Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

Nama Pejabat Ada pada Burung dan Tanaman

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
  • visibility 701

Ada hal yang unik dari perkembangan ilmu pengetahuan bidang lingkungan di Indonesia belakangan ini. Ada temuan spesies baru dari tumbuhan atau tanaman  serta hewan  misalnya, untuk mengingat namanya  kemudian diabadikan nama pejabat atau istri pejabat.

Ini berbeda dari sebelum sebelumnya,  Jika kita  perhatikan berbagai penamaan tumbuhan serta hewan yang baru ditemukan dan belum memiliki nama, kebanyakan diambil dari nama tempat atau juga mengabadikan nama penemunya. Nama nama besar seperti Wallacea, misalnya kebanyakan memberi nama  namanya serta berdasarkan tempat di mana hewan atau tanaman itu ditemukan.  

Ada nama Menteri KLHK Siti Nurbaya  Bakar dan nama  Istri Presiden Iriana Joko Widodo diabadikan pada burung dan tanaman. Nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar  dijadikan nama ilmiah tanaman baru yang ditemukan di Cagar Alam Gunung Nyiut, Kalimantan Barat.  Tak hanya itu, nama istri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Iriana Jokowi, juga dijadikan nama burung endemik Pulau Rote.
“Sebagaimana dilaporkan, pada 2022, telah ditemukan flora endemik  dari spesies Hanguana sitinurbayai  yang merupakan satu-satunya spesies Hanguana yang tumbuh di rawa yang sulit dijangkau,” kata Siti di Kementerian LHK, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2023). Dia lantas mengapresiasi tim BKSDA Kalimantan Barat  khususnya kepada penemu flora tersebut yang bernama  Agusti Randi.

“Secara pribadi dan institusi saya sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras kepada penemu spesies Hanguana sitinurbayai, yaitu Saudara Agusti Randi dan Tim Balai KSDA Kalimantan Barat atas penemuan dimaksud yang tentunya penemuan jenis baru tersebut memberikan kontribusi pada dunia konservasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, tumbuhan Hanguana sitinurbayai ini merupakan flora endemik Kalimantan Barat. Tanaman ini ditemukan tumbuh di vegetasi hutan pegunungan yang berlumut dekat rawa-rawa pada ketinggian 1.200-1.640 mdpl.

Selain spesies tersebut, Siti mengatakan berbagai spesies juga telah banyak ditemukan, baik di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan hutan. Selain itu, lebih dari 90 jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun 2021-2023 berdasarkan hasil eksplorasi BRIN dan KLHK.

Jenis satwa burung baru di Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  turut memperkaya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Jenis baru yang ditemukan   Pusat Penelitian Biologi LIPI ini diberi nama Myzomela irianawidodoae, yang berasal dari nama Ibu Negara Indonesia, yaitu Iriana Widodo.
“Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae,”ucap Siti.
 Terungkap alasan penamaan tersebut karena istri Presiden Joko Widodo (Jokowi)  itu menyukai hewan burung.  “Karena saya tahu Ibu Iriana suka burung, jadi saya menaruh harapan agar Ibu Iriana membantu kami dalam menjaga kelestarian burung yang ada di Indonesia,” ujar Peneliti BRIN, Prof. Dewi Melia Prawiradilaga, dalam acara diskusi Penemuan Tumbuhan dan Satwa Liar Baru, Senin (21/8/2023).seperti dikutip  dari (https://www.pantau.com/nasional/173554/ini-alasan-nama-iriana-jokowi-diabadikan-untuk-burung-dari-pulau-rote).

Burung-Iriana

Diketahui, burung spesies baru dari Pulau Rote ini  ditemukan oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI.  

“Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. “Masih banyak lagi jenis tumbuhan dan satwa liar serta mikroba yang belum teridentifikasi dan belum tereskplor yang tersebar di seluruh penjuru nusantara baik di darat dan di laut,” imbuhnya.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Tuna Morotai Terpukul Covid- 19

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 705
    • 0Komentar

    Penulis: Indah Indriyani Morotai Pandemi covid-19 menghantam hamper semua lini kehidupan. Tidak terkecuali masyarakat bawah seperti nelayan. Pandemic ini juga mengubah banyak hal dalam kehidupan. Termasuk nasib para nelayan. Di Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai,  nelayanikan tuna sangat terpukul akibat jatuhnya harga.  “Dampak pandemic covid-19 yang paling dirasakan nelayan yaitu harga ikan […]

  • Buku Adalah Subversif ?

    Buku Adalah Subversif ?

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Penulis: Syaiful Bahri Ruray Putra Wayabula A room without books is like body without soul (Cicero). Ditengah hiruk pikuk pandemik yang belum juga selesai, tiba-tiba saja jagad maya kita dikagetkan dengan tarik menarik soal buku. Dan itu berawal ketika ada postingan Anis Baswedan yang berkain sarung, sedang membaca How Democracies Die, buku karya Steven Levitsky […]

  • Mata Air Ake Gaale Berubah Menjadi Air Mata Warga

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.965
    • 0Komentar

    Untuk  menemukan  sumber mata air  yang mengalir di pulau kecil seperti Ternate, terutama  di tengah pemukiman warga yang padat ,  hanya ada di dua tempat. Dua sumber mata air itu  adalah,  Ake Santosa, di Kelurahan Salero atau tepatnya berada sebuah bukit kecil di samping Kedaton Kesultanan Ternate.  Sementara yang satunya lagi ada di Bagian Utara […]

  • Aksi Hari Tani, Desak Wujudkan Reforma Agraria

    • calendar_month Sel, 26 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 675
    • 1Komentar

    Peringatan Hari Tani yang diperingati setiap  24 September  diperingati juga oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Maluku Utara bersama sejumlah organisasi gerakan mahasiswa  di Maluku Utara. Perayaan Hari Tani 2023 yang bertepatan dengan 63 tahun kelahiran UU Nomor 5/1960 tentang Undang–undang pokok Agraria (UUPA) itu, para aktivis turut menyuarakan  berbagai ketimpangan terkait persoalan agraria di daerah […]

  • Ini Cara Mendorong Warga Memetakkan Wilayah Adatnya

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 562
    • 0Komentar

    AMAN- Burung Indonesia dan CEPF Latih Masyarakat Adat Warga terutama kelompok masyarakat adat perlu didorong melakukan pemetaan wilayah kelolanya, termasuk  agar mereka bisa mengetahu klaim wilayah adatnya. Upaya ini memerlukan pelatihan atau training  pemetaan wilayah kelola mereka,    Dengan pemetaan itu juga masyarakat adat  bisa melakukan  proses penyatuan, mencatat dan mengesahkan pengetahuan tradisional yang  sudah tumbuh dalam […]

  • Di Ekspedisi Maluku Warga Suma Makean Dapat Layanan Kesehatan dan Saprodi

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 561
    • 0Komentar

    pelayanan kesehatan gratis oleh yayasan EcoNusa di Samusa Makean

expand_less