Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Sampah Plastik dari Laut Malut Diserahkan ke PT Unilever

Sampah Plastik dari Laut Malut Diserahkan ke PT Unilever

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
  • visibility 947

PT Unilever Masuk Top 5 Penghasil Sampah Plastik

LSM Internasional BreakFree From Plastic melaporkan  bahwa PT Unilever masuk dalam Top 5 plastic polluters  di Indonesia.  Dari laporan Break Free tersebut menyebutkan bahwa    produsen   sampah plastic terbesar pertama adalah The Coca-Cola Company,  Pepsi Co,  Nestle,  Unilever dan  Mondelez International.

Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) setelah mengunjungi wilayah Timur Indonesia  meliputi Provinsi Maluku Utara (Kota Ternate, Kabupaten, Tidore Kepulauan, Halmahera Utara dan Halmahera Tengah,  Provinsi Maluku (Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat)  serta  Provinsi Papua yakni  Kota Sorong dan  Kabupaten Sorong lalu  melakukan brand audit. Dari brand audit itu mereka menemukan sampah packaging dari Produk PT Unilever Indonesia Tbk yang paling mendominasi.

“Sampah-sampah sachet yang kami temukan antara lain, packaging dari produk  Sunsilk,   Royco,  Rinso,  Molto,   TRESemme,  Sunlight, Lifebuoy dan Dove. Sampah ini termasuk dalam kategori sampah residu sehingga menurut amanat Undang-undang Pengelolaan sampah 18/2008 menyebutkan bahwa setiap produsen wajib bertanggung jawab atas sampah packaging yang tidak bisa diproses secara alam. Tanggung jawab produsen yang dimaksud dalam UU 18/2008 adalah Extendeed Produsen Responsibility,” jelas Ketua tim ESN  Prigi Arisandi dalam rilisnya kepada Kabarpulau,co,id.

Menurutnya Indonesia saat ini punya target  roadmap pengurangan sampah plastik ke lautan hingga 70% pada 2025, namun yang  didapatkan di lapangan  selama perjalanan ESN (kali mati atau sungai aliran lahar) di Kota Ternate, pesisir kampung Makasar, Pantai mangga dua di Ternate, Pesisir Kota Sofifi, Pesisir Kota Weda, Pesisir kota Sorong dan Pesisir Kota Ambon masih dipenuhi sampah sachet. Untuk itu  Tim Ekspedisi Sungai Nusantara, mengembalikan sampah-sampah sachet yang dipungut dari perairan pesisir dan sungai- sungai di Indonesia bagian Timur dan dikembalikan ke produsen.

Tanggungjawab PT Unilever Bersihkan Sungai Indonesia

Berdasarkan laporan tersebut ESN kemudian  meresponnya pada Selasa (15/11)  lalu dengan mengarahkan  7 aktivis yang tergabung dalam  Tim Ekspedisi Sungai Nusantara mendatangi Kantor Pusat PT Unilever Indonesia di BSD City, Tangerang. Mereka membawa parcel bingkisan berisi sampah sachet produk PT Unilever seperti Rinso, Molto, Royco, Sunlight, sunsilk, Lifebouy, Dove dan produk personal care lainnya.

“Kami ingin temui ibu Ira Presiden Direktur PT Unilever dan ingin menyerahkan langsung kepadanya ,” kata Setyo Rini  Penelit Senior ESN kepada pihak keamanan yang berjaga jaga di pintu masuk perusahaan tersebut.

Sayangnya  pihak keamanan perusahaan menyatakan direksi PT Unilever sedang mengikuti kegiatan G20 di Bali sehingga tidak sempat ditemui.

TIM ESN saat di depan Kantor PT Unilever foto ESN

Meski begitu  para aktivis lingkungan ini tidak  beranjak sebelum sampah-sampah sachet yang dibawa  diterima langsung pihak Unilever. Sambi menunggu negosiasi berlangsung peserta ESN berorasi di depan Graha Unilever Indonesia , Green Office Park Kav. 3Jl BSD Boulevard Barat , BSD City , Tangerang 15345

“Kami ingin presiden direktur PT Unilever Indonesia mengetahui bungkus plastik produk yang dihasilkan unilever saat ini banyak tercecer di perairan pantai Indonesia Timur dan ingin memberitahukan bahwa Unilever saat ini menjadi produsen pencemarn rangking 4 global,”  teriak  Prigi Arisandi dalam orasinya.

