Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
  • visibility 961

Kiriman Tulisan Andy Taufik  Marasabessy

Pulau Tidore dan Ternate, memiliki kawasan ekowisata  yang tidak pernah habisnya. Beberapa  spot di daerah puncak gunung dua pulau ini, menyimpan beragam potensi wisata  alam pegunungan. Terbaru adalah Bukit Lona di Lingkungan Lada Ake Kelurahan Jaya Keamatan Tidore Utara. Kawasan ini menyimpan sejuta potensi ekowisata.

Sebagai daerah di puncak Pulau Tidore, bukit yang memiliki pemandangan  eksotis ini,  bisa menjadi pilihan  wisata  alam  bebas. Dari sini   bisa juga menikmati  wanginya  bau rempah pala dan cengkih. Termasuk ikut menyaksikan proses panen pala dan cengkih dari warga setempat.  Kawasan ini  bisa  jadi pilihan tempat wisata penting di Kota Tidore dan Ternate.

Untuk mencapai ekowisata ini bisa lewat Kelurahan Soasio ke Kelurahan Gurabunga,  selanjutnya  menuju  Lada Ake atau juga dari Tidore Utara melalui Kelurahan Rum menuju Kelurahan Jay dan selanjutnya ke Lada Ake.  Akses ke kawasan ini juga terbilang lancar bisa  dengan  kendaraan roda dua maupun roda empat.  

Lalu apa kelebihan Bukit Lona?  Bukit Lona  Lada Ake    di alam pegunungan Tidore  ini sangat sejuk dihiasi hutan cengkih dan pala. Dari sini juga,  bisa menyaksikan  pemandangan  indah  jejeran pulau  Maitara dan Ternate dari ketinggian Tidore. Para pengunjung bahkan bisa mengambil camping di kawasan  ini untuk beberapa hari.  

Biji pala yang menjadi ikon kawasan ekowisata Bukit Lona

Tempat wisata ini mulai dirinitis awal 2020 lalu. Digagas  oleh  Penyuluh  Kehutanan Pendamping Bahrun Marsaoly dan  Kasie Perencanaan KPH Ternate Tidore Iwan Jus Marsaoly. Keduanya menggolkan kawasan ini jadi tempat wisata.

“Awal  Januari  2020 saat Iwan Jus Marsaoly mendatangi kebun pala orang tuanya di Desa Lada Ake Kelurahan Jaya Tidore Utara. Beristirahat sejenak di kebun pamannya Wahab Marsaoly dan Thalib Marsaoly. Iwan  melihat  spot view Bukit Lona yang indah.  Dia lalu  mengabadikan gambar- gambar dari ketinggian. Usai kunjungan, selanjutnya dia serahkan foto-foto kepada saya karena masuk wilayah kerja saya diDesa  Lada Ake ini. Atas informasi itu kemudian  terinspirasi  membuat spot ekowisata jasa  lingkungan di Bukit Lona ini,” cerita  Bahrun.

Dia bilang niat awalnya meningkatkan kesejahteraan Kelompok Tani Hutan (KTH) di daerah ini. Bermodal laptop,  Bahrun  membuat proposal kepada 13 mitra kehutanan atau  penampung kayu di Kota Tidore  agar membantu merealisasikan mimpi tersebut. Lewat proposal itu,  didapat dana Rp7 juta sebagai modal awal  mengembangkan spot ini. Dana   itu kemudian  dibelikan material dan dibangun  fasilitas satu panggung foto dan 4 tempat duduk.

“Memang usaha ini sempat terhenti beberapa waktu karena Covid 19 yang merebak. Meski begitu  karena sudah diperkenalkan melalui media social facebook,  jadi tetap dikunjungi  warga.  Mereka  penasaran  dan terus berdatangan ke  bukit Lona ini,” ujar Bahrun.

Spot Selfi yang menarik bagi pengunjung Bukit Lona/foto Andy Taufik

Juni 2019 Bahrun  menyampaikan  proposalnya ke Kepala  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ternate Tidore Ibrahim Tuheteru. Tujuannya, agar KTH Mafulada dapat menjadi binaan dan diusulkan menjadi Kelompk Tani Hutan (KTH)/Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS)   dalam mendukung Perhutanan Sosial di Maluku Utara. “Lewat usulan itu ada respon baik dari KPH Ternate Tidore dan dikomunikasikan ke Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Maluku Papua  di Ambon sambil  menunggu tindak lanjutnya,” jelasnya.

Oktober 2020, saat pendemi Covid  mulai mereda KTH Jasa Lingkungan Bukit Lona   bergeliat dengan membuat spot  baru  secara swadaya seperti sekarang ini.

