Ternate Dapat Kiriman Kabut Asap, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 77

Gunung Gamalama tertutup kabut asap tebal sehingga tidak tembus pandang, foto M Ichi
Dalam beberapa hari ini, Kota Ternate dan sekitarnya dikepung kabut asap. Kondisi ini membuat jarak pandang juga terhalang. Paling nyata bisa disaksikan di pagi hari. Pada Senin (12/10/2026) misalnya, akibat kabut asap transportasi udara juga terganggu. Sementara kapal cepat seperti speed boat diimbau ikut menyalakan lampu sorot.
Pihak BMKG Stamet Kelas I Baabullah Ternate menyebutkan, kabut asap bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik di Maluku Utara. Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar menyebutkan kabut asap yang menutupi Ternate adalah kiriman dari banyak titik.
BMKG sudah memantau beberapa hari ini. Asap ini diterbangkan angin bertiup kencang dari arah timur hingga tenggara.
“Sumber asap terdeteksi dari kebakaran di Halmahera Timur, Halmahera Tengah, sebagian Halmahera Utara, hingga wilayah Papua bagian selatan,” ujar Fahmi.
Pemantauan melalui citra satelit dari BMKG, sebaran asap per 12 Oktober 2026 masih melingkupi wilayah Halmahera, Ternate, hingga Tidore.
“Kita belum bisa prediksi kapan kabut ini hilang. Bergantung pada dua faktor. Arah angin dan penanganan sumber kebakaran,”jelas Fahmi.
Karena itu diimbau kepada masyarakat Kota Ternate dan sekitarnya memperketat protokol kesehatan mandiri saat beraktivitas di luar ruangan.

Kabut asap benar benar menutupi pulau Halmahera jika dilihat dari Ternate, foto M Ichi
Lantas apa dampaknya bagi kesehatan?
Beberapa sumber terpercaya menyebutkan, efek kabut asap dari kebakaran hutan saat musim kemarau sangatlah berbahaya bagi kesehatan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko serangan asma, gangguan pernapasan, bahkan serangan jantung.
“Asap mengandung berbagai gas berbahaya, seperti carbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon,”.
Kabut asap juga mengandung partikel berbahaya berupa debu, asap, atau kotoran. Hal inilah yang membuat efek kabut asap bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Dikutip dari https://www.alodokter.com/ganasnya-efek-polusi-udara-akibat-kabut-asap disebutkan bahwa efek asap bagi kesehatan sangat berbahaya. Karena itu sebaiknya tetap waspada terhadap bahaya kabut asap yang dapat terjadi.
Berikut ini beberapa efek kabut asap bagi kesehatan:
- Meningkatkan risiko terjadinya gangguan paru-paru
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, seperti infeksi saluran pernapasan dan emfisema.
Efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini karena zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.
- Menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan
Dalam jangka pendek, efek kabut asap dapat membuat seseorang mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya, keluhan ini berlangsung selama beberapa jam, tetapi bisa semakin parah jika paparan kabut asap terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.
- Meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung
Berbagai partikel dalam kabut asap dapat memengaruhi fungsi jantung. Dalam jangka pendek, kabut asap dapat menyebabkan hipertensi dan stroke, sedangkan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung korener dan penumpukan plak pada pembuluh darah atau (arteriosklerosis)
Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel berbahaya di dalam kabut asap.
- Menyebabkan iritasi mata
Efek kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi mata. Hal ini karena adanya debu dan zat iritatif yang terkandung di dalam kabut asap. Karena itu, sediakan obat tetes mata dan jangan lupa gunakan kacamata saat beraktivitas di luar rumah. Terutama di lingkungan dengan banyak kabut asap.
- Meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru
Kabut asap juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru meski bukan perokok aktif. Hal ini karena kabut asap mengandung banyak partikel yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.
- Menimbulkan iritasi dan peradangan kulit
Tak hanya gangguan pada organ dalam, efek kabut asap juga dapat menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kabut asap dapat meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini, jerawat kanker, kulit, serta memperburuk gejala eksim dan psoriasis
Efek buruk kabut asap dapat berbeda-beda pada setiap individu. Bayi, anak-anak, dan lansia adalah kelompok paling rentan dengan efek kabut asap.
Ingat: Batasi aktivitas di luar ruangan ketika musim kabut asap datang. Jika harus beraktivitas tidak berlama-lama serta pakailah masker yang menutupi mulut dan hidung. (aji)
sumber:
- https://www.pojoklima.com/12529/headline/langit-ternate-dikepung-kabut-asap-bmkg-imbau-warga-pakai-masker#google_vignette
2. https://www.alodokter.com/ganasnya-efek-polusi-udara-akibat-kabut-asap
- Penulis: Redaksi
