Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
  • visibility 853

DPRD: RPJPD dan RPJMD Harus Akomodir Masalah Sumberdaya Air

Komunita Besa ma Cahaya Kota Ternate Kamis (1/9/2023) malam, menggelar  Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi AirTanah, Selamatkan Airtanah Ternate.  FGD  ini sebgai bagian dari tindaklanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau Mayau dan Tifure.  

FGD dipusatkan di Kedai Sinar Gemilang, Kelurahan .Jati Kota Ternate  menghadirkan  narasumber Mahdani mewakili Kasatker OP BWS Malut,  Plt  Dirut Perumda  Ake Ga’ale Muhammad Syafei, Kabid PPKL DLH Kota Ternate Syarif Tjan, Peneliti Air Tanah Universitas Khairun Ternate Dr. Rahim Ahmad  dan  Zulkifli,  Founder Besa Ma Cahaya.   

FGD ini juga melibatkan  peserta dari  anggota DPRD Kota Ternate – BPDAS, BMKG, OPD, Organisasi non pemerintah,  akademisi  dan para penerima  bantuan iPAH.  Yakni Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz Al Qur’an Al Muslih Kel Jambula Kec Pulau Ternate. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hidayatullah Kelurahan .Gambesi Kecamatan Kota Ternate Selatan, Gereja GKPMI Kelurahan  Bido Kecamatan  Pulau Batang Dua dan   SD GPM Kel.Mayau Kec.Pulau Batang Dua.

“FGD ini puncak dari rangkaian kegiatan yang kami laksanakan dalam rangka  memeriahkan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI.  Ini juga bagian dari pelaksanaan Program Replikasi Kalpataru Tahun 2023 yang saya terima,” jelas Zulkifli.

Sebelum FGD berlangsung diserahkan secara simbolis bantuan 4 unit iPAH  kepada para penerima bantuan. Keempat iPAH  itu dibangun melalui pendanaan Program Replikasi Kalpataru Tahun 2023 dan Program Sedekah Air Hujan. “Program Replikasi Kalpataru sifatnya stimulan hanya bisa dibangun 1 unit iPAH, sedangkan 3 unit iPAH lain melalui Program Sedekah Air Hujan,”katanya.

Sementara  untuk FGD   adalah memberikan gambaran ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air di Kota Ternate, menginventarisasi permasalahan dan solusi penanganannya. Melalui FGD ini juga disosialisasikan Instalasi Pemanfaatan Air Hujan yang terintegrasi dengan Lubang Injeksi Air Hujan (iPAH lia Hujan).

Suasana pelaksanaan FGD pada Kamis (1/0/2023) malam lalu foto Ipin

“Output FGD ini adalah rekomendasi pengelolaan sumber daya air di Kota Ternate baik dari aspek hukum maupun teknis yang akan disampaikan kepada Pemerintah  secara berjenjang  dan stake holder terkait.

Menurutnya, bicara ketersediaan dan pengelolaan sumberdaya air  di Kota Ternate bukan hanya di Pulau Ternate saja, tapi juga Pulau Hiri, Pulau Moti, Pulau Mayau dan Pulau Tifure yang dari tahun ke tahun sebagian warganya mengalami kendala mengakses air bersih yang berkelanjutan. Tidak semua sumber air warga di sana bisa dikonsumsi untuk minum dan masak. Warga harus mengambil air layak dari sumber- sumber yang lain.

“Kami dari Besa Ma Cahaya sangat bahagia bisa melaksanakan FGD ini karena dihadiri narsumber dan peserta yg memberikan tambahan banyak referensi dari berbagai perspektif  terkait ketersediaan dan pengelolaan airtanah,” jelas  Zulkfili.

Referensi-referensi itu menjadi ikhtiar bersama terkait ancaman krisis air bersih di Kota Ternate yang merupakan kota pulau kecil apalagi dikaitkan dengan perubahan iklim global yang dampaknya telah dirasakan.

 Dalam FGD itu Zulkifli turut menyampaikan  terima kasih kepada para pihak seperti Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara,  BWS Maluku Utara dan Dirut BPRS Bahari Berkesan yang telah mendukung   dan bantuannya melalui Program Sedekah Air Hujan.  ” Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah membantu sehingga FGD ini bisa berjalan dengan lancer,” tutupnya.

Beberapa pihak yang diundang dalam FGD ini turut memberi apresiasi atas apa yang telah dilakukan Zulkifli bersama  komunitas Besa ma Cahaya selama ini.

