Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
  • visibility 86

Dalam mendukung pemantauan dan pengelolaan kelestarian biodiversitas dibutuhkan data lapangan yang lebih luas. Menghadapi tantangan  luasnya wilayah dan keterbatasan sumber daya manusia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi menyelenggarakan DESAIN #8 (Dialog Eksplorasi Sains Data dan Informasi yang memberi Peran Citizen Science dalam Transformasi Data Biodiversitas belum lama ini.

Penguatan ekosistem data biodiversitas nasional melalui pemanfaatan Citizen Science, sains data, dan teknologi digital ini sangat dibutuhkan di era digital.

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakasa, berharap hal ini dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan data ilmiah menjadi salah satu pendekatan penting memperkuat basis data biodiversitas Indonesia.

“Citizen Science membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pengumpulan dan dokumentasi data biodiversitas. Dengan dukungan sains data dan kecerdasan buatan, data yang dihimpun dapat memiliki kualitas dan nilai guna yang lebih tinggi untuk penelitian maupun pengambilan kebijakan berbasis bukti,”ujarnya.

Perkembangan platform digital memungkinkan pencatatan keberadaan spesies, pemantauan habitat, hingga pelaporan perubahan lingkungan dilakukan secara lebih luas dan berkesinambungan.

Hal ini berpotensi meningkatkan cakupan spasial dan temporal pengamatan biodiversitas di Indonesia.  Rahardito Dio Prastowo yang  membahas tantangan pengelolaan data Citizen Science, khususnya permasalahan data sparsity dan class imbalance pada data keanekaragaman hayati.Mengkaji tantangan utama dalam pemanfaatan data dari platform seperti iNaturalist, eBird, dan GBIF, yang umumnya memiliki distribusi tidak merata.

Hanya sebagian kecil spesies yang memiliki jumlah observasi sangat banyak, sementara sebagian besar spesies memiliki data yang terbatas.

Kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas analisis, identifikasi spesies, pemodelan distribusi spesies, hingga pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Sains Data dan Informasi itu membahas penyebab dan karakteristik permasalahan, berbagai pendekatan yang telah digunakan untuk mengatasinya, serta tren penelitian dan peluang pengembangan di masa depan guna meningkatkan kualitas pemanfaatan data Citizen Science dalam mendukung konservasi dan pemantauan keanekaragaman hayati.

Sementara, Denis Albihad dari Javan Wildlife Institute (JAWI)  memaparkan pemanfaatan data biodiversitas untuk mendukung upaya konservasinya.  Begitu juga Swiss Winnasis dari Birdpacker Indonesia   menjelaskan inovasi teknologi dalam monitoring dan konservasi satwa liar.

Esa berharap  ini menjadi wadah  mempertemukan peneliti, praktisi konservasi, komunitas, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kolaborasi lintas sektor. “Transformasi data biodiversitas tidak dapat dilakukan  satu pihak saja, sehingga dibutuhkan kolaborasi antara peneliti, komunitas, organisasi konservasi, dan masyarakat agar data yang dihasilkan lebih terbuka, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia,” harapnya.

Selain memperluas wawasan  mengenai tantangan dan peluang Citizen Science, kegiatan ini  diharapkan menghasilkan rekomendasi  pengembangan platform data biodiversitas, riset kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga policy brief yang mendukung konservasi keanekaragaman hayati serta dapat memperkuat pemanfaatan sains data dan teknologi digital. Dengan demikian dalam pengelolaan biodiversitas  dapat mendorong partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem riset dan konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.(*)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hati hati, Kawasan Wisata Dialihkan ke Asing

    • calendar_month Ming, 19 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Kawasan wisata Pulau Widi di Halmahera Selatan Maluku Utara

  • Waspada Bahaya Di Balik Curah Hujan Ekstrim

    Waspada Bahaya Di Balik Curah Hujan Ekstrim

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Penulis: Mohamamd Ridwan Lessy (Dosen Ilmu kelautan dan Plt Ketua Forum PRB Kota Ternate) Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur Kota Ternate sepanjang beberapa hari belakangn ini, dengan potensi peningkatan curah hujan pada sore hingga malam hari yang disertai petir dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah […]

  • Warga Desa Idamdehe Jailolo Kekeringan Air

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    JAILOLO-Suda sebulan warga masyarakat desa Idamdehe kecamatan jailolo tidak mengkonsumsi air bersih. “Ini akibat dari musim  kemarau beberapa bulan belakangan ini.  Akibatnya sumber mata air bersih di desa kami kering, sejak awal Maret lalu hingga kini warga masyarakat desa Idamdehe kesulitan air bersih” Kata Ketua BPD Desa Idamdehe Dudi Yabu  belum lama ini. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga […]

  • Tohoko Burung Pitta Endemik Malut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    Di rerimbunan hutan Pulau Ternate, bersembunyi kekayaan keanekaragaman hayati burung. Melalui Pengamatan Kenakeragaman  Jenis  Burung  di  Beberapa  Objek   Wisata   di Kota  Ternate  dalam Upaya  Mengetahui dan Konservasi Habitat Burung Endemik  oleh Zulkifli Ahmad  dan kawan-kawan dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun Ternate pada 2017,menemukan ada 21 jenis burung di pulau Ternate. Burung burung […]

  • Oligarki Bermain di Pilkada Maluku Utara?

    • calendar_month Ming, 6 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Tambang Nikel di Kawasan Tanjung Obolie Pulau Gebe yang saat ini dieksploitasi PT FBLN. Foto Mahmud Ici

  • Saatnya Pariwisata Go Digital

    • calendar_month Jum, 27 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Cry Jailolo Ramaikan Ultah GenPI dan Pasar Teluk   Pada 25 November 2020 lalu,  Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Halmahera Barat dan Pasar Teluk, genap berusia dua tahun.  Dalam perayaan ulang tahun kedua itu banyak atraksi ditampilkan. Salah satunya seni tari Cry Jailolo  yang sudah go internasional itu. Rilis yang dikirimkan GenPi kepada kabarpulau.co.id/ menyebutkan, dengan […]

expand_less