Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 999

Catatan dari COP 30 di Brazil  

Di tengah meningkatnya dampak krisis iklim dan melambatnya komitmen negara-negara untuk menekan suhu bumi di bawah 1,5°C, orang muda dunia menyatukan suara mereka. Melalui Global Youth Statement (GYS), ribuan orang muda dari lebih dari 150 negara menyerukan perubahan arah kebijakan iklim global menuju transisi energi yang adil, pendanaan tanpa utang, dan keterlibatan bermakna bagi kelompok muda serta masyarakat rentan.

Dalam forum Conference of Children and Youth ke-20 (COY20) yang digelar di Belém, Brasil, suara itu secara resmi diserahkan kepada pimpinan COP30 dan perwakilan UNFCCC sebagai mandat global bagi para pemimpin dunia.

Dari Indonesia, Climate Rangers menjadi satu-satunya organisasi yang hadir dan memastikan aspirasi orang muda Indonesia yang tertuang dalam National Children and Youth Statement (NYS) turut menjadi bagian dari mandat global tersebut.

Dari Lokal ke Dunia: Mandat Anak dan Orang Muda Indonesia

Penyusunan NYS Indonesia melibatkan lebih dari 900 anak dan orang muda dari 30 provinsi, melalui rangkaian Local Conference of Children and Youth (LCOY) yang digelar sejak pertengahan tahun 2025. Dari pesisir hingga pegunungan, mereka mengangkat isu yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari—mulai dari banjir, kekeringan, polusi tambang, hingga ketimpangan akses energi.

Mandat anak dan orang muda Indonesia menyoroti tiga hal mendasar yang kini juga tercermin dalam mandat global.

Pertama  Transisi energi harus adil dan berpihak pada rakyat, bukan proyek elite yang memperpanjang ketergantungan pada batu bara dan industri ekstraktif. Pendanaan iklim tidak boleh berbasis utang yang membebani generasi muda, melainkan berbentuk hibah dan dukungan langsung bagi komunitas rentan. Partisipasi orang muda dan masyarakat adat harus diakui sebagai hak, bukan sekadar simbolik dalam forum kebijakan.

Koordinator Climate Rangers Indonesia, Ginanjar Ariyasuta, menegaskan bahwa keadilan iklim bukan sekadar tentang teknologi atau target emisi, tapi tentang nasib generasi:

“Kami tumbuh di bumi yang jauh lebih panas, lebih bising, dan lebih rapuh daripada yang diwariskan orang tua kami,” ujar Ginanjar. “Generasi kami sudah kehilangan banyak hal—udara bersih, laut yang sehat, dan musim yang bisa diprediksi. Dan jika kebijakan hari ini masih terus memihak industri fosil, maka generasi setelah kami akan tumbuh di dunia yang lebih tidak adil dari yang kami alami sekarang.”

“Karena itu, kami menegaskan: anak dan orang muda bukan penerima dampak pasif, tetapi aktor utama dalam menyiapkan bumi untuk generasi yang akan datang.” lanjutnya.

Mandat untuk Dunia: Hentikan Energi Kotor, Biayai Solusi Bersih

Dalam GYS, seruan orang muda dunia disampaikan dengan bahasa yang tegas. Mereka menuntut negara-negara untuk menghentikan seluruh proyek batu bara sebelum 2030, menghentikan pendanaan terhadap energi fosil, dan mempercepat transisi ke energi bersih yang dikelola secara demokratis oleh masyarakat.

GYS juga menyoroti ketimpangan global — di mana negara maju masih menunda tanggung jawab pendanaan iklim sambil terus membuka ruang bagi investasi berbasis ekstraksi di negara berkembang.

Perwakilan Climate Rangers, Fadilla Miftahul, yang menjadi pembicara di sesi bertema Youth as Drivers for Just Energy Transition milik International Energy Agency (IEA), menekankan pentingnya orang muda dalam transisi energi yang adil.

