Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Waspada, Cuaca Buruk Landa Maluku Utara

Waspada, Cuaca Buruk Landa Maluku Utara

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
  • visibility 814

KSOP Hentikan Sementara Aktivitas Pelayaran Antarpulau  

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Ternate mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Maluku Utara, terkait kondisi cuaca yang  berubah setiap saat belakangan ini. Rilis yang dikeluarkan BMKG pada Rabu (15/2/203) menyampaikan prakiraan cuaca  sekaligus imbauan kepada masyarakat  untuk tetap memerhatikan kondisi cuaca yang terjadi tiap saat. Terutama aktivitas perjalanan transportasi laut. 

Petugas Prakirawan BMKG Stamet Muhammad Fauzi Bintiang melalui rilisnya menjelaskan,  Rabu (15/2/2023)  umumnya berawan dengan potensi hujan ringan – lebat di wilayah Jailolo, Sidangoli, Sofifi, Ternate, Oba Utara, Morotai, Kayoa, Tobelo, Kao, Subaim, Gane, Obi, Taliabu, Bacan dan sekitarnya.

Sementara  siang hingga sore,  juga  umumnya berawan dengan potensi hujan ringan – lebat di wilayah Jailolo, Ibu, Siadngoli, Subaim, Patani, Taliabu, Bacan, Loloda, Obi, Kao, Tobelo, Ternate, Tidore dan sekitarnya

BMKG juga mengingatkan kepada masyarakat, terutama yang melakukan perjalanan laut dan udara perlu mewaspadai adanya, potensi hujan sedang hingga lebat   disertai angin kencang.

Angin kencang sendiri sebenarnya terjadi sejak Selasa (14/2/2023) sore hingga malam yang menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas pribadi dan umum di berbagai tempat. Sebut saja kerusakan Gedung pasar Jailolo hingga  adanya kerusakan rumah di Sidangoli.  

Untuk perkiraan kondisi angin  kencang   sendiri terjadi di wilayah  Ibu,  Loloda,  Morotai , Ternate, Tidore, Bacan  , Obi, Kao , Oba Utara  dan sekitarnya.

BMKG juga  ingatkan kepada masyarakat pengguna transportasi serta yang bermukim di daerah pesisir  bahwa  saat ini sedang terjadi gelombang tinggi mencapai 2 meter diikuti kecepatan angin yang tinggi

“Tinggi gelombang mencapai 2.0 meter akibat adanya  kecepatan angin tinggi itu  terjadi di perairan   Ternate  -Batang Dua, Ternate-Jailolo-Loloda, Ternate-Kayoa-Makian, Bacan-Obi -Sanana-Bobong, dan sekitarnya,” jelas BMKG dalam rilis resminya.    

Soal  kondisi cuaca  ekstrem saat ini, Kepolisian Resor  Ternate melalui Kasi Humas, Iptu Wahyuddin   mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Kota Ternate terutama yang bermukim di bantaran kali mati maupun di tebing yang rawan longsor untuk lebih tingkatkan waspada. “Tetap waspada terutama yang tinggal di bantaran kali mati dan rawan longsor, karena selain hujan juga disertai dengan angin kencang,” ungkapnya.

Dikutip dari https://www.rri.co.id/ternate/daerah/164068/masyarakat-ternate-diimbau-waspada-cuaca-ekstrem, selain kepada masyarakat yang bermukim di bantaran kali mati dan rawan longsor, Wahyuddin juga meminta masyarakat khususnya pengendara roda dua maupun empat termasuk pejalan kaki, untuk juga tingkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan yang ada pohon.

“Waspada juga dengan pohon tumbang,” kata dia mengingatkan.

 Wahyuddin juga meminta kepada para nelayan, motoris dan masyarakat yang ingin bepergian menggunakan transportasi laut untuk menunda aktivitas sementra sambil menunggu kondisi cuaca sudah kembali normal.

“Tunda dulu, karena kondisi laut juga masih ekstrem kalau sudah kondusif baru bisa melaksanakan aktivitas di laut,”  imbaunya.

