Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
  • visibility 994

Tulisan Sofyan Ansar Polhut Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Maluku Utara

Pulau Sibu merupakan sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau ini, hanya memiliki luasan sekitar 370 hektar dan dikelilingi oleh ekosistem hutan mangrove yang masih sangat alami. Berjarak hanya 1,5 kilometer disebelah barat dari kelurahan Guraping, Oba Utara, Sofifi, Maluku Utara.

Pulau  yang dikelilingi oleh hutan mangrove ini mempunyai potensi ekosistem hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati dan jenis terumbu karang. Di lautnya selain karang juga  sebaran padang lamun serta biota lautnya. Ada beragam keanekargaman hayati  yang hidup alami  bisa   dijumpai di pulau ini.

Sibu juga memiliki pantai yang dikelililingi terumbu karang.Air lautnya   begitu jernih, berwarna biru, bahkan saking jernih air lautnya, terumbu karang di sekitar pulau Sibu bisa terlihat begitu jelas.  Tanpa harus menyelam ke dasar laut dengan perahu saja sudah bisa melihat indahnya karang dan ikan ikannya.

Kekayaaan  hutan mangrove  serta ekosistem bawah lautnya menjadikan Pulau Sibu begitu istimewa.

Bila dilihat dari atas ketinggian atau menggunakan drone, Pulau Sibu terlihat begitu indah. berbentuk seperti hati dan dominan berwarna hijau dengan tutupan vegetasi hutan mangrove  cukup rapat.

Disebelah Utara Pulau Sibu, terdapat kawasan wisata hutan mangrove, telaga dan pantai teluk Guraping yang sangat menawan. Menjadi bagian dari kesatuan keindahan panorama alam yang dimiliki oleh kelurahan Guraping.

Dilihat dari peta kawasan hutan dan perairan Provinsi Maluku Utara, Pulau Sibu merupakan kawasan hutan lindung dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Bagi masyarakat Guraping, Pulau Sibu adalah pulau yang dikeramatkan, karena terdapat makam (Jere) tokoh adat yang dikenal bernama Gimalaha Sibu. Menurut legenda, Pulau Sibu merupakan pemukiman  (kampung) pertama,  jauh sebelum masyarakat Gamrange (Weda, Maba dan Patani) datang dan hidup bersama-sama dengan warga setempat dan membangun pemukiman atau kampung baru disekitar pesisir Pulau Sibu, yang saat ini dikenal menjadi Kelurahan Guraping.

Pada perayaan hari besar keagamaan, Pulau Sibu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk berziarah ke makam Sibu untuk berdoa bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada para leluhur. Ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun oleh masyarakat Guraping.

default

Kecantikan pulau kecil yang dikeramatkan ini, bisa kita nikmati dari kejauhan. Dari kantor Gubernur Maluku Utara, Pulau Sibu terlihat sangat mempesona dan menjadi pemandangan abadi dari atas puncak Gosale. Bila berkunjung ke Pulau Sibu, sobat wisata bisa menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit dari pantai Guraping.

Dikaji dari 3 faktor utama sebagai syarat mutlak untuk pengembangan sebuah destinasi wisata seperti atraksi, akses dan amenitas. Bisa dibilang, di kawasan wisata guraping ini sudah sangat terpenuhi dan sangat layak untuk dijadikan kawasan destinasi wisata prioritas di Provinsi Maluku Utara.

Keindahan dan keunikan panorama alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kelurahan Guraping, merupakan aset berharga yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi denstinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku Utara.

Sadar akan potensi yang dimiliki, para pemuda dan tokoh masyarakat kelurahan Guraping dengan penuh semangat, berinisiatif menggelar sebuah event festival kampung dengan tujuan agar bisa mencuri perhatian pemerintah dan masyarakat luas sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan pontensi pariwisata dan budaya yang terdapat di Kelurahan Guraping.

