Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Aksi Iklim BRI,akan Setop Danai Batu Bara

Aksi Iklim BRI,akan Setop Danai Batu Bara

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 27 Mei 2022
  • visibility 863

Jadi Contoh Bagi Bank Lainnya di Indonesia

Bank Rakyat Indonesia (BRI) salah satu Bank BUMN tertua  di Indonesia dalam aksi iklimnya menyatakan akan tak  membiayai investasi untuk batu bara.  Hal ini mendapat dukungan kuat dari beberapa lembaga yang selama ini menyuarakan pentingnya investasi hijau dan upaya menghentikan pendanaan untuk energy.  Seperti disuarakan oleh 350.org dalam rilisnya kepada kabarpulau.co.id/  Kamis (26/5 2022).  

Jeri Asmoro, Indonesia Digital Campaigner   350.org dalam rilisnya menjelaskan, Aksi Iklim Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang akan menghentikan pendanaan ke proyek batu bara dan minyak bumi perlu diapresiasi,” ujar Interim Indonesia Team Leader, 350.org itu,  

“Langkah progresif BRI ini perlu dicontoh bank-bank lainnya yang masih mendanai energi kotor batu bara.”jelasnya.

Dia bilang 350 Indonesia bersama-sama organisasi masyarakat sipil lainnya yang tergabung dalam koalisi “Bersihkan Bankmu”, selama ini mendesak bank-bank di Indonesia,  termasuk BRI untuk menghentikan pendananaan ke energi kotor batu bara. “Setelah BRI menyatakan menghentikan pendanaan ke energi batu bara, kini tinggal Bank Mandiri dan BNI yang masih mendanai energi kotor batu bara.   Jika Bank Mandiri dan BNI tidak segera mengikuti langkah BRI untuk menghentikan energi kotor batu bara, cepat atau lambat kedua bank BUMN itu akan ditinggalkan nasabahnya, yang makin meningkat kesadarannnya terhadap lingkungan hidup.”jelasnya lagi.

Seperti diberitakan di berbagai media massa, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso menegaskan bahwa BRI menyetop penyaluran kredit pada sektor energi yang dinilai merusak lingkungan, seperti batu bara dan minyak bumi. Hal tersebut disampaikan Sunarso secara daring dari acara konferensi World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu (25/5/2022).

“Pernyataan Direktur BRI akan menjadi aksi iklim yang berkelanjutan jika kemudian menjadi kebijakan atau peraturan perusahaan secara resmi. Sehingga akan menjadi legacy yang baik untuk dibaca dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran, tidak hanya ketika periode kepemipinan beliau saja namun hingga setelahnya juga” ujar  Jeri Asmoro, Menurutnya  upaya pendanaan BRI ke energi bersih dan proyek-proyek yang ramah lingkungan lainnya tidak sekedar pencitraan.”

Selama ini, bank-bank di Indonesia mengklaim telah meningkatkan pendanaan ke energi terbarukan namun di sisi lain masih terus mendanai energi kotor batu bara. “Tanpa menghentikan pendanaan ke energi kotor batu bara terlebih dahulu, klaim green banking itu hanya semacam greenwashing.  “Aksi iklim BRI ini menunjukan bahwa menghentikan pendanaan ke energi kotor tidak akan menganggu bisnis bank.

Dia bilamng setidaknya jika belum bisa menjadi bagian penting dari solusi jangan menjadi bagian dari masalah krisis iklim dan lingkungan. Pendanaan ke sektor batu bara jelas adalah bentuk climate-change denial yang tidak percaya akan sains, dan ini berbahaya karena perbankan punya kekuatan besar pendanaan di sini. Perbankan dapat menjadi pihak yang mendanai kerusakan atau mendanai perbaikan iklim.

Langkah BRI menghentikan pendanaan ke batu bara, lanjut Jeri Asmoro, menjadi pijakan awal bagi perwujudan praktik perbankan hijau. “Bank-bank lainnya, seperti Bank Mandiri dan BNI, jika benar-benar ingin menjadi perbankan hijau harus mengikuti langkah BRI menghentikan pendanaan ke energi kotor batu bara. Inilah aksi iklim yang sesungguhnya, wujud nyata kepemimpinan iklim BRI di sektor keuangan khususnya perbankan.” jelas Jeri Asmoro.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Sipil Desak Bank Stop Danai Nikel Bertenaga Batu Bara Milik Grup Harita

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Market Forces, Enter Nusantara, JATAM, dan Trend Asia, bersama dua pendeta dari Obi menggelar aksi teatrikal di depan kantor bank-bank yang masih mendanai operasi smelter nikel milik grup Harita di Pulau Obi, Maluku Utara pada 1 Oktober lalu. Dalam aksi ini, para aktivis menampilkan instalasi kuda troya sebagai […]

  • Tiga Isu Fokus ICMI untuk Masa Depan Malut

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
    • account_circle
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Ada banyak persoalan di bidang lingkungan yang menghantui dunia saat ini. Beberapa di antaranya  adalah dampak perubahan iklim (climate change) dan problem pangan. Sementara kepedulian public terhadap dua persoalan ini masih masih terbilang minim. Karena itulah  Organisasi Wilayah (ORWIL) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku Utara menjadikan dua isyu ini    didorong  ke tengah masyarakat dan […]

  • Ada Apa, Ikan di Pesisir Ternate Mati Mendadak?

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 939
    • 2Komentar

    Peristiwa tidak biasa terjadi di pantai Kelurahan Sasa Kota Ternate Selatan Kota Ternate Maluku Utara  Minggu (10/9/2023) pagi.  Warga di  kawasan pantai  RT05/RW02  itu digegerkan adanya ribuan ikan mati terdampar. Kawasan pantai  yang juga dipenuhi berbagai jenis sampah baik plastic dan  sisa aktivitas rumah tangga itu berserakan bangkai beberapa jenis ikan. Beberapa    yang diidentifikasi […]

  • Korban Lakalaut Tinggi, Butuh Kolaborasi Penanganan

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 753
    • 1Komentar

    Ketua POSSI dan SAR Ternate didampingi Danlanal Ternate menunjukan isi MoU yang telah ditandatantangani foto M Ichi

  • Pulau Kecil, Kaya Biodiversitas Tapi Rentan

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Pembangunan di pulau-pulau kecil tidak cukup sekadar membangun berbagai fasilitas, salah satunya seperti pariwisata. Keberadaan  fasilitas yang menunjang wisatawan  di satu sisi bisa menjadi ancaman kelestarian sumber daya alam. Karena itu  pemerintah perlu menyusun peta jalan pembangunan berkelanjutan untuk pulau-pulau kecil. “Perlu memerhatikan daya dukung lingkungan pulau-pulau kecil,’’kata Guru Besar Kelautan Universitas Mataram Prof Sitti […]

  • Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Para penjahat lingkungan yang selama ini melakukan banyak kejahatan terutama merusak hutan  bersiap-spa mendapatkan sanksi berat. Direktorat Jenderal  Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK) bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) saat ini  bekerjasana  memerangi para pelaku tindak pidana kejahatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Bentuk kerjasama ini telah ditandatangani di  Gedung   Manggala Wanabakti Jakarta , […]

expand_less