Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
  • visibility 852

Tulisan Sofyan Ansar Polhut Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Maluku Utara

Pulau Sibu merupakan sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau ini, hanya memiliki luasan sekitar 370 hektar dan dikelilingi oleh ekosistem hutan mangrove yang masih sangat alami. Berjarak hanya 1,5 kilometer disebelah barat dari kelurahan Guraping, Oba Utara, Sofifi, Maluku Utara.

Pulau  yang dikelilingi oleh hutan mangrove ini mempunyai potensi ekosistem hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati dan jenis terumbu karang. Di lautnya selain karang juga  sebaran padang lamun serta biota lautnya. Ada beragam keanekargaman hayati  yang hidup alami  bisa   dijumpai di pulau ini.

Sibu juga memiliki pantai yang dikelililingi terumbu karang.Air lautnya   begitu jernih, berwarna biru, bahkan saking jernih air lautnya, terumbu karang di sekitar pulau Sibu bisa terlihat begitu jelas.  Tanpa harus menyelam ke dasar laut dengan perahu saja sudah bisa melihat indahnya karang dan ikan ikannya.

Kekayaaan  hutan mangrove  serta ekosistem bawah lautnya menjadikan Pulau Sibu begitu istimewa.

Bila dilihat dari atas ketinggian atau menggunakan drone, Pulau Sibu terlihat begitu indah. berbentuk seperti hati dan dominan berwarna hijau dengan tutupan vegetasi hutan mangrove  cukup rapat.

Disebelah Utara Pulau Sibu, terdapat kawasan wisata hutan mangrove, telaga dan pantai teluk Guraping yang sangat menawan. Menjadi bagian dari kesatuan keindahan panorama alam yang dimiliki oleh kelurahan Guraping.

Dilihat dari peta kawasan hutan dan perairan Provinsi Maluku Utara, Pulau Sibu merupakan kawasan hutan lindung dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Bagi masyarakat Guraping, Pulau Sibu adalah pulau yang dikeramatkan, karena terdapat makam (Jere) tokoh adat yang dikenal bernama Gimalaha Sibu. Menurut legenda, Pulau Sibu merupakan pemukiman  (kampung) pertama,  jauh sebelum masyarakat Gamrange (Weda, Maba dan Patani) datang dan hidup bersama-sama dengan warga setempat dan membangun pemukiman atau kampung baru disekitar pesisir Pulau Sibu, yang saat ini dikenal menjadi Kelurahan Guraping.

Pada perayaan hari besar keagamaan, Pulau Sibu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk berziarah ke makam Sibu untuk berdoa bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada para leluhur. Ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun oleh masyarakat Guraping.

default

Kecantikan pulau kecil yang dikeramatkan ini, bisa kita nikmati dari kejauhan. Dari kantor Gubernur Maluku Utara, Pulau Sibu terlihat sangat mempesona dan menjadi pemandangan abadi dari atas puncak Gosale. Bila berkunjung ke Pulau Sibu, sobat wisata bisa menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit dari pantai Guraping.

Dikaji dari 3 faktor utama sebagai syarat mutlak untuk pengembangan sebuah destinasi wisata seperti atraksi, akses dan amenitas. Bisa dibilang, di kawasan wisata guraping ini sudah sangat terpenuhi dan sangat layak untuk dijadikan kawasan destinasi wisata prioritas di Provinsi Maluku Utara.

Keindahan dan keunikan panorama alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kelurahan Guraping, merupakan aset berharga yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi denstinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku Utara.

Sadar akan potensi yang dimiliki, para pemuda dan tokoh masyarakat kelurahan Guraping dengan penuh semangat, berinisiatif menggelar sebuah event festival kampung dengan tujuan agar bisa mencuri perhatian pemerintah dan masyarakat luas sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan pontensi pariwisata dan budaya yang terdapat di Kelurahan Guraping.

 Festival bertajuk “Festival Doe-Doe Guraping 2021” berhasil dilaksanakan pada 22 – 31 Desember 2021. “Guraping Kampong Wisata Budaya” menjadi tema besar dalam FDD 2021. Festival Doe Doe 2021 mengangkat tentang kearifan lokal dan potensi wisata alam yang terdapat di guraping. Berbagai konten budaya warisan asli para leluhur pun turut dihadirkan sebagai atraksi dalam festival ini.

Semoga dengan  adanya Festival Doe Doe Guraping 2021, bisa mendapat perhatian dari pemerintah guna pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata di kelurahan Guraping yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

Pulau Sibu merupakan sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau ini, hanya memiliki luasan sekitar 370 hektar dan dikelilingi oleh ekosistem hutan mangrove yang masih sangat alami. Berjarak hanya 1,5 kilometer disebelah barat dari kelurahan Guraping, Oba Utara, Sofifi, Maluku Utara.

Pulau  yang dikelilingi oleh hutan mangrove ini mempunyai potensi ekosistem hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati dan jenis terumbu karang. Di lautnya selain karang juga  sebaran padang lamun serta biota lautnya. Ada beragam keanekargaman hayati  yang hidup alami  bisa   dijumpai di pulau ini.

Sibu juga memiliki pantai yang dikelililingi terumbu karang.Air lautnya   begitu jernih, berwarna biru, bahkan saking jernih air lautnya, terumbu karang di sekitar pulau Sibu bisa terlihat begitu jelas.  Tanpa harus menyelam ke dasar laut dengan perahu saja sudah bisa melihat indahnya karang dan ikan ikannya.

Kekayaaan  hutan mangrove  serta ekosistem bawah lautnya menjadikan Pulau Sibu begitu istimewa.

Bila dilihat dari atas ketinggian atau menggunakan drone, Pulau Sibu terlihat begitu indah. berbentuk seperti hati dan dominan berwarna hijau dengan tutupan vegetasi hutan mangrove  cukup rapat.

