Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » Bina Desa di Pulau Laigoma, FPK Unkhair Turut Lepas Tukik

Bina Desa di Pulau Laigoma, FPK Unkhair Turut Lepas Tukik

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 13 Sep 2023
  • visibility 597

Sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Khairun Ternate menggelar kegiatan  Bina Desa. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Laigoma Kecamatan Kayoa Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara 9 dan 10 September 2023 lalu. Tujuan kegiatan ini adalah, memberikan pengetahuan bagi masyarakat nelayan, khususnya di Pulau Laigoma, Kecamatan Kayoa. Ketua Tim  Kegiatan Bina Desa Irwan Abdul Kadir usai kegiatan bilang, ada 15 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen turut serta dalam kegiatan tersebut.  

Dalam kegiatan selama dua hari tersebut,  ada beberapa agenda turut dilaksanakan.  Salah satu yang dianggap penting untuk masyarakat nelayan setempat adalah, memberikan pelatihan pembuatan alat bantu penangkapan ikan bagi nelayan skala kecil. “Materi dalam pelatihan yang dilaksanakan yaitu mengajarkan pemilihan material, desain teknis dan pembuatan alat bantu penangkapan ikan,” jelas Irwan. Dia bilang lagi kegiatan ini semata mata untuk  membantu nelayan membuat alat bantu penangkapan ikan untuk pengembangan kegiatan perikanan tangkap di  desa tersebut. Dia menambahkan, kegiatan ini sebenarnya adalah upaya mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan terutama yang ada  di desa setempat. 

Selain pelatihan, kegiatan dosen dan mahasiswa ini  juga dirangkai dengan pelepasan tukik atau anak penyu  yang selama ini telah dilakukan penangkarannya oleh kelompok penangkaran penyu di Desa Laigoma. Kelompok ini juga merupakan   binaan dari Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya  Perikanan FPK Unkhair.    

Dia bilang  lagi,  tukik yang dilepas  tersebut  ada 86 ekor.  pelepasan i dilakukan setelah dianggap sudah bisa hidup   mencari makan  sendiri karena usianya juga sudah layak  untuk dilepas. 

“Dari jumlah tukik yang ada,  di lepas 86 ekor dan  tersisa 20 ekor. Tukik ini belum bisa dilepas karena masih berukuran kecil dan dikuatirkan jadi korban dimangsa,” jelas Irwan.

Sementara  menurut Ketua kelompok penangkaran penyu desa Laigoma  Amir Ibrahim, selain tukik yang belum bisa dilepas, juga ada  telur penyu yang sementara dieramkan di pantai dekat kawasan penangkaran. Saat ini telur- telur tersebut menunggu waktu untuk menetas. Masih ada telur penyu yang belum menetas berjumlah 70 butir   Telur telur itu berasal dari  jenis penyu sisik.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Muda Bicara Problem Pembangunan Halmahera Selatan

    • calendar_month Ming, 5 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Warga di Gane hanya bisa memanfaatkan jalan perusahaan sawit untuk akses mereka. Hingga kini jalan belum dibangun pemerintah di ujung selatan Halmahera tersebut, foto M Ichi

  • Ikan Ngafi dan Udang yang Terus Menyusut di Kao Halmahera

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Selasa (18/8) Sore itu, Meisar Hi Ngole ngole (60) sedang memishkan ikan ngafi (teri,red)  dengan jenis  lain yang  sudah kering dari tempat penjemuran.  Ikan ini adalah hasil tangkapan suaminya yang turun melaut pagi  akhir Agustus lalu. Hasil tangkapan hari itu  tidak cukup tiga kilogram. Ini setelah dibagi dengan 8 nelayan lainnya yang ikut  bersama  suaminya. […]

  • Kolaborasi Bahas Lingkungan, Lahir Gagasan Ecoteologi  

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam  Komunitas Eco Enzyme, Orwil Ikatan Cendekiawan Muslim Se Indonesia (ICMI) Maluku Utara, dan Forum Diskusi Insan Cita (FORDISTA)  menggelar diskusi  membahas problem lingkungan yang  kian hari kian  ruwet di daerah ini. Diskusi bertema, Permasalahan, Solusi dan Kebijakan Pengelolaan Ekologi di Kota Ternate  ini  dikemas dalam Diskusi Serial Collaborative Discourse  […]

  • Sisir Pulau dan Kampung Layani Warga

    • calendar_month Kam, 29 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Lakukan Penyadartahuan Covid-19 dan  Periksa Kesehatan Warga Sejak 22 Oktober 2020 lalu tim EcoNusa Indonesia menggelar ekspedisi Maluku  menggunakan kapal phinisi wisata bernama Kurabesi Explorer. EcoNusa sendiri adalah sebuah lembaga nirlaba berbasis di Papua dan saat ini banyak mendorong berbagai inisiatif lokal untuk perlindungan alam dan konservasi di wilayah timur Indonesia. Mereka  mengawali perjalanan   dari […]

  • Buku Adalah Subversif ?

    Buku Adalah Subversif ?

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Penulis: Syaiful Bahri Ruray Putra Wayabula A room without books is like body without soul (Cicero). Ditengah hiruk pikuk pandemik yang belum juga selesai, tiba-tiba saja jagad maya kita dikagetkan dengan tarik menarik soal buku. Dan itu berawal ketika ada postingan Anis Baswedan yang berkain sarung, sedang membaca How Democracies Die, buku karya Steven Levitsky […]

  • TNAL Miliki Aset Wisata Gua Menakjubkan

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 780
    • 1Komentar

    Lebatnya hutan Taman Nasional AkeTajawe Lolobata. Di dalam hutan ini tersimpan kekayaan flora dan fauna serta goa karst yang menakjubkan. Foto Sofyan Ansar TNAL

expand_less