Sementara  jika ada kejadian dan kondisi kedaruratan yang memerlukan penanganan dari Kepolisian, masyarakat bisa menghubungi layanan contact center 110. “Mari bersama kenali potensi bencana di sekitar kita, siapkan strategi penyelamatan diri dan keluarga,” pungkasnya.  

Sementara itu kantor kesyahbandaran Ternate  dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Ternate  telah menunda seluruh aktivitas pelayaran di Maluku Utara

Seperti dikutip  dari Kantor Berita Antara dijelaskan bahwa KSOP berdasarkan laporan BMKG menyebutkan bahwa tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 2,5  hingga 4 meter hal ini membuat KSOP telah mengeluarkan pemberitahuan untuk penghentian sementara proses pelayaran di Provinsi Maluku Utara karena adanya gelombang yang tinggi sampai mencapai 4 meter.

“Hal ini sangat membahayakan terutama untuk aktivitas pelayaran antar pulau. Baik dari Ternate ke beberapa pulau di Maluku Utara begitu juga sebaliknya,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II Ternate Miraza A Polpoke. Kantor KSOP  menunda  keberangkatan kapal penumpang lokal seperti kapal ferry, perintis, landing craft tank, SPOB, dan kapal-kapal rakyat terutama rute Ternete tujuan Jailolo, Loloda, Morotai, Pulau Bacan, Pulau Obi, Sanana, Batang Dua, Bitung dan Manado.
KSOP mengimbau seluruh masyarakat pengguna kapal laut belum bisa bepepergian karena  cuaca buruk dan membahayakan keselamatan, terutama yang menggunakan kapal berukuran kecil.

 KSOP sendiri belum memastikan kapan waktunya membuka kembali aktivitas pelayaran.    
“Kami terus memantau kondisi cuaca dan kalau kondisi cuaca membaik, tentunya KSOP akan mengizinkan aktivitas pelayaran kembali,” ujarnya.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maluku Utara Kaya Rempah, Minim Pangan Fungsional

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 2.489
    • 0Komentar

    Maluku Utara yang terhampar pulau-pulaunya,memiliki kekayaan pangan local dan rempah  Terutama  pala dan cengkih. Kekayaan ini bahkan tercatat dalam sejarah sebagai barang buruan bangsa Eropa di masa lalu.  Sejarawan Maluku Utara (alm) M Adnan Amal Tomagola dalam risetnya berjudul Portugis dan Spanyol di Maluku (2009) mengupas tentang kehadiran dua bangsa ini  berebut rempah. Mereka  datang […]

  • Fragmentasi Habitat, Burung di Pulau Ternate Terancam

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 896
    • 2Komentar

    Burung Srigunting lencana

  • Pulau-pulau Rentan Akibat Industri Ekstraktif

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 689
    • 1Komentar

    Tongkang-mengangkut-ore-dari-otoperusahaan- di Pulau Gebe Foto M Ichi

  • CONSERVE, Kegiatan Pengarusutamaan Kehati Lintas Sektor

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 609
    • 0Komentar

    Kakatua Putih salah satu jenis burung yang dilindungi di Maluku Utara foto M Ichi

  • Dokumen RTRW Halmahera Tengah Memihak Industri (1)

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 3.120
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah pada 5 September 2024 lalu telah mengesahkan perubahan Peraturan Daerah  Kabupaten Halmahera Tengah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Halmahera Tengah 2012-2032 menjadi Perda nomor 3 Tahun 2024. Masa berlaku Perda Perubahan tersebut hingga 2043 mendatang. Dokumen setebal 241 halaman dengan lampiran-lampirannya itu, telah dinyatakan berlaku sejak […]

  • Perkumpulan Pakatifa Ikut Kampanyekan Perlindungan Satwa Laut

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2020
    • account_circle
    • visibility 1.651
    • 0Komentar

    Pagi pukul 04.30 WIT Sahman Hasyim (40) warga Desa Samo Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara turun ke pantai hendak menyiapkan jaringnya   dipasang di kawasan laut kampung itu. Saat menuju ke perahu yang berisi jaring, di sampingnya  ada seekor penyu jenis lekang sedang bertelur. Karena kebiasaan sebagian warga desa ini mengkonsumsi daging penyu, […]

expand_less