Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Banjir dan Longsor, Perparah Jalan Sayoang-Yaba

Banjir dan Longsor, Perparah Jalan Sayoang-Yaba

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 3 Feb 2021
  • visibility 885

Berikut Ini Foto dan Videonya

Kondisi jalan Sayoang-Yaba di Bacan Halmahera Selatan  tidak hanya rusak parah. Jika sebelumnya sempat tertutup longsor dan belum  diperbaiki, jalan tersebut kini kembali longsor hingga  badan jalan tertutup dan tak bisa dilewati kendaraan. Akibatnya, warga makin kesulitan menggunakan ruas jalan milik pemerintah Provinsi Maluku Utara ini.

https://www.youtube.com/watch?v=h0HZNxkbMHw

Longsor yang terjadi di kilometer 11 jalan tersebut     terjadi akibat hujan  Sabtu  (30/1) lalu. Informasi yang dihimpun kabarpulau.co.id/ di lapangan menyebutkan, akibat longsor sebuah mobil avansa yang membawa penumpang dari Babang menuju Yaba sempat terperosok. Meski begitu tidak  ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Jalan ini juga dihantam banjir yang karena meluapnya sungai ake rica di antara Sayoang yaba, footo nachrawi

“Setelah longsor ada mobil  dari Babang menuju ke Yaba  melalui  jalan tersebut. Karena  kendaraan lewat di luar badan jalan  mobil sempat terperosok. Mobil tidak bisa melewati badan jalan dan berusaha melewati tepi jalan karena jalan dipenuhi material tanah,” jelas Nachrawi Rabbul  warga Babang yang berkebun  tak jauh dari kawasan ini. 

Untuk melintas dengan kendaraan roda dua warga terpaksa menggunakan alat seadanya membuka akses agar bisa lewat. 

Nachrawi bilang, longsor  ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya saat hujan deras beberapa waktu lalu diikuti banjir terjadi longsor. Hanya saja belum  menutupi seluruh badan jalan. Saat  longsor kedua semua badan jalan tertutup material.  

Material longsor menutup jalan/foto nachrawi

Sebelumnya Sabtu (30/1/2021) akibat hujan lebat di  pulau Bacan menyebabkan banjir di  Sungai  Ake Rica  hingga  meluap  dan melewati  bahkan menyapu badan  jalan di kilometer 09  Sayoang- Yaba. Banjir tersebut semakin memperparah  kondisi jalan.

Karena kondisi yang menyulitkan ini,  warga meminta segera ada perhatian dari pemerintah provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum.

“Ini ruas jalan provinsi. Harapan kami karena jalan milik provinsi maka  segera diturunkan alat untuk diperbaiki.  Jika tidak, warga makin menderita karena akses yang terputus. Jalan  ini merupakan akses utama warga dari Kota Labuha menuju  Bacan Barat Utara dan sebaliknya,”  kata  Jufri   Hasan salah satu petani di kawasan Ake Rica.  

Kondisi jalan Sayoang Yaba yang belum diaspal/foto nachrawi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku Utara Santrani Abusama yang dikonfirmasi sebelumnya mengaku segera menurunkan staf mengecek dan melakukan  perbaikan. Hanya saja sampai saat ini belum ada tanda tanda perbaikan tersebut. Bahkan hingga longsor bertambah  dan menutup badan jalan ini belum  ada perbaikan dilakukan. “Belum ada orang yang turun melihat kondisi jalan ini,,” kata Jufri. (*) 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • 11 LSM Gugat Badan Bank Tanah ke MA

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 829
    • 1Komentar

    Koalisi Masyarakat Sipil gugat aturan bank tanah. Foto: KPA

  • Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

    • calendar_month Ming, 24 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Farid Terpilih Secara Aklamasi Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate menggelar musyawarah memilih pengurus baru untuk masa jabatan 4 tahun ke depan Sabtu (22/1) kemarin.  Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gamalama Hotel Sahid  itu, turut diisi dengan seminar bertema   “Perikanan Maluku Utara dan Tantangan Industri era 4.0” Beberapa pemateri penting turut hadir yakni […]

  • Krisis Iklim Mengancam Anak Pesisir  

    Krisis Iklim Mengancam Anak Pesisir  

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Harga Mahal Harus Dibayar  oleh Pembangunan yang Abai   Krisis iklim tidak lagi bisa dibaca sebatas cuaca ekstrem. Dia  adalah ancaman terhadap keadilan antar generasi. Laporan Children’s Climate Risk Report 2026 dari UNICEF menunjukkan hampir seluruh anak di dunia terpapar risiko iklim, dengan 1,1 miliar anak menghadapi tiga ancaman sekaligus: kekeringan, panas ekstrem, dan gelombang […]

  • Dulu Tebang, Sekarang Tanam

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Cerita Warga Desa Kao Mulai Rehabilitasi Mangrove  Selasa (28/8) sore sekira pukul pukul 16.00 WIT, dua orang ibu, Iswati Mabang (45 tahun) dan Suparni Sulan (44 tahun) menyulam kebun bibit rakyaat yang berisi  anakan mangrove yang mati. Kebun bibit mangrove ini dibangun  kelompok Green  Kai Dati desa Kao Kecamatan Kao Halmahera Utara. Dua perempuan dari […]

  • Tambang Hadir, Burung di Kawasan Goa Bokimoruru Terancam

    • calendar_month Kam, 15 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 1.686
    • 2Komentar

    Penulis Sofyan A Togubu Berbagai jenis burung beterbangan, juga cuitan mereka, pernah menjadi pemandangan lumrah bagi warga di Desa Sagea. Namun suasana yang indah tersebut kini berubah, seiring hadirnya industri pertambangan nikel di kawasan tersebut. Desa yang terletak di Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara itu sesungguhnya berada dalam koridor Key Biodiversity Area (KBA)–lokasi […]

  • KPK: Kampus Harusnya Kawal Perusahaan Tambang

    • calendar_month Rab, 17 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 805
    • 2Komentar

    Sungai Wale di Halmahera Tengah yang terkontaminasi lumpur kerukan tambang PT BPN beberapa waktu lalu. foto M Ichi

expand_less