Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Kelompok Tani Hutan di Tidore Kembangkan Minyak Kelapa

Kelompok Tani Hutan di Tidore Kembangkan Minyak Kelapa

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 20 Jan 2021
  • visibility 337

Tulisan Kiriman  Andy Taufik Marasabessy Dishut Malut

Sumberdaya kelapa yang melimpah di bumi Maluku Utara menjadi berkah. Selain dibuat kopra juga diolah menjadi minyak kelapa kampong.

Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH)   Balibunga Lestari Kelurahan Rum  Kota Tidore. Mereka mengolah buah kelapa menjadi minyak. Dari hasil olahannya   dijual ke pasar serta dikonsumsi.

Untuk pengembangan usaha ini  pada Selasa (19/1/2020)

KTH Balibunga Lestari  Kelurahan Ru Balibunga menerima bantuan Sarana prasarana ekonomi produktif tahun 2020 dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara. Bantuan itu berupa alat dan mesin pembuatan minyak kelapa.

“Ini adalah bentuk usaha KTH Balibunga Lestari Kelurahan Rum Kota Tidore Utara bergiat menuju sejahtera dengan mengerahkan anggota KTH mengumpulkan buah kelapa sebagai bahan baku minyak kelapa yang nanti diolah  dan dimanfaatkan menjadi minyak kelapa.

Mereka  memanfaatkan langsung alat dan mesin bantuan  sarana  prasarana ekonomi produktif ini,”  jelas Penyuluh Kehutanan Pendamping KTH Balibunga Bahrun Marsaoly S.Hut. Kesempatan itu Bahrun juga melaporkan bahwa KTH Balibunga Lestari Kelurahan Rum binaannya pada Januari ini telah bergiat dengan memanfaatkan semua alat dan mesin bantuan Dishut   Maluku Utara itu. Pemnfaatan alat itu  dimaksudkan untuk membuat minyak kelapa yang akan dijual ke pasar  dalam  memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota KTH Balibunga Lestari.

PPK Sapras Ekonomi Produktif 2020 Andy Taufik Marasabessy, S.Hut  yang juga Kasie Bina Lembaga Desa Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara menyampaikan terima kasih atas kinerja penyuluh   yang memiliki semangat kerja dalam menjalankan tugasnya mendampingi  KTH binaannya. Dia berharap  bantuan Sapras Ekonomi Produktif  ini  dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin demi  kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan yang tergabung dalam KTH Balibunga Lestari.

“Arahan dan Pesan Kadishut Provinsi Maluku Utara agar bantuan Negara kepada KTH melalui KemenLHK, Pemprov Malut dan Dinas Kehutanan Prov Malut  dari dana DAK  ini semoga  dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota,”katanya.  

Sebelumnya penyerahan sarana prasarana ekonomi kreatif ini juga diberika kepada KTH Cipta Karya Kelurahan Tomagoba Kota Tidore Kepulauan Rabu, (13/1/2021). Bantuan di awal tahun itu diterima  KTH Cipta Karya Kelurahan Tomagoba  juga  berupa alat  dan mesin pembuatan minyak kelapa.

Penyuluh Kehutanan Pendamping Asnawia Kasim S.Hut.  menyampaikan laporan bahwa KTH Cipta Karya  binaannya pada awal Januari 2021 telah memanfaatkan semua alat dan mesin bantuan dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara tahun 2020. Pemanfaatnya  untuk membuat minyak kelapa yang akan di jual ke pasar   memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai konsumen potensial sekaligus meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan  anggota. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stadion Gelora Kie Raha

    Stadion Gelora Kie Raha

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Stadion Gelora Kie Raha yang telah direnovasi di Ternate, Maluku Utara, Minggu (24/11/2024).Stadion yang berkapasitas 15 ribu penonton itu sudah mulai digunakan Klub Malut United FC untuk latihan dan pertandingan liga satu, menyusul telah rampungnya renovasi stadion pada akhir Oktober 2024 oleh PT. Mineral Trobos.FOtO/ADEX  

  • Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 339
    • 0Komentar

    DARUBA— Direktur SDM dan Umum PT. Pelayaran Nasional Indonesia Detep Purwa Saputera  baru-baru ini berkunjung ke Daruba Kabupaten Pulau Morotai. Kedatangan mereka disambut Pemkab Pulau Morotai  pihak Lanal Morotai dan Dishub Pulau Morotai  di ruang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan. Kedatangan mereka dalam rangka survei ekspedisi Pelayaran Nasional Indonesia ke Morotai, karena Morotai akan dijadikan sebagai rute […]

  • Warga “Usir” PT Priven Lestari dari Gunung Wato-wato Halmahera Timur?

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Gunung Wato- wato,  yang menyerupai manusia di Halmahera Timur Maluku Utara saat ini menghadapi ancaman serius.  Ancaman itu karena adanya  rencana penambangan nikel oleh salah satu perusahaan  bernama PT PL. Aktivitas perusahaan yang belakangan memunculkan protes warga.    Protes   karena  rencana penambangan itu dikuatirkan berdampak buruk menghancurkan ruang hidup mereka.  Karena itu warga lalu bergabung […]

  • Kelola Hutan Bersama Masyarakat Bermanfaat Bagi Kelestarian

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Sumber daya hutan telah terbukti memberikan kehidupan dan sumber penghidupan bagi semua. Selain manfaat jangka pendek berupa kayu, hutan juga memberikan manfaat jangka panjang yang sangat beragam, seperti sumber tanaman obat-obatan, jasa lingkungan air, iklim mikro, mikroba, jamur, penjaga keseimbangan air permukaan-air tanah, menjaga kesuburan lahan, pencegahan banjir, tanah longsor, habitat satwa liar, yang mewakili […]

  • Kala Pantai Kota Ternate Nyaris Habis karena Reklamasi

    • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
    • account_circle
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Beberapa  kawasan di Kota Ternate yang dulunya masih memiliki pantai  dengan pasir pantainya yang menawan kini nyaris habis  karena adanya reklamasi.  Tengoklah ke kawasan selatan kota Ternate  di wilayah  Kayu Merah dan Kalumata.  Proyek reklamasi yang dikerjakan sepanjang  2017 lalu itu mulai merambah  pantai kawasan itu.  Bahkan proyek rekmalasi   untuk tahap berikutnya  dalam program multi year segera […]

  • Maluku Utara Alami Kemarau yang Tetap Basah

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Republik Indonesia,  pada  April  hingga September biasanya terjadi musim kemarau. Meskipun  saat ini Indonesia  memasuki musim kemarau, namun hamper setiap hari diwarnai oleh hujan  ringan sampai lebat. BMKG Stasiun Meteorologi  Ternate misalnya,   bahkan memberi warning  kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Maluku Utara untuk tetap waspada dengan adanya […]

expand_less