Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Soal Sungai Sagea, Ini Hasil dari Tim Udara dan Darat

Soal Sungai Sagea, Ini Hasil dari Tim Udara dan Darat

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
  • visibility 767

Ahli Geologi Sarankan Tunggu Uji Lab Kimia Air

Komunitas Save Sagea yang mengawal bencana tercemarnya sungai Sagea menjelaskan bahwa  setelah tim investigas lakukan tugasnya,  di mana tim yang merupakan gabungan masyarakat pemerintah  yang turun lapangan belum punya kesimpulan apa pun. Baik yang lakukan pemantauan melalui udara dengan  heli maupun melalui perjalanan darat.

Adlun Fikri Juru bicara Komunitas Save Sagea mengungkapkan, berdasarkan laporan yang mereka terima dari tim pemantauan udara menggunakan helikopter menyebutkan bahwa laporan hasil pemantauan melalui akses udara/coper, rekomendasikan  perlu diatur kembali jadwal pertemuan. Tujuannya kata Adlun, untuk dapat menentukan titik akurat dalam mencari tahu sumber  cemaran.

Dia bilang, sesuai hasil pantauan menggunakan helikopter ada gambaran bahwa PT WBN  melakukan kegiatan bukaan jalan untuk explorasi. “Ini  sesuai dengan data citra satelit yang telah dikantongi,” katanya.  Hanya saja  terhalang jarak pandang yang terbatas maka sumber aliran air yang keruh itu tidak kelihatan. 

Begitu juga tidak ditemukan aliran air dari jalan ring WBN yang terkoneksi dengan DAS Sungai Sagea. Untuk itu maka perlu dilakukan perencanaan yang lebih matang untuk menentukan jalur-jalur mana saja yang perlu kembali didatangi.

Sementara kata Adlun berdasarkan laporan hasil tim yang melalui darat terdiri dari masyarakat lima orang, satu orang dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Tengah dan, dua orang dari Dinas Lingkungan Hidup  Provinsi terbilang gagal mencapai titik sasaran.

Tim darat ini ditugaskan untuk melihat titik-titik yang diduga kuat menjadi penyebab tercemarnya Sungai Sagea. “Namun kendala di lapangan ketika diantar  oleh karyawan PT HSM hanya sampai di batas patok PT HSM dan PT WBN.

Menurutnya, sesuai rencana awal tim darat akan dijemput di wilayah WBN yang berbatasan langsung dengan PT HSM tapi ternyata karena masalah komunikasi. Penanggung jawab tim darat sama sekali  tidak ada komunikasi jadi akhirnya armada dari WBN  tidak berada di lokasi di saat tim darat tiba di tempat  yang akan dijemput.

 Dia bilang, ada alternatif yang dipakai oleh tim darat bisa mencapai hingga kilometer 9.  Hanya saja tidak maksimal karena cuaca, kabut, dan  rintik hujan. Akhirnya tim darat berbalik. Di lapangan yang ditemukan itu ada jalan hauling  (jalan angkut, red) PT HSM yang tersambung langsung dengan PT WBN. Lebarnya  diperkirakan  5 sampe 6 meter.

“Dari tim memang melakukan tracking jalan ini tapi tidak mencapai km 9. Hanya saja sejauh mata memandang jalan itu ada,”tambahnya. Karena itu perlu ada kesepakatan dan pembicaraan lagi agar dibentuk tim untuk mengetahui lebih jelas sumber masalah ini.  “Tim darat yang memastikan sumber pencemaran  belum maksimal sehingga belum mendapatkan kesimpulan dari pencemaran di Sungai Sagea ini,”katanya.

Emas coklat mengalir sampai jauh: Kondisi-muara-sungai-dan-laut-di-kawasan-Sagea-berwarna-emas-foto-Save-Sagea

Sementara laporan Tim investigasi menyatakan penyebab terjadinya perubahan warna air di Sungai Sagea dan Bokimaruru di Desa Sagea-Kiya, Halmahera Tengah, bukan karena dampak aktivitas pertambangan.

