Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Gurango Haga Pilihan Wisata Bawah Laut di Sail Tidore 2022 

Gurango Haga Pilihan Wisata Bawah Laut di Sail Tidore 2022 

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
  • visibility 970

Di Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara akan  dihelat  sebuah iven akbar. Iven ini mengangkat isu bahari serta berbagai potensi wisata dan kekayaan alam. Baik laut dan darat   daerah ini, agar dikenal lebih luas. Sail Tidore  2022, yang acara puncaknya digelar pada Kamis (24/11/2022) hingga Sabtu (29/11/2022). Acara ini rencananya turut dihadiri Presiden Joko Widodo, para Menteri dan sejumlah  duta besar  serta tamu negara sahabat. Selain tamu dan  undangan kenegaraan   wisatawan juga diharapkan ikut meramaikan agenda penting pemerintah pusat dan didukung pemerintah daerah tersebut. 

Menteri Pariwisata Sandiaga Salahudin Uno  beberapa waktu lalu  di Jakarta  menyampaikan bahwa  Sail Tidore 2022 menjadi kesempatan Indonesia melakukan branding wisata bahari  di mata dunia. Dia  jelaskan, kegiatan itu beriringan dengan kebangkitan pariwisata Indonesia yang sekarang sedang mengejar target di ambang batas atas dari target. “Wisatawan mancanegara dan pergerakan wisata nusantara yang sudah melebihi target tahun ini 700 juta,” katany seperti dikutip dari Tempo.co. Sandiaga menambahkan, Sail Tidore 2022 juga sesuai dengan pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo bangga berwisata di Indonesia. Sail Tidore 2022 akan menjadi salah satu event yang akan diunggulkan sebagai ikonik event. 

Walking shark yang ditemukan di perairan Cobodoi Tidore foto tim Survei DKP Tikep

“Target kunjungan sedang kita finalisasi, tapi ini bisa menarik kunjungan antara 30-50 ribu kunjungan ke Seal Tidore ini dalam empat hari,” ujarnya  Oktober 2022 lalu.

Untuk wisatawan yang berkunjung ke Tidore  tentu tidak salah,  perlu mengetahui potensi wisata yang unik dan menarik. Untuk wisatawan minat khusus seperti diving atau menyelam  juga  snorkeling, bawah laut  Kota Tidore   menawan  dengan kekayaaan biota yang unik bahkan langka. Ini,  bisa menjadi salah satu pilihan memanjakan diri mengamati dan menikmati   bawah laut Tidore.

 Ada banyak spot yang bisa diandalkan.Tidak hanya terumbu karang dan ikan karang yang menawan di sejumlah spot, tempatnya  yang tidak jauh dari pusat Kota Tidore  juga memberi kemudahan bagi wisatwan dalam mengaksesnya.

Untuk  biota bawah laut yang bisa diamati adalah   walking shark hiu berjalan atau nama ilmiahnya Hemiscyllium Halmahera. Hiu berjalan ini merupakan salah satu spesies endemik perairan Maluku Utara termasuk di pulau Tidore  dan Halmahera.

Ada beberapa nama lokal  Tidore disematkan pada jenis hiu berjalan ini. Dikutip dari Laporan  Hasil Survei Walking Shark yang dilakukan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tidore Kepulauan 2016, menyebutkan bahwa  jenis biota laut endemiki ini di Tidore disebut dengan nama gurango futa, gurango hoga, gurango buta. Orang Ternate menyebutnya gurango haga. Disebut gurango futa karena hiu jenis ini selalu berada di dasar perairan, atau seperti menempel. Futa berarti menempel dalam bahasa Tidore. Kata futa ini lalu menjadi buta (tak bisa melihat) oleh karena jenis hiu ini dapat terinjak atau diam oleh orang yang sedang memanah ikan saat malam. Hewan laut ini masuk jenis nocturnal.

H Halmahera juga disebut hiu berjalan karena gerakan berpindahnya seperti berjalan. Padahal pergerakannya menggunakan bantuan sirip serta terlihat lambat seperti merangkak. Pergerakannya  atau kemampuan renangnya terlihat cepat saat  menghindari predator.

