Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » Merintis Ekonomi Nelayan Kecil dengan Koperasi

Merintis Ekonomi Nelayan Kecil dengan Koperasi

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
  • visibility 497

Ini Kiprah Koperasi Nelayan Bubula Ma Cahaya Jambula Kota Ternate  

Puluhan anggota koperasi Bubula Ma Cahaya Kelurahan  Jambula Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate Maluku Utara terlihat serius. Mereka duduk menyimak penyampaian laporan  Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dipusatkan  di halaman Sekretariat Pemuda Jambula di Jalan  Pertamina Ternate  Kamis (9/3) tersebut.

Mereka mendengarkan laporan perjalanan usaha koperasi perikanan untuk nelayan kecil yang  dijalankan para pengurus   setahun ini.  Termasuk apa benefit yang telah didapatkan setelah beberapa usaha dijalankan.  Tidak itu saja,  mereka turut mendengarkan penyampaian dan arahan dari Dinas Koperasi Kota Ternate serta  dari  Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ternate. Mereka  yang turut diundang hadir dalam RAT dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi   yakni Dekopinda Kota Ternate, Dinas Koperasi dan UMKM Kota DKP Kota Ternate, Camat Lurah Kelurahan Jambula, Babinsa, Babinkamtibmas.

Sekadar diketahui, koperasi perikanan ini memang terbilang baru seumur jagung. Namun kiprahnya sudah mulai memberikan harapan bagi peningkatan ekonomi nelayan kecil di Kelurahan Jambula Kecamatan Ternate  Selatan dan Ternate umumnya. Pasalnya,  meski baru terbentuk pada 10 Maret 2021 lalu,  sebagai koperasi   yang beranggotakan para nelayan dan istri  mereka,  sudah bergerak mengurusi usaha dan  bisnis yang berhubungan   dengan kepentingan para nelayan. Para ibu yang masuk  jadi anggota misalnya, adalah mereka yang sehari-hari berjibaku menjual hasil tangkapan para nelayan setempat atau juga membeli hasil tangkapan nelayan dari kelurahan lainnya. Koperasi ini bahkan merintis sejumlah usaha terutama olahan hasil perikanan dari ikan tuna. Usaha ini sangat membantu kehidupan para nelayan terutama anggotanya.

Abon Tuna salah satu hasil produk turunan perikanan dari tangkapan nelayan dirintis koperasi Bubula ma Cahaya foto Marwan

Gafur  Kaboli  Pengawas Koperasi Bubula Ma Cahaya pada kabarpulau.co.id/ menceritakan,  memang koperasi ini baru setahun menjalankan usahanya. Tetapi sesungguhnya pengalaman merintis koperasi ini sudah   agak lama, hanya saja  tidak berjalan sesuai rencana usaha yang diinginkan.   

“Beberapa tahun sebelumnya kita sudah buat  koperasi dengan nama Marimoi Jaya. Sayangnya tidak berjalan baik.   Setelah masuknya LSM Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) dengan program nelayan fair trade,  kita lihat ada peluang  dan pendampingan. Akhirnya kita maju  membentuk  koperasi baru dengan nama Bubula Ma Cahaya ini,” cerita Gafur.  Awalnya ada 25 anggota yang  semuanya adalah nelayan tuna. Belum berjalan usaha yang akan dirintis,  15 orang mundur sehingga terjadi pengurangan anggota. Sementara syarat anggota koperasi minimal berjumlah 25 orang.   Akhirnya   dengan  inisatif yang ada  ada  ibu-ibu  nelayan yang setiap hari bekerja menjual hasil tangkap nelayan ikut bergabung. Sehingga kanggotaannya menjadi 23  orang. Sampai saat  ketika koperasi mulai jalan dan merintis usaha, tertinggal 19 anggota. Mereka ini yang  bertahan dan mendapatkan hasil dari  Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi  saat RAT digelar Kamis (9/3/2023) untuk yang pertama kalinya.  

Armada tangkap nelayan Jambula

Lantas usaha apa yang mereka rintis saat ini? Usaha yang sudah aktif saat ini yaitu jual beli ikan tuna, penjualan bbm serta oli. Adanya koperasi sebenarnya telah banyak memberikan manfaat bagi anggota.   Di mana peran istri nelayan sebagai pengelola usaha  akan mendapatkan fee setiap bulannya. Memudahkan anggota dalam mendapatkan BBM dan oli sebagai salah satu kebutuhan pokok untuk melaut sehingga mengurangi biaya operasional.  Selain itu juga koperasi Bubula Ma cahaya menerima ikan dari luar anggota.

Di dalam koperasi ini sudah diatur beberapa jenis bisnis termasuk jenis sembako  dan alat tangkap. Saat ini  baru dijalankan  sebagian. Koperasi ini  melihat  peluang jual beli ikan,  oli bbm untuk nelayan.  Untuk jangka panjang tentu ada strategi menghimpun nelayan dari luar untuk   pengembangan usahanya. Tentu dengan tujuan meningkatkan  kesejahteraan  nelayan.