 Festival bertajuk “Festival Doe-Doe Guraping 2021” berhasil dilaksanakan pada 22 – 31 Desember 2021. “Guraping Kampong Wisata Budaya” menjadi tema besar dalam FDD 2021. Festival Doe Doe 2021 mengangkat tentang kearifan lokal dan potensi wisata alam yang terdapat di guraping. Berbagai konten budaya warisan asli para leluhur pun turut dihadirkan sebagai atraksi dalam festival ini.

Semoga dengan  adanya Festival Doe Doe Guraping 2021, bisa mendapat perhatian dari pemerintah guna pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata di kelurahan Guraping yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

Pulau Sibu merupakan sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau ini, hanya memiliki luasan sekitar 370 hektar dan dikelilingi oleh ekosistem hutan mangrove yang masih sangat alami. Berjarak hanya 1,5 kilometer disebelah barat dari kelurahan Guraping, Oba Utara, Sofifi, Maluku Utara.

Pulau  yang dikelilingi oleh hutan mangrove ini mempunyai potensi ekosistem hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati dan jenis terumbu karang. Di lautnya selain karang juga  sebaran padang lamun serta biota lautnya. Ada beragam keanekargaman hayati  yang hidup alami  bisa   dijumpai di pulau ini.

Sibu juga memiliki pantai yang dikelililingi terumbu karang.Air lautnya   begitu jernih, berwarna biru, bahkan saking jernih air lautnya, terumbu karang di sekitar pulau Sibu bisa terlihat begitu jelas.  Tanpa harus menyelam ke dasar laut dengan perahu saja sudah bisa melihat indahnya karang dan ikan ikannya.

Kekayaaan  hutan mangrove  serta ekosistem bawah lautnya menjadikan Pulau Sibu begitu istimewa.

Bila dilihat dari atas ketinggian atau menggunakan drone, Pulau Sibu terlihat begitu indah. berbentuk seperti hati dan dominan berwarna hijau dengan tutupan vegetasi hutan mangrove  cukup rapat.

Disebelah Utara Pulau Sibu, terdapat kawasan wisata hutan mangrove, telaga dan pantai teluk Guraping yang sangat menawan. Menjadi bagian dari kesatuan keindahan panorama alam yang dimiliki oleh kelurahan Guraping.

Dilihat dari peta kawasan hutan dan perairan Provinsi Maluku Utara, Pulau Sibu merupakan kawasan hutan lindung dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Bagi masyarakat Guraping, Pulau Sibu adalah pulau yang dikeramatkan, karena terdapat makam (Jere) tokoh adat yang dikenal bernama Gimalaha Sibu. Menurut legenda, Pulau Sibu merupakan pemukiman  (kampung) pertama,  jauh sebelum masyarakat Gamrange (Weda, Maba dan Patani) datang dan hidup bersama-sama dengan warga setempat dan membangun pemukiman atau kampung baru disekitar pesisir Pulau Sibu, yang saat ini dikenal menjadi Kelurahan Guraping.

Pada perayaan hari besar keagamaan, Pulau Sibu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk berziarah ke makam Sibu untuk berdoa bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada para leluhur. Ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun oleh masyarakat Guraping.

Kecantikan pulau kecil yang dikeramatkan ini, bisa kita nikmati dari kejauhan. Dari kantor Gubernur Maluku Utara, Pulau Sibu terlihat sangat mempesona dan menjadi pemandangan abadi dari atas puncak Gosale. Bila berkunjung ke Pulau Sibu, sobat wisata bisa menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit dari pantai Guraping.

Dikaji dari 3 faktor utama sebagai syarat mutlak untuk pengembangan sebuah destinasi wisata seperti atraksi, akses dan amenitas. Bisa dibilang, di kawasan wisata guraping ini sudah sangat terpenuhi dan sangat layak untuk dijadikan kawasan destinasi wisata prioritas di Provinsi Maluku Utara.

