Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Kelompok Tani Hutan di Tidore Kembangkan Minyak Kelapa

Kelompok Tani Hutan di Tidore Kembangkan Minyak Kelapa

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 20 Jan 2021
  • visibility 436

Tulisan Kiriman  Andy Taufik Marasabessy Dishut Malut

Sumberdaya kelapa yang melimpah di bumi Maluku Utara menjadi berkah. Selain dibuat kopra juga diolah menjadi minyak kelapa kampong.

Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH)   Balibunga Lestari Kelurahan Rum  Kota Tidore. Mereka mengolah buah kelapa menjadi minyak. Dari hasil olahannya   dijual ke pasar serta dikonsumsi.

Untuk pengembangan usaha ini  pada Selasa (19/1/2020)

KTH Balibunga Lestari  Kelurahan Ru Balibunga menerima bantuan Sarana prasarana ekonomi produktif tahun 2020 dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara. Bantuan itu berupa alat dan mesin pembuatan minyak kelapa.

“Ini adalah bentuk usaha KTH Balibunga Lestari Kelurahan Rum Kota Tidore Utara bergiat menuju sejahtera dengan mengerahkan anggota KTH mengumpulkan buah kelapa sebagai bahan baku minyak kelapa yang nanti diolah  dan dimanfaatkan menjadi minyak kelapa.

Mereka  memanfaatkan langsung alat dan mesin bantuan  sarana  prasarana ekonomi produktif ini,”  jelas Penyuluh Kehutanan Pendamping KTH Balibunga Bahrun Marsaoly S.Hut. Kesempatan itu Bahrun juga melaporkan bahwa KTH Balibunga Lestari Kelurahan Rum binaannya pada Januari ini telah bergiat dengan memanfaatkan semua alat dan mesin bantuan Dishut   Maluku Utara itu. Pemnfaatan alat itu  dimaksudkan untuk membuat minyak kelapa yang akan dijual ke pasar  dalam  memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota KTH Balibunga Lestari.

PPK Sapras Ekonomi Produktif 2020 Andy Taufik Marasabessy, S.Hut  yang juga Kasie Bina Lembaga Desa Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara menyampaikan terima kasih atas kinerja penyuluh   yang memiliki semangat kerja dalam menjalankan tugasnya mendampingi  KTH binaannya. Dia berharap  bantuan Sapras Ekonomi Produktif  ini  dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin demi  kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan yang tergabung dalam KTH Balibunga Lestari.

“Arahan dan Pesan Kadishut Provinsi Maluku Utara agar bantuan Negara kepada KTH melalui KemenLHK, Pemprov Malut dan Dinas Kehutanan Prov Malut  dari dana DAK  ini semoga  dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota,”katanya.  

Sebelumnya penyerahan sarana prasarana ekonomi kreatif ini juga diberika kepada KTH Cipta Karya Kelurahan Tomagoba Kota Tidore Kepulauan Rabu, (13/1/2021). Bantuan di awal tahun itu diterima  KTH Cipta Karya Kelurahan Tomagoba  juga  berupa alat  dan mesin pembuatan minyak kelapa.

Penyuluh Kehutanan Pendamping Asnawia Kasim S.Hut.  menyampaikan laporan bahwa KTH Cipta Karya  binaannya pada awal Januari 2021 telah memanfaatkan semua alat dan mesin bantuan dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara tahun 2020. Pemanfaatnya  untuk membuat minyak kelapa yang akan di jual ke pasar   memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai konsumen potensial sekaligus meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan  anggota. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tubagus Soleh Ahmadi Calon Direktur Eksekutif Nasional WALHI

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 620
    • 18Komentar

    Keputusan ini Karena Amanah Perjuangan Kolektif Tubagus Soleh Ahmadi atau yang biasa disapa Bagus resmi ditetapkan sebagai salah satu Calon Direktur Eksekutif Nasional WALHI periode 2025–2029. Penetapan ini  melalui Surat Keputusan Panitia Pengarah PNLH XIV WALHI Nomor: 07/PP/PNLH-XIV/VIII/2025 tertanggal 15 Agustus 2025. Setelah lolos seluruh tahapan seleksi, termasuk verifikasi administrasi, uji publik, dan uji kompetensi. […]

  • Jalan Pendek

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle
    • visibility 562
    • 1Komentar

    Sketsa Kehidupan di Pulau Hiri Siang itu saya dan dua kawan jalan-jalan ke Pulau Hiri. Pulau kecil yang letaknya dekat dengan pulau Ternate. Hanya 20 menit menyeberangi pulau itu menggunakan perahu motor. Pulau Hiri masih terjaga, tradisi dan budayanya. Meskipun struktur geografis di pulau tersebut tidak jauh beda dengan pulau-pulau lain di Maluku Utara, namun […]

  • Para Pihak Bahas Renja FOLU Net Sink di Malut  

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 385
    • 2Komentar

    Foto bersama usai pemaparan materi workshop, foto Ahmad David

  • Ini Rekomendasi untuk Selamatkan Pulau Hiri

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Embung Hiri Perlu Dievaluasi Sebelum Muncul Masalah Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Moloku Kie Raha (FKDAS-MKR) Provinsi Maluku Utara merekomendasikan kepada pemerintah daerah Kota Ternate  dan pihak terkait perlu mengevaluasi embung air hujan yang  sudah dibangun di Pulau Hiri. Embung Hiri adalah salah satu poin penting dari 10 rekomendasi yang dikeluarkan FORDAS MKR untuk […]

  • Gaungkan Perikanan Berkelanjutan Melalui Jurnalisme   

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Perikanan berkelanjutan menjadi salah satu isu penting sekarang dan di masa depan. Hal ini juga  berhubungan dengan masalah pangan dari kelautan. Terutama ketersediaan ikan  yang saat ini menghadapi berbagai  masalah. Dari penangkapan yang bersifat destruktif,  budidaya dan perlindungan  untuk  generasi di masa depan. Hal ini juga menjadi salah satu tema penting dari Green Press Community […]

  • Desentralisasi  atau  Sentralisasi  Kelautan?

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 501
    • 2Komentar

    Penulis: Abdul Motalib Angkotasan  Mahasiswa S3 IPB dan Dosen Ilmu Kelautan  Universitas  Khairun   Otonomi daerah yang dicetuskan sejak 2001 bertujuan mendistribusikan kewenangan pusat ke daerah. Termasuk pengelolaan sumberdaya alam kelautan. Sejak berlakunya UU No 32/2004 tentang pemerintahan daerah, hak pengelolaan laut berada di tangan pemerintah daerah kabupat/kota. Kabupaten/Kota mengelola wilayah lautnya sejauh 0-4 mil […]

expand_less