Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Bahalo Sagu di Festival Kampung Pulau

Warga Bahalo Sagu di Festival Kampung Pulau

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
  • visibility 722

Festival  Kampong  Pulau  yang digelar warga  beberapa desa di Kabupaten Halmahera Selatan turut menampilkan produk pangan lokal. Kegiatan yang difasilitasi EcoNusa Indonesia bersama  Perkumpulan PakaTiva   itu,  telah dilaksanakan  di  Desa  Gane  Dalam  Gane Barat Selatan dan  Desa Samo Gane Barat  Utara. Kegiatan yang  seluruhnya disiapkan dan diselnggarakan warga itu, selain membuat    produk olahan pangan local seperti sagu, singkong dan padi ladang juga turut menampilkan beberapa atraksi budaya.

Di  Desa Samo, warga menampilkan  beberapa olahan makanan dari sagu, juga singkong dan  ubi jalar atau batatas. Mereka juga  mengolah padi   dengan ditumbuk secara  tradisional menggunakan lesung dan alu.  Produk makanan dari  pangan local ini turut dihidangkan kepada warga dan tamu yang hadir dalam acara ini.

Bahalo sagu menggunakan alat tradisional/ft hiar

“Pangan local yang ada ini menjadi tanda  atau memberi pesan kepada semua pihak bahwa banyak pangan local yang  diusahakan oleh warga untuk  memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Direktur Eksekutif EcoNusa  Bustar Maitar saat  memberi pesan-pesan dalam acara Festival ini.   Dia bilang warga sebenarnya mandiri dengan pangan local yang mereka miliki.    

Soal makanan dari sagu ada beberapa jenis  makanan dengan bahan baku tepung sagu yang dihasilkan misalnya,  popeda, sinyole (Sagu yang disangrai,red) boko boko (sagu yang dimasak di dalam bambu,red) dan baha-baha (tepung sagu dibungkus daun sagu lalu dibakar).

 Soal pangan sagu ini warga turut memeragakan cara mengolah sagu. Warga menyebutkan  dengan  bahalo sagu. Bahalo sagu ini ditunjukan mulai dari proses mengolah  pokok sagu, diremas hingga menjadi tepung sagu. Tidak itu saja wadah   menaruh tepung sagu juga  dibuat dari daun rumbia  yang dianyam membentuk seperti ember yang disebut dengan tumang.  

sinyole salah satu ,makanan dari tepung sagu

Menurut warga,  apa yang mereka tunjukan ini adalah bagian dari symbol mengolah pangan local  secara tradisional  yang kini sudah mulai ditinggalkan  warga.  Misalnya untuk bahalo sagu di beberapa tempat di Maluku Utara  tidak lagi menggunakan Ngongalo  (alat pemukul pokok sagu,red) tetapi  menggunakan mesin untuk menggiling. “Rata rata warga sudah menggunakan mesin untuk menggiling pokok sagu. Jadi kami menggunakan alat-alat tradisional ini untuk menunjukan alat alat pemukul sagu yang sudah mulai hilang ini,” ujar Luth Komo-komo  salah satu warga yang turut memeragakan cara bahalo sagu  dengan Ngongalo.  Cara mengolah sagu secara tradisional ini di desa  Samo  sudah lama ditinggalkan.

tumbuk padi menggunakan lesung dan alu/foto ivan

Padahal menurut warga dari sisi rasa tepung sagu yang dipukul dengan alat tradisional dan  mesin sangat berbeda. “Jelas dari segi rasa antara yang diolah dengan mesin dan menggunakan alat tradisiona ngongalo sangat beda,” jelasnya. Sementara untuk pangan dari  padi ladang ,warga sempat membuat  atraksi tumbuk padi mengunakan lesung dan alu. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 7 Mitigasi Awal Perubahan Iklim di Malut

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 686
    • 1Komentar

    Sebagai Upaya Mendukung Program FOLU Net Sink 2030 Setelah melalui proses panjang selama  dua hari Rabu (22/2/2023) dan Kamis (23/2/2023)  menggelar seminar dan diskus, i para pihak yang terlibat dalam workshop Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Maluku Utara menetapkan sejumlah  poin simpulan  yang akan ditindaklanjuti. Salah satunya […]

  • Ini Lima Pemenang LiveWIRE Energy Solutions 2024

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Shell Indonesia memberikan penghargaan kepada lima pengusaha muda di bidang energi sebagai pemenang Shell LiveWIRE Energy Solutions 2024. Pemilihan untuk pemenang program pengembangan kewirausahaan ini telah melalui serangkaian proses seleksi dan pelatihan sejak awal tahun hingga penilaian akhir yang melibatkan panelis dari pimpinan perusahaan investasi, ahli, dan akademisi pada Juli 2024 di Mandalika, Lombok, Nusa […]

  • Didukung AMSI  Redaksi Kabarpulau.co.id Belajar Manfaatkan Teknologi AI

    Didukung AMSI Redaksi Kabarpulau.co.id Belajar Manfaatkan Teknologi AI

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Asosiasi  Media Siber Indonesia (AMSI) mendorong media -media yang  menjadi anggotanya untuk  menggunakan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses produksi jurnalistiknya. Kabarpulau.co.id sebagai sebagai salah satu media konstituen AMSI turut melaksaksanakan pelatihan yang didukung oleh AMSI pada Selasa (11/2/2026) malam yang digelar di kafe Kofia kawasan Sabia Ternate Utara. Dalam pelatihan ini  para […]

  • Anak Muda Pulau Bacan Dorong Literasi, Konservasi dan Ekonomi

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Bentuk Komunitas, Kampanye Lindungi  Satwa, Buat Perdes dan  Kelompok Tani Suasana di kawasan zero point pusat Kota Labuha Halmahera Selatan terlihat sibuk. Jumat (11/7/2025) siang  itu  sejumlah anak muda tengah menyiapkan acara pendukung kegiatan Merayakan Hari Keragaman Burung Indonesia  (MKBI) yang dilaksanakan  LSM Burung Indonesia.  Kegiatan ini  adalah bagian dari Festival Konservasi Satwa  Liar Maluku […]

  • Toyom, Pohon Penyembuh Luka dari Halmahera

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Sterculia oblongifolia atau yang dikenal dengan sebutan toyom merupakan tumbuhan yang sangat bermakna bagi masyarakat sekitar Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Halmahera Timur, Maluku Utara. Tumbuhan ini berperan penting dalam kehidupan komunitas suku Togutil di sana yang masih nomaden foto KLHK

  • Penemuan Lebah pluto di Halmahera Jadi Perbincangan Ilmuan Dunia

    Penemuan Lebah pluto di Halmahera Jadi Perbincangan Ilmuan Dunia

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
    • account_circle
    • visibility 2.403
    • 0Komentar

    Penemuan kembali lebah raksasa Wallace atau lebah pluto (Megachile pluto Smith 1861) di Maluku Utara menjadi perbincangan hangat di kalangan ilmuwan, terutama bidang zoologi. Rilis resmi yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI  (Vhttp://lipi.go.id/siaranpress/penemuan-kembali-lebah-megachile-pluto-di-maluku-utara/21545), menyebutkan,   bahwa  lebah dengan rahang bawah (mandibula) yang sangat besar ini dikoleksi oleh Alfred Russel Wallace pada  1859 dan […]

expand_less