Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Bersih Pantai, Monitoring Karang dan Tanam Mangrove

Bersih Pantai, Monitoring Karang dan Tanam Mangrove

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
  • visibility 750

Aksi FPIK Unkhair di Hari Sumpah Pemuda  

Salah satu persoalan yang cukup mengkhawatirkan di bidang lingkungan terutama di kawasan laut Pulau Ternate, adalah sampah. Lebih lebih untuk sampah plastik.

Hasil  temuan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun Ternate menunjukan, sampah plastik   yang diproduksi masyarakat Kota Ternate dan sekitarnya sudah sangat miris.   

Saat aksi Coastal Clean atau pembersihan pantai  yang digelar  mahasiswa pecinta alam pesisir (Mapasir) dan dosen di FPIK Unkhair   bertepatan dengan Hari  Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2021   di Pantai Kastela, Ternate. Dalam kegiatan ini mereka berhasil mengumpulkan sampah dari berbagai jenis yang beratnya mencapai  2,5 ton.

Aksi monitoring terumbu karang

“Dalam gerakan  coastal clean  itu dari 2,5 ton sampah 1,8 ton diantaranya adalah sampah plastic.  Banyaknya sampah  dan luasan pantai yang dibersihkan, dapat dihitung setiap luasan satu meter pantai ditemukan 1 kilogram sampah plastic,” jelas Dekan FPIK  Unkhair Dr Janib Ahmad. 

Menurutnya, dari gambaran yang ada, kondisi sampah plastic yang masuk ke laut sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya menganggu ekosistem dan biota laut  tetapi juga  moda transportasi antar pulau.

Aksi 28 Oktober kemarin, tidak hanya  gerakan bersih pantai. Ada dua kegiatan lain yang berlangsung di Ternate dan Halmahera Selatan. Kegiatan itu adalah monitoring kondisi terumbu karang di sejumlah kawasan laut yang juga tempat wisata di Ternate serta menaman mangrove di Pulau Obi. 

Kegiatan tanam mangrove

Untuk monitoring terumbu karang, sebelumnya FPIK bekerja sama dengan kementerian lingkungan hidup melakukan penanamn terumbu karang dengan menggunakan modul rangka spider. Penanaman yang dilakukan 2020 dan 2021 ini  sudah mencapai di 500 modul rangka spider.

Menurut Janib, di tahun 2021 ditanam April lalu  sebanyak 220 rangka spider yang pertumbuhnnya kurang lebih 82 persen   bertumbuh   baik.  220 rangka spider  itu ditanam di kawasan laut Tobolo dan Kastela.   

“Rehabilitasi  terumbu karang  ini adalah bagian dari menjaga dan melakukan mitigasi perubahan iklim.  ,”jelasnya.

Sementara untuk penanaman mangrove di Obi Halmahera Selatan sebanyak 7200 pohon  oleh mahasiswa di lahan seluas 6,8 hektar di desa Soligi yang dikerjakan bersama masyarakat.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekowisata di Punggung Gamalama

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 806
    • 0Komentar

    Menikmati  Keindahan  Ternate dari  Puncak Hutan Pala dan Cengkih  Pagi jelang siang di pertengahan Juli lalu, ketika udara hutan pala dan cengkih masih  segar, saya  coba menyusuri  punggung Gunung Gamalama. Lokasi ini berada tepat di kawasan puncak Kelurahan Moya Kota Ternate Tengah Maluku Utara. Lokasi ini dalam beberapa  bulan belakangan  menjadi salah satu spot paling […]

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    Banjir dan Longsor  Berulang  hingga Nelayan Terus  jadi Korban di Laut Hari jelang sore di Rabu (17/9/2025) itu, Salma M Arif dan suaminya Ongen Ramli warga Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, berada di dalam rumah. Mereka  baru saja pulang ke rumah setelah  aktivitas di luar. Sore itu, berawan mesti seharian  tidak terjadi hujan. Tiba-tiba mereka […]

  • Pulau- pulau di Malut Kaya Sumberdaya Hayati

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 806
    • 1Komentar

    LIPI Temukan Empat Spesies Baru Kumbang Hutan dan alam pulau-pulau di Maluku Utara benar benar kaya sumberdaya hayati. Terbaru sesuia hasil publikasi yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  ada  temuan  empat speies baru jenis kumbang. Atas  temuan ini semakin mengukuhkan bahwa hutan dan alam  di Maluku Utara kaya dan menjadi laboratorium   riset untuk pengembangan  […]

  • Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi   Dunia

    Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi Dunia

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 999
    • 0Komentar

    Pulau Sumba yang dikenal dengan nama tanah humba   atau tanah marapu, menjadi titik nol ditetapkannya, hari Keadilan Ekologi dunia atau World EcologicaJustce Day. Hari penting ini digagas oleh Wahana Ligkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada Sabtu 20 September 2025 bertepatan dengan kegiatan pertemuan nasional lingkungan  hidup (PNLH) WALHI ke XIV yang  dipusatkan di Kota Waingapu […]

  • Kolaborasi Bahas Lingkungan, Lahir Gagasan Ecoteologi  

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam  Komunitas Eco Enzyme, Orwil Ikatan Cendekiawan Muslim Se Indonesia (ICMI) Maluku Utara, dan Forum Diskusi Insan Cita (FORDISTA)  menggelar diskusi  membahas problem lingkungan yang  kian hari kian  ruwet di daerah ini. Diskusi bertema, Permasalahan, Solusi dan Kebijakan Pengelolaan Ekologi di Kota Ternate  ini  dikemas dalam Diskusi Serial Collaborative Discourse  […]

  • Wilayah Kelola Hutan Oleh KPH Bertambah

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 1.248
    • 1Komentar

    BPHP- KPH  Bahas Update  Peta Arahan HP-HL di Malut  Arahan pemanfaatan hutan produksi- hutan lindung mulai dibahas. Pembahasan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XIV Ambon itu, dilaksanakan di hotel Muara Ternate, Kamis (24/3/2022). BPHP yang membawahi wilayah Maluku dan Maluku Utara membahasnya  dengan  gelar Focus Discussion Group […]

expand_less