Hiu ini termasuk dalam family Hemiscylliidae dan secara umum dikenal sebagai hiu karpet yang berekor panjang, sebab panjang ekornya melebihi panjang tubuhnya

sendiri. Atau juga disebut sebagai hiu bamboo, sebab memiliki corak ditubuhnya menyerupai corak pada bambu. “Rata‐rata ukuran tubuhnya relatif kecil berbentuk silinder yang memanjang dengan sungut pendek dan spirakel besar. Ukuran terpanjang yang ditemukan tidak lebih dari 121 cm. Ukuran terpanjang yang ditemukan dalam survei ini pun di angka tidak lebih dari 120 cm, tepatnya di perairan Tongolo Tidore,”tulis tim survei dalam laporan akhir mereka.

Berdasarkan laporan tim riset yang terdiri dari  Abdul Khalish A. Samaun, S.Kel, M.Si,  Maruf Azis, S.Kel, Helmy Harsani, S.Kel. M.Si,  Suleman Abd. Radjak, S.Pi   Iksan Dukomalamo, S.Kel itu, menjelaskan bahwa walau dikenal lama oleh masyarakat lokal Tidore, tetapi secara resmi, ilmuwan baru mempublikasikannya sebagai salah satu spesies hiu berjalan (walking shark) baru pada Journal of Ichtyology  Juli 2013.  “Perbedaan signifikan  spesies hiu berjalan ini adalah pada pola warnanya, utamanya ada sepasang bintik di bagian bawah kepala, sementara bintik‐bintik yang ada di bawah kepala lainnya membentuk pola menyerupai huruf U,” kata Mark Erdmann dari Conservasi International (CI) seperti dikutip  dalam  laporan survei tersebut. Publikasi  ini menambah koleksi spesies walking shark yang ditemukan.

Sekadar diketahui, hingga kini, baru ada sembilan spesies hiu berjalan yang ditemukan  di dunia. Enam dari sembilan spesies tersebut ditemukan di wilayah Indonesia, sementara tiga lainnya tersebar terbatas di wilayah Papua Niugini dan utara Australia. Salah satu yang ditemukan di Indonesia adalah Hemiscyllum Halmahera ini. Jenis yang baru ditemukan di Halmahera termasuk yang tersebar di laut Tidore  dinyatakan spesies yang berbeda dari yang ditemukan di  beberapa tempat lain. 

Sebagai salah satu spesies endemik, tentu saja H Halmahera memiliki distribusi.  yang sangat terbatas maka secara otomatis spesies ini rentan terhadap kepunahan.   

Hasil penelitian menyebutkan, hiu berjalan ini memangsa sebagian kecil ikan‐ikan bentik dan invertebrata seperti krustasea (kepiting, udang) dan moluska, hal ini pun terlihat saat survei, di mana keberadaan krustasea menjadi salah satu indikator dari keberdaan H Halmahera ini.

Sebaran H halmahera di Kota Tidore Kepulauan

Ada 12 lokasi   yang telah disurvei di perairan pulau Tidore yakni perairan sekitar Dermaga Trikora Goto, pantai Tugulufa, Dermaga Fery Dowora, Tanjung Seli, Perairan Soadara, Akesahu, Guhilao Gurabati, Tanjung Tongolo, Tanjung Cobo, Tanjung Mareku, Ome dan Jou Boki Toloa.  Lokasi pengamatan seluruhnya merupakan daerah terumbu karang dan bentuk karangnya merupakan karang massif. Sebab umumnya hiu berjalan ini bersembunyi pada lubang‐lubang karang atau di bawah karang. Warnanya yang menyerupai karang

sepertinya dimanfaatkan untuk berkamuflase terhadap ancaman hewan lain. Sehingga dibutuhkan kecermatan untuk bisa menjumpai hewan ini.

 Dari 12 titik   pengamatan, 10 titik ditemukan hiu berjalan. Kesepuluh lokasi itu adalah Dermaga Trikora Goto, pantai Tugulufa, Dermaga Feri, Dowora, Tanjung Seli, Perairan Soadara, Akesahu, Tanjung Tongolo, Tanjung Mareku, Ome dan Jou Boki Toloa. Sementara yang tidak ditemukan adalah di Guhilao Gurabati dan Tanjung Cobo.

Kedalaman dijumpainya H halmahera berkisar 2 – 3 meter, baik kondisi air laut sedang pasang maupun surut. Saat merasa terganggu, selain bersembunyi di dalam

lubang yang sulit terjangkau, hewan ini berenang ke tempat yang lebih ke dalam lagi.