Harapan ke depan koperasi mampu mengembangkan usaha yang saat ini dijalankan serta memberdayakan istri- nelayan dengan membuat produk turunan ikan seperti abon ikan, sambal ikan. Setelah ada RAT dan pembagian SHU ini, berupaya melakukan promosi  produk turunan ikan mereka seperti abon  bisa dikenal.

Pengukuran ikan tuna milik nelayan jambula oleh enumerator MDPI, foto MDPI (1)

“Tujuan terbentuknya koperasi ini yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota, memudahkan akses penjualan ikan khususnya sehingga mampu mengurangi biaya operasional bagi anggota koperasi,” jelasnya. Koperasi yang saat ini beranggotakan  19  orang   diketaui oleh Rahman Rasid, Rahmat Samad selaku Sekretaris, Lili Bendahara dan Gafur Kaboli selaku koordinator pengawas dan beberapa pengawasnya itu, diharapkan  juga menjaga kekompakan dan keterbukaan jangan sampai  tersendat.   

“Kita berharap semua anggota dan pengurus merasa memiliki kepedulian kejujuran dan bekerja sama. Sebab jika tidak bekerjasama  maka percuma  saja.   Kalau  ada rasa  memiliki   berarti  koperasi ini akan berkembang,” ujar Gafur. 

Harapan juga ke pemerintah Kota Ternate ikut membantu pengembangan koperasi ini demi nelayan yang sejahtera. “Mungkin karena koperasi kita ini baru yang belum dikenal sehingga itu  ke depan  diharapkan  juga ada perhatian dari pemerintah kota Ternate.  Kita sudah masukan proposal dan dijanjikan akan dibantu.  Kita juga sudah dibantu satu timbangan  ikan  dari Dinas Koperasi. Semoga ke depan ada perhatian lagi untuk koperasi ini,” jelasnya. Apalagi pihak Dinas Koperasi sudah menyampaikan koperasi ini akan jadi percontohan koperasi nelayan di   Kota Ternate Selatan. Kehadiran koperasi ini turut memberi rasa bangga kepada DKP Kota Ternate  karena  sudah merintis usaha dalam bentuk koperasi yang memokuskan pada usaha nelayan kecil. Seperti   disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate Faisal H Dano Husein yang hadir dalam RAT tersebut.

#Makin Tahu Indonesia

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengunjungi Mayau, Pulau Terluar Kota Ternate (1)

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 799
    • 1Komentar

    Merekam Masalah Infrastruktur hingga Layanan Dasar    Kamis (24/8/2023) lalu saya berkesempatan  mengunjungi Pulau Mayau di Kecamatan Batang Dua. Pulau ini secara adminstratif berada di wilayah pemerintahan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Di kecamatan ini ada dua  pulau yakni Mayau dan Tifure  dengan 6 kelurahan. Di Pulau Mayau ada 4 kelurahan.Sementara di Tifure ada dua […]

  • Kayu Besi di Hutan Halmahera yang Terancam  

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 918
    • 0Komentar

    Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di wilayah Maluku, Maluku Utara  dan Papua barat  juga dinamai  kayu besi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan peraturan yang dikhawatirkan mengancam keanekaragaman hayati dan ekologi hutan. Melalui Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 […]

  • Ternate Masuk 10 Kota Berketahanan Iklim Inklusive

    • calendar_month Rab, 13 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 480
    • 1Komentar

    Pelatihan rencana aksi iklim yang digelar Senin (1/10/2021)

  • Kondisi Lingkungan Malut Kritis? (1)

    • calendar_month Ming, 28 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 462
    • 1Komentar

    Kondisi Sungai Wale Halmahera Tengah Foto Desember 2020

  • Temuan Ngengat Baru, Matikan Cengkih Petani

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 467
    • 1Komentar

    Kabar ini  menjadi warning bagi petani cengkih termasuk  di Maluku Utara.  Pasalnya ada temuan para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beserta tim Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi  Manado berhasil mengidentifikasi  tiga jenis ngengat baru. Ketiganya adalah Cryptophasa warouwi, Glyphodes nurfitriae dan Glyphodes ahsanae.  Seperti dikutip dari https://brin.go.id/press-release/117548/peneliti-brin-temukan-tiga-ngengat-jenis-baru-salah-satunya-patut-diwaspadai-petani-cengkeh, BRIN merilis bahwa awal 2024 ini  beberapa […]

  • Tradisi Gotong-Royong Tangkap Ikan di Mayau

    • calendar_month Sel, 26 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 583
    • 3Komentar

    Dikelola Bersama  Hasilnya Dibagi Merata Jumat (25/8/2023) pagi sekira pukul 08.00 WIT di kawasan Pantai Kelurahan Bido Pulau Mayau Kecamatan Batang Dua Kota Ternate Maluku Utara, terdengar riuh.   30 an orang nelayan beres-beres jaring/pukat   persiapan menangkap ikan cakalang. Terdengar teriakan-teriakan saling menyahuti meminta agar  percepat serta  rapikan pukat atau jaring yang ada. Kebetulan juga pagi […]

expand_less