Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ini Model Mitigasi Gempabumi Siswa SD

Ini Model Mitigasi Gempabumi Siswa SD

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
  • visibility 873

Ternate merupakan salah satu  pulau vulkanik di Indonesia. Pulau ini tidak hanya memiliki kerawanan karena ada gunungapi aktif. Daerah ini juga menjadi salah satu jalur ring of fire atau cincin api pasifik yang sangat aktif.  Karena itu setiap saat selalu mendapatkan dampak dari aktivitas kegempaan.   

Bencana gempbumi dan letusan gunung api yang terjadi sering kali menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Karena itu maka perlu diberi kesadaran sejak dini kepada  semua elemen terutama anak-anak yang masih berada di jenjang pendidikan dasar. Tujuannya, paling tidak mengenalkan sejak dini berbagai bencana ini sebagai bentuk mitigasi.

Atas dasar itu kemudian  dalam  Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan Dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan  Universitas Khairun (Unkhair) Ternate,  memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak yang berada di beberapa sekolah dasar  di Kota Ternate,  karena  sangat rawan  kebencanaan gempabumi dan gunung api. Seperti yang dilaksanakan di SD Negeri 4 di Jalan Mononutu Kota Ternate Rabu (6/10). Dalam kegiatan tersebut para siswa diberikan pemahaman mulai dari penjelasan secara teori, pengenalan alat sederhana deteksi gempa hingga menonton video  yang menceritakan dampak dari gempabumi.  

Risky Nur Amelia Nirmala  koordinator kegiatan PKM menjelasakan, kegiatan ini tujuannya adalah  ingin  meningkatkan literasi dengan memperkenalkan mitigasi bencana, dan membangun sikap sadar bencana gempabumi.

“Melalui kegiatan ini kita kemudian memperkenalkan alat peraga alarm gempabumi sebagai media pembelajaran kepada mereka,” jelasnya.  

Dia bilang, sosialisasi seperti ini sangat penting dilaksanakan sejak dini. Apalagi Kota Ternate termasuk kota yang nyaris hamper setiap saat dilanda  bencana gempa.

Melalui program ini, Risky bersama  tim yang terdiri Rohima Wahyu Ningrum  dan Suryani Thaib itu,   mengajak peserta didik agar bisa lebih memahami risiko  dan bahaya gempa bumi serta mengerti apa saja yang harus dilakukan   sebelum, saat, dan setelah gempabumi terjadi. Hal ini diperlukan supaya peserta didik tidak takut saat gempa bumi benar-benar terjadi.

Siswa diberi pemahaman kebencanaan dengan alat peraga. foto tim PKM

Pertanyaan dasar kepada para siswa  dalam  pelaksanaan PKM  adalah  apakah yang dimaksud dengan  gempabumi. Selanjutnya dengan pertanyaan itu,  mereka diberikan  penjelasan mengenai pengertian dasar gempa bumi. Tidak itu saja, mereka juga ditunjukan alat peraga dan diberikan tontonan  video mengenai  gempa bumi serta mitigasi bencana yang dilakukan.  Alat alat   itu mampu mendeteksi gempa bumi dan lagu yang berhubungan dengan gempa bumi.  

“Kita sangat mengapresiasi respon positif dari sekolah yang memberi dukungan terhadap kegiatan PKM ini.  Harapan Kami agar peserta didik mempunyai pengetahuan tentang gempa bumi dan mitigasi bencana,” kata WahyuNingrum anggota tim PKM.

Untuk mengetahui    pemahaman mitigasi bencana    para siswa diminta mengisi daftar isian  untuk mengetahui seberapa  paham para peserta didik akan hal ini. Juga merupaka   bentuk literasi  bencana gempa bumi.(*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

    Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Dalam mendukung pemantauan dan pengelolaan kelestarian biodiversitas dibutuhkan data lapangan yang lebih luas. Menghadapi tantangan  luasnya wilayah dan keterbatasan sumber daya manusia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi menyelenggarakan DESAIN #8 (Dialog Eksplorasi Sains Data dan Informasi yang memberi Peran Citizen Science dalam Transformasi Data Biodiversitas belum lama […]

  • Gempa dengan Magnitudo 7,0 Terasa hingga Morotai

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Basirun (36) warga Daruba Morotai dihubungi kabarpulau.co.id/ dari Ternate Kamis (21/1) pukul 23.00 WIT  mengaku, peristiwa gempa yang berpusat di  Kota Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud sangat terasa di  Pulau  Morotai Provinsi Maluku Utara. Dia mengaku  karena kuatnya gempa itu turut membuat panic warga. “Sangat terasa goyangan gempa malam ini. Memang pusat gempa di Talaud tetapi […]

  • Masyarakat Adat Terancam  Program Biofuel

    Masyarakat Adat Terancam  Program Biofuel

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Ikrar Belém 4x akan Sia-Sia bila Hutan dan Masyarakat Adat terus Dieksploitasi Bersama lebih dari 1.900 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Climate Action Network (CAN), Greenpeace menolak “Belém 4x Pledge,” inisiatif guna melipatgandakan produksi bahan bakar berkelanjutan (biofuel) hingga empat kali lipat dalam satu dekade mendatang. Kepala Kampanye Solusi untuk Hutan Global Greenpeace, Syahrul […]

  • KPK Ingatkan Kepala Daerah di Malut Tak Korupsi

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 655
    • 1Komentar

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengingatkan  seluruh kepala daerah Gubernur dan Bupati serta Wali Kota di Maluku Utara (Malut) untuk  memelihara integritas dan nama baik selama maupun setelah menjabat. Menurut Alex, nama baik dan kebanggaan dalam memelihara integritas akan abadi lintas generasi. Demikian disampaikan Alex dalam Rapat Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi […]

  • CONSERVE, Kegiatan Pengarusutamaan Kehati Lintas Sektor

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Kakatua Putih salah satu jenis burung yang dilindungi di Maluku Utara foto M Ichi

  • WALHI: Investasi Massive Mengarah ke Timur

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 724
    • 0Komentar

    Ancaman Serius  Pesisir dan Pulau Kecil di Maluku Utara Provinsi Maluku Utara yang sebagian besar wilayahnya berupa laut, memiliki 856 buah pulau. Dari jumlah itu ada pulau yang tergolong besar seperti Halmahera (18.000 Km2 ) dan pulau-pulau yang ukurannya relatif sedang yaitu  Pulau Obi (3.900 Km2 ),  Pulau Taliabu (3.195 Km2 ), Pulau Bacan (2.878 […]

expand_less