Breaking News
light_mode
Beranda » Ragam » Belantara Fondation Bahas Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan

Belantara Fondation Bahas Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 17 Mar 2022
  • visibility 661

Gelar Seri Belajar Secara Online Bersama Para Pihak

Belantara Foundation  adalah sebuah  organisasi  nirlaba global yang berdiri sejak 2015 lalu  dan berbasis di Indonesia, menggelar seri belajar bersama para pihak. Lembaga yang bekerja untuk melindungi lanskap Indonesia,  membangun proyek keberlanjutan lokal di daerah-daerah yang disisihkan untuk konservasi, reboisasi, dan pengembangan masyarakat berkelanjutan  itu, menggelar seri belajar.   yang kedua kalinya. Untuk seri  belajar kedua Rabu Rabu (16/03/2022)  menyelenggarakan pelatihan lingkungan dalam program Belantara Learning Series Episode 2 (BLS EPSEps.2). Dalam seri belajar ini menyoroti Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan.  Kegiatan tersebut dilaksanakan  melalui aplikasi zoom dan juga siaran langsung YouTube  pukul 09.00 sd 12.00 WIB.

Rilis yang diterima kabarpulau.co.id/   dari Belantara Fondation menyebutkan,   kegiatan yang diselenggarakan  itu  merupakan kolaborasi antara Belantara Foundation, Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT. Gaia Eko Daya Buana. Pelatihan ini  bertujuan memberikan informasi  tentang Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan.

Melalui pelatihan ini, pihak Belantara berharap dapat membantu meningkatkan pengetahuan  minat penelitian tentang teknis penghitungan dan kebijakan terkini terkait ekologi dan karbon hutan, serta kontribusinya terhadap NDC (Nationally Determined Contribution) yang sudah menjadi komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung penurunan emisi karbon global.

Belantara Learning Series (BLS) merupakan sebuah program peningkatan kapasitas untuk para mahasiswa, akademisi, praktisi, peneliti, serta pengelola sumber daya alam dan keanekaragaman hayati dari Belantara Foundation. Program ini mendukung upaya proteksi dan restorasi hutan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, serta aksi iklim. BLS juga merupakan program kolaboratif antara Belantara dengan berbagai institusi lintas sektor di Indonesia. Saat ini BLS telah mencapai episode ke-2, dengan kegiatan perdananya BLS Eps.1 “Metode Monitoring Harimau dan Burung” dilaksanakan di akhir Desember 2021 lalu.

“Diadakannya event Belantara Learning Series Episode 2 ini, harapan kami, para praktisi keanekaragaman hayatikonservasi dan peneliti dapat saling berbagi pengalaman dan berbagi keterampilan mereka dalam melakukan upaya konservasi pelestarian hutan di Indonesia. Selain itu, mahasiswa dan juga masyarakat umum yang berpartisipasi juga dapat memperkaya ilmu dan keterampilannya melalui event inipengetahuannya dalam tata cara penghitungan emisi karbon serta nilai ekonominya. Walau masih di tengah pandemi yang belum sepenuhnya usai, kami harap dengan diadakannya kegiatan BLS Eps.2 secara daring, kita tetap menjaga antusiasme kita dalam semangat pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati melalui pendekatan karbon”, jelas Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation.

Mengusung topik “Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan”   mendiskusikan sudut pandang ekonomi dalam melestarikan hutan di masa depan.

“Memang belum banyak terdengar manfaat hutan bagi kita selain dari sisi kesehatan dan lingkungan, karena selama ini narasi yang beredar di masyarakat hanya sebatas kedua manfaat tadi. Namun kini, saya rasa kita perlu juga mulai melirik sudut pandang lain mengenai manfaat dari melestarikan hutan yaitu dari sisi insentif penurunan emisi dari keberadaan hutan). Terutama ya, kita ini merupakan negara yang memiliki area hutan penyimpan cadangan karbon yang sangat luas dan kedepan sangat penting untuk berkontribusi dalam implementasi pembangunan ekonomi hijau”, Dr I Wayan Susi Dharmawan, Peneliti BRIN.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Survei Kecil Kondisi Listrik Pulau-pulau di Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.680
    • 0Komentar

    Kondisi Listrik Yang Miris,  hingga  Interkoneksi Kabel Bawah Laut Maluku Utara termasuk salah satu provinsi kepulauan dan kelautan di Indonesia. Provinsi ini, berdasarkan data Badan Pusat  Statistik  (BPS) 75 persen wilayahnya adalah  laut dengan dihiasi ribuan pulau. Data terbaru Dinas Kelautan dan Perikanan,  Provinsi Maluku Utara memiliki 875  pulau baik yang sudah memiliki nama maupun […]

  • Sagu, Pangan Lokal dan Identitas Warga Sagea (2)

    • calendar_month Ming, 7 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 1.225
    • 0Komentar

    Terjualnya kebun sagu ikut memunculkan kekuatiran luar biasa terkait nasib pangan warga Sagea Weda Utara Halmahera Tengah Maluku Utara  di masa depan. Saat ini pangan lokal seperti pisang, singkong dan keladi saja hamper semua didatangkan dari luar daerah. Karena itu jika lahan sagu yang sudah terjual digusur perusahaan, pupuslah harapan warga setempat bisa mendapatkan sagu […]

  • Gurango Haga Pilihan Wisata Bawah Laut di Sail Tidore 2022 

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 808
    • 0Komentar

    H halmahera yang Ditemui di Perairan Pelabuhan Trikora Goto
    foto Tim Survey DKP Tikep

  • Tohoko Burung Pitta Endemik Malut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    Di rerimbunan hutan Pulau Ternate, bersembunyi kekayaan keanekaragaman hayati burung. Melalui Pengamatan Kenakeragaman  Jenis  Burung  di  Beberapa  Objek   Wisata   di Kota  Ternate  dalam Upaya  Mengetahui dan Konservasi Habitat Burung Endemik  oleh Zulkifli Ahmad  dan kawan-kawan dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun Ternate pada 2017,menemukan ada 21 jenis burung di pulau Ternate. Burung burung […]

  • Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 706
    • 1Komentar

    DPRD: RPJPD dan RPJMD Harus Akomodir Masalah Sumberdaya Air Komunita Besa ma Cahaya Kota Ternate Kamis (1/9/2023) malam, menggelar  Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi AirTanah, Selamatkan Airtanah Ternate.  FGD  ini sebgai bagian dari tindaklanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau […]

  • Bersih Pantai, Monitoring Karang dan Tanam Mangrove

    • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Aksi FPIK Unkhair di Hari Sumpah Pemuda   Salah satu persoalan yang cukup mengkhawatirkan di bidang lingkungan terutama di kawasan laut Pulau Ternate, adalah sampah. Lebih lebih untuk sampah plastik. Hasil  temuan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun Ternate menunjukan, sampah plastik   yang diproduksi masyarakat Kota Ternate dan sekitarnya sudah sangat miris.    […]

expand_less