Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Bawa Program Konservasi Air Tanah dan Energi, BesaMacahaya Hadir di City Sanitation Summit 

Bawa Program Konservasi Air Tanah dan Energi, BesaMacahaya Hadir di City Sanitation Summit 

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
  • visibility 825

City Sanitation Summit  (CSS) merupakan agenda nasional tahunan yang diselenggarakan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI). Tahun ini merupakan yang ke-23, sementara  penyelenggaraannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Ternate. CSS XXIII  bertema Sanitasi berkelanjutan melalui partisipasi dan inovasi pengelolaan sampah berbasis kota pulau itu turut digelar beberapa kegiatan. Salah satunya rangkaian kegiatan   Festival Sanitasi, Budaya dan UMKM yang berlangsung di Benteng Oranje 29-hingga 30 kemarin.

Zulkifli SE, pendiri komunitas BesaMacahaya   turut serta mendapatkan   booth expo dalam agenda CSS kali ini. Terkait hal ini  dia mengaku sangat senang bisa mengikutinya . Dia bilang ini merupakan kesempatan yang sangat baik memperkenalkan Komunitas   BesaMaCahaya yang concern pada konservasi sumber daya air dan energi serta pengelolaan sampah rumah tangga lebih luas.

Di samping itu, juga momen bisa bertukar referensi dan pengalaman terkait pengelolaan sanitasi, sampah dan limbah termasuk juga pengelolaan sumber daya air dengan pengunjung booth BesaMaCahaya dari delegasi kabupaten/kota yang hadir.  “BesaMaCahaya yang saya gagas ini merupakan pengembangan dari program Gemma Camtara dan Eko Camtara (eco office) yang dijalankan. Sebelumnya sewaktu masih berkarir di Kantor Camat Kota Ternate Utara,”ujar Zulkifli.

eLISA: Membuat dua produk air hujan yakni air minum dan desinfektan melalui proses elektrolisis, foto Ist

Di booth expo BesaMacahaya ditampilkan beberapa program dan produk di bidang konservasi sumber daya air dan energi. Di bidang koservasi sumber daya air ada program Sedekah Air Hujan, sebuah program konservasi airtanah dan penyediaan air bersih bersumber air hujan yang berbasis kemanusiaan, partisipasi dan kolaborasi.

Selain itu program Kantor Berbudaya Lingkungan (eco office) adalah program yang bertujuan bukan hanya mewujudkan kantor yang bersih dan sehat, aman dan nyaman melainkan juga meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya air dan energinya.

Selain kedua program itu, ada juga produk yang ditampilkan, yakni iPAH LiaHujan dan eLISA. iPAH LiaHujan (Instalasi Pemanfaatan Air Hujan yang terintegrasi dengan Lubang Injeksi Air Hujan) adalah instalasi yang dibangun dengan mudah dan sederhana untuk memanen dan menabung air hujan. Air hujan dari atap rumah dipanen ke dalam profil-tank setelah melalui proses pemisahan air kotor dan penyaringan dengan menggunakan beberapa media filter alami. Kelebihan air hujan yang dipanen akan ditabung ke dalam lubang injeksi air hujan untuk mengisi airtanah. Sedangkan eLISA yang membuat dua produk air hujan yakni air minum dan desinfektan melalui proses elektrolisis.

ALat konservasi air hujan yang dibuat oleh komunitas BesaMacahaya, foto ist

Pada bidang konservasi energi ditampilkan PLTS Atap Off-grid, kompor biomassa berbahan bakar oli bekas dan skuter listrik dengan storage baterai laptop yang rusak. Selain menampilkan program dan kegiatan yang saya jalankan dalam BesaMaCahaya di atas, saya juga menampilkan Piala Penghargaan Kalpataru yang saya raih pada 2022. Hal ini selain untuk mensosialisasikan Penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup juga untuk memberikan semangat dan dukungan kepada teman-teman komunitas peduli lingkungan yang hadir maupun peserta CSS XXIII untuk tetap konsisten dengan gerakannya mewujudkan lingkungan hidup yang lestari.

Dia bilang, satu hal yang sangat memotivasinya dan teman-teman mengembangkan program BesaMaCahaya dalam event CSS XXIII ini adalah atensi dari pengunjung booth BesaMaCahaya yang sangat besar termasuk tak disangka-sangka adalah kunjungan dari Ketua Umum AKKOPSI  Dadang Supriatna bersama Walikota dan Wakil Walikota Ternate di booth BesaMaCahaya.

“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kota Ternate dan panitia penyelenggara atas dukungannya sehingga kami bisa berpartispasi dalam event ini,” katanya

Kegiatan  CSS  XXIII 2025  itu turut dihadiri Bupati Bandung, Wakil Wali Kota Tual, Bupati Jayapura, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Bupati Manokwari Selatan, Wakil Wali Kota Palopo, Wakil Bupati Buton, Wakil Wali Kota Tangerang, Wakil Bupati Aceh Barat, Wakil Bupati Parigi Moutong, Wakil Bupati Pidie, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Bupati Toraja Utara, Bupati Barru, Kepala DLH Kota Batu dan Kepala DLH Bitung.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Apa itu?

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Aksi tentang Perubahan Iklim yang Digelar WALHI Maluku Utara, foto Mahmud Ichi

  • Temuan KNTI, Masyarakat Pesisir Semakin Tersisih

    • calendar_month Rab, 12 Sep 2018
    • account_circle
    • visibility 633
    • 0Komentar

    Penyusunan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Peisisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) di semua provinsi, dinilai masih belum terbuka dan hanya melibatkan segelintir masyarakat pesisir yang menjadi stakeholder utama. Fakta itu diperkuat, dengan tidak adanya tahapan konsultasi mulai dari desa/kelurahan yang di dalamnya ada pulau-pulau kecil, kecamatan, hingga di kabupaten/kota. Kondisi yang sama juga terjadi di  Maluku Utara. […]

  • Waspada, Cuaca Buruk Landa Maluku Utara

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 908
    • 2Komentar

    Angin kencang yang terjadi selasa (14/2/2023) malam pohon di kawasan Kasturian Ternate tumbang dan menutupi jalan di kawasan tak jauh dari Kantor Polsek Kota Ternate Utara tersebut. foto istimewa

  • Sebuah Catatan Tentang  Laut Maluku Utara

    • calendar_month Kam, 13 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 1.381
    • 1Komentar

    Dari Tambang, Sampah  hingga Matinya Mamalia Laut Studi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), menyebutkan bahwa sekitar 72 persen bagian dari bumi tertutup air. 97 persen air yang ada  adalah  lautan.    Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terbentang dari Sabang sampai Merauke,   dengan 17.499 pulau besar dan kecil  memiliki  luas wilayah  sekitar […]

  • Nasib Reptil di Hutan dan Pulau di Maluku Utara 

    • calendar_month Jum, 24 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 1.681
    • 0Komentar

    Terus Diburu, Rawan Diselundupkan   Masa depan berbagai jenis reptile di hutan Halmahera dan pulau pulau lainya di Maluku Utara akan terus terancam. Terutama untuk jenis reptil yang memiliki harga jual tinggi. Sebut saja jenis kadal, biawak ular bahkan kura kura darat. Berulangkali jenis hewan   ini diamankan petugas karena dijual ke luar daerah dan diamankan […]

  • Fragmentasi Habitat, Burung di Pulau Ternate Terancam

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 968
    • 2Komentar

    Burung Srigunting lencana

expand_less