“Orang muda memiliki peran vital dalam transisi energi. Kami telah melihat bagaimana orang muda di Indonesia mengorganisir diri: menolak pendanaan kotor dari bank untuk proyek batu bara, hingga membangun energi terbarukan secara mandiri di desa-desa. Semua gerakan ini menunjukkan bahwa solusi sejati bisa datang dari komunitas, bukan hanya dari korporasi besar.”

“Apalagi jika kita mempertimbangkan bahwa sistem energi yang didominasi oleh energi fosil yang eksploitatif ini adalah desain dari generasi tua. Saatnya kita menantang paradigma tersebut, bagaimana pembangunan harus berbasis ke komunitas dan keberlanjutan, bukan hanya keuntungan ekonomi.” lanjutnya.

Dari Amazon ke Nusantara: Suara yang Sama

Pesan GYS dan NYS Indonesia berpadu dalam satu semangat: keadilan iklim antargenerasi. Apa yang disuarakan orang muda di Amazon, Afrika, atau Eropa Selatan sejatinya sejalan dengan jeritan orang muda Indonesia — yang hidup berdampingan dengan tambang, banjir dan cuaca panas ekstrim tahunan, dan udara beracun dari PLTU.

“Ini adalah mandat bersama dari orang muda dunia,” tegas Fadilla pada penutupan COY20. “Dari masyarakat pesisir hingga pemuda adat, semua membawa pesan yang sama: wujudkan keadilan iklim demi masa depan yang adil, lestari, dan sejahtera” tutupnya Acara ditutup dengan penyerahan resmi GYS kepada Ana Toni, CEO dari COP 30, dan representasi UNFCCC.

 

 

 

  • Penulis: Redaksi
Tags

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelas Estuaria: Bangun Kesadaran Anak Muda Pahami Isu Lingkungan

    Kelas Estuaria: Bangun Kesadaran Anak Muda Pahami Isu Lingkungan

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Belajar Ragam Isu, Menulis dan Kampanye hingga Bersih Pantai dan Tanam Pohon 10 anak muda duduk bersila di sebuah rumah panggung di kawasan perkemahan Pulau Tareba Danau Tolire Kota Ternate Barat 20 hingga 23 Agustus 2026 kemarin. Rumah panggung  itu  berada tepat di  punggung danau Tolire. Musim kemarau yang kering diikuti tiupan angin kencang dari […]

  • Melihat Festival Kalaodi, dan Pekan Lingkungan Hidup P3K

    • calendar_month Sen, 26 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 816
    • 0Komentar

    Ajakan Kembali ke Alam  hingga Lindungi Pulau dan Laut Gendang dan tifa mengiringi  soya-soya Kalaodi. Tarian  itu sekaligus menjadi salam pembuka kepada tamu  dan warga  yang datang   menyaksikan    festival  Buku se Dou Kalaodi   Kota Tidore Kepulauan. Selain festival Kaaodi,   dilanjutkan  dengan  Pekan Pelestarian Hutan Mangrove dan Ekowisata Pesisir Laut  di Kayoa Halmahera Selatan. Acara ini   adalah satu […]

  • Ayo Selamatkan Pulau Ini Sebelum Tenggelam

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 1.131
    • 2Komentar

    Kondisi PUlau Pagama saat ini. foto Wandi

  • Pekan  Ini Tiga Warga di Malut Diterkam Buaya

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 760
    • 1Komentar

    Keindahan-Danau-Tolire-menyimpan-bahaya-jika-turun-dan-masuk-ke-dalam-area-ini-Pasalnya-buaya-yang-hidup-di-danau-ini-menginai-setiap-saat foto M Ichi

  • Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Hasil Kolaborasi Pakativa – Disperindag dan Distan Provinsi Turunan hasil kelapa yang  mencapai 50 jenis produk hingga kini belum dimanfaatkan  oleh petani  di Maluku Utara.  Mereka hanya mengandalkan kopra sebagai sumber pendapatan utama. Karena itu ketika harga kopra anjlok petani menjadi  terpuruk. Sementara, hasil lain dari kelapa  seperti tempurung, air dan sabuk kelapa  hanya dibuang […]

  • Ternate, Tidore  dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah  

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 961
    • 0Komentar

    Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah saat mengunjungi Benteng Oranye Ternate

expand_less