Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ingatkan Warga Kota Ternate Hemat, Jaga dan Rawat Air

Ingatkan Warga Kota Ternate Hemat, Jaga dan Rawat Air

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 18 Mar 2023
  • visibility 535

Kampanye Jalanan Komuntas Save Ake Gaale Ternate

Hari Air Sedunia atau World Water Day yang diperingati warga dunia pada 23 Maret setiap tahun, selalu diperingati juga kelompok masyarakat di Kelurahan Sangaji Kota Ternate Utara, terutama mereka yang berada di kawasan sumber mata air Ake Gaale.  

Ada beragam cara dilakukan. Salah satunya sebelum masuk puncak peringatan, digelar berbagai kegiatan. Warga yang terdiri dari kelompok pemuda dan masyarakat umum di kelurahan ini, sudah menggelar sejumlah kegiatan. Terbaru Sabtu (18/3/2023) warga berbondong-bondong turun ke jalan menggelar kampanye jalanan    dengan parade kendaraan bermotor  di beberapa ruas jalan di kota Ternate. Kegiatan yang dikawal oleh aparat keamanan itu digelar Sabtu pagi dimulai titik start nya  di Kelurahan Sangaji menuju pusat kota. Dari  pusat kota, kawasan tapak terus jalan Ahmad Yani  menuju Jalan Hasan Esa berbalik ke Utara  Jalan Mononutu, selanjutnya terus sampai   Kelurahan Dufa-dufa dan kembali ke Sangaji.

Di kawasan pusat kota sempat beberapa kali berhenti dan membentangkan spanduk bertuliskan “Mempercepat Perubahan untuk Mengatasi Krisis Air dan Sanitasi” sembari mengingatkan warga kota pentingnya menjaga dan merawat sumber air   di pulau Ternate.

Sekadar diketahui kawasan Ake Gaale sebagai salah satu sumber mata air di Ternate memberi sumbangan penting ketersediaan air bagi warga kota Ternate.    

“Kegiatan hari ini adalah  bagian dari konsistensi kami Komunitas Save Ake Gaale dan masyarakatnya menyuarakan peyelamatan air di kota Ternate.  Kami concern  issue air sejak tahun 2015.  Perlu diketahui  bahwa Save Ake Gaale berdiri tahun 2001 dan tetap mengawal isyu air hingga sekarang,” kata Ketua Komunitas Save Ake Gaale Alwan M Arif.

Dia bilang setiap tahun tidak melewatkan  peringata hari air sedunia   dengan  kampanye penyelamatan air. Berbagai cara menyuarakan pentingnya melestarikan air sebagai sumber kehiduapan utama manusia, selain oksigen dan makanan. “Modal kami adalah semangat anak muda dan dukungan masyarakat,” jelasnya. Komunitas Save Ake Gaale saat ini  bahkan  bergerak ke bidang budaya dan seni. Semuanya mempunyai tujuan sama yaitu ” Menyelamatkan Air, Selamatkan Alam”.

Apa yang dilakukan ini sebenarnya adalah upaya  menyamakan persepsi seluruh warga kota Ternate dengan gerakan nyata lebih bijak menggunakan air. Ini juga  upaya membangun penyadaran.  Pelan tapi pasti pemerintah dan mereka yang mempunyai wewenang mengatur penggunaan air akan sadar bahwa tidak boleh terlena dengan cara lama, hanya terus menerus mengeksploitasi air.  Sudah saatnya melakukan konservasi  sumber daya air yang ada.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saatnya Pariwisata Go Digital

    • calendar_month Jum, 27 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Cry Jailolo Ramaikan Ultah GenPI dan Pasar Teluk   Pada 25 November 2020 lalu,  Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Halmahera Barat dan Pasar Teluk, genap berusia dua tahun.  Dalam perayaan ulang tahun kedua itu banyak atraksi ditampilkan. Salah satunya seni tari Cry Jailolo  yang sudah go internasional itu. Rilis yang dikirimkan GenPi kepada kabarpulau.co.id/ menyebutkan, dengan […]

  • Sampah Plastik dari Laut Malut Diserahkan ke PT Unilever

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 930
    • 2Komentar

    PT Unilever Masuk Top 5 Penghasil Sampah Plastik LSM Internasional BreakFree From Plastic melaporkan  bahwa PT Unilever masuk dalam Top 5 plastic polluters  di Indonesia.  Dari laporan Break Free tersebut menyebutkan bahwa    produsen   sampah plastic terbesar pertama adalah The Coca-Cola Company,  Pepsi Co,  Nestle,  Unilever dan  Mondelez International. Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) setelah mengunjungi […]

  • Warga Bahalo Sagu di Festival Kampung Pulau

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Meremas pokok sagu yang dipukul atau orang kampung menyebutnya dengan Oro untuk mendapatkan tepung sagu/foto hiar

  • 9 Ekor Paruh Bengkok Pulang ke Halmahera

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle
    • visibility 633
    • 0Komentar

    Burung burung tersebut saaat diangkut menuju Halmahera

  • Fitako Sumber Energi Terbarukan yang Belum Dilirik

    • calendar_month Kam, 6 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 669
    • 1Komentar

    Buah fitako ataunyamplung yang telah matang dan jatuh foto Mongabay Indonrsia

  • Buku Adalah Subversif ?

    Buku Adalah Subversif ?

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Penulis: Syaiful Bahri Ruray Putra Wayabula A room without books is like body without soul (Cicero). Ditengah hiruk pikuk pandemik yang belum juga selesai, tiba-tiba saja jagad maya kita dikagetkan dengan tarik menarik soal buku. Dan itu berawal ketika ada postingan Anis Baswedan yang berkain sarung, sedang membaca How Democracies Die, buku karya Steven Levitsky […]

expand_less