Dari sepuluh stasiun pengamatan, sebanyak 6 stasiun hanya ditemukan 1 ekor walking shark, masing‐masing di Dermaga Trikora Goto, Tugulufa, Dermaga Fery

Cobodoe, Akesahu, Ome dan Jou Boki Toloa. Sementara yang di Tanjung Seli, Soadara dan Tanjung Tongolo ditemukan 2 ekor. Terbanyak yakni 3   ekor ditemukan di Tanjung Mareku.   Berdasarkan hasil wawancara terhadap masyarakat yang melakukan aktivitas memanah ikan di malam hari, diketahui pula bahwa ada beberapa titik lokasi dimana sering dijumpai walking shark, yakni Dermaga Kesultanan Tidore, Trans Gamtufkange, Tanjung Wama, dan Pulau Woda. 

Rata‐rata H Halmahera yang dijumpai berukuran di bawah 1 meter, kecuali yang ditemukan di Dermaga Fery Cobodoe, Tanjung Mareku dan Tanjung Tongolo memiliki panjang lebih dari 1 meter. Terkecil ditemukan di perairan Toloa Jou Boki. Khususnya yang ditemukan di Tanjung Mareku, bentuk tubuh walking shark terlihat lebih gemuk di bagian perutnya. Diduga hewan tersebut sedang hamil. Perilakunya juga berbeda dengan yang ditemukan di tempat‐tempat lain. Hewan ini terlihat lebih pemalu dan bersembunyi jika terkena cahaya lampu.(*)

*Makin Tahu  Indonesia

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Malut Protes Permen 59/2020

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Motor ikan/pole and line yang sandar di PPI Dufa dufa Ternate

  • YLBHI:  Bermotif Kepentingan Tambang, Hakim Vonis 11 Warga Adat Maba Sangaji Bersalah

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 634
    • 0Komentar

    Suasana  haru penuh  amarah menyelimuti ruang persidangan, kala hakim pengadilan Negeri Soasio Tidore Kepulauan memvonis   11 warga  adat Maba Sangaji Halmahera Timur (Haltim) bersalah, pada Kamis (16/10) siang. Hakim mengetuk palu dan menyatakan 11 pejuang lingkungan iti bersalah lantaran menghalangi aktivitas pertambangan PT Position. Para terdakwa  disebutkan hakim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah […]

  • Pelanggaran HAM Berat di Papua  Meningkat  Setelah  Indonesia  Jadi Presiden  Dewan  HAM PBB

    Pelanggaran HAM Berat di Papua  Meningkat  Setelah  Indonesia  Jadi Presiden  Dewan  HAM PBB

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    “Presiden Republik Indonesia Segera Menghentikan Seluruh Operasi Militer di Wilayah Papua Dan Membuka Ruang Dialog Untuk Menyelesaikan Persoalan Politik Antara Indonesia Dan Papua Yang Merupakan Akar Konflik Bersenjata Penyebab Pelanggaran HAM Di Papua Selama 60 Tahun Terakhir” Hasil riset Project Multatuli per-Desember 2025 menunjukkan  setidaknya ada 83.177 tentara dan polisi organik di tanah Papua saat […]

  • Berburu Kesempatan Kerja di UI Career

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 755
    • 1Komentar

    Ini  jadi kesempatan emas bagi mahasiswa semester akhir maupun mereka yang kategori fresh graduate yang ada di Maluku Utara danIndonesia umumnya . Peluang kerja tersedia di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Bisa  berburu berbagai peluang itu  dalam UI CAREER, INTERNSHIP, SCHOLARSHIP  dan ENTREPENEURSHIP (CISE) EXPO MARET 2023 ini Melalui Career Development Center Universitas Indonesia (CDC […]

  • Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Catatan dari COP 30 di Brazil   Di tengah meningkatnya dampak krisis iklim dan melambatnya komitmen negara-negara untuk menekan suhu bumi di bawah 1,5°C, orang muda dunia menyatukan suara mereka. Melalui Global Youth Statement (GYS), ribuan orang muda dari lebih dari 150 negara menyerukan perubahan arah kebijakan iklim global menuju transisi energi yang adil, pendanaan […]

  • Sungai Sagea Nasibmu Kini, Keruh Belum Usai   

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 2.651
    • 2Komentar

    6 September 2023 “Emas Coklat” Mengalir Sampai Jauh Kuning kecoklatan air sungai Sagea dan kawasan sungai Boki Moruru di Desa Sagea Weda Halmahera Tengah Maluku Utara, yang ditengarai terjadi sejak April 2023 lalu belum juga usai. Informasi yang dihimpun kabarpulau.co.id/ dari lapangan  Selasa pagi, air sungai Sagea kembali keruh setelah sempat bersih beberapa hari.   […]

expand_less