Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Ini Masalah Pembangunan di Pulau Makeang dan Kayoa

Ini Masalah Pembangunan di Pulau Makeang dan Kayoa

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
  • visibility 705

Jalan Lingkar  Jadi Keluhan Serius Masyarakat

Sejumlah pulau di Halamhera Selatan yang dikunjungi Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara M Rahmi Husen  saat reses awal Oktober ini mendapatkan  banyak masukan. Terutama masalah pembagunan di daerah itu mesti mendapat perhatian pemerintah. Reses  di 8 titik  di Halmahera Selatan   tersebut, mendapatkan banyak masukan menyangkut problem infrastuktur dan kondisi social kemasyarakatan.

Di Pulau Makeang dan Kayoa misalnya, banyak keluhan disampaikan warga terkait terbatasnya infrastruktur, air bersih, kesehatan, pendidikan  dan  penerangan. Keterbasan akses  itu, masyarakat mendesak perlu segera  dibangun fasilitas terutama jalan dan jembatan serta prasarana lainnya.

Di Desa Mailoa Makeang misalnya, warga meminta perhatian pemerintah untuk membangun jalan dan jembatan  di pulau itu untuk membuka keterisolasian yang dialami masyarakat Pulau Makeang. Tidak itu saja persoalan infrastruktur pendidikan juga diminta perlu ada perhatian.

“Di kampung kami ini ada sekolah swasta tingkat SMP yang dibangun masyarakat, tetapi kekurangan ruang kelas serta fasilitas pendukung lain terutama komputer. Hal ini kami minta ada perhatian dari DPRD,” kata Hi Husen  salah satu warga Mailoa saat  mengikuti pertemuan dalam reses tersebut  Sabtu (2/10) pecan lalu.

Proyek penerangan tenaga surya yang mangkrak di Pulau Laigoma

Sementara di Kampung Malapa Makeang Barat warga mengeluhkan rusaknya infrastruktur jembatan darat yang menghubungan antar desa   di pulau ini.   Di desa ini persoalan abrasi sangatlah serius karena itu warga setempat meminta perhatian juga diberikan dengan pembangunan talud penahan ombak. Warga turut menyampaikan problem yang mereka hadapi berhubungan dengan ketersediaan air bersih. 

“Yang paling serius adalah  talud penahan ombak yang panjangnya hamper 300 meter serta air bersih dan jembatan penghubung antar desa. Jembatan itu hancur  diterjang banjir. Jembatan penghubung itu sangat penting karena menjadi salah satu akses penting siswa  dari kampong tetangga yang  bersekolah di kampong ini,” kata  Ahmad M salah satu warga Malapa  saat pertemuan belum lama ini. Warga turut mempertanyakan jalan lingkar pulau Makeang yang hingga kini belum juga selesai.

Sementara dalam kunjungan ke Kayoa terutama di beberapa pulau kecil seperti Laigoma, Talimau dan Gunange serta Desa Guruapin, masalah yang hamper sama disuarakan masyarakat dan meminta ada perhatian pemerintah provinsi Maluku Utara.

Di Laigoma misalnya, warga turut melaporkan mangkraknya proyek penerangan  desa byang bersumber dari energy matahari untuk pulau pulau kecil. Proyek  yang dibangun sejak 2019 lalu  terbengkalai hingga saat ini. Proyek yang disebut sebut berasal dari kabupaten Halmahera Selatan itu setelah dibangun, belum juga diselesaikan. Bahkan sejumlah fasilitas proyek   ini sudah rusak. 

“Setahu kami yang bawa datang proyek penerangan dengan mengunakan tenaga surya ini   dari kabupaten. Proyek tersebut sampai saat ini kami belum bisa manfaatkan. Alat  alatnya   juga ada yang sudah rusak,”   jelas Kepala Desa Laigoma Kecamatan Kayoa Makbul Hi Saleh.

Sementara Rahmi saat menggelar pertemuan dengan warga Guruapin kecamatan Kayoa, banyak pertanyaan diajukan masyarakat terkait pembangunan jalan lingkar Kayoa yang menjadi tanggung jawab pemerntah provinsi yang hingga kini belum juga terselesaikan.  Di desa ini juga warga mengeluhkan pembangunan infrastruktur  desa  yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah provinsi.    