Lebih lanjut  peneliti senior ESN itu menjelaskan bahwa selama   ESN ditemukan sampah sachet multilayer terapung di sungai dan di laut yang disebabkan minimnya tanggung jawab pemerintah di tingkat kabupaten dan kota dalam memberikan pelayanan pengelolaan sampah dan penyediaan infrastruktur sampah. ”Warga membuang sampah sembarangan karena tidak tersedia tempat sampah yang cukup. Ditambah penggunaan plastik sekali pakai yang tak terkontrol” kata  Kholid Basyaidan orator lainnya.

Setelah menunggu lama akhirnya para peserta aksi menitipkan bingkisan sampah sachet PT Unilever kepada salah seorang staff PT Unilever.”Kami ingin bingkisan ini ditaruh di meja Bu Ira Noviarti Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk” teriak peserta aksi.

Pemilahan sampah plastik yang dulakukan oleh tim ESN dan komunitas Seasoldier weda Halmahera Tengah foto ESN

Selain sampah sachet  ada sepucuk surat disampaikan kepada Ira Noviarti Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. Dalam suratnya  Tim ESN meminta  tanggung jawab penuh Unilever atas tercemarnya sungai-sungai Indonesia dengan sampah sachet dan segera melakukan tindakan. Diantaranya

menetapkan target dan roadmap yang detail, jelas dan tegas dalam upaya menghentikan penjualan produk kemasan sachet mulitilayer dan kemasan plastik sekali pakai menjadi system distribusi reusable refillable, serta mengumumkan komitmen keseriusan Unilever dan roadmap pencegahan dan pengurangan timbulan sampah plastik kepada public.

Menghentikan investasi pada solusi palsu penanganan sampah seperti daur ulang down cycle yang menghentikan sirkulalitas material plastik, chemical recycling dan RDF yang melepas emisi karbon dan racun pengganggu hormone serta mikroplastik.

Meningkatkan investasi pada solusi sesungguhnya untuk penanggulangan krisis plastik, yaitu mengembangkan material, teknologi dan system distribusi yang aman dan berkelanjutan untuk mengganti plastik sekali pakai menjadi system reuse refill, serta menerapkan Exetendeed Producers Responsibility (EPR)  untuk meningkatkan pengumpulan dan pemilahan sampah plastik dari konsumen secara menyeluruh untuk semua kemasan yang dihasilkan

Memperluas area penerapan uji coba/pilot penjualan kemasan reuseable dan membangun jaringan distribusi kios refill hingga ke daerah pelosok dan terpencil Wilayah Indonesia Timur yang tidak terjangkau layanan pengelolaan sampah formal dari pemerintah daerah.

Mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam membangun dan mereplikasi kawasan pengelolaan sampah mandiri untuk mendorong penerapan  tanggung jawab warganegara yang setiap hari menghasilkan sampah, dengan menerapkan prinsip zero waste secara masal melalui pengurangan timbulan sampah, pilah sampah dari sumber dan pengoperasian sarana pengolahan sampah organik di setiap kawasan permukiman desa dan kelurahan.

Lautan sampah plastik di bibir pantai Sasa Ternate, foto Gubang DLH

Melakukan upaya pencegahan kontaminasi bahan kimia beracun dan partikel mikroplastik pengganggu hormon dan karsinogenik pada produk dan kemasan produk yang dipasarkan.

