Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Aksi Iklim BRI,akan Setop Danai Batu Bara

Aksi Iklim BRI,akan Setop Danai Batu Bara

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 27 Mei 2022
  • visibility 730

Jadi Contoh Bagi Bank Lainnya di Indonesia

Bank Rakyat Indonesia (BRI) salah satu Bank BUMN tertua  di Indonesia dalam aksi iklimnya menyatakan akan tak  membiayai investasi untuk batu bara.  Hal ini mendapat dukungan kuat dari beberapa lembaga yang selama ini menyuarakan pentingnya investasi hijau dan upaya menghentikan pendanaan untuk energy.  Seperti disuarakan oleh 350.org dalam rilisnya kepada kabarpulau.co.id/  Kamis (26/5 2022).  

Jeri Asmoro, Indonesia Digital Campaigner   350.org dalam rilisnya menjelaskan, Aksi Iklim Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang akan menghentikan pendanaan ke proyek batu bara dan minyak bumi perlu diapresiasi,” ujar Interim Indonesia Team Leader, 350.org itu,  

“Langkah progresif BRI ini perlu dicontoh bank-bank lainnya yang masih mendanai energi kotor batu bara.”jelasnya.

Dia bilang 350 Indonesia bersama-sama organisasi masyarakat sipil lainnya yang tergabung dalam koalisi “Bersihkan Bankmu”, selama ini mendesak bank-bank di Indonesia,  termasuk BRI untuk menghentikan pendananaan ke energi kotor batu bara. “Setelah BRI menyatakan menghentikan pendanaan ke energi batu bara, kini tinggal Bank Mandiri dan BNI yang masih mendanai energi kotor batu bara.   Jika Bank Mandiri dan BNI tidak segera mengikuti langkah BRI untuk menghentikan energi kotor batu bara, cepat atau lambat kedua bank BUMN itu akan ditinggalkan nasabahnya, yang makin meningkat kesadarannnya terhadap lingkungan hidup.”jelasnya lagi.

Seperti diberitakan di berbagai media massa, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso menegaskan bahwa BRI menyetop penyaluran kredit pada sektor energi yang dinilai merusak lingkungan, seperti batu bara dan minyak bumi. Hal tersebut disampaikan Sunarso secara daring dari acara konferensi World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu (25/5/2022).

“Pernyataan Direktur BRI akan menjadi aksi iklim yang berkelanjutan jika kemudian menjadi kebijakan atau peraturan perusahaan secara resmi. Sehingga akan menjadi legacy yang baik untuk dibaca dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran, tidak hanya ketika periode kepemipinan beliau saja namun hingga setelahnya juga” ujar  Jeri Asmoro, Menurutnya  upaya pendanaan BRI ke energi bersih dan proyek-proyek yang ramah lingkungan lainnya tidak sekedar pencitraan.”

Selama ini, bank-bank di Indonesia mengklaim telah meningkatkan pendanaan ke energi terbarukan namun di sisi lain masih terus mendanai energi kotor batu bara. “Tanpa menghentikan pendanaan ke energi kotor batu bara terlebih dahulu, klaim green banking itu hanya semacam greenwashing.  “Aksi iklim BRI ini menunjukan bahwa menghentikan pendanaan ke energi kotor tidak akan menganggu bisnis bank.

Dia bilamng setidaknya jika belum bisa menjadi bagian penting dari solusi jangan menjadi bagian dari masalah krisis iklim dan lingkungan. Pendanaan ke sektor batu bara jelas adalah bentuk climate-change denial yang tidak percaya akan sains, dan ini berbahaya karena perbankan punya kekuatan besar pendanaan di sini. Perbankan dapat menjadi pihak yang mendanai kerusakan atau mendanai perbaikan iklim.

Langkah BRI menghentikan pendanaan ke batu bara, lanjut Jeri Asmoro, menjadi pijakan awal bagi perwujudan praktik perbankan hijau. “Bank-bank lainnya, seperti Bank Mandiri dan BNI, jika benar-benar ingin menjadi perbankan hijau harus mengikuti langkah BRI menghentikan pendanaan ke energi kotor batu bara. Inilah aksi iklim yang sesungguhnya, wujud nyata kepemimpinan iklim BRI di sektor keuangan khususnya perbankan.” jelas Jeri Asmoro.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akibat Tambang Nikel, Pesisir dan Sawah di Halmahera Timur Tercemar

    Akibat Tambang Nikel, Pesisir dan Sawah di Halmahera Timur Tercemar

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 667
    • 0Komentar
  • Abrasi, Jalan Raya di Laiwui Obi Nyaris Putus  

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 705
    • 1Komentar

    Desa pesisir di sejumlah pulau di Maluku Utara menghadapi masalah serius. Masalah diakibatkan oleh  adanya kenaikan permulaan air laut. Penulusuran kabarpulau.co.id/ di sejumlah pulau di Maluku Utara, menemukan  berbagai fasilitas rusak akibat adanya abrasi pantai.  Di Pulau Obi misalnya,  fasilitas seperti  tanggul penahan ombak  patah. Bahkan jalan raya yang berada di tepi pantai juga  hancur […]

  • Ini Hasil Kajian Kebutuhan Air Bersih Warga Kalumata

    • calendar_month Sab, 3 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 697
    • 0Komentar

    keran air. foto pixabay

  • Peringati Hari Primata dengan Mengedukasi Siswa

    Peringati Hari Primata dengan Mengedukasi Siswa

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Hari Primata Indonesia (HPI) yang diperingati setiap  30 Januari   dirayakan juga di Maluku Utara dengan beragam  kegiatan. Seperti yang dilaksanakan ProFauna Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah Kota Tidore dan Ternate dalam dua hari ini. Dalam peringatan itu turut dilaksankaan kampanye  sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terutama siswa  agar bisa paham  tentang upaya perlindungan primate di […]

  • Mengangkat Kearifan Nelayan Ternate  Lewat Festival Nyao Fufu

    Mengangkat Kearifan Nelayan Ternate  Lewat Festival Nyao Fufu

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    Nyao fufu adalah salah satu tradisi memasak atau mengawetkan ikan yang dilakukan  warga Ternate dan Maluku Utara secara turun temurun. Kelurahan Dufa-dufa sebagai salah satu kampong/kelurahan nelayan di Kota Ternate  melestarikan tradisi nyao   fufu atau ikan asap  tidak  hanya untuk  konsumsi tetapi juga  usaha ekonomi produktif. Masyarakat di Pantai Dufa dufa juga turut menjaga dan […]

  • Maluku Utara Masuk Wilayah Ancaman La Nina

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 695
    • 0Komentar

    Desember- Januari  Curah Hujan Tinggi, Perlu Antisipasi Pemda Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La-Nina sedang berkembang. Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati […]

expand_less