

    Hamparan pasir putih menghiasi pulau kecil berukuran sekira 70  meter  persegi itu. Di kiri kanannya terlihat  laut biru tosque dan terumbu karang yang sebagian sudah mulai mulai mati. Pulau tersebut tak lagi berpohon. Pohon yang dulu rindang dan tumbuh lebat di ekosistem pantai ini, telah mati. Baru ada beberapa pohon ditanam kembali oleh warga dan […]

  • Bekali Aktivis Mahasiswa dan NGO dengan Pengorganisasian Masyarakat

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 633
    • 0Komentar

    Forum Studi Halmahera (Foshal) Maluku Utara menggelar Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di kantor Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku utara  yang digelar  Sabtu (18/10/2025)  dan Jumat (19/10/2025). Pelatihan ini melibatkan  mahasiswa dan anggota lembaga   Walhi. Pelatihan   ini bertujuan memberikan penguatan kepada para aktivis mahasiswa dan anggota lembaga WALHI  memahami […]

  •  “Nagari Beta Yang Gulana”

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 778
    • 1Komentar

    mendung terus sepanjang hari.. mentari seakan enggan beranjak, tegar bersembunyi dibalik awan.. seiring hujan kian merintik bagai menandai duka anak bangsa yang terlilit nasib diantara antrian nan panjang untuk sebutir nasi demi sesuap dan.. disudut sana di kotaraja prawira nagara ketawa ketiwi berdecak kagum berbagi bintang dipundak, dalam jejak penuh tetesan darah.. darah anak negeri […]

  • Gerakan Tanam Pohon Serentak, 760 Batang Ditanam di Domato Halbar

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 791
    • 1Komentar

    Program menanam pohon serentak di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dilaksanakan di Maluku Utara. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Domato Kecamatan Jailolo Selatan  Kabupaten Halmahera Barat pada Jumat (30/12/2023). Kegiatan  ini dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Subjek Politik Kebangsaan dan Sumber Daya Alam, Bpk. Ariyanto, dihadiri kurang lebih 166 peserta […]

  • Tegas! Pulau Tak Boleh Diperjualbelikan

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Maraknya  iklan dan pemberitaan penjualan pulau-pulau di Indonesia, membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan larangan tegas  adanya penjualan pulau. KKP memastikan tidak ada regulasi yang mengatur penjualan pulau maupun pulau kecil di Indonesia.  Di Maluku Utara beberapa waktu lalu sempat heboh adanya  isu penjualan gugusan kepualaun Widi Halmahera Selatan yang sempat ditawarkan melalui situs […]

expand_less