Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Pulihkan Ekonomi Warga dari Covid-19 dengan Tanam Mangrove

Pulihkan Ekonomi Warga dari Covid-19 dengan Tanam Mangrove

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
  • visibility 689

Pandemic Covid 19 benar-benar berdampak buruk bagi seluruh sendi kehidupan.   Hal ini juga ikut berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat terutama masyarakat kecil yang berada di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Secara nasional kondisi ini ikut  menekan pertumbuhan ekonomi.  Data resmi Badan Statitistik  5 Agustus 2020, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2018-2020 relatif menurun, hingga triwulan II 2020 tercatat minus 5,32 %. Ini juga salah satu dampak Covid akibat  pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap jutaan tenaga kerja swasta dan lesunya beberapa sektor usaha.

Untuk menangani kondisi ini ada berbagai langkah dan kebijakan diambil Negara.  Seperti yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka penanganan dampak Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Saat ini KLHK  melaksanakan  program nasional padat karya tunai(cash for work) berupa penanaman mangrove di Maluku Utara. Secara ada 15000 hektar lahan mangrove yang akan ditanam.

Rilis yang diterima kabarpulau.co.id/ dari  KLHK melalui  Balai  Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ake Malamo Ternate menyebutkan, Provinsi Maluku Utara mendapat alokasi kegiatan padat karya itu  seluas 119 ha yang tersebar di  enam) kabupaten/kota. “Dari penanaman ini  kita prediksi menyerap tenaga kerja sebanyak 666 jiwa dari 29 kelompok tani/komunitas, dengan total menyerap 10.066 hari orang kerja (HOK),” kata  Asih Yunani, M.P Kepala BPDAS-HL Ake Malamo 

Pembibitan mangrove yang dilakukan kelompok mangrove di Kao Halmahera Utara

Dia bilang Padat Karya Penanaman Mangrove ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat (terdampak PHK/pandemik dan atau berpenghasilan rendah). Dia juga  bersifat produktif berupa penanaman mangrove dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Skema padat karya tunai diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan memberikan upah langsung tunai kepada tenaga kerja yang terlibat secara mingguan maupun dua mingguan, sehingga dapat menambah daya beli masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan mangrove,” tambahnya.

Kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan oleh Komunitas Pencinta Mangrove Khatulistiwa

Pelibatan masyarakat dalam kegiatan padat karya penanaman mangrove meliputi penyediaan bibit, distribusi dan penanaman bibit. Sesuai kondisi eksisting mangrove Maluku Utara. Lanjutnya, pola penanaman mangrove tersebut antara lain pola intensif, pengkayaan dan rumpun berjarak. Selain itu, sebagai pendukung kegiatan, di beberapa lokasi penanaman mangrove juga dibuatkan pemecah ombak sederhana dan perlindungan tanaman.

“Saat ini Kepala Dinas Kehutanan Maluku Utara, Hi. M. Sukur Lila, S.Hut.,M.Si.,  telah memerintahkan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten/Kota, selaku Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), untuk berkoordinasi dan bekerjasama dengan BPDASHL Ake Malamo dan para pihak lainnya guna menyukseskan program Padat Karya Penanaman Mangrove,” jelas Asih. Selanjutnya, secara teknis dan kelembagaan kelompok tani/komunitas didampingi fasilitator dari KPH Kabupaten/Kota dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku.

Asih turut berharap  dukungan warga Moloku Kie Raha dan para pihak lainnya agar program Padat Karya Penanaman Mangrove  ini berhasil sesuai dengan tujuan umum, yakni kelestarian mangrove dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan mangrove di Provinsi Maluku Utara. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Warga Ibukota Malut Berjuang Dapatkan Air Bersih

    • calendar_month Sel, 4 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Ilustrasi kran yang airnya berjalan lancar

  • Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Pantai Pulau Mtu Mya di Halmahera Tengah

  • Warga Desa Idamdehe Jailolo Kekeringan Air

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    JAILOLO-Suda sebulan warga masyarakat desa Idamdehe kecamatan jailolo tidak mengkonsumsi air bersih. “Ini akibat dari musim  kemarau beberapa bulan belakangan ini.  Akibatnya sumber mata air bersih di desa kami kering, sejak awal Maret lalu hingga kini warga masyarakat desa Idamdehe kesulitan air bersih” Kata Ketua BPD Desa Idamdehe Dudi Yabu  belum lama ini. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga […]

  • Toyom, Pohon Penyembuh Luka dari Halmahera

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    Sterculia oblongifolia atau yang dikenal dengan sebutan toyom merupakan tumbuhan yang sangat bermakna bagi masyarakat sekitar Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Halmahera Timur, Maluku Utara. Tumbuhan ini berperan penting dalam kehidupan komunitas suku Togutil di sana yang masih nomaden foto KLHK

  • Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

    Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.606
    • 0Komentar

    Entah apa yang ada dalam benak Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus,  pasca tragedi kecelakaan longboat dari Mangole Tujuan Sanana pertengahan September lalu, dia lalu mengeluarkan instruksi untuk seluruh PNS daerah itu. Instruksi tegas mewajibkan untuk menyumbang tiap orang satu pelampung atau life jaket untuk diserahkan ke long boat atau alat transportasi lainnnya. Kecelakaan […]

  • TFFF Dorong Pembiayaan Skala Besar untuk Konservasi Hutan Tropis

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Pemerintah Brasil dan United Nations Development Programme (UNDP)  bersama-sama menyelenggarakan lokakarya regional tentang Tropical Forest Forever Facility (TFFF) bersama Negara-negara Anggota ASEAN dan para pemangku kepentingan di Jakarta Senin (20/10/2025). Lokakarya ini adalah milestone penting untuk memperkuat kerja sama multilateral dan membangun momentum menjelang peluncuran resmi TFFF pada Leaders’ Summit COP30 di Belém, Brasil, pada […]

expand_less