Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
  • visibility 318

Entah apa yang ada dalam benak Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus,  pasca tragedi kecelakaan longboat dari Mangole Tujuan Sanana pertengahan September lalu, dia lalu mengeluarkan instruksi untuk seluruh PNS daerah itu. Instruksi tegas mewajibkan untuk menyumbang tiap orang satu pelampung atau life jaket untuk diserahkan ke long boat atau alat transportasi lainnnya. Kecelakaan yang menyebabkan  16  penumpang   hilang  dan 9 penumpang tewas dan kebanyakan anak-anak dan perempuan itu, bukannya melahirkan kebijakan baru. Misalnya,  perbaikan transportasi laut dan  pengetatan pengawasan. Bupati malah membuat kebijakan  yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan  PNS.

Sebagaimana dikutip dari  Harian Malut Post, pada November ini Bupati  mewajibkan tiap PNS menyumbangkan satu buah  pelampung. Hal ini,  memunculkan penolakan.  Sahrul  salah satu  PNS mengatakan, mestinya hal itu menjadi tanggung jawab dinas terkait atau  pengusaha angkutan laut. Sebab pengusaha yang memperoleh keuntungan dari aktivitas angkutan barang dan penumpang. Misalnya kata dia,  menjadi tanggung jawab  pemerintah dan dianggarkan melalui APBD. Meski adanya keluhan dari PNS, Bupati kukuh mewajibkan sumbangan itu pada PNS. Bahkan Wakil Bupati Kepsul Safi Pawah, memberikan dukungan dan meminta seluruh pimpinan SKPD menindaklanjuti instruksi Bupati melalui surat edaran itu. Dia meminta para PNS tak mengeluhkan masalah sumbangan, karena bantuan itu untuk keselamatan masyarakat. ‘Saya berharap pimpinan masing- masing SKPD dapat menindaklanjuti instruksi itu  pada seluruh PNS. Dia turut meminta  PNS tak memberikan  alas an. Misalnya  gaji kecil   dan lainnya karena kondisi laut di Sula yang menjadi ancaman serius. Dia juga meminta  semua pihak menjadikan cermin,  kecelakaan laut beberapa waktu lalu hingga puluhan masyarakat meninggal dunia.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Perkuat Kapasitas Warga Kampung

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Belajar Pemetaan  dan Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat   Puluhan anak muda   dari  beberapa lembaga dan pemuda kampung berkumpul di Training Centre Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku Utara Selasa hingga Sabtu (9-13/8/2022). Mereka mengikuti Pelatihan, Pemetaan serta Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dan Perlindungan  Hutan Kampung. Pelatihan  ini  digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PAKATVA Maluku […]

  • Ini Masalah Warga Pulau Kecil di Halmahera Selatan  

    • calendar_month Jum, 4 Feb 2022
    • account_circle
    • visibility 549
    • 1Komentar

    Tambyambut atan perahu desa Hatejawa Moari yang tenggelam jika air pasang. Terlihat anak anak desa ini berdiri menyambut speed boat yang akan sandar di tambatan perahu desa ini

  • WALHI: Jangan “Jual” Halmahera dan Pulau Lainnya

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 442
    • 0Komentar

    AKSI kampanye yang digelar WALHI Malut dan Koalisi Barisan rakyat (KOBAR ) pada Senin 14 November 2022 foto WALHI

  • Greenpeace: Wajib Lindungi Laut 30×30 2030

    • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Para aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk bertuliskan pesan “LINDUNGI LAUT SELAMANYA” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat,  Kamis, 23 Februari 2023. Aksi  ini sebagai bentik desakan kepada pemerintah Indonesia untuk meningkatkan komitmen melindungi lautan. Aksi ini berlangsung bersamaan dengan diselenggarakannya  perundingan untuk Perjanjian Laut Internasional atau Global Ocean Treaty di kantor Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), […]

  • Nelayan Lingkar Tambang KI IWIP Was-was

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Wilayah Tangkapan Makin Jauh, Ikan juga Sulit Didapat Penulis Sofyan A Togubu/Wartawan Dari Sofifi menuju Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara,  butuh waktu kurang lebih 3 jam 15 menit.  Lama waktu perjalanan itu jika menggunakan kendaraan roda empat. Sementara saya hari itu dengan sepeda motor, menghabiskan waktu tempuh kurang lebih 2 jam […]

  • Arah  Baru  Tata Kelola  Kota  Tidore  Kepulauan 

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Bawah Laut Tidore Kekayaan yang dieksplore untuk pembangunan daerah, foto Abdul Khalis Tidore

expand_less