Melakukan upaya pembersihan dan pengumpulan sampah sachet dan plastik yang tercecer di perairan Indonesia, termasuk di wilayah Indonesia Timur, antara lain Perairan Pantai Kota Ternate; Perairan Pantai Kota Weda; Perairan Kota Sorong; Perairan Kota Ambon; Pantai Kota Bandarlampung; Pantai Kota Bengkulu; Muara Batang Arau di Padang; Pantai Tapak Tuan Aceh Selatan; Sungai Deli di Medan; Sungai Batanghari di Jambi; Sungai Musi di Palembang; Sungai Kapuas; Sungai Martapura; Sungai Kuin; Sungai Barito di Kalimantan Selatan; Sungai Kandilo di Kota Tanah Grogot Paser; Sungai Mahakam, Sungai Karang Mumus di Kalimantan Timur; Danau dan Sungai Poso di Kecamatan Tentena Kabupaten Poso, Pesisir Donggala; Perairan Teluk Palu dan Danau Tondano.

Melakukan edukasi kepada konsumen tentang bahaya plastik dan ajakan untuk beralih pada sistem distribusi reuse dan refill produk melalui iklan masyarakat secara massif dan masal di televisi, media cetak dan media online. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    Hanya dalam waktu satu tahun, Prabowo-Gibran telah mengingkari semua janji kampanye pemberantasan korupsi dan bahkan memukul mundur agenda reformasi. Pola-pola yang dulu menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sekaligus menopang rezim Orde Baru justru semakin dirawat pemerintahan Prabowo-Gibran. Demikian rilis bersama koalisi 22 NGO di Indonesia terkait dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia yang jatuh pada […]

  • Didukung AMSI  Redaksi Kabarpulau.co.id Belajar Manfaatkan Teknologi AI

    Didukung AMSI Redaksi Kabarpulau.co.id Belajar Manfaatkan Teknologi AI

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Asosiasi  Media Siber Indonesia (AMSI) mendorong media -media yang  menjadi anggotanya untuk  menggunakan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses produksi jurnalistiknya. Kabarpulau.co.id sebagai sebagai salah satu media konstituen AMSI turut melaksaksanakan pelatihan yang didukung oleh AMSI pada Selasa (11/2/2026) malam yang digelar di kafe Kofia kawasan Sabia Ternate Utara. Dalam pelatihan ini  para […]

  • Pulau Kecil Bisa Dikuasai 70 Persen Pemodal

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2023
    • account_circle
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Data resmi jumlah pulau di Maluku Utara mencapai 1080. Pengaturan pemanfaatan pulau-pulau kecil di daerah ini masih terbilang serampangan. Misalnya pulau kecil yang sebenarnya  rentan  tetapi  dieksploitasi tak tersisa. Kasus di pulau Ge Halmahera Timur dan beberapa pulau kecil lainnya adalah contoh nyata pulau kecil dikuasai  dan dibabat habis. Kementerian  KKP  berjanji  memperketat  aturan main […]

  • Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    Catatan dari COP 30 di Brazil   Di tengah meningkatnya dampak krisis iklim dan melambatnya komitmen negara-negara untuk menekan suhu bumi di bawah 1,5°C, orang muda dunia menyatukan suara mereka. Melalui Global Youth Statement (GYS), ribuan orang muda dari lebih dari 150 negara menyerukan perubahan arah kebijakan iklim global menuju transisi energi yang adil, pendanaan […]

  • WALHI: Investasi Massive Mengarah ke Timur

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Ancaman Serius  Pesisir dan Pulau Kecil di Maluku Utara Provinsi Maluku Utara yang sebagian besar wilayahnya berupa laut, memiliki 856 buah pulau. Dari jumlah itu ada pulau yang tergolong besar seperti Halmahera (18.000 Km2 ) dan pulau-pulau yang ukurannya relatif sedang yaitu  Pulau Obi (3.900 Km2 ),  Pulau Taliabu (3.195 Km2 ), Pulau Bacan (2.878 […]

  • Setahun Ribuan Kali Gempa Terjadi di Malut

    • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 711
    • 1Komentar

    Ada 11 Ancaman  Serius Bencana Bagi   Masyarakat Gempa bumi tektonik bermagnitudo M 6,1 mengguncang wilayah Maluku Utara terjadi   pukul 17.09 WIB, Kamis (3/6/2021). Gempa itu  tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 0.41 LU dan 126.23 BT. Lokasi tepatnya berada di laut […]

expand_less