Pendeta Fileks Talakua   tokoh agama Pulau Tifure yang hadir dalam  FGD tersebut, menyampaikan apreseasi atas apa yang dilakukan Besa ma Cahaya. Dia bilang  Zulkifli  tidak hanya punya gagasan tetapi juga aksi dalam tingkat praksis yang mengingatkan semua pihak bahwa Kecamatan Batang Dua juga bagian dari Ternate sehingga penting juga diperhatikan.  Perlu dilakukan riset agar arah kebijakan tepat sasaran. Berkaitan dengan air tanah bukan hanya soal menyimpan tetapi juga mengkonsumsi.

“Air bersih menjadi kebutuhan masyarakat termasuk kami  di Batang Dua. Air  di sana mengandung  zat kapur  khususnya di Tifure dan sangat   tinggi karena itu butuh riset untuk diketahui kelayakan dan dampaknya secara kesehatan. Di sana air bersih terkadang di distribusi dari Bitung dengan harga Rp30 ribu/per gelon. Hal ini  perlu menjadi perhatian bersama,”katanya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Ternate Junaidi A Bahrudin yang   hadir FGD itu menyampaikan bahwa  hal seperti ini perlu dilalukan dengan melibatkan lebih bnyak pemangku kepntingan. Tujuannya  agar permasalahan pengelolaan sumber daya air di kota Ternate bisa menjadi arus utama perencanaan pembangunan  daerah ke depan

 Apalagi dalam waktu dekat Pemkot Ternate akan menyusun dokumen {Perda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)  Kota ternate. Sehingga itu perlu  didorong isu-isu  pengelolaan sumber daya air dan konservasi air tanah ke dalam perencanaan jangka panjang. Demikian halnya penyusunan RPJMD 5 tahun ke depan.  DPRD Kota Ternate mendorong Bapeltibangda agar fokus melakukan riset terkait permasalahan air bersih di Kota Ternate,” harapnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Joko Nugroho Kembangkan Batatas  Aksesi Lokal, Jadi Sumber Ekonomi Penting

    Joko Nugroho Kembangkan Batatas Aksesi Lokal, Jadi Sumber Ekonomi Penting

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 852
    • 1Komentar

    Minggu (21/8/2025) lalu, sejak pagi hingga jelang siang,Joko Nugroho  (55) mengawasi  dua pekerja bersama istri dan satu anak perempuan nya  panen batatas atau  umbi jalar,  di kebun miliknya. Di lahan seluas  50X50 meter persegi di desa  Sidodi Goal Sahu Timur Halmahera Barat itu, Joko mengembangkan batatas yang tidak sekadar  dimakan tetapi  juga  jadi  pangan lokal […]

  • Gaungkan Perikanan Berkelanjutan Melalui Jurnalisme   

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 965
    • 0Komentar

    Perikanan berkelanjutan menjadi salah satu isu penting sekarang dan di masa depan. Hal ini juga  berhubungan dengan masalah pangan dari kelautan. Terutama ketersediaan ikan  yang saat ini menghadapi berbagai  masalah. Dari penangkapan yang bersifat destruktif,  budidaya dan perlindungan  untuk  generasi di masa depan. Hal ini juga menjadi salah satu tema penting dari Green Press Community […]

  • Maluku Utara Alami Kemarau yang Tetap Basah

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 946
    • 0Komentar

    Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Republik Indonesia,  pada  April  hingga September biasanya terjadi musim kemarau. Meskipun  saat ini Indonesia  memasuki musim kemarau, namun hamper setiap hari diwarnai oleh hujan  ringan sampai lebat. BMKG Stasiun Meteorologi  Ternate misalnya,   bahkan memberi warning  kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Maluku Utara untuk tetap waspada dengan adanya […]

  • Ketika Bantuan Nelayan Ternate Dipersoalkan  

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 856
    • 2Komentar

    Alat tangkap milik nelayan sangaji yang rata rata dibuat sendiri foto M Ichi

  • Merintis Ekonomi Nelayan Kecil dengan Koperasi

    • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Foto bersama usai kegiatan RAT Koperasi Bubula Ma Cahaya foto MArwan

  • Halua Kenari, Sumber Pendapatan Ibu-ibu Suma

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 918
    • 0Komentar

    Ibu Ainun (jilbab hijau) melepas tempurung kenari dari isinya dengan cara dipukul dengan batu

expand_less