Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
  • visibility 318

DPRD: RPJPD dan RPJMD Harus Akomodir Masalah Sumberdaya Air

Komunita Besa ma Cahaya Kota Ternate Kamis (1/9/2023) malam, menggelar  Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi AirTanah, Selamatkan Airtanah Ternate.  FGD  ini sebgai bagian dari tindaklanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau Mayau dan Tifure.  

FGD dipusatkan di Kedai Sinar Gemilang, Kelurahan .Jati Kota Ternate  menghadirkan  narasumber Mahdani mewakili Kasatker OP BWS Malut,  Plt  Dirut Perumda  Ake Ga’ale Muhammad Syafei, Kabid PPKL DLH Kota Ternate Syarif Tjan, Peneliti Air Tanah Universitas Khairun Ternate Dr. Rahim Ahmad  dan  Zulkifli,  Founder Besa Ma Cahaya.   

FGD ini juga melibatkan  peserta dari  anggota DPRD Kota Ternate – BPDAS, BMKG, OPD, Organisasi non pemerintah,  akademisi  dan para penerima  bantuan iPAH.  Yakni Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz Al Qur’an Al Muslih Kel Jambula Kec Pulau Ternate. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hidayatullah Kelurahan .Gambesi Kecamatan Kota Ternate Selatan, Gereja GKPMI Kelurahan  Bido Kecamatan  Pulau Batang Dua dan   SD GPM Kel.Mayau Kec.Pulau Batang Dua.

“FGD ini puncak dari rangkaian kegiatan yang kami laksanakan dalam rangka  memeriahkan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI.  Ini juga bagian dari pelaksanaan Program Replikasi Kalpataru Tahun 2023 yang saya terima,” jelas Zulkifli.

Sebelum FGD berlangsung diserahkan secara simbolis bantuan 4 unit iPAH  kepada para penerima bantuan. Keempat iPAH  itu dibangun melalui pendanaan Program Replikasi Kalpataru Tahun 2023 dan Program Sedekah Air Hujan. “Program Replikasi Kalpataru sifatnya stimulan hanya bisa dibangun 1 unit iPAH, sedangkan 3 unit iPAH lain melalui Program Sedekah Air Hujan,”katanya.

Sementara  untuk FGD   adalah memberikan gambaran ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air di Kota Ternate, menginventarisasi permasalahan dan solusi penanganannya. Melalui FGD ini juga disosialisasikan Instalasi Pemanfaatan Air Hujan yang terintegrasi dengan Lubang Injeksi Air Hujan (iPAH lia Hujan).

Suasana pelaksanaan FGD pada Kamis (1/0/2023) malam lalu foto Ipin

“Output FGD ini adalah rekomendasi pengelolaan sumber daya air di Kota Ternate baik dari aspek hukum maupun teknis yang akan disampaikan kepada Pemerintah  secara berjenjang  dan stake holder terkait.

Menurutnya, bicara ketersediaan dan pengelolaan sumberdaya air  di Kota Ternate bukan hanya di Pulau Ternate saja, tapi juga Pulau Hiri, Pulau Moti, Pulau Mayau dan Pulau Tifure yang dari tahun ke tahun sebagian warganya mengalami kendala mengakses air bersih yang berkelanjutan. Tidak semua sumber air warga di sana bisa dikonsumsi untuk minum dan masak. Warga harus mengambil air layak dari sumber- sumber yang lain.

“Kami dari Besa Ma Cahaya sangat bahagia bisa melaksanakan FGD ini karena dihadiri narsumber dan peserta yg memberikan tambahan banyak referensi dari berbagai perspektif  terkait ketersediaan dan pengelolaan airtanah,” jelas  Zulkfili.

Referensi-referensi itu menjadi ikhtiar bersama terkait ancaman krisis air bersih di Kota Ternate yang merupakan kota pulau kecil apalagi dikaitkan dengan perubahan iklim global yang dampaknya telah dirasakan.

 Dalam FGD itu Zulkifli turut menyampaikan  terima kasih kepada para pihak seperti Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara,  BWS Maluku Utara dan Dirut BPRS Bahari Berkesan yang telah mendukung   dan bantuannya melalui Program Sedekah Air Hujan.  ” Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah membantu sehingga FGD ini bisa berjalan dengan lancer,” tutupnya.

Beberapa pihak yang diundang dalam FGD ini turut memberi apresiasi atas apa yang telah dilakukan Zulkifli bersama  komunitas Besa ma Cahaya selama ini.

