Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Daun Jambulang Berpotensi Jadi Obat Anticovid

Daun Jambulang Berpotensi Jadi Obat Anticovid

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
  • visibility 589

Pandemi Covid-19 saat ini telah menjadi endemi.  Tetapi, infeksi Covid tetap berisiko bagi sebagian mereka yang rentan.  Saat ini  Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Rekayasa Genetika (PRRG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Is Helianti  fokus  melakukan riset rekayasa protein enzim yang dapat dimanfaatkan dalam proses industri hijau, termasuk dalam proses discovery obat anticovid.

Untuk menemukan anti virus mematikan itu,  salah satu jenis tumbuhan yang menghiasi Ternate  dan berbagai pulau di Maluku Utara  yakni Jambulang sedang diteliti  dijadikan obat virus  covid.  

Penelitian itu untuk mengidentifikasi obat antivirus baru, apalagi dari sumber keragaman hayati Indonesia tetap penting dan relevan. 

Highlight riset ini adalah pengembangan protease SarsCov2 melalui tahap kloning dan ekspresi gen. Produksi dua jenis protease, yakni 3CL protease dan PL protease yang dimiliki virus SarsCov2 hasil teknologi DNA rekombinan dengan memakai sumber daya domestik belum pernah dilakukan,” jelas Is Helianti, dalam acara Friday Scientific Sharing Seminar (FS3) Seri ke-30, Jumat (16/2/2024) lalu seperti dirilis BRIN.

Ringkasan hasil risetnya menyimpulkan, 3CL Protease dari SarsCov2 dapat diekspresikan pada galur bakteri E.coli via pendekatan DNA sintesis, dengan sebagian besar produk gen adalah protein soluble. Produksi, purifikasi, dan karakterisasi 3CL Pro rekombinan telah dilakukan.

“Dengan menggunakan 3CL Pro ini sebagai protein target, didapatkan data bahwa ekstrak daun jamblang berpotensi tinggi sebagai kandidat obat anticovid,” kata Is Helianti.

“Enzim 3CL Pro ini juga digunakan sebagai protein target dalam proses skrining senyawa aktif anticovid dari 1000 isolat bakteri Actinomycetes asal Indonesia. Di mana, didapatkan enam isolat potensial  mengandung senyawa aktif anticovid,” ujarnya.

Sementara itu, PL Protease dari SarsCov2 dapat diekspresikan dengan baik di bakteri E.coli setelah melalui optimasi kodon dan fusi dengan Maltose binding protein. Produksi, purifikasi, dan karakterisasi PL Pro rekombinan juga telah dilakukan.

“Dengan menggunakan PL Pro ini sebagai protein target, didapatkan data bahwa ekstrak daun jamblang berpotensi tinggi sebagai kandidat obat anticovid,” lanjut dia.

Lebih rinci dijelaskannya, 3CL protease dan PL protease yang telah diproduksi via DNA sintesis ini menjadi protein target pencarian senyawa aktif yang berasal dari ekstrak herbal ataupun ekstrak isolat mikrob Indonesia.

Protease berperan penting dalam replikasi dan pembentukan virus baru Covid-19. Sehingga, penghambatan aktivitas protease berarti mencegah virus bereplikasi lebih lanjut.

Penghambatan aktivitas protease menjadi tujuan utama inhibitor protease yang digunakan sebagai obat antivirus.

Penelitian dan pengembangan obat berdasarkan herbal asli Indonesia dan keragaman hayati mikroba Indonesia, menurut dia, akan mengurangi ketergantungan obat impor. Selain mengasah kemampuan riset untuk antisipasi pandemi di masa depan.

Is Helianti mengatakan, selama ini, riset terkait uji penghambatan aktivitas protease SarsCov2 secara in vitro oleh senyawa dari sumber herbal Indonesia maupun senyawa dari ekstrak mikrob belum pernah dilakukan di tanah air.

Sementara itu, Matin Nuhamunada dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, memaparkan materi bertajuk “BGCFlow: Systematic pangenome workflow for the analysis of biosynthetic gene cluster across large genomic datasets”.

BGCflow menjadi tool baru dalam bidang bioinformatika untuk mencari klaster gen biosintesis tertentu dalam proses genome mining di era PanGenom ini.

Kesempatan yang sama, Koordinator Tim Perencanaan Monitoring Evaluasi (PME) Riset Rekayasa Genetika Andri Fadillah Martin, menyampaikan, acara FS3 ini merupakan seminar dua mingguan yang diadakan oleh PRRG BRIN. Tujuannya, agar para peneliti selalu update dengan kemajuan dan perkembangan teknologi terbaru, khususnya bidang bioteknologi modern.

“Ajang seminar ini juga diharapkan menjadi diskusi pertukaran ide dan berbagi pengalaman diantara peneliti, praktisi, dan masyarakat yang dapat memberikan manfaat besar bagi kita semua. Sehingga, terpacu menghasilkan karya terbaik demi bangsa dan negara,” ujar Andri. (BRIN/ichi)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Sudah Tetapkan Acuan Harga Ikan  

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 677
    • 1Komentar

    Pendaratan Ikan di Pelabuhan Perikanan Dufa dufa Ternate foto M Ichi

  • Laut Malut, Kuburan Bagi Mamalia Laut?

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Bangkai-Paus-yang-mulai-hancur-dan-menmbulkan-bau-menyengat-di-Morotai-beberapa-waktu-lalu-foto-Hamsor-Yusuf

  • Malut Kaya Kehati Rawan Perburuan, Butuh BKSDA

    • calendar_month Sab, 6 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Lebah Raja salah satu keaneragaman hayati yang pernah menghebohkan ketika ada peneliti barat mempublikasikannya

  • Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Bagian dari Upaya Konservasi Ake Gaale Selasa 22 Maret 2022 hari ini, menjadi momentum penting memperingati Hari Air Sedunia. Di berbagai belahan bumi, masyarakat  atau komunitas memperingati hari air dengan berbagai kegiatan, baik ceremony maupun aksi nyata.   Di Ternate Maluku Utara  terutama masyarakat yang bermukim di sekitar sumber mata air Ake Gaale di Kelurahan […]

  • Kayu Besi di Hutan Halmahera yang Terancam  

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di wilayah Maluku, Maluku Utara  dan Papua barat  juga dinamai  kayu besi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan peraturan yang dikhawatirkan mengancam keanekaragaman hayati dan ekologi hutan. Melalui Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 […]

  • Temuan Ngengat Baru, Matikan Cengkih Petani

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 546
    • 1Komentar

    Kabar ini  menjadi warning bagi petani cengkih termasuk  di Maluku Utara.  Pasalnya ada temuan para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beserta tim Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi  Manado berhasil mengidentifikasi  tiga jenis ngengat baru. Ketiganya adalah Cryptophasa warouwi, Glyphodes nurfitriae dan Glyphodes ahsanae.  Seperti dikutip dari https://brin.go.id/press-release/117548/peneliti-brin-temukan-tiga-ngengat-jenis-baru-salah-satunya-patut-diwaspadai-petani-cengkeh, BRIN merilis bahwa awal 2024 ini  beberapa […]

expand_less