Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Warning!  Global Boiling Mengancam  Dunia

Warning!  Global Boiling Mengancam  Dunia

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
  • visibility 797

Bumi  Mendidih, Waspadai Dampaknya Bagi Kesehatan  

Perubahan iklim yang kian parah menyebabkan global warming sudah berubah menjadi global boiling. Akibatnya, ancaman kesehatan mulai dari heat stroke akibat suhu panas eksterm hingga peningkatan kasus infeksi akibat meningkatnya jumlah bakteri dapat terjadi.

 Apa itu global boiling?

Dampak global boiling untuk kesehatan yang perlu diwaspadai. Kekhawatiran akan global warming atau pemanasan global telah lama didengungkan. Namun kondisi bumi yang saat ini semakin panas dan perubahan iklim yang semakin parah membuat kondisi bumi saat ini sudah bukan lagi dalam era global warming, tetapi mulai memasuki global boiling.

Apa itu global boiling?

Dari The Washington Post, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, membuat pernyataan di markas besar PBB di New York pada Kamis (27/7), bahwa saat ini global warming di bumi telah usai, dan era global boiling baru dimulai.

Konsep pendidihan global atau “global boiling” merujuk pada transisi dari pemanasan global, menuju periode gelombang panas, bencana terkait iklim, serta pola cuaca ekstrem yang lebih intens dan berbahaya. Istilah ini digunakan untuk menekankan betapa parahnya perubahan iklim yang sedang terjadi di bumi.

Guterres menambahkan bahwa global boiling telah menyebabkan masyarakat menjadi korban berbagai bencana alam yang dipicu oleh perubahan iklim, mulai dari banjir, kebakaran hutan, hingga cuaca panas ekstrem yang dapat menyebabkan heat stroke. 

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Para ilmuwan telah mengonfirmasi bahwa sejauh ini, bulan Juli 2023 telah menjadi bulan terpanas di Bumi dalam sejarah. 

Data juga menunjukkan bahwa di bulan Juli 2023, telah dialami tiga minggu terpanas yang pernah tercatat, rekor tiga hari terpanas, dan suhu lautan tertinggi sepanjang tahun ini.

Sementara itu, tanggal 6 Juli 2023 dilaporkan sebagai hari terpanas di Bumi sejak tahun 1979, ketika suhu rata-rata global pertama kali dihitung.

Piers Foster, profesor fisika iklim di Universitas Leeds Inggris sekaligus ketua Komite Perubahan Iklim Inggris, menanggapi bahwa perubahan iklim yang terjadi terbilang ekstrim, tetapi hal ini sesuai dengan prediksi 20 tahun lalu.

Dampak dari perubahan iklim meliputi pemanasan suhu, perubahan curah hujan, peningkatan frekuensi atau intensitas beberapa peristiwa cuaca ekstrem, serta naiknya permukaan air laut.

Kondisi-kondisi tersebut dapat mengancam kesehatan dan kesejahteraan manusia dengan mempengaruhi kondisi air dan pangan, udara yang dihirup, serta cuaca yang dialami.

Dampak global boiling bagi manusia dapat bervariasi berdasarkan tempat tinggal, tingkat sensitivitas terhadap ancaman kesehatan, banyaknya paparan dampak perubahan iklim, dan kemampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan.

Dampak global boiling untuk kesehatan yang perlu diwaspadai

Perubahan iklim dapat memicu perubahan lingkungan yang buruk dan berbagai bencana alam. Ini dapat memberikan dampak kesehatan yang tidak sedikit.

Berikut ini berbagai dampak global boiling untuk kesehatan yang perlu diwaspadai:

* Kenaikan suhu meningkatkan risiko penyakit dan kematian yang terkait dengan paparan panas ekstrem, seperti heat stroke dan dehidrasi, serta penyakit kardiovaskular, pernapasan, hingga serebrovaskular (pembuluh darah di otak).

* Global boiling dapat menyebabkan lebih banyak badai intens di berbagai wilayah yang dapat menghancurkan tempat tinggal dan komunitas, hingga menyebabkan kematian.

