Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Kisah “Kampung Tua” Tifure di Pulau Batang Dua

Kisah “Kampung Tua” Tifure di Pulau Batang Dua

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 17 Jun 2021
  • visibility 1.214

Dari Rentan Bencana Geologi  hingga Minim  Infrastruktur

Setiap kampung  punya kisah masa lalu.  Dari orang pertama  membangunnya menjadi kampung yang maju dan berkembang seperti sekarang, kisah pilu,  bahkan heroic mewarnai setiap tuturan para tetua.  Ada  bencana dan kejadian alam, peperangan hingga penaklukan mewarnai perjalanan kampung dalam membangun peradaban.

Seperti halnya Tifura Kecamatan Pulau Batang Dua Kota Ternate. Kampung Pulau di bagian barat Ternate itu posisinya  strategis sebagai pulau terluar berbatasan langsung dengan  Sulawesi Utara  dan memiliki banyak kekayaan alam laut dan darat. Meski kaya  masih “ditinggalkan” dari sisi infrastruktur. Dalam keterbatasan  hidup itu warganya mesti bertarung di bawah ancaman bencana geology dan perubahan iklim yang cukup serius. 

Untuk mengetahui kisah kampung di pulau kecil ini serta apa yang dilakukan warga agar ada reseliensi atau daya lenting terhadap bencana,  Asgar Saleh  aktivis kemanusiaan  yang juga Direktur  LSM Rorano Maluku Utara, mengisahkannya dalam sebuah essay pendek    Tifure  “Kampung Tua”   

Berikut ulasannya.

Tentang Kampung Tua..

Bahagia saya bisa mendatangi dan berbincang dengan beberapa warga di Kampung Tua, sebuah penamaan dari masa lalu yang menunjukan di mana peradaban orang-orang Tifure bermula. Ketika orang Wayoli pertama menjejak kaki, mereka memilih pantai ini sebagai pemukiman. “Dulu orang bisa berjalan kaki menyeberangi hamparan pasir dan karang ke pulau Gurida saat air surut. Itulah mengapa banyak kebun-kebun milik warga yang berada di pulau Gurida,” kisah para tetua kampung Tifure .

Suhu bumi yang makin panas dan reklamasi di mana-mana membuat warga kini tak bisa ke seberang selain berperahu karena permukaan air telah meninggi.

Cerita turun temurun yang berkembang, pada masa lalu ada gempa besar disertai tsunami. Warga kemudian memilih naik ke gunung dan bertahan di sana. Kampung Tua tersapu tsunami. Peradaban gunung ternyata tak lama. Ada wabah yang menyerang sehingga memaksa mereka mencari pemukiman baru dan turun dari gunung. Lokasi baru itulah yang kini berkembang  menjadi Kelurahan Tifure dan Pante Sagu. Jejak gempa dan tsunami masa lalu seperti “membenarkan” apa yang saya lakukan selama tiga hari di Tifure. Bersama Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku ranting Makedonia dan Filadelpia, sebuah komunitas anak muda Gereja di Tifure dan Pante Sagu, kami melakukan pelatihan merespons potensi ancaman bencana di pulau ini.

Aktifitas warga Tifure: Selain menjadi nelayan mereka juga punya kebun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. foto koleksi pribadi Asgar Saleh

Tifure ada di zona pertemuan lempeng Pasifik dan Euroasia. Pulau ini dan pulau Gurida juga dikepung banyak subduksi dari lempeng Filipina, Sangihe dan Halmahera. Karena itu, di hari pertama pelatihan, saya berbagi pengetahuan dasar kebencanaan, Apa itu gempa bumi dan tsunami dan bagaimana menghadapinya, menyampaikan pentingnya aspek Pengurangan Resiko Bencana (PRB), pentingnya assesment, kajian resiko bencana lokal, membentuk tim relawan, menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul serta membangun komitmen untuk bekerja sebagai relawan kemanusiaan.

