Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Menjaga Tradisi Perempuan Pesisir Patani Utara Lewat Lomba VAUF

Menjaga Tradisi Perempuan Pesisir Patani Utara Lewat Lomba VAUF

  • account_circle Mahmud Ici
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 86

Di masyarakat pesisir kecamatan Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara, memiliki  satu  tradisi  menangkap ikan.  Namanya  Vauf.  Vauf adalah nama jorang yang dipakai dari batang bambu atau batang pelepah sagu. Orang Maluku Utara umumnya mengenal dengan huhati.

Vauf dimakani sebagai memancing ikan menggunakan jorang dari bambu atau pelepah sagu. Hal ini  dilakukan mama-mama saat menangkap ikan di waktu senggang.

Alat tangkap Vauf konstruksinya sama seperti jorang  umumnya. Batang bambu atau pelepah sagu, nilon dan mata kail. Ukuran nilon disesuaikan  ukuran jorang.

Budaya Vauf memiliki nilai penting karena mencerminkan praktik penangkapan ikan tradisional yang sederhana, ramah lingkungan, serta mendukung keberlanjutan sumberdaya perairan.

Kali ini  dibuat dalam bentuk lomba yang  focus untuk ibu-ibu di pesisir Patani Utara.

Adapun tujuan utama Lomba Vauf ini adalah melestarikan Budaya Vauf sebagai kearifan lokal masyarakat pesisir. Menguatkan peran perempuan pesisir dalam pelestarian budaya bahari. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik penangkapan ikan ramah lingkungan. Mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya pesisir. Mendukung pengembangan wisata bahari berbasis budaya lokal di Kecamatan Patani Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Studi Etnologi Masyarakat Nelayan Kecil (SEMANK) Maluku Utara Minggu, (17/5/ 2026) di Pantai Yeisowo, Desa Bilifitu, Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah.

Peserta  lomba  berasal dari  perempuan pesisir   Desa Bilifitu, Gemia, Woyobibil yang diikuti 26 peserta. Dari Desa Bilifitu 10 orang, Woyobibil 10 orang, Desa Gemia 4 orang, dan Desa Santosa 2 orang.

Dibuka  oleh Kepala Desa Gemia,  Alfian Faruk, dihadiri Kepala Desa Bilifitu, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar yang ikut meramaikan kegiatan.

Para Peserta lomba foto bersama sebelum turun arena menangkap ikan menggunakan Vauf, foto SEMANK

Alfian Faruk saat membuka lomba menyampaikan bahwa, Vauf adalah tradisi mama-mama  sejak dulu. Dilakukan saat waktu senggang. Biasanya  2 atau 3 orang dengan durasi waktu 2 hingga  3 jam.

“Semua tempat di pesisir desa, yang ada ikan dan tidak ada ikan sudah diketahui,” katanya.

Ibu-ibu menggunakan kegiatan untuk merefresh diri atas  permasalah yang mereka hadapi sehari-hari.

Mama Alwiyah, salah satu peserta lombah Vauf menyampaikan, kegiatan ini dilakukan tidak setiap saat.

“Bukan hanya cari ikan tapi juga tempat bacarita apa saja yang kitorang hadapi baik dalam rumah tangga maupun masalah pekerjaan di tengah masyarakat,” ujar Mama Alwiyah. Melalui kegiatan itu  mereka  juga bisa tukar pikiran  antar teman.

Kegiatan ini juga melibatkan pemuda-pemudi yang masuk sebagai panitia. Mereka menjadi bagian dari mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya pesisir ini.

Sri Endah Widiyanti dari Yayasan SEMANK yang menyelenggarakan lomba menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat, menunjukkan   budaya pesisir masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pelestarian budaya bahari, penguatan identitas masyarakat pesisir, serta pengembangan wisata bahari berbasis kearifan lokal di Halmahera Tengah.

Melalui lomba Vauf masyarakat diajak kembali memahami pentingnya menjaga laut dari praktik penangkapan yang bersifat destruktif serta meningkatkan kesadaran mengenai pemanfaatan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk merawat tradisi, menguatkan peran perempuan pesisir dan mendorong wisata bahari berbasis kearifan local,”ujar Sri Endah

Dijelaskan,  lomba Vauf merupakan bagian dari upaya pelestarian kearifan lokal masyarakat pesisir yang diwariskan turun-temurun oleh perempuan pesisir di Kecamatan Patani Utara.

Dia bilang  lomba ini adalah bentuk dukungan pelestarian budaya pesisir dan penguatan peran perempuan dalam pengelolaan sumberdaya perairan secara berkelanjutan

“Ini langkah mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, menjaga habitat perairan, serta memperhatikan ukuran ikan layak tangkap,” katanya.

Selain itu bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan untuk generasi mendatang.(aji)

 

 

  • Penulis: Mahmud Ici

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Manfaat Zakat dan Sadaqoh Global

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 517
    • 2Komentar

    UNHCR: 1,6 juta Pengungsi Terbantu dari Filantropi Islam United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)  adalah organisasi internasional yang mandat utamanya  memberikan perlindungan serta memberikan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan dasar bagi pencari suaka dan pengungsi bekerja sama dengan beberapa mitra. Melalui mitra Zakat dan Sadaqah secara global pada tahun 2022, saat peluncuran Laporan Tahunan Filantropi Islamnya […]

  • Cerita Miris Desa Terang di Pulau Kecil

    • calendar_month Sab, 8 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 683
    • 1Komentar

    Pemandangan dari atas Pulau Laigoma Halmahera Selatan foto M Ichi

  • 326 Peserta Ramaikan Mancing Mania Dies Natalis Unkhair

    • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 449
    • 1Komentar

    MaPanitia Mancing Maniia bersiap menuju Modayama Kayoa Halmahera Se;latan

  • Didukung AMSI  Redaksi Kabarpulau.co.id Belajar Manfaatkan Teknologi AI

    Didukung AMSI Redaksi Kabarpulau.co.id Belajar Manfaatkan Teknologi AI

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Asosiasi  Media Siber Indonesia (AMSI) mendorong media -media yang  menjadi anggotanya untuk  menggunakan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses produksi jurnalistiknya. Kabarpulau.co.id sebagai sebagai salah satu media konstituen AMSI turut melaksaksanakan pelatihan yang didukung oleh AMSI pada Selasa (11/2/2026) malam yang digelar di kafe Kofia kawasan Sabia Ternate Utara. Dalam pelatihan ini  para […]

  • Malut Masuk Wilayah Penangkapan Ikan Terukur

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle
    • visibility 549
    • 0Komentar

    Kegiatan Pengukuran ikan oleh staf MDPI dalam program fair trade di Malku Utara, foto MDPI

  • Perampasan Ruang Laut Marak, BRIN Ajak Kolaborasi Keilmuan

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 803
    • 1Komentar

    Beberapa dekade terakhir, pesisir dan laut menjadi arena perebutan kepentingan yang tidak seimbang antara pemegang kuasa ekonomi-politik dan komunitas pesisir yang menggantungkan hidupnya dari laut. Fenomena ini dikenal sebagai coastal and marine grabbing – praktik perampasan ruang laut. Berapa besar dampak bagi komunitas tempatan dan ekosistem pesisir dan laut saat ini? Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan […]

expand_less