Tim itu terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Maluku Utara, DLH Halmahera Tengah, Dinas Kehutanan, dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS).

“Laporan tim yang ada di lokasi seperti itu, memang alirannya ke beberapa sungai  di Halmahera Tengah, tetapi tidak menyebutkan Sungai Bokimaruru,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maluku Utara, Fachruddin Tukuboya, kepada media Rabu, (6/9/2023). (https://www.halmaheranesia.com/2023/09/06/tim-investigasi-laporan-sementara-keruhnya-sungai-sagea-bukan-karena-tambang/)

Fachruddin bilang, tim di lapangan melaporkan bahwa ada potensi terjadinya longsoran di dalam Gua Bokimaruru. “Perlu digarisbawahi bahwa ini kesimpulan sementara,” kilahnya.

Terpisah, Ketua Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Utara Dedi Abdulkadir Arif  mengatakan soal memastikan sumber cemarannya perlu menunggu uji sampel yang telah diambil. Kalau diperkirakan terjadi longsoran kira kira  bukti yang memperkuat longsor nya apa. Dia bilang  data   hasil uji lab kimia air dengan sampling yang tepat sesuai prosedur  dan keterwakilan luasan badan sungai akan menentukan mana penyebab cemaran sebenarnya.  “Karena itu kesimpulan nya  menunggu hasil uji lab air,” katanya saat dihubungi via hand phone Rabu (6/9/2023) malam.  (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Indonesia umumkan uang beredar di masyarakat

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Petugas menghitung uang pecahan milik nasabah di salah satu agen BRILink di Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/10/2025).Bank Indonesia (BI) mengumumkan uang beredar di masyarakat M2 pada Agustus 2025 sebesar Rp 9.657,1 triliun atau tumbuh 7,6 persen tumbuh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,6 persen yang didorong uang beredar sempit (M1) sebesar 10,5 persen dan […]

  • Jurnalisme Lingkungan, Jalan Pulang Melihat Isu  Publik

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 688
    • 0Komentar

    AMSI-BBC Media Action Program Kerjasama   Isu lingkungan  mestinya menjadi jalan pulang para jurnalis untuk melihat apa yang lebih dibutuhkan publik saat ini. Bukan sekadar traffic dan pageview atau  pengunjung. Pasalnya, dalam tren jurnalisme viral, banyak informasi penting yang terlewatkan untuk dikonsumsi publik. Pesan ini disampaikan oleh  Wenseslaus Manggut Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia […]

  • Belantara Fondation Bahas Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan

    • calendar_month Kam, 17 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 788
    • 0Komentar

    Hutan di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Halamhaera

  • Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.260
    • 0Komentar

    Penulis: Djul Fikram Isra Malayu & Mahmud Ici   Suasana mendung pagi hingga siang. Memasuki pukul 14.13 WIT matahari mulai menampakkan cahaya. Sinarnya  terasa agak terik.  Di akhir  bulan, tepatnya  Senin 29 Oktober 2025, di  Halmahera Tengah  dan sekitarnya sedang musim  hujan. Meski begitu, kadang ada sela cerah  dengan cahaya terik. Hari itu ketika cuaca agak […]

  • Ini Rencana Pesta Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Malut

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 793
    • 0Komentar

    Digelar di Kalaodi  dan  Kayoa  17  hingga 19 November Sebuah  pesta  berbasis  lingkungan   segera digelar  Wahana Lingkungan  Hidup (WALHI) Maluku Utara. Pekan lingkungan ini akan  digelar  di  Kalaodi  puncak Kota Tidore Kepualuan  dan Kayoa Halmahera Selatan.  Bertitel Pekan Lingkungan Hidup Pesisir Laut dan Pulau-pulau Kecil  akan   digelar sejumlah  acara.  Mulai dari  seminar lingkungan hidup  dan […]

  • Pemerintah Sudah Tetapkan Acuan Harga Ikan  

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 1.066
    • 1Komentar

    Pendaratan Ikan di Pelabuhan Perikanan Dufa dufa Ternate foto M Ichi

expand_less