Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ternate Dapat Kiriman Kabut Asap, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan     

Ternate Dapat Kiriman Kabut Asap, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan     

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 83

Dalam beberapa hari ini, Kota Ternate dan sekitarnya dikepung kabut asap. Kondisi ini membuat jarak pandang juga terhalang. Paling nyata bisa disaksikan di pagi hari. Pada Senin (12/10/2026) misalnya, akibat kabut asap transportasi udara juga terganggu. Sementara kapal cepat seperti speed boat diimbau ikut menyalakan lampu sorot.

Pihak BMKG Stamet Kelas I Baabullah Ternate menyebutkan, kabut asap bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik di Maluku Utara.  Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar menyebutkan kabut asap yang menutupi Ternate adalah kiriman dari banyak titik.

BMKG sudah memantau beberapa hari ini.  Asap ini diterbangkan angin bertiup kencang dari arah timur hingga tenggara.

“Sumber asap terdeteksi dari kebakaran di Halmahera Timur, Halmahera Tengah, sebagian Halmahera Utara, hingga wilayah Papua bagian selatan,” ujar Fahmi.

Pemantauan melalui citra satelit dari BMKG, sebaran asap per 12 Oktober 2026 masih melingkupi wilayah Halmahera, Ternate, hingga Tidore.

“Kita belum bisa  prediksi kapan kabut ini hilang. Bergantung pada dua faktor. Arah angin dan penanganan sumber kebakaran,”jelas Fahmi.

Karena itu diimbau kepada masyarakat Kota Ternate dan sekitarnya memperketat protokol kesehatan mandiri saat beraktivitas di luar ruangan.

Kabut asap benar benar menutupi pulau Halmahera jika dilihat dari Ternate, foto M Ichi

 Lantas apa dampaknya bagi kesehatan?

Beberapa sumber terpercaya menyebutkan, efek kabut asap dari kebakaran hutan saat musim kemarau sangatlah berbahaya bagi kesehatan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko serangan asma, gangguan pernapasan, bahkan serangan jantung.

“Asap  mengandung berbagai gas berbahaya, seperti  carbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon,”.

Kabut asap juga mengandung partikel berbahaya berupa debu, asap, atau kotoran. Hal inilah yang membuat efek kabut asap bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Dikutip dari https://www.alodokter.com/ganasnya-efek-polusi-udara-akibat-kabut-asap disebutkan bahwa efek asap bagi kesehatan sangat berbahaya. Karena itu   sebaiknya tetap waspada terhadap bahaya kabut asap yang dapat terjadi.

Berikut ini beberapa efek kabut asap bagi kesehatan:

  1. Meningkatkan risiko terjadinya gangguan paru-paru

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, seperti infeksi saluran pernapasan dan emfisema.

Efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis   (PPOK). Hal ini karena zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.

  1. Menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan

Dalam jangka pendek, efek kabut asap dapat membuat seseorang mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya, keluhan ini berlangsung selama beberapa jam, tetapi bisa semakin parah jika paparan kabut asap terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.

  1. Meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung

Berbagai partikel dalam kabut asap dapat memengaruhi fungsi jantung. Dalam jangka pendek, kabut asap dapat menyebabkan hipertensi dan stroke, sedangkan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko  penyakit jantung korener dan penumpukan plak pada pembuluh darah atau (arteriosklerosis)

Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel berbahaya di dalam kabut asap.

  1. Menyebabkan iritasi mata

Efek kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi mata. Hal ini karena adanya debu dan zat iritatif yang terkandung di dalam kabut asap. Karena itu, sediakan obat tetes mata dan jangan lupa gunakan kacamata saat beraktivitas di luar rumah. Terutama di lingkungan dengan banyak kabut asap.

  1. Meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru

Kabut asap juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru meski bukan perokok aktif. Hal ini karena kabut asap mengandung banyak partikel yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.

  1. Menimbulkan iritasi dan peradangan kulit

Tak hanya gangguan pada organ dalam, efek kabut asap juga dapat menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kabut asap dapat meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini, jerawat kanker, kulit, serta memperburuk gejala eksim dan psoriasis

Efek buruk kabut asap dapat berbeda-beda pada setiap individu. Bayi, anak-anak, dan lansia adalah kelompok paling rentan dengan efek kabut asap.

Ingat: Batasi aktivitas di luar ruangan ketika musim kabut asap datang. Jika harus beraktivitas tidak berlama-lama serta pakailah masker  yang menutupi mulut dan hidung.  (aji)

sumber:

  1. https://www.pojoklima.com/12529/headline/langit-ternate-dikepung-kabut-asap-bmkg-imbau-warga-pakai-masker#google_vignette

2. https://www.alodokter.com/ganasnya-efek-polusi-udara-akibat-kabut-asap

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Bahalo Sagu di Festival Kampung Pulau

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Meremas pokok sagu yang dipukul atau orang kampung menyebutnya dengan Oro untuk mendapatkan tepung sagu/foto hiar

  • Ini Kondisi Jalan Sayoang -Yaba Pulau Bacan

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Kondisi Kiometer 07 Jalan Sayoang Yaba Pulau Bacan Tak cukup dua meter lagi jalan ini akan putus dihantam banjir di Sungai kawasan Ake Rica. Jalan yang ambrol ini panjangnya sekira 20 meter. Foto Nahrawi Rabul warga Bacan Timur

  • Cerita Warga Mengolah Aren, Melindungi Hutan Halmahera

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 1.293
    • 0Komentar

    Hari masih gelap di akhir  Februari lalu, ketika Fadli  Hafel (34) sudah harus berjalan sekira tiga kilometer dari rumah di kampung Samo  Gane Barat Utara Halmahera Selatan, menuju hutan desa itu mengambil air nira dari pohon aren.  Sejak pagi sekira pukul 06.00 WIT, dia sudah keluar dari rumah mengambil   air nira yang  ditadah menggunakan ruas […]

  • Pulihkan Ekonomi Warga dari Covid-19 dengan Tanam Mangrove

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Pandemic Covid 19 benar-benar berdampak buruk bagi seluruh sendi kehidupan.   Hal ini juga ikut berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat terutama masyarakat kecil yang berada di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Secara nasional kondisi ini ikut  menekan pertumbuhan ekonomi.  Data resmi Badan Statitistik  5 Agustus 2020, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2018-2020 relatif menurun, hingga triwulan […]

  • ESDM Hanya Beri Teguran 21 IUP

    • calendar_month Jum, 7 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 777
    • 0Komentar

    IPT BPN di Halmahera Tengah yang terhenti produksinya karena aktivitasnya menyebabkan tercemarnya sunga Wale di Weda Utara, foto M Ichi

  • Ekowisata Cengkeh Afo, Padukan Sejarah dan Alam

    • calendar_month Jum, 29 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Memasuki kawasan ekowisata Cengkeh Afo/foto m ichi

expand_less