Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Ayo Selamatkan Pulau Ini Sebelum Tenggelam

Ayo Selamatkan Pulau Ini Sebelum Tenggelam

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
  • visibility 1.131

Pulau Pagama di Kepulauan Sula Nyaris Hilang    

Percaya tidak percaya dampak  perubahan iklim memang nyata adanya. Mau bukti, lihatlah kondisi pulau Pagama di Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara ini. Pulau yang berada tepat di  antara  Pulau Sulabesi dan Mangole Kepulauan Sula  ini nyaris habis disapu air laut.

Pulau ini  jika  dijangkau dari pelabuhan Kota Sanana, terbilang  lumayan jauh. Pulau tak berpenghuni ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam menggunakan speedboat. Namun jika menggunakan katinting atau perahu bermesin jhonson, butuh waktu sekira 2 jam untuk bisa  menikmati keindahan pantai dan bawah lautnya.

Di pulau Pagama, pengunjung  bisa melakukan beragam aktivitas dari berenang, memancing, menyelam, atau sekadar berjemur. Pulau ini juga menjadi tempat persinggahan para nelayan di Kepulauan Sula jika saat melaut dan paceklik.

Pulau  berpasir putih  yang dihiasi beberapa jenis pohon yang biasa tumbuh di  ekosistem pantai  termasuk pohon pinus itu, kini nyaris tak tersisa lagi.  Kenaikan permukaan air laut dan hempasan geombang membuat daratan pulau ini nyaris  hilang.  Dulunya daratan pulau ini cukup luas. Namun seiring waktu dan kondisi dampak alam kini   luasnya sudah tak cukup 10 meter lagi. 

Pulau Pagama beberapa tahun lalu

Lima tahun sebelumnya. luas pulau eksotik tersebut sekira 450 meter dan masih ditumbuhi puluhan pohon pinus. Kini, yang tersisa hanya satu pohon pinus yang juga terancam roboh akibat adanya abrasi.

“Untuk  lahan yg tersisa  kurang lebih 5 meter  dan ini tinggal menunggu waktu saja,” kata Kuswandi Buamona akivis Wahana  Lingkungan Hidup (WALHI) Maluku Utara yang berkunjung ke pulau tersebut pekan lalu.

Wandi  yang sudah beberapa kali mengunjungi pulau ini menyampaikan keperihatinanya dengan kondisi Pulau Pagama. Dia  bilang, kondisi pulau Pagama saat ini sudah jauh berbeda dengan kondisi lima tahun lalu. “Nyaris tidak ditemukan lagi pohon karena  sudah tumbang dihempas gelombang,” ujarnya. Dia lantas memprediksi pulau ini akan hilang dalam waktu yang tidak lama lagi jika taka da upaya penyelamatan.

Kondisi Pulau Pagama tiga tahun lalu, foto Wandi

Pulau ini  menjadi icon Kepulauan Sula, sekaligus tempat wisata. Sayang kurang mendapat perhatian dari pemda Kabupaten  Kepulauan Sula.

Ini terbukti dengan semakain mengecilnya pulau ini  bahkan hampir hilang, tetapi belum ada upaya untuk perlindungan dan perbaikannya. Karena itu dia mengajak seluruh elemen masyarakat  dan pemerintah agar peduli dan mau menyelamatkan pulau ini dengan gerakan yang nyata.

“Ancaman tenggelamnya pulau akibat kenaikan permukaan laut menjadi faktor yang paling dicurigai.Salah  satunya ini akibat adanya aktifitas reklamasi di pesisir pantai Kota Sanana,” jelas Wandi.

Harapannya semoga kondisi Pulau Pagama ini menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula  yang baru terpilih ini. Ayo mari kita selamatkan Pagama,” harapnya.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • WALHI Gelar Camping Kaum Muda Kepulauan

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 612
    • 0Komentar

    Bangun Kesadaran Sejak Dini untuk Lingkungan Pada Jumat hingga Minggu (03-05/11/ 2023) lalu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara,  menggelar Camping Kaum Muda Kepulauan. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan wisata Pantai Kastela Kecamatan Pulau Ternate Maluku Utara.  Kegatan  itu mengusung tema “Selamatkan Ruang Hidup Rakyat Maluku Utara Dari Solusi Palsu Transisi Energi”  Kegiatan outdor […]

  • Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 658
    • 0Komentar

    Bagian dari Upaya Konservasi Ake Gaale Selasa 22 Maret 2022 hari ini, menjadi momentum penting memperingati Hari Air Sedunia. Di berbagai belahan bumi, masyarakat  atau komunitas memperingati hari air dengan berbagai kegiatan, baik ceremony maupun aksi nyata.   Di Ternate Maluku Utara  terutama masyarakat yang bermukim di sekitar sumber mata air Ake Gaale di Kelurahan […]

  • Toyom, Pohon Penyembuh Luka dari Halmahera

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Sterculia oblongifolia atau yang dikenal dengan sebutan toyom merupakan tumbuhan yang sangat bermakna bagi masyarakat sekitar Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Halmahera Timur, Maluku Utara. Tumbuhan ini berperan penting dalam kehidupan komunitas suku Togutil di sana yang masih nomaden foto KLHK

  • Ekowisata di Punggung Gamalama

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Menikmati  Keindahan  Ternate dari  Puncak Hutan Pala dan Cengkih  Pagi jelang siang di pertengahan Juli lalu, ketika udara hutan pala dan cengkih masih  segar, saya  coba menyusuri  punggung Gunung Gamalama. Lokasi ini berada tepat di kawasan puncak Kelurahan Moya Kota Ternate Tengah Maluku Utara. Lokasi ini dalam beberapa  bulan belakangan  menjadi salah satu spot paling […]

  • 9 Ekor Paruh Bengkok Pulang ke Halmahera

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Burung burung tersebut saaat diangkut menuju Halmahera

  • Saatnya Pariwisata Go Digital

    • calendar_month Jum, 27 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Cry Jailolo Ramaikan Ultah GenPI dan Pasar Teluk   Pada 25 November 2020 lalu,  Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Halmahera Barat dan Pasar Teluk, genap berusia dua tahun.  Dalam perayaan ulang tahun kedua itu banyak atraksi ditampilkan. Salah satunya seni tari Cry Jailolo  yang sudah go internasional itu. Rilis yang dikirimkan GenPi kepada kabarpulau.co.id/ menyebutkan, dengan […]

expand_less