Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Indonesia Mencari Pemimpin Pro Lingkungan

Indonesia Mencari Pemimpin Pro Lingkungan

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 27 Okt 2023
  • visibility 757

Kepastian capres dan cawapres yang akan bertanding di pilpres 2024 memunculkan satu pertanyaan penting. Apakah para kontestan memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah lingkungan?

Krisis iklim yang sedang terjadi dan menjadi permasalahan semua negara termasuk Indonesia membutuhkan komitmen besama untuk menanganinya. Indonesia juga sudah berkomitmen untuk menahan laju pemanasan global, dengan mengedepankan pembangunan rendah karbon yang salah satu targetnya adalah mengurangi efek gas rumah kaca sebesar 29 % di tahun 2030.

Demikian benang merah Green Webinar bertajuk “Mencari Figur Pemimpin Pro Lingkungan” yang digelar AMSI, Kamis 26 Oktober 20022. Webinar diikuti 54 media anggota AMSI dari wilayah Jabar, DKI Jakarta, dan Sulawesi Tenggara. Tampil sebagai pembicara: Ketua jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK) Dr. Mahawan Karuniasa, peneliti ESG dari BINUS University, Dayu Nirma Amurwanti, dan peneliti senior Indikator Politik Indonesia Kennedy Muslim.

Komitmen itu masih akan dipegang sebagai komitmen yang akan diwujudkan oleh pemimpin yang akan terpilih di pilpres dan pemilu 2024. Dalam Green Webinar yang diiselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Dayu Nirma Amurwanti, yang juga Program Adviser terkait iklim dan kehutanan mengatakan, “dalam Krisis iklim sekarang ini harusnya ada sense of urgency, dari para calon (pemimpin) bahwa ini adalah situasi yang tak bisa dihadapi dengan cara biasa”.

Pembangunan seringkali dijadikan alasan yang berdampak pada masalah lingkungan seperti soal permasalahan pertambangan, perkebunan hingga soal penggunaan energi. Menurut Dayu Nirma Amurwanti, Harus ada keseimbangan antara lingkungan, social, dan ekonomi jika pembangunan ingin berkelanjutan. Permasalahannya, penggunaan bahan baku energi yang berasal dari fosil seperti batu bara, masih menjadi andalan sebagai sumber pembangkit listrik dan itu masih sangat berdampak pada polusi terutama udara yang kini banyak dirasakan di berbagai kota.

Sementara, ketua jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK) Dr. Mahawan Karuniasa mengatakan, pembangunan di Indonesia belum berkelanjutan, dan ini menjadi tanggung jawab semua termasuk pemimpin. Menurut Mahawan, selain soal IQ dan EQ, pemimpin juga perlu memiliki SQ (Sustainability Quotient).

“Kemampuan itu perlu menjadi syarat atau kriteria yang harus dimiliki pemimpin Indonesia,” tutur Mahawan.

Menurut Mahawan jika bila belum ada kemampuan itu, maka menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mendorong agar pemimpin memiliki kemampuan dimaksud jika ingin Pembangunan bisa dikelola secara berkelanjutan.

Pembicara dari lembaga riset Indikator Politik Indonesia, Kennedy Muslim dalam green webinar Kamis (26/10/2023) menyebut bahwa isu lingkungan hidup memiliki insentif elektoral yang tinggi dalam pemilu 2024 mendatang. Ia berpendapat, para aktivis lingkungan dan media harus terus menggaungkan soal ini sacara terus-menerus.

“Aktivis lingkungan dan media harus terus menggaungkan isu ini karena insentif elektoralnya tinggi, berdasar data penelitian kami,” kata peneliti senior Indikator Politik Indonesia, Kennedy Muslim.

Menurut Kennedy, hasil survey lembaganya menyebut, responden yang berusia 17 hingga 35 tahun yang akan menjadi pemilik suara mayoritas dalam pemilu 2024 memiliki kepedulian yang tinggi terhadap  lingkungan.

Menurut Kennedy Muslim, responden tidak setuju jika isu ekonomi menjadi prioritas dibandingkan isu lingkungan, mereka juga mengatakan bahwa pemerintah termasuk yang paling bertanggung jawab untuk menangani krisis iklim, meski sebenarnya tanggung jawab untuk mengatasinya adalah tanggung jawab semua pihak.

Saat membuka Green Webinar, ketua umum AMSI, Wahyu Dhyatmika mengatakan,”Sosok pemimpin yang berkarakter hijau, sosok pemimpin berwawasan lingkungan, dan sosok pemimpin yang memiliki visi konservasi, dan mitigasi climate change, inilah pemimpin yang kita cari.

Green webinar dimoderatori Agoez Perdana, pemimpin redaksi KabarMedan.com dan diikuti 54 jurnalis dari media anggota AMSI. Selain topik Mencari Figur Pemimpin Pro LIngkungan, AMSI bekerja sama dengan sponsor menyebut masih akan menggelar 5 seri webinar lainnya, seputar isu lingkungan hidup.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Para penjahat lingkungan yang selama ini melakukan banyak kejahatan terutama merusak hutan  bersiap-spa mendapatkan sanksi berat. Direktorat Jenderal  Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK) bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) saat ini  bekerjasana  memerangi para pelaku tindak pidana kejahatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Bentuk kerjasama ini telah ditandatangani di  Gedung   Manggala Wanabakti Jakarta , […]

  • KKP Janji 20 M ke 10 Kampung di Tiga WPP

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Foto Pengukuran ikan tuna dalam program fair trade foto MDPI

  • Perusahaan Tambang Wajib Punya PKKPRL

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 775
    • 0Komentar

    Kawasan-laut-di-depan-pulau-gebe-dan-fofao-kini-menjadi-tempat-parkir-kapal-dan-tongkang-yang-mengangkut-ore-tambang foto M ICI

  • Petaka Perubahan Iklim Global Ancam Bumi

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 731
    • 1Komentar

    Kenaikan Permukaan air laut menyebabkan abrasi dan pengikisan daratn foto Asrul Lamunu

  • WALHI  Bersama Warga  Lapor Harita  ke Lima Lembaga Negara

    WALHI  Bersama Warga Lapor Harita ke Lima Lembaga Negara

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Gugat Predikat  Hijau  Kawasan  PSN PT. Harita  Nickel    Pada 22 dan 23 Mei 2026, WALHI Nasional, WALHI Maluku Utara, bersama Koalisi Pengacara Lingkungan (KAPAL) Maluku Utara dan  perwakilan masyarakat Desa Kawasi, Pulau Obi, mendatangi lima lembaga negara sekaligus. Dalam rilis resmi yang disampaikan WALHI, mereka mendatangi  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), Kominsi […]

  • Maluku Utara Masuk Wilayah Ancaman La Nina

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Desember- Januari  Curah Hujan Tinggi, Perlu Antisipasi Pemda Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La-Nina sedang berkembang. Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati […]

expand_less