Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Ini Kondisi Jalan Sayoang -Yaba Pulau Bacan

Ini Kondisi Jalan Sayoang -Yaba Pulau Bacan

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
  • visibility 929

Rusak Parah, Dihantam Banjir dan Tertutup Longsor  

Ruas jalan Bacan Timur dan Bacan Barat Utara  Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara, atau lebih dikenal dengan jalan Sayoang-Yaba kondisinya sangat miris. Selain rusak parah dan nyaris putus, juga tertimbun longsor.

Di kilometer 7 ruas jalan milik pemerintah provinsi Maluku Utara tersebut, nyaris putus hingga sekira 20 meter. Jalan yang nyaris putus  di ruas jalan  itu  karena dibangun mengikuti bantaran sungai Ake Rica yang longsor karena  banjir.   

Kondisi jalan sangat parah terlihat  di kilometer 7. Selain  itu di titik lain, akibat banjir yang terjadi, material pasir dan bebatuan naik di atas badan jalan. Kondisi ini   menyebabkan akses masyarakat Kecamatan Bacan Barat Utara,  dari Desa Yaba, Sidopo, Loit dan sekitarnya juga  mengalami kesulitan. Kendaraan sangat kesulitan  ketika melintas. Para sopir  maupun pengendara harus ekstra  hati-hati. Pasalnya kondisi jalan sangat mengancam keselamatan.

Di titik jalan tertentu, kendaraan yg melintas harus keluar dari  badan jalan dan  masuk ke  semak belukar  melewati  badan jalan menghindari jalan  rusak.

Di kawasan  kilometer 7 juga ada 1 titik yang    tertimbun longsoran  tanah dari  tebing  di atasnya,  belum dibersihkan hingga kini. “Longsoran ini baru terjadi di kala hujan baru baru ini,” jelas  Nahrawai Rabbul warga Halsel yangs setiap saat melintasi jalan itu. Meski demikian,  masyarakat  tetap memaksakan melintasi jalan itu karena tak ada alternative atau ada ada akses jalan lain. Padahal titik  jalan yang rusak itu sangat mengancam keselamatan warga.

Nahrawi  yang juga  warga Bacan  Timur itu  menuturkan,   jalan tidak hanya berlubang dan becek serta  tertimbun longsor,  badan jalan yang  longsor akibat banjir beberapa hari  lalu  juga sangat mengancam warga yang melintas. Bahkan ada ancaman terjadi longsoran susulan   jika hujan lebat dan  menimbulkan banjir.

“Yang miris karena sepanjang badan jalan Sayoang – Yaba ini dibangun di bibir  sungai Ake Rica, maka cepat atau lambat, ruas jalan Sayoang-Yaba akan habis  dihantam banjir,”keluh Nahrawi.  

Dia bilang jika jalan Sayoang–Yaba sampai putus,   dipastikan masyarakat Bacan Barat dan sekitarnya akan kembali seperti masa  30 tahun  lalu. Terpaksa harus  lewat jalur laut jika hendak ke ibu Kota Kabupaten atau  sebaliknya. Jika begitu perjalananya  membutuhkan waktu yang cukup lama  dan biaya yang mahal.  

Ruas jalan  Sayoang – Yaba ini juga  masih  ada kurang lebih 13 KM yang belum diasapal   yakni dari  KM 22  sampai ke Desa Yaba ibu Kota Kecamatan Bacan Barat Utara. Jalan yang belum diaspal ini lebih parah kondisinya. Bahkan sudah pernah memakan korban  kecalakaan lalu lintas.

“Kami sangat mengharapkan perhatan serius pemerintah provinsi Maluku Utara  harus memperhatikan ruas jalan Sayoang – Yaba ini. Karena,  jika  ruas jalan ini bagus maka dapat membantu masyarakat Halsel khususnya  di  Bacan Barat Utara dan sekitarnya. Terutama   mempermudah  akses masyarakat mengangkut  hasil pertanian  dan  komiditi  penting lainnya.  

Apalagi di ruas jalan ini ada ribuan hektar perkebunan kelapa, coklat, cemgkih dan pala milik warga Bacan Timur sehingga akses jalan ini sangat berarti dalam  membantu aktivitas warga.

Sekadar diketahui, wilayah Ake Rica adalah kawasan pertanian yang sangat penting bagi masyarakat di Bacan Timur dan Bacan Barat Utara

Kepala  Dinas Pekerjaan Umum  (PU) Provinsi Maluku Utara Santrani Abusama dikonfirmasi  via mesangger facebook  mengaku, baru mendapatkan informasi tersebut. “Atas informasi ini segera ditindaklanjuti katanya. singkat  

Sekadar diketahui proyek jalan Sayoang Yaba ini sempat bermasalah dan  masih berproses di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. (*)  

https://youtu.be/KyZzGuCh1Ps

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Kecil  Masalah Besar, “Dijual hingga Diperebutkan” 

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    Sebuah Catatan dari  Kisruh Pulau di  Maluku Utara The Jakarta Post  media berbahasa Inggris terbitan 9 Juli 2025,  menurunkan artikel berjudul Pulau  Kecil, Masalah Besar. Dalam artikel itu diungkap sejumlah persoalan yang dihadapi  pulau-pulau kecil saat ini. Salah satu yang diangkat adalah munculnya penjualan pulau-pulau kecil secara illegal,  di berbagai situs internasional. Bagi The Jakarta […]

  • Pogram Perhutanan Sosial (PPS) Mati Suri

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 757
    • 2Komentar

    Hutan Halmahera

  • Potensi Laut Malut Besar Tapi Minim Perhatian

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle
    • visibility 1.491
    • 0Komentar

    Perairan Maluku Utara terbilang paling potensial.  Wilayah lautnya   bersinggungan langsung dengan empat Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Keempatnya adalah  WPPNRI 714 (meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda), 715 (perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau), 716 (Perairan Laut Sulawesi dan sebelah utara Pulau Halmahera), dan 717 (Perairan […]

  • Mari Saksikan Konser Hutan Merdeka

    Mari Saksikan Konser Hutan Merdeka

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Sekira 50,1% dari total daratan di wilayah Indonesia merupakan bentangan hutan. Berbagai hewan dan tumbuhan endemik tinggal di hutan-hutan Indonesia, membuat negara kita dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.Hutan adalah sumber kehidupan yang menyediakan oksigen, air, menyimpan cadangan karbon, penyeimbang iklim dan sumber penghidupan bagi masyarakat adat yang tinggal di sekitarnya. […]

  • MDPI Urus Dokumen Kapal Nelayan Kecil Ternate

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 840
    • 2Komentar

    Proses pengukuran kapan nelayan di kelurahan Sangaji Kota Ternate, foto M Ichi

  • Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Catatan dari COP 30 di Brazil   Di tengah meningkatnya dampak krisis iklim dan melambatnya komitmen negara-negara untuk menekan suhu bumi di bawah 1,5°C, orang muda dunia menyatukan suara mereka. Melalui Global Youth Statement (GYS), ribuan orang muda dari lebih dari 150 negara menyerukan perubahan arah kebijakan iklim global menuju transisi energi yang adil, pendanaan […]

expand_less