Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » Kebijakan Donald Trump Berdampak ke Maluku Utara

Kebijakan Donald Trump Berdampak ke Maluku Utara

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
  • visibility 917

Program USAID BerIKAN Terancam Ditutup

Terpilihnya Presiden Amerika Serikat yang baru  Donald Trump  memberi dampak bagi  pemberian donor bagi sejumlah Negara di dunia termasuk Indonesia. Bahkan dampaknya sampai ke Maluku Utara.  Salah satu yang  ikut berdampak dari kebijakan Donald Trump itu adalah  closing program  Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau  yang dikenal dengan USAID.  Lembaga ini  diperintahkan ditutup dan semua karyawannya   kembali ke Amerika terakhir pada Jumat, 7 Februari 2025.

Kebijakan ini ikut berdampak   terutama donor untuk beberapa program yang berkaitan dengan isyu laut di Maluku Utara. Salah satu program yang masuk Maluku Utara yakni USAID BerIkan. Program ini dikhususkan untuk isyu perikanan.  Dalam kegiatan USAID BerIKan ini diberikan kepada sejumlah lembaga lokal untuk mendampingi masyarakat nelayan.  Program ini sementara berjalan  dan proses pengucuran anggaran untuk action di lapangan.  SAyangnya karena   kebijakan ini maka program   terancam terhenti.  Hasil konfirmasi ke salah satu lembaga lokal di Maluku Utara yang akan menerima  pendanaan ini,  j diakui kalau proses pencairan yang sementara berjalan sudah  dihentikan dan akan dikembalikan dan dalam waktu yang belum ditentukan. “ Pekan ini pencairan tetapi tiba- tiba dibatalkan  karena ada kebijakan itu,” ujar  Ali Lating pengurus salah satu lembaga yang  menerima donor program USAID BerIKAN.

Dalam pengumuman di situs webnya Selasa malam, USAID menyatakan hampir semua staf akan diliburkan Jumat malam.  Sebelumnya pada hari itu, semua misi luar negeri USAID telah diperintahkan ditutup, dan semua staf telah dipanggil kembali pada Jumat.

Dikutip dari Tempo.co, semua personel yang direkrut langsung akan diliburkan kecuali mereka yang memegang jabatan penting, pimpinan inti, dan program yang ditunjuk secara khusus. Mereka yang dianggap sebagai pengecualian akan diberitahukan oleh pimpinan USAID paling lambat pukul  Kamis sore.

USAID sendri menyediakan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 100 negara, termasuk bantuan bencana, bantuan kesehatan dan medis, serta program makanan darurat.  Menurut laporan Congressional Research Service, USAID memiliki lebih dari 10.000 karyawan, dengan sekitar dua pertiganya bertugas di luar negeri. Badan ini mengelola lebih dari  60 misi negara dan regional.

Pemerintahan Trump telah menargetkan USAID ketika presiden dan sekutunya, termasuk miliarder Elon Musk yang menjabat sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah atau DOGE, berusaha memangkas ukuran pemerintah federal. Masa depan USAID yang didirikan pada 1961 untuk memerangi kemiskinan, memperkuat demokrasi, dan melindungi hak asasi manusia dan kesehatan global, kini tidak pasti.

Musk mengatakan badan tersebut harus ditutup. Ia beralasan bahwa badan tersebut tidak dapat diperbaiki lagi.

Ketika ditanya  Selasa lalu apakah akan menghentikan USAID, Trump tak membantah. Trump juga memuji Musk karena meneliti lembaga tersebut. “Lihatlah semua penipuan yang ditemukan oleh Musk (di USAID),” kata Trump. Ia menambahkan bahwa pendanaan telah diberikan kepada segala macam kelompok yang seharusnya tidak berhak menerima uang.

