Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Kiprah KTH Ake Guraci Marikurubu Ternate

Kiprah KTH Ake Guraci Marikurubu Ternate

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
  • visibility 865

Hijaukan Gamalama, Rencana Produksi Kopi Rampa

Luas hutan lindung Gamalama di Pulau Ternate mencapai 2.378 Ha. Dari luasan itu sebagian  menghadapi masalah menyangkut kelestarian hutan akibat adanya perambahan.  Sebagai sebuah pulau kecil dengan luasan hutan terbatas, jika tidak ada upaya pemulihan dari sekarang, ancaman ke depan akan lebih serius.

Upaya mendorong perbaikan hutan dilakukan melalui gerakan  masyarakat yang terhimpun dalam  Kelompok Tani  Hutan  (KTH). Salah satu yang sedang melakukan perbaikan lingkungan di Hutan Lindung Gamalama adalah KTH Ake Guraci di Kelurahan Marikurubu Ternate Tengah.  

Sekadar diketahui, KTH  ini adalah salah satu Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan atau KTH Perhutanan Sosial   yang berada di bawah binaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ternate Tidore. KTH yang diketahui  Hamadal Minggu itu dibentuk sejak   5 Januari 2005.  

KTH ini mendapat  izin  wilayah kelola  seluas 100 Ha.  “Pendampingannya dilakukan oleh penyuluh atau pendamping Perhutanan Sosial (PS),” jelas Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ternate Tidore Ibrahim Tuhateru Selasa (2/2/2021).

Dia  bilang, perambahan dilakukan oleh masyarakat sehingga dilakukan penggantian  tanaman hutan dengan tanaman multi purpose Tree  species (MPTS). Tanaman MPTS ini  memiliki  ragam fungsi seperti menghasilkan buah- buahan, dedaunan untuk pakan ternak, ranting dan dahannya untuk kayu bakar, serta fungsi-fungsi lain  yang sangat cocok dikembangkan di daerah ini.

“Alhamdulillah saat ini kondisi tanamannya bagus,” jelas Ibrahim.

KTH ini juga  punya komitmen yang kuat untuk selalu menjaga kelestarian Hutan Lindung Gunung Gamalama.

Saat ini mereka menanam  bibit matoa, pala, cengkeh, dan kopi di lokasi Hutan Kemasyarakatan   100 hektar   tersebut.

Bibit kopi dan pala yang siap diangkut untuk ditanam oleh angggota KTH

“Penanaman ini bertujuan agar tidak terjadi erosi saat musim penghujan. Selain itu menciptakan iklim mikro, dan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HBBK) seperti buah pala, buah cengkeh, biji Kopi dan buah matoa,” kata Penyuluh Kehutanan dan Penyuluh Pendamping Perhutanan Sosial (PS) Juliaty Rahma Tuhulele, S.Hut.

Di 2020, KTH Ake Guraci  telah menanam kopi sebanyak 1000  bibit,  pala 1.000 bibit, pala dan  matoa 700 bibit.

Bibit ini merupakan  bantuan   dari UPT Kemen LHK Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Maluku Papua yang bekerjasama dengan KPH Ternate Tidore, UPTD serta Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara.

 Juliaty Rahma Tuhulele menyampaikan, KTH Hkm Ake Guraci binaannya selama ini, belum mendapatkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) dari BPSKL Maluku Papua.  Pada 2020 sudah diusulkan dan akan mendapat bantuan tersebut di 2021.   

Proses penanaman yang dilakukan oleh anggota KTH di kawasan Hutan Lindung Gamalama foto fb Juliaty Rahma

“Proposal AEP  ke BPSKL Maluku Papua di Ambon  sudah disampaikan.  Besar harapan kami  bisa memdapatkan bantuan ini di 2021 ini,”harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan seluruh anggota KTH HKm Ake Guraci  agar di 2021  ini mereka bisa mendapatkan bantuan AEP tersebut berupa alat pengolahan kopi eempah agar mereka bisa memanfaatkan  Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti  biji kopi, cengkeh dan pala yang telah ditanam. Selanjutnya akan diracik dengan resep tradisional menjadi kopi rempah.   Di lokasi  itu sebelumnya juga telah ada tanamam kopi dan hasil panen dari biji kopi sudah disimpan untuk persiapan digunakan sebagai bahan baku.