Keindahan dan keunikan panorama alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kelurahan Guraping, merupakan aset berharga yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi denstinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku Utara.

Sadar akan potensi yang dimiliki, para pemuda dan tokoh masyarakat kelurahan Guraping dengan penuh semangat, berinisiatif menggelar sebuah event festival kampung dengan tujuan agar bisa mencuri perhatian pemerintah dan masyarakat luas sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan pontensi pariwisata dan budaya yang terdapat di Kelurahan Guraping.

 Festival bertajuk “Festival Doe-Doe Guraping 2021” berhasil dilaksanakan pada 22 – 31 Desember 2021. “Guraping Kampong Wisata Budaya” menjadi tema besar dalam FDD 2021. Festival Doe Doe 2021 mengangkat tentang kearifan lokal dan potensi wisata alam yang terdapat di guraping. Berbagai konten budaya warisan asli para leluhur pun turut dihadirkan sebagai atraksi dalam festival ini.

Semoga dengan  adanya Festival Doe Doe Guraping 2021, bisa mendapat perhatian dari pemerintah guna pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata di kelurahan Guraping yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir dan Longsor, Perparah Jalan Sayoang-Yaba

    • calendar_month Rab, 3 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 884
    • 1Komentar

    Berikut Ini Foto dan Videonya Kondisi jalan Sayoang-Yaba di Bacan Halmahera Selatan  tidak hanya rusak parah. Jika sebelumnya sempat tertutup longsor dan belum  diperbaiki, jalan tersebut kini kembali longsor hingga  badan jalan tertutup dan tak bisa dilewati kendaraan. Akibatnya, warga makin kesulitan menggunakan ruas jalan milik pemerintah Provinsi Maluku Utara ini. Longsor yang terjadi di […]

  • Bencana Perubahan Iklim Terus Meningkat    

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Sepanjang 2023 -2024 Ada 5000 Lebih Kejadian Ada kurang lebih 5000 kejadian  bencana   tercatat disebabkan oleh  perubahan iklim dalam satu tahun ini.  Bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan cuaca dan iklim (hidrometereologis) terus meningkat tajam. Sementara isu perubahan iklim saat ini menghadapi tantangan serius   baik dari masyarakat dan pemerintah dalam negeri, maupun dari masyarakat global. […]

  • Nasib Reptil di Hutan dan Pulau di Maluku Utara 

    • calendar_month Jum, 24 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 1.678
    • 0Komentar

    Terus Diburu, Rawan Diselundupkan   Masa depan berbagai jenis reptile di hutan Halmahera dan pulau pulau lainya di Maluku Utara akan terus terancam. Terutama untuk jenis reptil yang memiliki harga jual tinggi. Sebut saja jenis kadal, biawak ular bahkan kura kura darat. Berulangkali jenis hewan   ini diamankan petugas karena dijual ke luar daerah dan diamankan […]

  • ESDM Hanya Beri Teguran 21 IUP

    • calendar_month Jum, 7 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 802
    • 0Komentar

    IPT BPN di Halmahera Tengah yang terhenti produksinya karena aktivitasnya menyebabkan tercemarnya sunga Wale di Weda Utara, foto M Ichi

  • UGM Riset Kosmopolis Rempah di Malut

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 733
    • 1Komentar

    Sudah Jalin Kerjasama dengan Pemkab Halut Wilayah Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai penghasil  rempah pala dan cengkeh.  Tak salah di Kota Ternate misalnya saat ini membangun icon kotanya dengan sebutan   Kota Rempah. Karena itu juga  Maluku Utara patut menyandang The Spicy Island  karena menjadi penghasil rempah yang merupakan sebuah warisan masa lalu Upaya mengembalikan kejayaan […]

  • Ini Model Mitigasi Gempabumi Siswa SD

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 870
    • 2Komentar

    Siswa SD 4 Ternate saat diberi pengetahuan mitigasi bencana

expand_less