Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
  • visibility 1.913

DARUBA— Direktur SDM dan Umum PT. Pelayaran Nasional Indonesia Detep Purwa Saputera  baru-baru ini berkunjung ke Daruba Kabupaten Pulau Morotai.

Kedatangan mereka disambut Pemkab Pulau Morotai  pihak Lanal Morotai dan Dishub Pulau Morotai  di ruang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan.

Kedatangan mereka dalam rangka survei ekspedisi Pelayaran Nasional Indonesia ke Morotai, karena Morotai akan dijadikan sebagai rute pelayaran nasional. Ini merupakan program pemerintah pusat. Selain itu, sasarannya mendukung sektor pariwisata, perhubungan dan perikanan.

Detep Purwa Saputera dalam pertemuan itu, mengatakan, Morotai merupakan daerah strategis dalam membangun tiga sektor tersebut. Misalnya, morotai didorong sebagai sektor pariwisata dan layak sebagai destinasi dunia.  Ini karena Morotai memiliki nilai sejarah dan keindahan  dengan letaknya  yang sangat strategis.

Setelah itu, dia bersama rombongan berkunjung ke beberapa lokasi objek wisata  dan situs sejarah, seperti di museum Perang Dunia ke II, air kaca, Bandara Pitu dan ke Pulau Dodola sekaligus diving  melihat bawah laut. Mereka juga mencari tahu titik labuh dan rute masuk Kota Daruba. Hasil survei itu akan dilaporkan ke Kementerian Perhubungan untuk mengeluarkan jadwal rute pelayaran.

Bagi Pemkab  Morotai  mereka menyambut baik program Pemerintah Pusat yang akan menjadikan sebagai rute pelayana nasional. Artinya, Pemkab Pulau Morotai saat ini terus berupaya mendorong  daerah ini berkembang seperti daerah- daerah lain di Indonesia. 

Sektor wisata dan mengsinkronkan program dengan Kementerian Perikanan. Morotai sebagai basis maritim dan kami tetap berkomitmen mengangkat potensi objek wisata di pulau Morotai. Jika rute pelayaran nasional sudah berjalan, akan menguntungkan bagi daerah ini. 

Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Disparbud Pulau Morotai Arafik menambahkan, pihaknya memanfaatkan kunjungan itu, dengan membagikan spot-spot diving dalam bentuk brosur dan buku promosi pariwiata, sebagai referensi bahwa Morotai  memiliki kekayaan alam begitu banyak bias dijual ke kancah nasional maupun internasional.

.”Di bidang promosi kami bekerja sama dengan PT.Pelni bagian IT, dalam rangka mempromosikan potensi wisata di beberapa titik pelayaran nasional  ,”pungkasnya. (end/ici)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • WALHI:Hari Bumi Harusnya  Bukan Lagi Pernyataan Normatif dan Komitmen Kosong

    WALHI:Hari Bumi Harusnya Bukan Lagi Pernyataan Normatif dan Komitmen Kosong

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Hari Bumi 2026 diperingati di tengah ironi, krisis iklim dan bencana ekologis semakin meluas.Meski begitu izin-izin yang melegalkan perusakan dan menjadikan rentan ruang hidup rakyat terus diobral. Alih-alih menghentikan eksploitasi, kebijakan pembangunan di Indonesia justru semakin memberikan karpet merah pada industri ekstraktif yang merusak daratan dan lautan, mengorbankan ruang hidup petani, nelayan, masyarakat adat dan […]

  • Bawa Program Konservasi Air Tanah dan Energi, BesaMacahaya Hadir di City Sanitation Summit 

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 761
    • 1Komentar

    City Sanitation Summit  (CSS) merupakan agenda nasional tahunan yang diselenggarakan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI). Tahun ini merupakan yang ke-23, sementara  penyelenggaraannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Ternate. CSS XXIII  bertema Sanitasi berkelanjutan melalui partisipasi dan inovasi pengelolaan sampah berbasis kota pulau itu turut digelar beberapa kegiatan. Salah satunya rangkaian kegiatan   Festival Sanitasi, Budaya dan UMKM yang berlangsung di Benteng Oranje 29-hingga […]

  • Riset Kehati dan Lingkungan BRIN–UNIERA Kolaborasi

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 750
    • 0Komentar

    Maluku Utara merupakan bagian dari Kawasan Wallacea yang mempunyai keanekaragaman hayati (kehati) dan endemisitas yang tinggi. Karena kekayaan yang dimiliki tersebut   Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) dan Lembaga Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Universitas Halmahera (UNIRA) sepakat untuk menjalin […]

  • Dulu Tebang, Sekarang Tanam

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Cerita Warga Desa Kao Mulai Rehabilitasi Mangrove  Selasa (28/8) sore sekira pukul pukul 16.00 WIT, dua orang ibu, Iswati Mabang (45 tahun) dan Suparni Sulan (44 tahun) menyulam kebun bibit rakyaat yang berisi  anakan mangrove yang mati. Kebun bibit mangrove ini dibangun  kelompok Green  Kai Dati desa Kao Kecamatan Kao Halmahera Utara. Dua perempuan dari […]

  • Kawasan Segitiga Terumbu Karang  Didorong  Dapat  Pendanaan Berkelanjutan  

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 820
    • 0Komentar

    Sejumlah Negara termasuk Indonesia yang masuk kawasan segitiga terumbu karang dunia mendapat perhatian khusus. Perhatian itu salah satunya adalah dalam bentuk pendanaan berkelanjutan. Saat ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penguatan skema pendanaan berkelanjutan sebagai langkah strategis mencapai tujuan Regional Plan of Action (RPOA) 2.0 Coral  Triangle Initiative on Coral Reefs, […]

  • Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 712
    • 1Komentar

    Jalan-Anggai-Aer-Aer-Mangga-seperti-sungai-saat-musim-hujan-foto-M-Ichi.jpeg

expand_less