Disebelah Utara Pulau Sibu, terdapat kawasan wisata hutan mangrove, telaga dan pantai teluk Guraping yang sangat menawan. Menjadi bagian dari kesatuan keindahan panorama alam yang dimiliki oleh kelurahan Guraping.

Dilihat dari peta kawasan hutan dan perairan Provinsi Maluku Utara, Pulau Sibu merupakan kawasan hutan lindung dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Bagi masyarakat Guraping, Pulau Sibu adalah pulau yang dikeramatkan, karena terdapat makam (Jere) tokoh adat yang dikenal bernama Gimalaha Sibu. Menurut legenda, Pulau Sibu merupakan pemukiman  (kampung) pertama,  jauh sebelum masyarakat Gamrange (Weda, Maba dan Patani) datang dan hidup bersama-sama dengan warga setempat dan membangun pemukiman atau kampung baru disekitar pesisir Pulau Sibu, yang saat ini dikenal menjadi Kelurahan Guraping.

Pada perayaan hari besar keagamaan, Pulau Sibu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk berziarah ke makam Sibu untuk berdoa bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada para leluhur. Ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun oleh masyarakat Guraping.

Kecantikan pulau kecil yang dikeramatkan ini, bisa kita nikmati dari kejauhan. Dari kantor Gubernur Maluku Utara, Pulau Sibu terlihat sangat mempesona dan menjadi pemandangan abadi dari atas puncak Gosale. Bila berkunjung ke Pulau Sibu, sobat wisata bisa menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit dari pantai Guraping.

Dikaji dari 3 faktor utama sebagai syarat mutlak untuk pengembangan sebuah destinasi wisata seperti atraksi, akses dan amenitas. Bisa dibilang, di kawasan wisata guraping ini sudah sangat terpenuhi dan sangat layak untuk dijadikan kawasan destinasi wisata prioritas di Provinsi Maluku Utara.

Keindahan dan keunikan panorama alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kelurahan Guraping, merupakan aset berharga yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi denstinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku Utara.

Sadar akan potensi yang dimiliki, para pemuda dan tokoh masyarakat kelurahan Guraping dengan penuh semangat, berinisiatif menggelar sebuah event festival kampung dengan tujuan agar bisa mencuri perhatian pemerintah dan masyarakat luas sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan pontensi pariwisata dan budaya yang terdapat di Kelurahan Guraping.

 Festival bertajuk “Festival Doe-Doe Guraping 2021” berhasil dilaksanakan pada 22 – 31 Desember 2021. “Guraping Kampong Wisata Budaya” menjadi tema besar dalam FDD 2021. Festival Doe Doe 2021 mengangkat tentang kearifan lokal dan potensi wisata alam yang terdapat di guraping. Berbagai konten budaya warisan asli para leluhur pun turut dihadirkan sebagai atraksi dalam festival ini.

Semoga dengan  adanya Festival Doe Doe Guraping 2021, bisa mendapat perhatian dari pemerintah guna pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata di kelurahan Guraping yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Kabar Deforestasi di Indonesia?

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 691
    • 1Komentar

    Pemerintah Klaim Turun  8,4 Persen Deforestasi Indonesia tahun 2021-2022 turun 8,4% dibandingkan hasil pemantauan tahun 2020-2021. Deforestasi netto Indonesia tahun 2021 -2022 adalah sebesar 104 ribu ha. Sementara, deforestasi Indonesia tahun 2020-2021 adalah sebesar 113,5 ribu ha. Demikian rilis resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagaimana dimuat dalam situs resmi […]

  • Gaungkan Perikanan Berkelanjutan Melalui Jurnalisme   

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Perikanan berkelanjutan menjadi salah satu isu penting sekarang dan di masa depan. Hal ini juga  berhubungan dengan masalah pangan dari kelautan. Terutama ketersediaan ikan  yang saat ini menghadapi berbagai  masalah. Dari penangkapan yang bersifat destruktif,  budidaya dan perlindungan  untuk  generasi di masa depan. Hal ini juga menjadi salah satu tema penting dari Green Press Community […]

  • Titik Nol Jalur Rempah adalah Soal Geopolitik (3)

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 624
    • 1Komentar

    Untuk menentukan Titik Nol Rempah, bukan lagi sekedar soal romantisme sejarah masa lalu, namun ia adalah soal identitas, nasionalisme, dan soal geopolitik global, untuk menentukan pada titik manakah Indonesia harus memainkan peranannya dalam percaturan global dewasa ini. Jika menoleh apa yang dilakukan China sepeninggalnya Mao Tze Tung, Deng Xiao Ping telah berani mengangkat identitas masa […]

  • Perempuan Tobaru Kembangkan Pangan Lokal

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 639
    • 1Komentar

    Dorci Polu (56) dan suaminya Herman Ime (60) Jumat siang di pertengahan Februari lalu itu duduk di depan rumah. Hari itu mereka  belum ke kebun  yang  berjarak sekira 3 kilometer dari Desa Togoreba Tua Kecamatan Tabaru Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Herman Ime duduk di  kursi sambil menatap ke arah jalan raya. Sementara Dorci langsung […]

  • Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

    Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Entah apa yang ada dalam benak Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus,  pasca tragedi kecelakaan longboat dari Mangole Tujuan Sanana pertengahan September lalu, dia lalu mengeluarkan instruksi untuk seluruh PNS daerah itu. Instruksi tegas mewajibkan untuk menyumbang tiap orang satu pelampung atau life jaket untuk diserahkan ke long boat atau alat transportasi lainnnya. Kecelakaan […]

  • Ocean Eye akan Diuji Coba di Morotai

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Morotai foto/Mahmud Ichi/kabarpulau

expand_less