Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
  • visibility 514

DARUBA— Direktur SDM dan Umum PT. Pelayaran Nasional Indonesia Detep Purwa Saputera  baru-baru ini berkunjung ke Daruba Kabupaten Pulau Morotai.

Kedatangan mereka disambut Pemkab Pulau Morotai  pihak Lanal Morotai dan Dishub Pulau Morotai  di ruang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan.

Kedatangan mereka dalam rangka survei ekspedisi Pelayaran Nasional Indonesia ke Morotai, karena Morotai akan dijadikan sebagai rute pelayaran nasional. Ini merupakan program pemerintah pusat. Selain itu, sasarannya mendukung sektor pariwisata, perhubungan dan perikanan.

Detep Purwa Saputera dalam pertemuan itu, mengatakan, Morotai merupakan daerah strategis dalam membangun tiga sektor tersebut. Misalnya, morotai didorong sebagai sektor pariwisata dan layak sebagai destinasi dunia.  Ini karena Morotai memiliki nilai sejarah dan keindahan  dengan letaknya  yang sangat strategis.

Setelah itu, dia bersama rombongan berkunjung ke beberapa lokasi objek wisata  dan situs sejarah, seperti di museum Perang Dunia ke II, air kaca, Bandara Pitu dan ke Pulau Dodola sekaligus diving  melihat bawah laut. Mereka juga mencari tahu titik labuh dan rute masuk Kota Daruba. Hasil survei itu akan dilaporkan ke Kementerian Perhubungan untuk mengeluarkan jadwal rute pelayaran.

Bagi Pemkab  Morotai  mereka menyambut baik program Pemerintah Pusat yang akan menjadikan sebagai rute pelayana nasional. Artinya, Pemkab Pulau Morotai saat ini terus berupaya mendorong  daerah ini berkembang seperti daerah- daerah lain di Indonesia. 

Sektor wisata dan mengsinkronkan program dengan Kementerian Perikanan. Morotai sebagai basis maritim dan kami tetap berkomitmen mengangkat potensi objek wisata di pulau Morotai. Jika rute pelayaran nasional sudah berjalan, akan menguntungkan bagi daerah ini. 

Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Disparbud Pulau Morotai Arafik menambahkan, pihaknya memanfaatkan kunjungan itu, dengan membagikan spot-spot diving dalam bentuk brosur dan buku promosi pariwiata, sebagai referensi bahwa Morotai  memiliki kekayaan alam begitu banyak bias dijual ke kancah nasional maupun internasional.

.”Di bidang promosi kami bekerja sama dengan PT.Pelni bagian IT, dalam rangka mempromosikan potensi wisata di beberapa titik pelayaran nasional  ,”pungkasnya. (end/ici)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menguak Kekayaan Tersembunyi dari Ternate (1)

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 614
    • 1Komentar

    Seri Tulisan Mengungkap Kehidupan Liar Gamalama    Cerita tentang Ternate dengan segala keunikannya, sudah banyak diulas. Tidak hanya dalam tulisan dan gambar bergerak (video dan film,red). Perjalanan waktu pulau dan isinya juga banyak dikisahkan melalui buku sejarah, novel hingga cerita lisan  turun- temurun. Jika diselami lebih dalam, di pulau ini akan ditemukan  begitu banyak kekayaan […]

  • Melihat Festival Kalaodi, dan Pekan Lingkungan Hidup P3K

    • calendar_month Sen, 26 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Ajakan Kembali ke Alam  hingga Lindungi Pulau dan Laut Gendang dan tifa mengiringi  soya-soya Kalaodi. Tarian  itu sekaligus menjadi salam pembuka kepada tamu  dan warga  yang datang   menyaksikan    festival  Buku se Dou Kalaodi   Kota Tidore Kepulauan. Selain festival Kaaodi,   dilanjutkan  dengan  Pekan Pelestarian Hutan Mangrove dan Ekowisata Pesisir Laut  di Kayoa Halmahera Selatan. Acara ini   adalah satu […]

  • Kapan Malut Miliki Kedokteran Kelautan untuk Lindungi Laut Kita?

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia mengakui sektor kemaritiman, khususnya di bidang keselamatan kerja maritim dan pariwisata masih belum berkembang dengan baik. Salah satunya, adalah kedokteran kelautan yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan di seluruh Negeri. Kehadiran profesi tersebut, hingga saat ini masih sangat minim walaupun berbagai kejadian banyak bermunculan di wilayah kelautan. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus […]

  • Ini Masalah Warga Pulau Kecil di Halmahera Selatan  

    • calendar_month Jum, 4 Feb 2022
    • account_circle
    • visibility 644
    • 1Komentar

    Tambyambut atan perahu desa Hatejawa Moari yang tenggelam jika air pasang. Terlihat anak anak desa ini berdiri menyambut speed boat yang akan sandar di tambatan perahu desa ini

  • Birokrasi Tahan Dana Iklim, Masyarakat Adat dan Kampong Hanya Terima Sekira 10 Persen

    Birokrasi Tahan Dana Iklim, Masyarakat Adat dan Kampong Hanya Terima Sekira 10 Persen

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Ironi pendanaan iklim kembali mengemuka bersamaan dengan Konferensi Iklim COP 30 di Brasil. Penelitian International Institute for Environment and Development (IIED) menemukan hanya kurang dari 10 persen dana iklim global yang benar-benar sampai ke kampung-kampung dan Masyarakat Adat. Dikutip dari   Berita | SIEJ – COP30 – BELEM, BRAZIL dari total US$17,4 miliar yang disetujui untuk proyek […]

  • Mangrove Makin Terancam, Butuh Pelibatan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 12 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Kondisi hutan mangrove yang masih llebat di Kao Halmahera Utara, foto M Ichi

expand_less