Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Bersih Pantai, Monitoring Karang dan Tanam Mangrove

Bersih Pantai, Monitoring Karang dan Tanam Mangrove

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
  • visibility 268

Aksi FPIK Unkhair di Hari Sumpah Pemuda  

Salah satu persoalan yang cukup mengkhawatirkan di bidang lingkungan terutama di kawasan laut Pulau Ternate, adalah sampah. Lebih lebih untuk sampah plastik.

Hasil  temuan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun Ternate menunjukan, sampah plastik   yang diproduksi masyarakat Kota Ternate dan sekitarnya sudah sangat miris.   

Saat aksi Coastal Clean atau pembersihan pantai  yang digelar  mahasiswa pecinta alam pesisir (Mapasir) dan dosen di FPIK Unkhair   bertepatan dengan Hari  Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2021   di Pantai Kastela, Ternate. Dalam kegiatan ini mereka berhasil mengumpulkan sampah dari berbagai jenis yang beratnya mencapai  2,5 ton.

Aksi monitoring terumbu karang

“Dalam gerakan  coastal clean  itu dari 2,5 ton sampah 1,8 ton diantaranya adalah sampah plastic.  Banyaknya sampah  dan luasan pantai yang dibersihkan, dapat dihitung setiap luasan satu meter pantai ditemukan 1 kilogram sampah plastic,” jelas Dekan FPIK  Unkhair Dr Janib Ahmad. 

Menurutnya, dari gambaran yang ada, kondisi sampah plastic yang masuk ke laut sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya menganggu ekosistem dan biota laut  tetapi juga  moda transportasi antar pulau.

Aksi 28 Oktober kemarin, tidak hanya  gerakan bersih pantai. Ada dua kegiatan lain yang berlangsung di Ternate dan Halmahera Selatan. Kegiatan itu adalah monitoring kondisi terumbu karang di sejumlah kawasan laut yang juga tempat wisata di Ternate serta menaman mangrove di Pulau Obi. 

Kegiatan tanam mangrove

Untuk monitoring terumbu karang, sebelumnya FPIK bekerja sama dengan kementerian lingkungan hidup melakukan penanamn terumbu karang dengan menggunakan modul rangka spider. Penanaman yang dilakukan 2020 dan 2021 ini  sudah mencapai di 500 modul rangka spider.

Menurut Janib, di tahun 2021 ditanam April lalu  sebanyak 220 rangka spider yang pertumbuhnnya kurang lebih 82 persen   bertumbuh   baik.  220 rangka spider  itu ditanam di kawasan laut Tobolo dan Kastela.   

“Rehabilitasi  terumbu karang  ini adalah bagian dari menjaga dan melakukan mitigasi perubahan iklim.  ,”jelasnya.

Sementara untuk penanaman mangrove di Obi Halmahera Selatan sebanyak 7200 pohon  oleh mahasiswa di lahan seluas 6,8 hektar di desa Soligi yang dikerjakan bersama masyarakat.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • CONSERVE, Kegiatan Pengarusutamaan Kehati Lintas Sektor

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Kakatua Putih salah satu jenis burung yang dilindungi di Maluku Utara foto M Ichi

  • Indonesia Petakan Kembali Mangrove untuk Karbon Biru

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Pemetaan kondisi terkini kawasan ekosistem mangrove, padang lamun (seagrass), dan kawasan pesisir di Indonesia diharapkan sudah ada pada 2019 mendatang. Proses mengungkap data terbaru itu, akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dengan menggandeng Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). (Mongabay.co.id http://www.mongabay.co.id/2018/07/19/indonesia-petakan-kembali-mangrove-untuk-karbon-biru/) Kebutuhan pemetaan data terbaru itu, menurut Deputi IV Bidang SDM, Iptek, dan […]

  • Kampung di Tengah Kaldera, Talaga di Tidore dan Aogashima di Jepang  

    • calendar_month Kam, 14 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Mengagumkan jika terdapat kampung atau pemukiman di tengah kaldera gunung berapi.  Baik  yang masih aktif maupun  yang sudah tidak lagi.  Benar saja ternyata kampung di tegah kaldera itu ada. Di Pulau Tidore Maluku Utara ada kampung bernama Talaga,  berada di tengah kaldera gunung api yang tidak aktif lagi. Sementara  di Negeri Sakura Jepang, terdapat  di tengah […]

  • Maluku Utara Kaya Rempah, Minim Pangan Fungsional

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Maluku Utara yang terhampar pulau-pulaunya,memiliki kekayaan pangan local dan rempah  Terutama  pala dan cengkih. Kekayaan ini bahkan tercatat dalam sejarah sebagai barang buruan bangsa Eropa di masa lalu.  Sejarawan Maluku Utara (alm) M Adnan Amal Tomagola dalam risetnya berjudul Portugis dan Spanyol di Maluku (2009) mengupas tentang kehadiran dua bangsa ini  berebut rempah. Mereka  datang […]

  • Pemda Kalah Hadapi Korporasi Tambang?

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Kawasan Pertambangan PT IWIP di Weda Halmahera Tengah foto M Ichi

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Banjir dan Longsor  Berulang  hingga Nelayan Terus  jadi Korban di Laut Hari jelang sore di Rabu (17/9/2025) itu, Salma M Arif dan suaminya Ongen Ramli warga Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, berada di dalam rumah. Mereka  baru saja pulang ke rumah setelah  aktivitas di luar. Sore itu, berawan mesti seharian  tidak terjadi hujan. Tiba-tiba mereka […]

expand_less