Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
  • visibility 330

Ada hal yang unik dari perkembangan ilmu pengetahuan bidang lingkungan di Indonesia belakangan ini. Ada temuan spesies baru dari tumbuhan atau tanaman  serta hewan  misalnya, untuk mengingat namanya  kemudian diabadikan nama pejabat atau istri pejabat.

Ini berbeda dari sebelum sebelumnya,  Jika kita  perhatikan berbagai penamaan tumbuhan serta hewan yang baru ditemukan dan belum memiliki nama, kebanyakan diambil dari nama tempat atau juga mengabadikan nama penemunya. Nama nama besar seperti Wallacea, misalnya kebanyakan memberi nama  namanya serta berdasarkan tempat di mana hewan atau tanaman itu ditemukan.  

Ada nama Menteri KLHK Siti Nurbaya  Bakar dan nama  Istri Presiden Iriana Joko Widodo diabadikan pada burung dan tanaman. Nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar  dijadikan nama ilmiah tanaman baru yang ditemukan di Cagar Alam Gunung Nyiut, Kalimantan Barat.  Tak hanya itu, nama istri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Iriana Jokowi, juga dijadikan nama burung endemik Pulau Rote.
“Sebagaimana dilaporkan, pada 2022, telah ditemukan flora endemik  dari spesies Hanguana sitinurbayai  yang merupakan satu-satunya spesies Hanguana yang tumbuh di rawa yang sulit dijangkau,” kata Siti di Kementerian LHK, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2023). Dia lantas mengapresiasi tim BKSDA Kalimantan Barat  khususnya kepada penemu flora tersebut yang bernama  Agusti Randi.

“Secara pribadi dan institusi saya sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras kepada penemu spesies Hanguana sitinurbayai, yaitu Saudara Agusti Randi dan Tim Balai KSDA Kalimantan Barat atas penemuan dimaksud yang tentunya penemuan jenis baru tersebut memberikan kontribusi pada dunia konservasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, tumbuhan Hanguana sitinurbayai ini merupakan flora endemik Kalimantan Barat. Tanaman ini ditemukan tumbuh di vegetasi hutan pegunungan yang berlumut dekat rawa-rawa pada ketinggian 1.200-1.640 mdpl.

Selain spesies tersebut, Siti mengatakan berbagai spesies juga telah banyak ditemukan, baik di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan hutan. Selain itu, lebih dari 90 jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun 2021-2023 berdasarkan hasil eksplorasi BRIN dan KLHK.

Jenis satwa burung baru di Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  turut memperkaya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Jenis baru yang ditemukan   Pusat Penelitian Biologi LIPI ini diberi nama Myzomela irianawidodoae, yang berasal dari nama Ibu Negara Indonesia, yaitu Iriana Widodo.
“Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae,”ucap Siti.
 Terungkap alasan penamaan tersebut karena istri Presiden Joko Widodo (Jokowi)  itu menyukai hewan burung.  “Karena saya tahu Ibu Iriana suka burung, jadi saya menaruh harapan agar Ibu Iriana membantu kami dalam menjaga kelestarian burung yang ada di Indonesia,” ujar Peneliti BRIN, Prof. Dewi Melia Prawiradilaga, dalam acara diskusi Penemuan Tumbuhan dan Satwa Liar Baru, Senin (21/8/2023).seperti dikutip  dari (https://www.pantau.com/nasional/173554/ini-alasan-nama-iriana-jokowi-diabadikan-untuk-burung-dari-pulau-rote).

Burung-Iriana

Diketahui, burung spesies baru dari Pulau Rote ini  ditemukan oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI.  

“Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. “Masih banyak lagi jenis tumbuhan dan satwa liar serta mikroba yang belum teridentifikasi dan belum tereskplor yang tersebar di seluruh penjuru nusantara baik di darat dan di laut,” imbuhnya.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Para Perempuan Dibo-dibo Ikan

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 340
    • 1Komentar

    Salah satu penjual ikan asal Sangaji Ternate saat mengambil stok ikan di PPI Dufa dufa untuk selanutnya dijual ke pasar/foto m ichi

  • Gorengan Tak Baik untuk Buka Puasa

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle
    • visibility 240
    • 3Komentar

    Gorengan menjadi menu favorit bagi sebagian besar orang sebagai santapan berbuka puasa. Dikutip dari (https://www.ugm.ac.id/id/berita/23594-  Dietisien FKKMK UGM, Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., AN., APD  tidak menyarankan gorengan dikonsumsi sebagai menu buka puasa. Pakar-UGM itu  mengungkapkan,  alasannya bahwa  gorengan-tak-baik-untuk-buka-puasa sehingga sangat tidak direkomendasikan untuk berbuka. Hal ini  karena komposisinya dominan karbohidrat dan lemak tidak sehat.   […]

  • Pemanfaatan Potensi Laut Maluku Utara Masih Minim

    • calendar_month Sel, 8 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 646
    • 0Komentar

    Setiap 8 Juni diperingati sebagai hari laut sedunia atau World Ocean Day. Peringatan ini untuk mengingatkan pentingnya lautan bagi kehidupan manusia karena   menutupi lebih dari 70% planet Bumi. Dikutip dari https://tirto.id/hari-laut-sedunia-2021-tema-8-juni-cara-rayakan-world-ocean-day-gg) menyebutkan bahwa   laut menjadi sumber kehidupan manusia, mendukung kesejahteraan umat manusia dan setiap organisme lain di bumi. Lautan menghasilkan setidaknya 50% oksigen Bumi, merupakan […]

  • Sisir Pulau dan Kampung Layani Warga

    • calendar_month Kam, 29 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Lakukan Penyadartahuan Covid-19 dan  Periksa Kesehatan Warga Sejak 22 Oktober 2020 lalu tim EcoNusa Indonesia menggelar ekspedisi Maluku  menggunakan kapal phinisi wisata bernama Kurabesi Explorer. EcoNusa sendiri adalah sebuah lembaga nirlaba berbasis di Papua dan saat ini banyak mendorong berbagai inisiatif lokal untuk perlindungan alam dan konservasi di wilayah timur Indonesia. Mereka  mengawali perjalanan   dari […]

  • Galala, Identitas Kampung yang Terancam Punah

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 653
    • 2Komentar

    Daun Pohon Galala

  • Bobato Adat Kie Goya, Jaga Hutan untuk Anak Cucu

    • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 398
    • 1Komentar

    Dikukuhkan  Saat Grand Launcing Suaka Paruh Bengkok Peranan perangkat adat dalam menjaga hutan dan lingkungan di daerah ini sangatlah penting. Ini demi  menjaga hutan dari berbagai ancaman,  gangguan    sehingga  tetap lestari.  Salah  satu  perangkat adat itu adalah  Bobato Adat Kie Goya  di Kesultanan Tidore Maluku Utara. Bobato Adat Kie Goya atau dikenal dengan Bobato yang […]

expand_less