Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Aksi Iklim BRI,akan Setop Danai Batu Bara

Aksi Iklim BRI,akan Setop Danai Batu Bara

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 27 Mei 2022
  • visibility 264

Jadi Contoh Bagi Bank Lainnya di Indonesia

Bank Rakyat Indonesia (BRI) salah satu Bank BUMN tertua  di Indonesia dalam aksi iklimnya menyatakan akan tak  membiayai investasi untuk batu bara.  Hal ini mendapat dukungan kuat dari beberapa lembaga yang selama ini menyuarakan pentingnya investasi hijau dan upaya menghentikan pendanaan untuk energy.  Seperti disuarakan oleh 350.org dalam rilisnya kepada kabarpulau.co.id/  Kamis (26/5 2022).  

Jeri Asmoro, Indonesia Digital Campaigner   350.org dalam rilisnya menjelaskan, Aksi Iklim Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang akan menghentikan pendanaan ke proyek batu bara dan minyak bumi perlu diapresiasi,” ujar Interim Indonesia Team Leader, 350.org itu,  

“Langkah progresif BRI ini perlu dicontoh bank-bank lainnya yang masih mendanai energi kotor batu bara.”jelasnya.

Dia bilang 350 Indonesia bersama-sama organisasi masyarakat sipil lainnya yang tergabung dalam koalisi “Bersihkan Bankmu”, selama ini mendesak bank-bank di Indonesia,  termasuk BRI untuk menghentikan pendananaan ke energi kotor batu bara. “Setelah BRI menyatakan menghentikan pendanaan ke energi batu bara, kini tinggal Bank Mandiri dan BNI yang masih mendanai energi kotor batu bara.   Jika Bank Mandiri dan BNI tidak segera mengikuti langkah BRI untuk menghentikan energi kotor batu bara, cepat atau lambat kedua bank BUMN itu akan ditinggalkan nasabahnya, yang makin meningkat kesadarannnya terhadap lingkungan hidup.”jelasnya lagi.

Seperti diberitakan di berbagai media massa, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso menegaskan bahwa BRI menyetop penyaluran kredit pada sektor energi yang dinilai merusak lingkungan, seperti batu bara dan minyak bumi. Hal tersebut disampaikan Sunarso secara daring dari acara konferensi World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu (25/5/2022).

“Pernyataan Direktur BRI akan menjadi aksi iklim yang berkelanjutan jika kemudian menjadi kebijakan atau peraturan perusahaan secara resmi. Sehingga akan menjadi legacy yang baik untuk dibaca dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran, tidak hanya ketika periode kepemipinan beliau saja namun hingga setelahnya juga” ujar  Jeri Asmoro, Menurutnya  upaya pendanaan BRI ke energi bersih dan proyek-proyek yang ramah lingkungan lainnya tidak sekedar pencitraan.”

Selama ini, bank-bank di Indonesia mengklaim telah meningkatkan pendanaan ke energi terbarukan namun di sisi lain masih terus mendanai energi kotor batu bara. “Tanpa menghentikan pendanaan ke energi kotor batu bara terlebih dahulu, klaim green banking itu hanya semacam greenwashing.  “Aksi iklim BRI ini menunjukan bahwa menghentikan pendanaan ke energi kotor tidak akan menganggu bisnis bank.

Dia bilamng setidaknya jika belum bisa menjadi bagian penting dari solusi jangan menjadi bagian dari masalah krisis iklim dan lingkungan. Pendanaan ke sektor batu bara jelas adalah bentuk climate-change denial yang tidak percaya akan sains, dan ini berbahaya karena perbankan punya kekuatan besar pendanaan di sini. Perbankan dapat menjadi pihak yang mendanai kerusakan atau mendanai perbaikan iklim.

Langkah BRI menghentikan pendanaan ke batu bara, lanjut Jeri Asmoro, menjadi pijakan awal bagi perwujudan praktik perbankan hijau. “Bank-bank lainnya, seperti Bank Mandiri dan BNI, jika benar-benar ingin menjadi perbankan hijau harus mengikuti langkah BRI menghentikan pendanaan ke energi kotor batu bara. Inilah aksi iklim yang sesungguhnya, wujud nyata kepemimpinan iklim BRI di sektor keuangan khususnya perbankan.” jelas Jeri Asmoro.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hemiscyllium halmahera Terancam, Perlukah Perlindungan?  

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Hemyscillium-halmahera yang-ditemukan-di-laut-Ternate-foto-Nasijaha-Dive Center

  • Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Kekayaan sumber daya hutan tidak hanya dari kayu. Ada hasil hutan non kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam  program energy terbarukan. Pohon arena atau orang Maluku Utara mengenalnya dengan Seho, adalah salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi bio etanol. Hutan Halamhera dan beberapa pulau lainnya di Maluku Utara menyimpan potensi besar […]

  • Dulu Tebang, Sekarang Tanam

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Cerita Warga Desa Kao Mulai Rehabilitasi Mangrove  Selasa (28/8) sore sekira pukul pukul 16.00 WIT, dua orang ibu, Iswati Mabang (45 tahun) dan Suparni Sulan (44 tahun) menyulam kebun bibit rakyaat yang berisi  anakan mangrove yang mati. Kebun bibit mangrove ini dibangun  kelompok Green  Kai Dati desa Kao Kecamatan Kao Halmahera Utara. Dua perempuan dari […]

  • Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi   Dunia

    Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi Dunia

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Pulau Sumba yang dikenal dengan nama tanah humba   atau tanah marapu, menjadi titik nol ditetapkannya, hari Keadilan Ekologi dunia atau World EcologicaJustce Day. Hari penting ini digagas oleh Wahana Ligkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada Sabtu 20 September 2025 bertepatan dengan kegiatan pertemuan nasional lingkungan  hidup (PNLH) WALHI ke XIV yang  dipusatkan di Kota Waingapu […]

  • Alokasi PS- TORA dan Pelepasan HPK-TP Perlu Kajian Mendalam

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Aktivitas menanam KTH Ake Guraci yang memperoleh Izin seluas 100 hektar foto Juliaty penyuluh Ps

  • Ini Win-win Solution Konflik Tenurial  TNAL dengan Warga Adat Kobe

    Ini Win-win Solution Konflik Tenurial TNAL dengan Warga Adat Kobe

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Penulis : Hamdan Volunter/ Kabarpulau.  Konflik tenurial di Maluku Utara masih sering terjadi. Misalnya  antara warga dengan korporasi atau juga dengan pemerintah. Contoh konflik tenurial antara warga dengan pemerintah,  sekarang ini  yakni  dengan  kawasan  Taman Nasional. Konflik ini perlu diselesaikan  sehingga tidak merugikan masyarakat  termasuk upaya  konservasi hutan juga tetap berjalan. Sekadar diketahui, penetapan Taman […]

expand_less