Sungguh bahagia ada 35 teman Angkatan Muda GPM yang bergabung, serius menerima dan mendiskusikan materi, serta berkomitmen memberikan pelayanan sebagai relawan yang akan membantu masyarakat. Sebuah kesadaran bersama yang menurut saya akan jadi modal sosial Tifure ke depan. Para relawan ini juga akan jadi ujung tombak bagi inisiasi pelatihan lainnya di masa depan.

Sebuah catatan inspiratif bagi saya karena di tengah berbagai keterbatasan semisal listrik yang hanya “hidup” di malam hari, tak ada jaringan telepon, tak ada puskesmas, tak ada fasilitas air bersih, tak ada sarana transportasi cepat dan banyak lagi, anak-anak muda ini tak peduli dan mau belajar untuk menjadi yang terbaik bagi tanah kelahiran mereka.

Salam Kemanusiaan

Catatan: Publikasi catatan ini seizin penulisnya.  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • KLHK dan Warga Tanam Mangrove di Desa Toseho Tidore Kepulauan

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 966
    • 2Komentar

    Penanaman pohon secara serentak seluruh Indonesia    dilakukan juga di Maluku Utara pada Rabu 7/2/2024). Kegiatan  Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) itu, dihadiri Staf Khusus Menteri LHK, Kelik Wirawan Wahyu Widodo mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya. Hadir juga  pejabat dan pegawai  instansi di bawah KLHK, Dinas Kehutanan provinsi polisi dan TNI serta beberapa instansi pemerintah […]

  • Kelola Hutan Bersama Masyarakat Bermanfaat Bagi Kelestarian

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Sumber daya hutan telah terbukti memberikan kehidupan dan sumber penghidupan bagi semua. Selain manfaat jangka pendek berupa kayu, hutan juga memberikan manfaat jangka panjang yang sangat beragam, seperti sumber tanaman obat-obatan, jasa lingkungan air, iklim mikro, mikroba, jamur, penjaga keseimbangan air permukaan-air tanah, menjaga kesuburan lahan, pencegahan banjir, tanah longsor, habitat satwa liar, yang mewakili […]

  • “Oji” Si Yakis Bacan akan Dikembalikan ke Alam Liar

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    Seekor monyet atau “yakis Bacan” berjenis kelamin laki-laki yang dipelihara oleh salah satu warga Guraping Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, akhirnya diamankan pihak petugas Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata. Yakis Bacan ini   selanjutnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) untuk dirawat sebelum dilepas ke alam liar. Pengambilan  satwa dilindungi ini dilakukan petugas dari […]

  • Ini Hasil Riset Scooping Nikel untuk Electric Vehicle (EV)

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 717
    • 1Komentar

    Indonesia Belum  Punya Roadmap Hulu-Hilir Maluku Utara adalah salah satu wilayah di Indonesia  yang dikaruniai kekayaan sumber daya alam melimpah, salah satunya nikel. Hampir seluruh perut bumi  Halmahera dan pulau-pulau kecil lainya menyimpan kekayaan tambang nikel. Karena itu tidak salah terdapat tiga kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijadikan pusat pengolahan nikel, termasuk salah satunya […]

  • Opan Jacky Abadikan Jejak Kehidupan Penjaga Hutan Halmahera

    Opan Jacky Abadikan Jejak Kehidupan Penjaga Hutan Halmahera

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Buat Film Dokumenter Suku O’Hongana Manyawa, Tayang Agustus   Muhammad Sofyan Ansar, atau  biasa disapa Opan Jacky,  adalah seorang videographer sudah malang melintang  di bidang ini dengan membuat berbagai  film pendek maupun. Kali ini sebagai  orang yang berlatar belakang, kehutanan  dia mengabadikan aktivitas videografinya  dengan video tentang alam dan kehidupan manusianya. Salah satunya saat ini Opan  […]

  • Gurango Haga Pilihan Wisata Bawah Laut di Sail Tidore 2022 

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 878
    • 0Komentar

    H halmahera yang Ditemui di Perairan Pelabuhan Trikora Goto
    foto Tim Survey DKP Tikep

expand_less