Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » 14 Lurah di Ternate Utara Jadi Mahimo Gam   

14 Lurah di Ternate Utara Jadi Mahimo Gam   

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
  • visibility 938

Ternate  dikenal sebagai negeri   adat  se atorang. Karena itu segala sesuatu mestinya berdasar pada ketentuan yang diatur  oleh adat seatorang di Kesultanan Ternate.  Dalam hal perangkat dan struktur pemerintahan baik penamaan dan penyebutannya  sudah saatnya mengikuti   pada adat se-atorang  di kesultanan Terante tersebut. 

Setidaknya,  hal ini   kemudian,   14 lurah di Kota Ternate Utara, dikukuhkan sebagai Mahimo Gam atau Kepala Kampung. Pengukuhannya oleh Camat Kota Ternate Utara atau yang dikenal dengan Sangaji Gam Mahrus Ishak. Sangaji Gam sendiri membawahi wilayah di 14 kelurahan.Kegiatan ini dilaksanakan  di halaman Kantor Camat Kota Ternate Utara Kelurahan Dufa- dufa Senin (15/8/2022) siang.

Pengukuhan ini disaksikan langsung Perangkat Adat Kesultanan Ternate. Baik Bobato Dunia maupun Bobato Akherat.  Kimalaha Labuha Kesultanan Ternate Masud Siraju bersama Imam Raha Kesultanan Ternate ikut  menyakisakan dan  menyematan  tuala wari untuk Mahimo Gam  dilanjutkan pidato pengantar pengukuhan oleh Kimalaha Labuha  dan diakhiri pengukuhan oleh Sangaji Gam.

Ketua Panitia Kegiatan,  To Kahar menjelaskan pengukuhan ini dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian  peringatan  HUT Kemerdekaan RI ke 77.   Ini katanya sebagai bagian dari menyemarakan HUT Proklamasi Kemerdekaan sekaligus menjalankan program pemerintah Kota Ternate untuk bidang kebudayaan  sebagaimana tertuang  dalam program pemerintah kota Ternate.

Para lurah yang dikukuhkan ini  berada dalam wilayah kecamatan Kota Ternate Utara, yakni Lurah Soasio, Soa,  Salero, Kasturian, Koloncucu, Toboleu, Sangaji, Sangaji Utara, Dufa-dufa, Tubo- Akehuda, Tafure,   Tabam,  Sango  dan  Tarau.

Kimalaha Labuha Masu’d Subarjo  saat menyampaikan pidato pengantar  dalam Bahasa Ternate menjelaskan,  dengan  adanya pelantikan Mahimo Gam  ini  nantinya bisa bekerja dengan baik demi untuk daerah dan anak cucu di kemudian hari. “ Hari ini  kita hadir di sini  diawali dengan pengukuhan   Camat sebagai  sebagai Sangaji Gam pada 29 Juli 2022. Pelantikan Mahimo Gam ini adalah kelanjutan dari prosesi sebelumnya,” jelas Masud.  

Pembacaan doa usai pengukuhan oleh pemangku adat kesultanan Ternate foto M Ichi

Sementara  Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate  Syarif Sabatun mengatakan, pengukuhan tersebut tidak terlepas dari Ternate sebagai daerah  kesultanan yang tentunya memiliki adat istiadat  yang perlu dihargai dan dijunjung tinggi. Karena itu pemerintah harus tetap bersama dengan kesultanan  bermitra,   membangun kota  Ternate  di bidang kebudayaan. 

Dia juga berharap, antara pemerintah dan kesultanan  perlu membangun mitra untuk bersama   membangun Ternate  dengan  mengembangkan adat istiadatnya.  Sangat perlu kebersamaan antara pemerintah daerah dan kesultanan  sebagai mitra membangun daerah ini.

“Pengukuhan  ini juga adalah bagian dari menjalankan  program pemerintah   Kota Ternate untuk memajukan kebudayaan di kota ini,”jelasnya. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liberika Bacan, yang Tersisa dari Warisan Belanda

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 1.560
    • 0Komentar

    Salah satu daerah di Maluku Utara yang memiliki sejarah masa lalu  di bidang perkebunan kopi  ada   pulau Bacan Halmahera Selatan. Sisa sisa  perkebunan tersebut masih ada  hingga sekarang. Produksi perkebunan  zaman  Belanda itu sudah mulai dibudidayakan kembali, yakni   jenis  Liberika.  Kehadiran kopi  ini di Bacan Halmahera Selatan   memiliki sejarah panjang. Diambil dari Afrika […]

  • Mempertegas Otonomi Kampong (1)

    • calendar_month Kam, 31 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Ibu Marta si seorang ibu dari Desa Tosoa Ibu Halmahera Barat membersihkan lahan kebunnya, foto M Ichi Desember 2021

  • Di Mare akan Dikembangkan Jambu Mente

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Pulau Mare Tidore Kepulauan  yang  menjadi pusat gerabah di Maluku Utara,   segera dikembangkan menjadi pusat produksi jambu mente di  Maluku Utara. Pihak Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ternate- Tidore    berencana mengembangkan lahan hutan lindung  di  Pulau Mare ini dengan tanaman jambu mente.  Data  Kesatuan Pengelolaan   Hutan (KPH) Ternate-Tidore  menunjukan dari luas hutan lindung Pulau Mare […]

  • Dugaan Korupsi Gubernur Malut, KPK Harus Sasar Praktik Korupsi Sektor Tambang  

    • calendar_month Sen, 25 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 825
    • 3Komentar

    Thabrani: Petinggi Harita Tersangka jadi Jalan Masuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), sebagai tersangka korupsi lelang jabatan dan pengadaan barang dan jasa. KPK telah menetapkan 7 orang tersangka yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 18 Desember 2023 lalu. Selain Gubernur  Malut, ada  6 tersangka lainnya, […]

  • Gerakan Tanam Pohon Serentak, 760 Batang Ditanam di Domato Halbar

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 791
    • 1Komentar

    Program menanam pohon serentak di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dilaksanakan di Maluku Utara. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Domato Kecamatan Jailolo Selatan  Kabupaten Halmahera Barat pada Jumat (30/12/2023). Kegiatan  ini dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Subjek Politik Kebangsaan dan Sumber Daya Alam, Bpk. Ariyanto, dihadiri kurang lebih 166 peserta […]

  • Suara Kaum Disabilitas dari Ternate untuk Keadilan Iklim Dunia

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    Dampak perubahan iklim  bisa menghantam berbagai kelompok. Tidak hanya petani, nelayan, kaum buruh, perempuan dan anak-anak. Salah satu yang turut merasakan  hasil dari proses industrialisasi itu adalah kaum difabel/disabilitas. Sebagai kelompok yang memiliki kebutuhan khusus mereka sangat terdampak dengan  perubahan iklim yang terjadi saat ini. Apalagi untuk mereka yang berada di pesisir dan pulau-pulau seperti […]

expand_less