Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
  • visibility 164

Dalam mendukung pemantauan dan pengelolaan kelestarian biodiversitas dibutuhkan data lapangan yang lebih luas. Menghadapi tantangan  luasnya wilayah dan keterbatasan sumber daya manusia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi menyelenggarakan DESAIN #8 (Dialog Eksplorasi Sains Data dan Informasi yang memberi Peran Citizen Science dalam Transformasi Data Biodiversitas belum lama ini.

Penguatan ekosistem data biodiversitas nasional melalui pemanfaatan Citizen Science, sains data, dan teknologi digital ini sangat dibutuhkan di era digital.

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakasa, berharap hal ini dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan data ilmiah menjadi salah satu pendekatan penting memperkuat basis data biodiversitas Indonesia.

“Citizen Science membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pengumpulan dan dokumentasi data biodiversitas. Dengan dukungan sains data dan kecerdasan buatan, data yang dihimpun dapat memiliki kualitas dan nilai guna yang lebih tinggi untuk penelitian maupun pengambilan kebijakan berbasis bukti,”ujarnya.

Perkembangan platform digital memungkinkan pencatatan keberadaan spesies, pemantauan habitat, hingga pelaporan perubahan lingkungan dilakukan secara lebih luas dan berkesinambungan.

Hal ini berpotensi meningkatkan cakupan spasial dan temporal pengamatan biodiversitas di Indonesia.  Rahardito Dio Prastowo yang  membahas tantangan pengelolaan data Citizen Science, khususnya permasalahan data sparsity dan class imbalance pada data keanekaragaman hayati.Mengkaji tantangan utama dalam pemanfaatan data dari platform seperti iNaturalist, eBird, dan GBIF, yang umumnya memiliki distribusi tidak merata.

Hanya sebagian kecil spesies yang memiliki jumlah observasi sangat banyak, sementara sebagian besar spesies memiliki data yang terbatas.

Kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas analisis, identifikasi spesies, pemodelan distribusi spesies, hingga pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Sains Data dan Informasi itu membahas penyebab dan karakteristik permasalahan, berbagai pendekatan yang telah digunakan untuk mengatasinya, serta tren penelitian dan peluang pengembangan di masa depan guna meningkatkan kualitas pemanfaatan data Citizen Science dalam mendukung konservasi dan pemantauan keanekaragaman hayati.

Sementara, Denis Albihad dari Javan Wildlife Institute (JAWI)  memaparkan pemanfaatan data biodiversitas untuk mendukung upaya konservasinya.  Begitu juga Swiss Winnasis dari Birdpacker Indonesia   menjelaskan inovasi teknologi dalam monitoring dan konservasi satwa liar.

Esa berharap  ini menjadi wadah  mempertemukan peneliti, praktisi konservasi, komunitas, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kolaborasi lintas sektor. “Transformasi data biodiversitas tidak dapat dilakukan  satu pihak saja, sehingga dibutuhkan kolaborasi antara peneliti, komunitas, organisasi konservasi, dan masyarakat agar data yang dihasilkan lebih terbuka, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia,” harapnya.

Selain memperluas wawasan  mengenai tantangan dan peluang Citizen Science, kegiatan ini  diharapkan menghasilkan rekomendasi  pengembangan platform data biodiversitas, riset kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga policy brief yang mendukung konservasi keanekaragaman hayati serta dapat memperkuat pemanfaatan sains data dan teknologi digital. Dengan demikian dalam pengelolaan biodiversitas  dapat mendorong partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem riset dan konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.(*)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merintis Ekonomi Nelayan Kecil dengan Koperasi

    • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 788
    • 0Komentar

    Foto bersama usai kegiatan RAT Koperasi Bubula Ma Cahaya foto MArwan

  • Negara Dibutuhkan Hadir di Tengah Warga Pesisir

    • calendar_month Sab, 21 Apr 2018
    • account_circle
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Masyarakat pesisir yang mendiami seluruh pulau di Indonesia termasuk Maluku Utara, sangat membutuhkan perlindungan dari Negara. Tujuannya untuk menghalau berbagai ancaman yang datang silih berganti kepada masyarakat. Ancaman tersebut, bisa berupa kriminal, kesejahteraan, sosial, dan lainnya. Yang paling mendasar, masyarakat pesisir saat ini banyak yang terancam akan kehilangan ruang penghidupannya di laut. Fakta itu menurut […]

  • BMKG: Awas Banjir dan Angin Kencang Mengintai

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi (Stamet) Ternate mengingatkan warga di Provinsi Maluku Utara untuk mewaspadai perkembangan La Nina dengan   terjadinya hujan deras dan angin kencang beberapa hari ini. Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasdatin) Stamet Ternate Setyawan  menjelaskan,  sejak Kamis (26/11) lalu Stamet Ternate telah mengingatkan adanya perkembangan cuaca yang terjadi akibat dampak […]

  • Kaya Tambang, Malut Primadona Investasi Asing

    • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 873
    • 1Komentar

    Bumi Maluku Utara benar- benar menjadi buruan investor asing menanamkan modalnya. Provinsi ini memiliki kekayaan  di darat  terutama bahan mineral serta  hasil hutannya. Sementara  di laut daerah ini punya potensi perikanan dan kelautanya yang benar benar membuat mata para investor tetuju ke  daerah ini. Tak hanya kaya bahan mineral dan hasil hutan,  negeri dengan 805 […]

  • Ikan Ngafi dan Udang yang Terus Menyusut di Kao Halmahera

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 742
    • 0Komentar

    Selasa (18/8) Sore itu, Meisar Hi Ngole ngole (60) sedang memishkan ikan ngafi (teri,red)  dengan jenis  lain yang  sudah kering dari tempat penjemuran.  Ikan ini adalah hasil tangkapan suaminya yang turun melaut pagi  akhir Agustus lalu. Hasil tangkapan hari itu  tidak cukup tiga kilogram. Ini setelah dibagi dengan 8 nelayan lainnya yang ikut  bersama  suaminya. […]

  • Warga Gane Timur Minta Pemerintah Perhatikan Produksi Sagu

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle
    • visibility 664
    • 3Komentar

    Masyarakat Desa Kotalou Kecamatan Gane Timur, saat ini  banyak yang mengolah pohon sagu menjadi tepung.    Hasilnya  lalu  dijual ke daerah sekitar Halmahera Selatan dan Weda  Halmahera Tengah.    Dalam mengolah sagu warga tidak lagi melakukannya  secara manual tetapi  menggunakan  mesin penggilingan. Produksi sagunya  setiap orang menghasilkan 5 sampai 6 karung dalam sepekan. Sementara tiap karung […]

expand_less