Pendeta Fileks Talakua   tokoh agama Pulau Tifure yang hadir dalam  FGD tersebut, menyampaikan apreseasi atas apa yang dilakukan Besa ma Cahaya. Dia bilang  Zulkifli  tidak hanya punya gagasan tetapi juga aksi dalam tingkat praksis yang mengingatkan semua pihak bahwa Kecamatan Batang Dua juga bagian dari Ternate sehingga penting juga diperhatikan.  Perlu dilakukan riset agar arah kebijakan tepat sasaran. Berkaitan dengan air tanah bukan hanya soal menyimpan tetapi juga mengkonsumsi.

“Air bersih menjadi kebutuhan masyarakat termasuk kami  di Batang Dua. Air  di sana mengandung  zat kapur  khususnya di Tifure dan sangat   tinggi karena itu butuh riset untuk diketahui kelayakan dan dampaknya secara kesehatan. Di sana air bersih terkadang di distribusi dari Bitung dengan harga Rp30 ribu/per gelon. Hal ini  perlu menjadi perhatian bersama,”katanya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Ternate Junaidi A Bahrudin yang   hadir FGD itu menyampaikan bahwa  hal seperti ini perlu dilalukan dengan melibatkan lebih bnyak pemangku kepntingan. Tujuannya  agar permasalahan pengelolaan sumber daya air di kota Ternate bisa menjadi arus utama perencanaan pembangunan  daerah ke depan

 Apalagi dalam waktu dekat Pemkot Ternate akan menyusun dokumen {Perda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)  Kota ternate. Sehingga itu perlu  didorong isu-isu  pengelolaan sumber daya air dan konservasi air tanah ke dalam perencanaan jangka panjang. Demikian halnya penyusunan RPJMD 5 tahun ke depan.  DPRD Kota Ternate mendorong Bapeltibangda agar fokus melakukan riset terkait permasalahan air bersih di Kota Ternate,” harapnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun Desa Harus Dimulai dari Tata Ruang

    • calendar_month Rab, 2 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Membangun sumber sumber pangan desa. jga butuh tata ruang desa. foto mahmud ichi

  • Aksi Lingkungan, Masyarakat Bisa Akses Dana 2 Ribu hingga 50 Ribu Dolar

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Saat  ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian KLHK sedang menyiapkan sekema pendanaan agar masyarakat bisa mengakses dana untuk kepentingan lingkungan hidup. Dana  itu  dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).    Melalui dana ini  masyarakat bisa mengajukan   kepada BPDLH untuk   kegiatan yang berkaitan lingkungan hidup.Melalui Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan, masyarakat   memiliki akses mudah pendanaan untuk […]

  • Ini Kondisi Jalan Sayoang -Yaba Pulau Bacan

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Kondisi Kiometer 07 Jalan Sayoang Yaba Pulau Bacan Tak cukup dua meter lagi jalan ini akan putus dihantam banjir di Sungai kawasan Ake Rica. Jalan yang ambrol ini panjangnya sekira 20 meter. Foto Nahrawi Rabul warga Bacan Timur

  • Berapa Banyak Ikan yang Dicuri dari Laut Kita?

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang didominasi oleh lautan, potensi kelautan dan perikanan di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP), pada tahun 2019, nilai hasil ekspor perikanan Indonesia mencapai Rp73.631.883.000 dan termasuk salah satu sektor yang sangat diandalkan untuk pembangunan nasional.   Namun,  kita sering mendengar […]

  • Ini Masalah Pembangunan di Pulau Makeang dan Kayoa

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 267
    • 2Komentar

    Jembatan penghubung di jalan lingkar pulau Makeang yang menghubungkan antardesa rusak parah, foto M Ichi

  • Warga Gane Timur Minta Pemerintah Perhatikan Produksi Sagu

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle
    • visibility 258
    • 3Komentar

    Masyarakat Desa Kotalou Kecamatan Gane Timur, saat ini  banyak yang mengolah pohon sagu menjadi tepung.    Hasilnya  lalu  dijual ke daerah sekitar Halmahera Selatan dan Weda  Halmahera Tengah.    Dalam mengolah sagu warga tidak lagi melakukannya  secara manual tetapi  menggunakan  mesin penggilingan. Produksi sagunya  setiap orang menghasilkan 5 sampai 6 karung dalam sepekan. Sementara tiap karung […]

expand_less