Sebuah kapal nelayan hand and line  yang menangkap ikan di Bacan melewati kawasan Tanjung Gorango Bacan Halmahera Selatan foto M Ichi

Atul Gawande, mantan direktur USAID Global Health, mengatakan bahwa langkah untuk menargetkan badan tersebut berbahaya bagi negara. “Yang sedang kita bicarakan adalah para pekerja tanggap bencana, kita berbicara tentang para pekerja kesehatan dan orang-orang yang berbuat baik dan melindungi Amerika di seluruh dunia,” kata Gawande. “Anda berbicara tentang 20 juta orang dalam  program HIV global  yang telah mengurangi HIV di seluruh dunia, mereka hidup tanpa obat-obatan yang membuat mereka tetap hidup. Anda berbicara tentang wabah penyakit yang tidak dihentikan, seperti flu burung, yang pemantauannya telah dihentikan di 49 negara.”

Pada tahun fiskal 2023, USAID mengelola lebih dari US$ 40 miliar menurut Congressional Research Service. Jumlah ini kurang dari 1 persen dari keseluruhan anggaran federal. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk program tata kelola, untuk membantu mengembangkan dan memperkuat tata kelola yang demokratis. Progam lainnya adalah kemanusiaan dan kesehatan, menurut laporan tersebut. Negara-negara yang menerima dana terbanyak pada tahun fiskal 2023 adalah Ukraina, Ethiopia, dan Yordania.

Penarikan staf juga dilakukan terhadap pejabat dinas luar negeri agensi, yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di luar negeri, sering kali bersama keluarga mereka. Mereka harus memikirkan logistik untuk anak-anak mereka yang bersekolah, perumahan, memindahkan barang-barang mereka, dan tempat tinggal baru di Amerika Serikat. (mici/edit)

 

 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa dengan Magnitudo 7,0 Terasa hingga Morotai

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Basirun (36) warga Daruba Morotai dihubungi kabarpulau.co.id/ dari Ternate Kamis (21/1) pukul 23.00 WIT  mengaku, peristiwa gempa yang berpusat di  Kota Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud sangat terasa di  Pulau  Morotai Provinsi Maluku Utara. Dia mengaku  karena kuatnya gempa itu turut membuat panic warga. “Sangat terasa goyangan gempa malam ini. Memang pusat gempa di Talaud tetapi […]

  • Keanekaragaman Hayati Teluk Buli Terancam

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Butuh Perlindungan Serius Berbagai Pihak  Di seluruh  dunia, keragaman hayati semakin cepat musnah. Meski  demikian, persebaran keragaman hayati maupun ancamannya tidak merata. Karena itu organisasi konservasi perlu memusatkan kegiatan mereka pada tempat- tempat yang paling penting dan paling terancam punah. Salah satu caranya dengan melakukan identifikasi hotspot. Ini menjadi salah satu cara paling efektif menentukan […]

  • Sampah Plastik di Laut Malut Menghawatirkan

    • calendar_month Sen, 16 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 720
    • 0Komentar

    sampah plastik yang mengapung di laut antara Halmahera dan Tidore,foto/michi

  • Dua Hari yang Sunyi di Bumi Maluku Utara 

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 876
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Air Sedunia oleh Komunitas Save Ake Gaale

  • 9 Ekor Paruh Bengkok Pulang ke Halmahera

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Burung burung tersebut saaat diangkut menuju Halmahera

  • Kejar Kualitas Riset, LIPI-Unkhair Jalin Kerjasama

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 800
    • 1Komentar

    Untuk mendorong adanya riset yang berkualitas, hal yang utama dibutuhkan adalah adanya kerjasama  atau kolaborasi antarlembaga.  Hal inilah yang saat ini dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan  Indonesia (LIPI)  dengan Universitas Khairun Ternate (Unkhair).  Kedua lembaha ini  menjalin Kerjasama untuk tujuan ke arah tersebut.  Kesepakatan kolaborasi tertuang dalam naskah perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Ilmu Kebumian […]

expand_less