“ Saya dan Ketua KTH HKm Ake Guraci mewakili anggota  sangat mengharapkan bantuan AEP dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan BPSKL Wilayah Maluku Papua, agar pada 2021  dapat dimanfaatkan  bantuan itu agar KTH ini bisa  mandiri dan sejahtera,” kata  Juliaty Rahma. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanam Mangrove agar “Merdeka” dari Abrasi

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Cerita Aksi Komunitas Pencinta Mangrove Khatulistiwa Kawasan taman pemakaman umum (TPU) Desa Guruapin Kecamatan Kayoa Halmahera Selatan saat ini berada dalam  kondisi terancam. TPU yang berada di pantai  bagian barat desa itu, terancam abrasi cukup serius yang membuat pemakaman itu habis tersapu air. Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan itu, Komunitas Pecinta Mangrove Khatulistiwa  (KPMK) yang […]

  •  Ini Urgensinya Energi Bersih dan Terbarukan  

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Salah satu penyumbang emisi terbesar yang berdampak pada Krisis iklim adalah sektor energi, sementara komitmen untuk transisi energi menuju energi bersih dan terbarukan seolah berjalan lambat. Di sisi lain masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati listrik seperti yang dinikmati di daerah perkotaan. Untuk membedah masalah ini, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama BBC […]

  • Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    Sarade Kasim 50 (tahun) dan istrinya Nurima (45 tahun) sibuk membangun sebuah rumah papan di lahan kebun mereka. Bahan rumah  dari papan serta kayu olahan lainnya, diangkut dari hutan tak jauh dari situ. Rumah itu berdiri kurang lebih 1,5 kilometer dari desa Bicoli Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara. Tepatnya di bagian […]

  • Ini Potensi Keanekaragaman Hayati Tiga TWP di Malut (1)

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2020
    • account_circle
    • visibility 2.190
    • 0Komentar

    Delapan kawasan konservasi perairan (KKP) yang diusulkan Pemerintah  Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP), tiga diantaranya telah  ditetapkan  oleh Menteri  Kelautan dan  Perikanan (MKP) menjadi Taman Wisata Perairan (TWP).  Penetapan ini melalui  Keputusan  Menteri   Kelautan  dan Perikanan  Republik  Indonesia   10 Juni 2010 lalu di Jakarta. Pertama, Pulau Mare dan Perairan Sekitarnya. Penetapan […]

  • Bencana Perubahan Iklim Terus Meningkat    

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 861
    • 0Komentar

    Sepanjang 2023 -2024 Ada 5000 Lebih Kejadian Ada kurang lebih 5000 kejadian  bencana   tercatat disebabkan oleh  perubahan iklim dalam satu tahun ini.  Bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan cuaca dan iklim (hidrometereologis) terus meningkat tajam. Sementara isu perubahan iklim saat ini menghadapi tantangan serius   baik dari masyarakat dan pemerintah dalam negeri, maupun dari masyarakat global. […]

  • Banjir dan Longsor, Perparah Jalan Sayoang-Yaba

    • calendar_month Rab, 3 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 859
    • 1Komentar

    Berikut Ini Foto dan Videonya Kondisi jalan Sayoang-Yaba di Bacan Halmahera Selatan  tidak hanya rusak parah. Jika sebelumnya sempat tertutup longsor dan belum  diperbaiki, jalan tersebut kini kembali longsor hingga  badan jalan tertutup dan tak bisa dilewati kendaraan. Akibatnya, warga makin kesulitan menggunakan ruas jalan milik pemerintah Provinsi Maluku Utara ini. Longsor yang terjadi di […]

expand_less