Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Kiprah KTH Ake Guraci Marikurubu Ternate

Kiprah KTH Ake Guraci Marikurubu Ternate

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
  • visibility 578

Hijaukan Gamalama, Rencana Produksi Kopi Rampa

Luas hutan lindung Gamalama di Pulau Ternate mencapai 2.378 Ha. Dari luasan itu sebagian  menghadapi masalah menyangkut kelestarian hutan akibat adanya perambahan.  Sebagai sebuah pulau kecil dengan luasan hutan terbatas, jika tidak ada upaya pemulihan dari sekarang, ancaman ke depan akan lebih serius.

Upaya mendorong perbaikan hutan dilakukan melalui gerakan  masyarakat yang terhimpun dalam  Kelompok Tani  Hutan  (KTH). Salah satu yang sedang melakukan perbaikan lingkungan di Hutan Lindung Gamalama adalah KTH Ake Guraci di Kelurahan Marikurubu Ternate Tengah.  

Sekadar diketahui, KTH  ini adalah salah satu Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan atau KTH Perhutanan Sosial   yang berada di bawah binaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ternate Tidore. KTH yang diketahui  Hamadal Minggu itu dibentuk sejak   5 Januari 2005.  

KTH ini mendapat  izin  wilayah kelola  seluas 100 Ha.  “Pendampingannya dilakukan oleh penyuluh atau pendamping Perhutanan Sosial (PS),” jelas Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ternate Tidore Ibrahim Tuhateru Selasa (2/2/2021).

Dia  bilang, perambahan dilakukan oleh masyarakat sehingga dilakukan penggantian  tanaman hutan dengan tanaman multi purpose Tree  species (MPTS). Tanaman MPTS ini  memiliki  ragam fungsi seperti menghasilkan buah- buahan, dedaunan untuk pakan ternak, ranting dan dahannya untuk kayu bakar, serta fungsi-fungsi lain  yang sangat cocok dikembangkan di daerah ini.

Alhamdulillah saat ini kondisi tanamannya bagus,” jelas Ibrahim.

KTH ini juga  punya komitmen yang kuat untuk selalu menjaga kelestarian Hutan Lindung Gunung Gamalama.

Saat ini mereka menanam  bibit matoa, pala, cengkeh, dan kopi di lokasi Hutan Kemasyarakatan   100 hektar   tersebut.

Bibit kopi dan pala yang siap diangkut untuk ditanam oleh angggota KTH

“Penanaman ini bertujuan agar tidak terjadi erosi saat musim penghujan. Selain itu menciptakan iklim mikro, dan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HBBK) seperti buah pala, buah cengkeh, biji Kopi dan buah matoa,” kata Penyuluh Kehutanan dan Penyuluh Pendamping Perhutanan Sosial (PS) Juliaty Rahma Tuhulele, S.Hut.

Di 2020, KTH Ake Guraci  telah menanam kopi sebanyak 1000  bibit,  pala 1.000 bibit, pala dan  matoa 700 bibit.

Bibit ini merupakan  bantuan   dari UPT Kemen LHK Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Maluku Papua yang bekerjasama dengan KPH Ternate Tidore, UPTD serta Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara.

 Juliaty Rahma Tuhulele menyampaikan, KTH Hkm Ake Guraci binaannya selama ini, belum mendapatkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) dari BPSKL Maluku Papua.  Pada 2020 sudah diusulkan dan akan mendapat bantuan tersebut di 2021.   

Proses penanaman yang dilakukan oleh anggota KTH di kawasan Hutan Lindung Gamalama foto fb Juliaty Rahma

“Proposal AEP  ke BPSKL Maluku Papua di Ambon  sudah disampaikan.  Besar harapan kami  bisa memdapatkan bantuan ini di 2021 ini,”harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan seluruh anggota KTH HKm Ake Guraci  agar di 2021  ini mereka bisa mendapatkan bantuan AEP tersebut berupa alat pengolahan kopi eempah agar mereka bisa memanfaatkan  Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti  biji kopi, cengkeh dan pala yang telah ditanam. Selanjutnya akan diracik dengan resep tradisional menjadi kopi rempah.   Di lokasi  itu sebelumnya juga telah ada tanamam kopi dan hasil panen dari biji kopi sudah disimpan untuk persiapan digunakan sebagai bahan baku.

“ Saya dan Ketua KTH HKm Ake Guraci mewakili anggota  sangat mengharapkan bantuan AEP dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan BPSKL Wilayah Maluku Papua, agar pada 2021  dapat dimanfaatkan  bantuan itu agar KTH ini bisa  mandiri dan sejahtera,” kata  Juliaty Rahma. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

    Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Entah apa yang ada dalam benak Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus,  pasca tragedi kecelakaan longboat dari Mangole Tujuan Sanana pertengahan September lalu, dia lalu mengeluarkan instruksi untuk seluruh PNS daerah itu. Instruksi tegas mewajibkan untuk menyumbang tiap orang satu pelampung atau life jaket untuk diserahkan ke long boat atau alat transportasi lainnnya. Kecelakaan […]

  • WALHI: Jangan “Jual” Halmahera dan Pulau Lainnya

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 540
    • 0Komentar

    AKSI kampanye yang digelar WALHI Malut dan Koalisi Barisan rakyat (KOBAR ) pada Senin 14 November 2022 foto WALHI

  • Wisata Danau di Halmahera Ini Layak Dikunjungi

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Cerita dari  Ekspedisi Cinta Talaga  Rano   Wilayah Maluku Utara yang berada di kawasan  ring of fire atau cincin api, ternyata memiliki beberapa keistimewaan. Salah satunya, dari aktivitas vulkanis gunung api , ikut memunculkan  danau  di sekitarnya.  Danau yang ada menjadi potensi wisata yang sangat menjanjikan.  Data yang dirilis Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan […]

  • Ekspor Cengkih Tidore ke Eropa, Dasar Hari Rempah Nasional

    • calendar_month Sab, 12 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Negeri Moloku Kie Raha sebagai pusat rempah tidak diragukan lagi.Gugusan pulau-pulau di negeri para sultan ini memiliki tanaman khas cengkih dan pala sejak abad ke 16 sampai saat ini. Karena itu juga penetapan Hari Rempah Nasional  (HRN) yang jatuh pada 11 Desember lalu juga berdasarkan  ekspor  cengkih Tidore ke Eropa  sebanya 27,3 ton yang dilakukan  […]

  • Rumpon Liar di Selat Obi Dibersihkan    

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle
    • visibility 556
    • 2Komentar

    Nelayan: Selat Obi Diusul Jadi Wilayah Pemberdayaan  Nelayan  Kecil   Nelayan Obi yang selama ini mengeluhkan banyaknya rumpon liar di laut Obi, akhirnya bernapafas lega. Pasalnya,  Dinas  Perikanan Provinsi Maluku Utara Sabtu (02/07/2022) bersama masyarakat nelayan dan  instansi tekait memutus tali puluhan rumpon di Selat Obi Kabupaten Halmahera Selatan. “Pemutusan ini sekaligus menjawab aspirasi nelayan di Kecamatan […]

  • Cerita Warga Mengolah Aren, Melindungi Hutan Halmahera

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    Hari masih gelap di akhir  Februari lalu, ketika Fadli  Hafel (34) sudah harus berjalan sekira tiga kilometer dari rumah di kampung Samo  Gane Barat Utara Halmahera Selatan, menuju hutan desa itu mengambil air nira dari pohon aren.  Sejak pagi sekira pukul 06.00 WIT, dia sudah keluar dari rumah mengambil   air nira yang  ditadah menggunakan ruas […]

expand_less