Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Bersih Pantai, Monitoring Karang dan Tanam Mangrove

Bersih Pantai, Monitoring Karang dan Tanam Mangrove

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
  • visibility 441

Aksi FPIK Unkhair di Hari Sumpah Pemuda  

Salah satu persoalan yang cukup mengkhawatirkan di bidang lingkungan terutama di kawasan laut Pulau Ternate, adalah sampah. Lebih lebih untuk sampah plastik.

Hasil  temuan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun Ternate menunjukan, sampah plastik   yang diproduksi masyarakat Kota Ternate dan sekitarnya sudah sangat miris.   

Saat aksi Coastal Clean atau pembersihan pantai  yang digelar  mahasiswa pecinta alam pesisir (Mapasir) dan dosen di FPIK Unkhair   bertepatan dengan Hari  Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2021   di Pantai Kastela, Ternate. Dalam kegiatan ini mereka berhasil mengumpulkan sampah dari berbagai jenis yang beratnya mencapai  2,5 ton.

Aksi monitoring terumbu karang

“Dalam gerakan  coastal clean  itu dari 2,5 ton sampah 1,8 ton diantaranya adalah sampah plastic.  Banyaknya sampah  dan luasan pantai yang dibersihkan, dapat dihitung setiap luasan satu meter pantai ditemukan 1 kilogram sampah plastic,” jelas Dekan FPIK  Unkhair Dr Janib Ahmad. 

Menurutnya, dari gambaran yang ada, kondisi sampah plastic yang masuk ke laut sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya menganggu ekosistem dan biota laut  tetapi juga  moda transportasi antar pulau.

Aksi 28 Oktober kemarin, tidak hanya  gerakan bersih pantai. Ada dua kegiatan lain yang berlangsung di Ternate dan Halmahera Selatan. Kegiatan itu adalah monitoring kondisi terumbu karang di sejumlah kawasan laut yang juga tempat wisata di Ternate serta menaman mangrove di Pulau Obi. 

Kegiatan tanam mangrove

Untuk monitoring terumbu karang, sebelumnya FPIK bekerja sama dengan kementerian lingkungan hidup melakukan penanamn terumbu karang dengan menggunakan modul rangka spider. Penanaman yang dilakukan 2020 dan 2021 ini  sudah mencapai di 500 modul rangka spider.

Menurut Janib, di tahun 2021 ditanam April lalu  sebanyak 220 rangka spider yang pertumbuhnnya kurang lebih 82 persen   bertumbuh   baik.  220 rangka spider  itu ditanam di kawasan laut Tobolo dan Kastela.   

“Rehabilitasi  terumbu karang  ini adalah bagian dari menjaga dan melakukan mitigasi perubahan iklim.  ,”jelasnya.

Sementara untuk penanaman mangrove di Obi Halmahera Selatan sebanyak 7200 pohon  oleh mahasiswa di lahan seluas 6,8 hektar di desa Soligi yang dikerjakan bersama masyarakat.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negara Dibutuhkan Hadir di Tengah Warga Pesisir

    • calendar_month Sab, 21 Apr 2018
    • account_circle
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Masyarakat pesisir yang mendiami seluruh pulau di Indonesia termasuk Maluku Utara, sangat membutuhkan perlindungan dari Negara. Tujuannya untuk menghalau berbagai ancaman yang datang silih berganti kepada masyarakat. Ancaman tersebut, bisa berupa kriminal, kesejahteraan, sosial, dan lainnya. Yang paling mendasar, masyarakat pesisir saat ini banyak yang terancam akan kehilangan ruang penghidupannya di laut. Fakta itu menurut […]

  • Obi Kaya Keanekaragaman Hayati

    • calendar_month Sen, 7 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Ditemukan Cecak Jarilengkung  Jenis  Baru  Diberi Nama Papeda Pulau-pulau di Maluku Utara ternyata kaya berbagai  keanekaragaman hayati. Di hutan- hutan pulau tersebut ditemukan beragam jenis flora dan fauna. Terbaru  ditemukannya cicak jarilengkung yang diberi nama cicak papeda. Cecak ini ditemukan di Pulau Obi  di  daerah Kawasi yang saat ini hutannya gencar dieksploitasi  tambang nikel. Cerita […]

  • Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 454
    • 1Komentar

    Jalan-Anggai-Aer-Aer-Mangga-seperti-sungai-saat-musim-hujan-foto-M-Ichi.jpeg

  • Setahun Ribuan Kali Gempa Terjadi di Malut

    • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 547
    • 1Komentar

    Ada 11 Ancaman  Serius Bencana Bagi   Masyarakat Gempa bumi tektonik bermagnitudo M 6,1 mengguncang wilayah Maluku Utara terjadi   pukul 17.09 WIB, Kamis (3/6/2021). Gempa itu  tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 0.41 LU dan 126.23 BT. Lokasi tepatnya berada di laut […]

  • Kenalkan Kehati Malut Lewat Pameran Kehidupan Liar

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 438
    • 1Komentar

    Foto yang ditampilkam dalam pameran pertama yang dilaksanakan pada 2020 lalu

  • Hutan Orang Tobaru Terus Menyusut

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Yusak Bulere (67 tahun) sibuk mengasapi kelapa yang telah diolah menjadi kopra. Saat ditemui di kebunnya Minggu sekira pukul 11.30 WIT pertengahan Februari 2021 lalu, Ayah tiga ini sibuk melemparkan  gonofu  (sabut kelapa dan tempurung kelapa,red) ke dalam api untuk menambah  api bafufu (pengasapan,red). Yusak sejak pagi menunggu kopra matang untuk segera dijual  kepada pedagang  […]

expand_less