Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Kolaborasi Bahas Lingkungan, Lahir Gagasan Ecoteologi  

Kolaborasi Bahas Lingkungan, Lahir Gagasan Ecoteologi  

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
  • visibility 693

Sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam  Komunitas Eco Enzyme, Orwil Ikatan Cendekiawan Muslim Se Indonesia (ICMI) Maluku Utara, dan Forum Diskusi Insan Cita (FORDISTA)  menggelar diskusi  membahas problem lingkungan yang  kian hari kian  ruwet di daerah ini.

Diskusi bertema, Permasalahan, Solusi dan Kebijakan Pengelolaan Ekologi di Kota Ternate  ini  dikemas dalam Diskusi Serial Collaborative Discourse  yang merupakan serial  dan salah satu  rangkaian memperingati ulang tahun pertama komunitas eco enzyme  pada 4 Februari 2023  lalu.

Diskusi  ini menghadirkan Prof. Dr.Jubair Situmorang, M.Ag yang mengupas Ekologi dalam perspektif Teologi.  Dr. Zulham Harahap,MA, memaparkan perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan serta M.Syarif Tjan  Kabid pencegahan  dan pencemaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate dengan tema Mengatasi Mobilitas Sampah antar pulau, kasus Kota Ternate.

Diskusi  selama 4 jam, yang dipandu oleh Syarifuddin Usman sebagai penanggungjawab acara dan  pesertanya dari berbagai latar belakang profesi itu, ikut lahir banyak gagasan baru.  Diantaranya  tentang perlunya Eco Teologis dalam mengelola lingkungan ditawarkan Prof. Dr. Jubair Situmorang. “Eco teologis adalah bagaimana melibatkan imanensi  dalam pembuatan kebijakan,” kata Jubair.

Selain itu juga perlunya merubah mindset masyarakat pentingnya lingkungan yang bersih, sehat dan asri dan tanpa sampah. “Mindset tersebut harus dimulai dari dalam keluarga, sekolah (lembaga pendidikan) dan juga di masyarakat,” jelas Syarif Tjan.

acara diskusi kolaborasi yang digelar pada Jumat (24/2/2023) malam foto Ipink

Sementara, Koordinator Eco Enzyme, Ishak Naser berharap diskusi ini  ditindaklanjuti sehingga menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan ke Pemerintah Kota.

“Apakah pemerintah kota akan menggunakan rekomendasi tersebut, itu soal lain, terpenting, diskusi seperti ini harus menghasilkan sesuatu untuk kemaslahatan banyak orang,” katanya  dalam opening statement acara diskusi.

Penanggungjawab  Diskusi Serial, Syarifuddin Usman, bilang sedianya  kegiatan ini  dilaksanakan  saat ulang tahun komunitas lalu. Namun karena Koordinator Eco Enzyme,  sedang umroh sehingga   baru dilaksanakan pada Jumat (24/2/2023) malam lalu.

sampah di laut salah satu masalah serius kota Ternate foto M Ichi

Diskursus berkolaborasi ini menurut Ipink sapaan akrabnya, dijadwalkan akan berlangsung secara serial dengan tema, lingkungan, demokrasi dan civil society. “Untuk tema lingkungan telah dilaksanakan, sementara untuk tema demokrasi dilaksanakan  03 Maret, diskusi tema civil society dilaksanakan 10 Maret 2023. Lokasi acara dipusatkan di Café VOC, samping secretariat Komunitas Eco Enzyme, di dalam Benteng Oranje, depan museum rempah,” ujarnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Adat Terancam  Program Biofuel

    Masyarakat Adat Terancam  Program Biofuel

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Ikrar Belém 4x akan Sia-Sia bila Hutan dan Masyarakat Adat terus Dieksploitasi Bersama lebih dari 1.900 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Climate Action Network (CAN), Greenpeace menolak “Belém 4x Pledge,” inisiatif guna melipatgandakan produksi bahan bakar berkelanjutan (biofuel) hingga empat kali lipat dalam satu dekade mendatang. Kepala Kampanye Solusi untuk Hutan Global Greenpeace, Syahrul […]

  • Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 1.394
    • 0Komentar

    Kekayaan sumber daya hutan tidak hanya dari kayu. Ada hasil hutan non kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam  program energy terbarukan. Pohon arena atau orang Maluku Utara mengenalnya dengan Seho, adalah salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi bio etanol. Hutan Halamhera dan beberapa pulau lainnya di Maluku Utara menyimpan potensi besar […]

  • Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 789
    • 0Komentar

    Catatan dari Timur Nusantara untuk Indonesia Sir WinstonChurchill sekali dalam pidatonya mengatakan bahwa demokrasi adalah sistem buruk diantara yang terburuk yang harus kita pilih karena tidak ada sistem lain yang lebih baik lagi. Padahal dalam sejarahnya banyak sekali bentuk-bentuk pemerintah maupun negara yang telah dipraktekkan sejak zaman Yunani kuno.Termasuk demokrasi sendiri berasal dari era Yunani […]

  • Waspada, Cuaca Buruk Landa Maluku Utara

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 910
    • 2Komentar

    Angin kencang yang terjadi selasa (14/2/2023) malam pohon di kawasan Kasturian Ternate tumbang dan menutupi jalan di kawasan tak jauh dari Kantor Polsek Kota Ternate Utara tersebut. foto istimewa

  • Ketika Warga Gemia Patani Utara Inisiasi Perdes Konservasi Penyu  

    Ketika Warga Gemia Patani Utara Inisiasi Perdes Konservasi Penyu  

    • calendar_month Ming, 27 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Kades Wahyudin Majid: Ini adalah Warisan untuk Anak Cucu Pemerintah Desa Gemia Kecamatan Patani Utara, menginsiasi sebuah Peraturan Desa (Perdes) yang bertujuan menjaga dan melindungi sumber daya laut mereka dari berbagai ancaman. Perdes itu berkaitan dengan upaya konservasi penyu yang merupakan salah satu kekayaan alam laut di desa mereka yang saat ini terancam oleh berbagai […]

  • Legu Tara No Ate 2025: Kolaborasi Budaya, Edukasi  dan Kampanye Lingkungan

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Ketua Panitia: Semua Kesiapan  Sudah Maksimal, Siap  Digelar Oktober   Pihak  Kesultanan Ternate  akan   menyelenggarakan Festival Legu Tara No Ate 2025. Kegiatan ini rencana dilaksanakan  pada  16  hingga 18 Oktober 2025. Acara ini akan dipusatkan di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate. Legu Tara No Ate 2025 ini sendiri merupakan Iven festival […]

expand_less