“Jika Bukit Lona sudah menjadi  KTH Perhutanan Sosial maka akan meminta bantuan untuk mengembangkan agroforestry dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan alat menanam dan bibit sayuran,” kata  Bahruin lagi. Bibit sayuran  ini  akan ditanam di sela-sela pohon hutan dan koloni madu trigona agar Bukit Lona selain menawarkan keindahan alam, juga menjadi penghasil sayuran dan beragam hortikultura. Tidak itu saja, ke depan  bisa menghasilkan madu trigona dari hasil budidaya lebah madu, sekaligus menjadi tempat penelitian.  Dia bilang lagi ide ini perlu didukung instansi terkait dan para pihak lainnya agar berhasil dan dapat menginspirasi para pejuang  pemberdayaan KTH di mana pun.

Tangga menuju Bukit Lona/foto Andi Taufik

“Saya berterima kasih Kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara H. M. Sukur Lila,  dan Kepala KKPH Ternate Tidore Ibrahim Tuheteru dan jajarannya bersama Kasie Perencanaan KPH Ternate Tidore Iwan Marsaoly bersama 13 Mitra Kehutanan  di Kota Tidore Kepulauan. Mereka telah mendukung perjuangan  mensejahterakan KTH dengan tetap menjaga kelestarian hutan.  Satu tujuan kita  Masyarakat Sejahtera dan Hutan Lestari,” kata Bahrun.    

Beberapa sarana wisata yang telah dibangun di Bukit Lona/foto Andy Taufik

Kepala KPH Ternate Tidore Ibrahim Tuhateru yang dihubungi kabarpulau.co.id/ Rabu (24/11) siang menjelaskan, kawasan wisata ini bisa jadi pilihan dalam menikmati keindahan alam bahkan  bisa  camping. Ke depan KPH akan mengembangkan kawasan  ekowisata  ini. “Luasanya tidak cukup satu hektar.  Kawan kawan sudah melakukan pembicaraan  untuk diperluas  ke kiri kanan  dari spot yang  ada sekarang.  Untuk masuk kawasan wisata ini  biaya seikhlasnya karena masih menunggu  usulan izin perhutanan sosial agar pengelolaanya diberikan kepada  kelompok tani hutan setempat,” jelas Kepala KPH Ternate Tidore  Ibrahim Tuhateru  yang dihubungi Rabu (25/11/2020) siang. (*) 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi Lingkungan Maluku Utara Butuh Perhatian

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle
    • visibility 2.045
    • 0Komentar

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2020 ini mengambil  tema  “Time For Nature” yang mengajak  penduduk dunia menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus dijaga kelestariannya. Sayangnya apa yang didengungkan ini  berbanding terbalik dengan kondisi  saat ini.  Di Provinsi Maluku […]

  • BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara umumnya, agar selalu  waspada dengan kondisi cuaca  beberapa hari ini. Kepala BMKG Ternate Joko Sumardiono melalui rilis  yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ menyampaikan bahwa   umumnya hujan ringan di sebagian besar wilayah Maluku Utara dengan potensi hujan sedang-lebat di wilayah Taliabu. […]

  • Ini Masalah Warga Pulau Kecil di Halmahera Selatan  

    • calendar_month Jum, 4 Feb 2022
    • account_circle
    • visibility 850
    • 1Komentar

    Tambyambut atan perahu desa Hatejawa Moari yang tenggelam jika air pasang. Terlihat anak anak desa ini berdiri menyambut speed boat yang akan sandar di tambatan perahu desa ini

  • Ini Hasil Kajian Kebutuhan Air Bersih Warga Kalumata

    • calendar_month Sab, 3 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 761
    • 0Komentar

    keran air. foto pixabay

  • Air Laut Coklat Kemerahan, Ikan Mati dan Warga Was-was

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2020
    • account_circle
    • visibility 2.064
    • 0Komentar

    Warga Desa Sangapati  dinstruksikan  menghindari mengomsumsi ikan  mati massal karena dicurigai beracun. Sementara anak- anak  dan  orang dewasa, diminta  menghindari sementara waktu mandi di laut.   Warna air laut yang biasanya  bening menjadi coklat pekat kemerah- merahan  itu  ikut menyebabkan matinya berbagai jenis biota   di kawasan laut pulau Makeang  Halmahera Selatan  Maluku Utara. Peristiwa ini membuat […]

  • Pulau-pulau Makin Terancam Sampah Plastik

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Kawasan Pasir Putih di Morotai Tertutupi Sampah Pulau-pulau di Maluku Utara saat ini sangat terancam dengan sampah. Terutama sampah yang masuk ke laut  dan kemudian kembali ke pantai.  Ada beragam jenis sampah ditemui di tepi pantai. Plastic terutama kantong kresek, botol bekas minuman, sachet  berbagai makanan ringan dan beragam kebutuhan lainnya. Tidak itu saja ada […]

expand_less