Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Pemkot Ternate akan Bangun Pusat Studi dan Riset Rempah

Pemkot Ternate akan Bangun Pusat Studi dan Riset Rempah

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
  • visibility 867

Ternate sudah dijadikan icon kota rempah. Karena  itu pemerintah daerah (pemda) mempunyai kepentingan besar mengenalkan rempah kepada dunia. Saat ini, pemerintah Kota Ternate mendorong rempah menjadi kekuatan ekonomi. Demikian disampaikan Wali Kota Ternate Tauhid Soleman saat menyambut kedatangan tim Muhibah Budaya Jalur Rempah di kawasan Land Mark Kota Ternate Selasa (14/6/2022).

Sekadar diketahui, Ternate dan Tidore menjadi titik keempat pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. Ini setelah mereka melakukan pelayaran dari Baubau, Buton. Sebanyak 37 orang pemuda Laskar Rempah beserta seluruh anak buah kapal KRI Dewaruci merapat di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate.  

Laskar Rempah disambut Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ternate, Letkol Marinir Ridwan Azis M. Tr.Hanla., CHRMP, dan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid di landmark.

Kesempatan ini, penampilan budaya Tari Soya-Soya dan atraksi Bambu Gila disuguhkan menambah semaraknya acara.

Walikota Ternate, dalam sambutannya menegaskan  pemerintah kota Ternate mendorong rempah menjadi kekuatan ekonomi.

“Saat ini perlu ada refleksi kembali dari masa lalu, dalam rangka pendidikan generasi muda kita. Saya berharap, Ternate menjadi pusat studi rempah di Indonesia. Tidak hanya menjadi euforia masa lalu. Melalui kekuatan petani Pala dan Cengkeh menjadi ciri khas Ternate dulu dan kini,” tutur M. Tauhid Soleman  

Cengkih rempah yang jadi primadona di masa lalu/foto istimewa

Di tempat yang sama Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan bahwa pelayaran Muhibah Jalur Rempah mempunyai misi merevitalisasi rempah agar dapat terus diingat dan dipertahankan sebagai kekuatan bangsa Indonesia dari masa ke masa. Menurutnya, rempah-rempah bukan hanya sekadar tanaman yang ada di hutan karena tanaman seperti itu hanya akan menjadi tanaman saja. “Tanaman bisa menjadi rempah karena ada pengetahuan orang-orang selama bergenerasi.  Masyarakat perlu punya pengetahuan tentang tanaman mana yang memberi manfaat bagi kehidupan, baik pangan, kesehatan, obat-obatan, dan lain-lain, termasuk di Ternate,” tutur Dirjen Hilmar. Dia   mendukung rempah dijadikan sebagai identitas kota Ternate. Kesempatan ini pula ia menyampaikan bahwa Kemendikbudristek mendukung rencana pemda Kota Ternate mengembangkan riset mengenai rempah sehingga hasil bumi ini turut menguatkan perekonomian masyarakat.

Selama di Ternate, Laskar Rempah melakukan napak tilas kejayaan rempah dengan mengunjungi situs-situs cagar

budaya, kedaton Ternate, Perkebunan Cengkeh dan Pala, serta menghadiri jamuan. Laskar Rempah asal Banten,

Muhammad Anas Adela salah satu peserta muhbah mengaku bangga karena akhirnya ia bisa menginjakkan kaki di salah satu tempat asal rempah-rempah, yang sebelumnya hanya dia baca di buku-buku sejarah saja.

Cengkih Avo salah satu situs cengkih tertua di Ternate, foto M Ichi

“Akhirnya saya bisa menginjakkan kaki ke Ternate yang pernah menjadi salah satu kesultanan besar di Nusantara, dan pusat perdagangan rempah pada zamannya,” ujar Muhammad Anas.

Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), pemda, serta berbagai komunitas budaya. Kegiatan ini dimulai dari 1  sampai  2 Juli 2022 menggunakan kapal legendaris KRI Dewaruci milik TNI AL. Pelayaran mencakup enam titik Jalur Rempah yakni Surabaya, Makassar, Baubau dan Buton, Ternate dan Tidore, Banda Neira, serta Kupang. KRI Dewaruci dijadwalkan akan kembali ke Surabaya pada 2 Juli 2022 mendatang. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Faisal Ratuela Pimpin WALHI Maluku Utara

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 1.046
    • 1Komentar

    Faisal Ratueala (Kaus Hitam) Berdiri Paling Kanan menggelar foto bersama Ketua Dewan Nasional dan Direktur Eksekutif serta para kader dan anggota lembaga WALHI Maluku Utara

  • Menelisik Implementasi Kota Jasa berbasis Agro-marine Kota Tidore Kepulauan

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle
    • visibility 2.544
    • 0Komentar

    Penulis M. Faizal Banapon, ST., MT Konsultan Perencanaan, Pengembangan Wilayah dan Kota Jum’at sore (15/02/19,) digelar diskusi publik  yang buat saya sebagai praktisi Perencanaan, dan Pengembangan Wilayah dan Kota cukup menarik perhatian. Diskusi itu memancing saya  memberikan opini ini. Poin dari diskusi tersebut mempertanyakan kinerja pencapaian Visi Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) Periode 2016 – […]

  • Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

    • calendar_month Ming, 24 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Farid Terpilih Secara Aklamasi Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate menggelar musyawarah memilih pengurus baru untuk masa jabatan 4 tahun ke depan Sabtu (22/1) kemarin.  Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gamalama Hotel Sahid  itu, turut diisi dengan seminar bertema   “Perikanan Maluku Utara dan Tantangan Industri era 4.0” Beberapa pemateri penting turut hadir yakni […]

  • Literasi Keuangan Nelayan, Seperti Apa?

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 746
    • 1Komentar

    Kegiatan Literasi Keuangan Nelayan yang dilakukan MDPI di Seram Maluku foto MDPI

  • Korban Lakalaut Tinggi, Butuh Kolaborasi Penanganan

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 753
    • 1Komentar

    Ketua POSSI dan SAR Ternate didampingi Danlanal Ternate menunjukan isi MoU yang telah ditandatantangani foto M Ichi

  • Pulau Moor di Halmahera Tengah  Mau Dierjualbelikan?

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 1.776
    • 0Komentar

    Yusuf Haruna:   Langgar Konstitusi dan Hak-hak Warga Lokal Pulau Moor  yang terletak di Wilayah Kecamatan Patani Kabupaten  Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, merupakan pulau kecil seluas sekitar 3 km² yang saat ini dihuni sebagian petani kelapa, nelayan dan dimanfaatkan oleh masyarakat   tujuh desa Patani  dan  sekitarnya. Rencana penjualan pulau Mour  kepada pihak swasta, yaitu pengusaha […]

expand_less