Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Waspada, Cuaca Buruk Landa Maluku Utara

Waspada, Cuaca Buruk Landa Maluku Utara

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
  • visibility 573

KSOP Hentikan Sementara Aktivitas Pelayaran Antarpulau  

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Ternate mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Maluku Utara, terkait kondisi cuaca yang  berubah setiap saat belakangan ini. Rilis yang dikeluarkan BMKG pada Rabu (15/2/203) menyampaikan prakiraan cuaca  sekaligus imbauan kepada masyarakat  untuk tetap memerhatikan kondisi cuaca yang terjadi tiap saat. Terutama aktivitas perjalanan transportasi laut. 

Petugas Prakirawan BMKG Stamet Muhammad Fauzi Bintiang melalui rilisnya menjelaskan,  Rabu (15/2/2023)  umumnya berawan dengan potensi hujan ringan – lebat di wilayah Jailolo, Sidangoli, Sofifi, Ternate, Oba Utara, Morotai, Kayoa, Tobelo, Kao, Subaim, Gane, Obi, Taliabu, Bacan dan sekitarnya.

Sementara  siang hingga sore,  juga  umumnya berawan dengan potensi hujan ringan – lebat di wilayah Jailolo, Ibu, Siadngoli, Subaim, Patani, Taliabu, Bacan, Loloda, Obi, Kao, Tobelo, Ternate, Tidore dan sekitarnya

BMKG juga mengingatkan kepada masyarakat, terutama yang melakukan perjalanan laut dan udara perlu mewaspadai adanya, potensi hujan sedang hingga lebat   disertai angin kencang.

Angin kencang sendiri sebenarnya terjadi sejak Selasa (14/2/2023) sore hingga malam yang menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas pribadi dan umum di berbagai tempat. Sebut saja kerusakan Gedung pasar Jailolo hingga  adanya kerusakan rumah di Sidangoli.  

Untuk perkiraan kondisi angin  kencang   sendiri terjadi di wilayah  Ibu,  Loloda,  Morotai , Ternate, Tidore, Bacan  , Obi, Kao , Oba Utara  dan sekitarnya.

BMKG juga  ingatkan kepada masyarakat pengguna transportasi serta yang bermukim di daerah pesisir  bahwa  saat ini sedang terjadi gelombang tinggi mencapai 2 meter diikuti kecepatan angin yang tinggi

“Tinggi gelombang mencapai 2.0 meter akibat adanya  kecepatan angin tinggi itu  terjadi di perairan   Ternate  -Batang Dua, Ternate-Jailolo-Loloda, Ternate-Kayoa-Makian, Bacan-Obi -Sanana-Bobong, dan sekitarnya,” jelas BMKG dalam rilis resminya.    

Soal  kondisi cuaca  ekstrem saat ini, Kepolisian Resor  Ternate melalui Kasi Humas, Iptu Wahyuddin   mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Kota Ternate terutama yang bermukim di bantaran kali mati maupun di tebing yang rawan longsor untuk lebih tingkatkan waspada. “Tetap waspada terutama yang tinggal di bantaran kali mati dan rawan longsor, karena selain hujan juga disertai dengan angin kencang,” ungkapnya.

Dikutip dari https://www.rri.co.id/ternate/daerah/164068/masyarakat-ternate-diimbau-waspada-cuaca-ekstrem, selain kepada masyarakat yang bermukim di bantaran kali mati dan rawan longsor, Wahyuddin juga meminta masyarakat khususnya pengendara roda dua maupun empat termasuk pejalan kaki, untuk juga tingkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan yang ada pohon.

“Waspada juga dengan pohon tumbang,” kata dia mengingatkan.

 Wahyuddin juga meminta kepada para nelayan, motoris dan masyarakat yang ingin bepergian menggunakan transportasi laut untuk menunda aktivitas sementra sambil menunggu kondisi cuaca sudah kembali normal.

“Tunda dulu, karena kondisi laut juga masih ekstrem kalau sudah kondusif baru bisa melaksanakan aktivitas di laut,”  imbaunya.

Sementara  jika ada kejadian dan kondisi kedaruratan yang memerlukan penanganan dari Kepolisian, masyarakat bisa menghubungi layanan contact center 110. “Mari bersama kenali potensi bencana di sekitar kita, siapkan strategi penyelamatan diri dan keluarga,” pungkasnya.  

