Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ini Rekomendasi untuk Selamatkan Pulau Hiri

Ini Rekomendasi untuk Selamatkan Pulau Hiri

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 926

Embung Hiri Perlu Dievaluasi Sebelum Muncul Masalah

Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Moloku Kie Raha (FKDAS-MKR) Provinsi Maluku Utara merekomendasikan kepada pemerintah daerah Kota Ternate  dan pihak terkait perlu mengevaluasi embung air hujan yang  sudah dibangun di Pulau Hiri.

Embung Hiri adalah salah satu poin penting dari 10 rekomendasi yang dikeluarkan FORDAS MKR untuk melindungi pulau  ini, dari berbagai ancaman bencana. Melalui rekomendasi  ini, kajian soal embung ini  perlu dilakukan secara mendalam dengan   melibatkan ahli yang terkait pembangunan embung ini. 10 poin rekomendasi ini dihasilkan melalui  rapat koordinasi  penetapan kegiatan  FKDAS – MKR  tahun 2024 yang dilaksanakan di Ternte Senin (30/12/2024).

“Rekomendasi ini keluar  adalah bagian dari  evaluasi hasil kunjungan lapangan  yang dilakukan 26 Agustus 2024 lalu. Kemudian   dilanjutkan dengan diskusi terfokus, pada Selasa, 3 September 2024,” jelas Much. Hidayah Marasabessy, SP., M.Si  Ketua Harian FKDAS MKR.

Rekomendasi yang turut ditandatangani Ir. Joko Widiyato yang juga sebagai Kepala Balai Pengelolaan DAS Ake Malamo Maluku Utara itu, diperoleh melalui  diskusi yang menghasilan beberapa kesepakatan dan rekomendasi. “Sebelum diskusi  ada observasi dan assessment yang dilakukan. Evaluasi itu guna menemukenali Pola Pengelolaan DAS Pulau Kecil (vulkanik) yang  tepat,” jelasnya.

Sementara dari 10 poin rekomendasi itu, Pertama, adanya  prioritas dilakukannya Kajian Karateristik Daerah Aliran Sungai (DAS) di Pulau Hiri, terutama di  kelurahan Dorari Isa dan Tafraka. Kedua, Pemenuhan suplay air bersih (Air Tawar) menjadi prioritas untuk kebutuhan domestik dan menunjang proses produksi pertanian berbasis agroforestry (kobong). Caranya dengan Penggunaan Teknologi Instalasi Pemanenam Air Hujan (IPAH).

Hal ini dapat menjadi solusi awal. Ketiga Pengayaan lahan dengan berbagai jenis tumbuhan yang sesuai karateristik pulau, dapat dilakukan melalui Program RHL. Selain itu dapat membuka peluang sebagai areal dilaksankannya Rehab DAS oleh corporate. Keempat Pemberdayaan masyarakat tani hutan, dapat dikembangkan melalui Kebun Bibit Rakyat (KBR) guna menunjang kegiatan pada poin 2 dan 3.

Kelima menyertakan Pulau Hiri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Perencanaan Integratif Area Development (IAD) Kota Ternate berbasis Perhutanan Sosial, yang sementara berjalan. Keenam perlu dirangkul  dirangkul dalam sebuah ruang berbagi antar para pihak yang berkegiatan di lokus yang sama, untuk berbagi peran menunjang pembangunan berkelajutan. Baik  Pemerintah Kota, FKDAS MKR, TKPSDA. Perguruan Tinggi. Media dan Unsur Masyarakat.

Ketujuh adanya evaluasi Pembagunan Embung diperlukan dengan melibatkan para pihak yang kompeten. Selanjutnya di susun peta jalan terbaik apa, yang sepatutnya dilakukan segera serta dalam jangka waktu kedepan. Kedelapan Pemetaan Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan baik Geologi dan Hidro-Meteorologi.

Hal ini segera dilakukan dengan melibatkan para pihak. Kesembilan Pembangunan Infrastrukur dasar di Pulau Hiri, sepatutnya diprioritaskan karena sangat berhubungan dengan kerentaan pulau akan bencana, suplai air dan pangan.

Terakhir diperlukan Kajian Komprehensif yang dapat menjawab kebutuhan pengelolaan Daerah Aliran Sungai yang tepat, guna menunjang ketahanan Air, ketahanan Pangan dan ketahanan terhadap bencana.

“Kita berharap melalui rekomendasi  ini dapat menjadi baseline Model Pengelolaan DAS Pulau Kecil dalam bingkai Ketahanan Air, Pangan dan Mitigasi Bencana. Dari sini terakumulasi sinergi kolaborasi utuh dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi Lokal. Terutama Agroforestri, Hasil Hutan Bukan Kayu (HBBK)  dan Jasa Lingkungan. (*)

 

 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Perkuat Kapasitas Warga Kampung

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Belajar Pemetaan  dan Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat   Puluhan anak muda   dari  beberapa lembaga dan pemuda kampung berkumpul di Training Centre Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku Utara Selasa hingga Sabtu (9-13/8/2022). Mereka mengikuti Pelatihan, Pemetaan serta Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dan Perlindungan  Hutan Kampung. Pelatihan  ini  digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PAKATVA Maluku […]

  • Fenomena Meluapnya Air Laut hingga Daratan

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • account_circle
    • visibility 1.033
    • 1Komentar

    Aksi nekat seorang anak muda yang menantang ombak ketika terjadi terjangan ombak di kawasan pantai Falajawa

  • Kawasan Khusus Sofifi di Atas DAS Kritis

    • calendar_month Sel, 15 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 964
    • 0Komentar

    Rawan Banjir dan Berada di Daerah Pusat Gempa Ibu kota Provinsi Maluku Utara yang berada di Kota  Sofifi  Pulau Halmahera ternyata dibangun di atas Daerah Aliran  Sungai (DAS) yang kondisinya kritis. Karena itulah  DAS ini masuk dalam pemulihan. Ibukota Provinsi yang telah ditetapkan melalui Undang undang Pemekaran provinsi Maluku Utara no 46 Tahun 1999  itu, […]

  • Percepat Pengakuan Hutan Adat, Pemerintah Daerah Harus Proaktif

    • calendar_month Sel, 13 Feb 2018
    • account_circle
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Pengakuan  dan perlindungan hak-hak masyarakat adat masih minim di negeri ini. Dalam dua tahun terakhir, kurang dari 50.000 hektar hutan adat mendapatkan penetapan dari 9,3 juta hektar pemetaan partisiatif yang diserahkan Badan Registrasi Wilayah Adat. Untuk itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diminta lebih aktif demi percepatan ini.  Di Provinsi Maluku Utara sendiri saat ini diusulkan […]

  • Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 789
    • 1Komentar

    Ada hal yang unik dari perkembangan ilmu pengetahuan bidang lingkungan di Indonesia belakangan ini. Ada temuan spesies baru dari tumbuhan atau tanaman  serta hewan  misalnya, untuk mengingat namanya  kemudian diabadikan nama pejabat atau istri pejabat. Ini berbeda dari sebelum sebelumnya,  Jika kita  perhatikan berbagai penamaan tumbuhan serta hewan yang baru ditemukan dan belum memiliki nama, […]

  • Kawal Demokrasi dan Konstitusi, KEPAL: Batalkan Omnibus Law

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 713
    • 1Komentar

    Aksi protes pengesahan Omnibus Lawa beberapa waktu lalu, foto Antara

expand_less