Abrasi yang terjadi di pulau Laigoma diatasi dengan pembangunan Talud penahan ombak

Rahmi Husen yang juga politisi partai Demokrat saat menerima berbagai informasi dan masukan terkait    masalah yang dihadapi  masyarakat menyampaikan bahwa   aspirasi ini akan dilihat skala prioritasnya  untuk dibahas dan disampaikan dalam paripurna DPRD. Hampir semua kampong memberikan masukan dan informasi terkait problem pembangunan yang dihadapi. Semua masalah   akan dilihat skala prioritasnya untuk diberikan perhatian  dan pembiayaan untuk pembangunannya.

“Saya tidak bisa memberi janji janji atas semua informasi, keluhan serta aspirasi yang ada. Semua ini akan dilihat skala prioritasnya  lalu  dibawa dan dicarikan solusinya serta nanti disampaikan di paripurna  DPRD bersama pemerintah provinsi,” kata Rahmi di hadapan masyarakat. Reses ini sendiri dilakukan di  8 titik di Halmahera Selatan termasuk di Gane Timur. (*)    

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamatkan Hutan Tropis Papua, Maluku dan Malut

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Suasana tenang sungai Tayawi yang dikelilingi hutan lebat

  • Setahun Prabowo–Gibran: Reformasi Hukum Mandek, Perjalanan Demokrasi Masih Tersendat

    Setahun Prabowo–Gibran: Reformasi Hukum Mandek, Perjalanan Demokrasi Masih Tersendat

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Setahun perjalanan pemerintahan Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka, diwarnai pasang surut   reformasi huku dan tersendatnya perjalanan demokrasi.  Bagi Kurawal sebuah yayasan yang bekerja untuk memperkuat praktik, lembaga, dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia  dan kawasan Global South,serta mendorong persemaian ide baru dan eksperimentasi bagi terwujudnya tatanan demokrasi yang bermartabat dan bermaslahat bagi seluruh warga Negara, meihat […]

  • Jalan Pendek

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle
    • visibility 1.002
    • 1Komentar

    Sketsa Kehidupan di Pulau Hiri Siang itu saya dan dua kawan jalan-jalan ke Pulau Hiri. Pulau kecil yang letaknya dekat dengan pulau Ternate. Hanya 20 menit menyeberangi pulau itu menggunakan perahu motor. Pulau Hiri masih terjaga, tradisi dan budayanya. Meskipun struktur geografis di pulau tersebut tidak jauh beda dengan pulau-pulau lain di Maluku Utara, namun […]

  • Halmahera Kaya Jenis Anggrek,  Belum Ada Riset Khusus

    Halmahera Kaya Jenis Anggrek, Belum Ada Riset Khusus

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.209
    • 0Komentar

    Kekayaan keanekaragaman hayati di Halmahera dan pulau-pulau  sekitarnya tidak tepermanai.  Tak hanya satwa, jenis tumbuhan terutama yang endemic juga masih butuh riset untuk menemukan lebih banyak jenisnya.  Salah satu jenis flora yang  belum juga mendapatkan perhatian dalam bentuk riset adalah jenis anggrek atau  Orchidaceae.  Dosen Jurusan Biologi Universiteras Khairun Ternate Dr Naser Tamalene yang banyak […]

  • BMKG: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 751
    • 2Komentar

    ilustrasi: kondisi gelombang besar yang menghantam pantai sulamadaha.foto wawan ilyas

  • Maluku Utara Kaya Rempah, Minim Pangan Fungsional

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 3.061
    • 0Komentar

    Maluku Utara yang terhampar pulau-pulaunya,memiliki kekayaan pangan local dan rempah  Terutama  pala dan cengkih. Kekayaan ini bahkan tercatat dalam sejarah sebagai barang buruan bangsa Eropa di masa lalu.  Sejarawan Maluku Utara (alm) M Adnan Amal Tomagola dalam risetnya berjudul Portugis dan Spanyol di Maluku (2009) mengupas tentang kehadiran dua bangsa ini  berebut rempah. Mereka  datang […]

expand_less