Sementara itu kantor kesyahbandaran Ternate  dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Ternate  telah menunda seluruh aktivitas pelayaran di Maluku Utara

Seperti dikutip  dari Kantor Berita Antara dijelaskan bahwa KSOP berdasarkan laporan BMKG menyebutkan bahwa tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 2,5  hingga 4 meter hal ini membuat KSOP telah mengeluarkan pemberitahuan untuk penghentian sementara proses pelayaran di Provinsi Maluku Utara karena adanya gelombang yang tinggi sampai mencapai 4 meter.

“Hal ini sangat membahayakan terutama untuk aktivitas pelayaran antar pulau. Baik dari Ternate ke beberapa pulau di Maluku Utara begitu juga sebaliknya,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II Ternate Miraza A Polpoke. Kantor KSOP  menunda  keberangkatan kapal penumpang lokal seperti kapal ferry, perintis, landing craft tank, SPOB, dan kapal-kapal rakyat terutama rute Ternete tujuan Jailolo, Loloda, Morotai, Pulau Bacan, Pulau Obi, Sanana, Batang Dua, Bitung dan Manado.
KSOP mengimbau seluruh masyarakat pengguna kapal laut belum bisa bepepergian karena  cuaca buruk dan membahayakan keselamatan, terutama yang menggunakan kapal berukuran kecil.

 KSOP sendiri belum memastikan kapan waktunya membuka kembali aktivitas pelayaran.    
“Kami terus memantau kondisi cuaca dan kalau kondisi cuaca membaik, tentunya KSOP akan mengizinkan aktivitas pelayaran kembali,” ujarnya.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buku Adalah Subversif ?

    Buku Adalah Subversif ?

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Penulis: Syaiful Bahri Ruray Putra Wayabula A room without books is like body without soul (Cicero). Ditengah hiruk pikuk pandemik yang belum juga selesai, tiba-tiba saja jagad maya kita dikagetkan dengan tarik menarik soal buku. Dan itu berawal ketika ada postingan Anis Baswedan yang berkain sarung, sedang membaca How Democracies Die, buku karya Steven Levitsky […]

  • Nasib Reptil di Hutan dan Pulau di Maluku Utara 

    • calendar_month Jum, 24 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 1.191
    • 0Komentar

    Terus Diburu, Rawan Diselundupkan   Masa depan berbagai jenis reptile di hutan Halmahera dan pulau pulau lainya di Maluku Utara akan terus terancam. Terutama untuk jenis reptil yang memiliki harga jual tinggi. Sebut saja jenis kadal, biawak ular bahkan kura kura darat. Berulangkali jenis hewan   ini diamankan petugas karena dijual ke luar daerah dan diamankan […]

  • Ekowisata di Punggung Gamalama

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Menikmati  Keindahan  Ternate dari  Puncak Hutan Pala dan Cengkih  Pagi jelang siang di pertengahan Juli lalu, ketika udara hutan pala dan cengkih masih  segar, saya  coba menyusuri  punggung Gunung Gamalama. Lokasi ini berada tepat di kawasan puncak Kelurahan Moya Kota Ternate Tengah Maluku Utara. Lokasi ini dalam beberapa  bulan belakangan  menjadi salah satu spot paling […]

  • Pulau-pulau Rentan Akibat Industri Ekstraktif

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 493
    • 1Komentar

    Tongkang-mengangkut-ore-dari-otoperusahaan- di Pulau Gebe Foto M Ichi

  • Pertanian Organik hingga Rencana Agrowisata di Ternate

    • calendar_month Sen, 7 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 704
    • 3Komentar

    OM Nami di kebun cabe miliknya

  • Kiprah Jamal Adam Jaga dan Rawat Paruh Bengkok    

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 609
    • 2Komentar

    Sabtu (17/12/2023) siang sekira pukul 12.30 WIT itu terasa menyengat.  Suasana Suaka Paruh Bengkok (SPB) di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata (TNAL) Desa Koli Oba Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara itu juga, terlihat hanya ada 3 pengunjung. Mereka adalah karyawan sebuah perusahaan tambang yang datang selain berwisata juga menyerahkan seekor kakatua jambul kuning (cacatua […]

expand_less