* Perubahan iklim dan peningkatan peristiwa cuaca ekstrem dapat membuat perikanan, pertanian, dan peternakan hancur atau menjadi kurang produktif, yang berakibat pada meningkatnya kelaparan dan gizi buruk secara global. 

* Perburukan kualitas udara baik di dalam maupun di luar ruangan dapat menyebabkan serangan asma, gangguan kesehatan pernapasan, penyakit kardiovaskular hingga kematian.

* Berkurangnya ketersediaan makanan dan air minum yang aman. 

* Peningkatan penyakit pencernaan dan usus, terutama setelah terjadi bencana seperti kekeringan atau banjir.

* Peningkatan kasus infeksi bakteri salmonella dan keracunan makanan terkait bakteri lainnya, karena bakteri tumbuh lebih cepat di lingkungan hangat. Ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga kematian.

* Bencana akibat global boiling dapat menyebabkan atau memperburuk dampak pada kondisi kesehatan mental seperti depresi dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

* Peningkatan penyakit infeksi yang ditularkan oleh vektor penyakit seperti nyamuk dan kutu pembawa patogen berupa virus, bakteri, dan protozoa.

Jika dibiarkan, global boiling memiliki banyak sekali dampak buruk untuk kesehatan fisik dan mental serta kesejahteraan secara keseluruhan. 

Dampak lain yang paling mengkhawatirkan dari pendidihan global  adalah kenaikan permukaan air laut. Pemanasan global  bisa menyebabkan pelelehan es di kutub yang menyumbang pada kenaikan permukaan air laut secara signifikan. Kenaikan ini mengancam daerah pesisir dan pulau-pulau kecil, mengakibatkan hilangnya lahan, serta habitat laut yang rusak.

Ancaman ini juga dapat berdampak negatif pada ekonomi lokal yang sangat bergantung pada sektor pariwisata dan perikanan

   

Pemerintah  harus hadir bersama masyarakat untuk bekerja sama mengurangi emisi gas rumah kaca, serta aktif dalam mensosialisasikan dampak dari pembakaran sampah dan lahan yang berpotensi memperburuk kesehatan lingkungan.

Selain itu, kerjasama secara global dan tindakan kolektif dari banyak negara juga bisa menjadi langkah yang bisa diambil untuk merespon fenomena pendidihan global ini.

Fenomena alam yang dihadapi masyarakat, dampaknya bukan hanya kepada manusia yang merasakannya, tetapi seluruh makhluk hidup di dalamnya.

Global boiling harus menjadi perhatian semua orang di dunia. Kita semua  bisa ikut serta berperan menjaga agar kondisi bumi tidak semakin parah. Cara mencegah global boiling sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara mencegah global warming. Kita semua bisa mulai dengan menghemat energi, menanam pohon, dan menggunakan produk yang ramah lingkungan. 

 Sumber https://www.sehatq.com/artikel/global-boiling

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaungkan Perikanan Berkelanjutan Melalui Jurnalisme   

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Perikanan berkelanjutan menjadi salah satu isu penting sekarang dan di masa depan. Hal ini juga  berhubungan dengan masalah pangan dari kelautan. Terutama ketersediaan ikan  yang saat ini menghadapi berbagai  masalah. Dari penangkapan yang bersifat destruktif,  budidaya dan perlindungan  untuk  generasi di masa depan. Hal ini juga menjadi salah satu tema penting dari Green Press Community […]

  • Sagu, Pangan Lokal dan Identitas Warga Sagea (2)

    • calendar_month Ming, 7 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 1.293
    • 0Komentar

    Terjualnya kebun sagu ikut memunculkan kekuatiran luar biasa terkait nasib pangan warga Sagea Weda Utara Halmahera Tengah Maluku Utara  di masa depan. Saat ini pangan lokal seperti pisang, singkong dan keladi saja hamper semua didatangkan dari luar daerah. Karena itu jika lahan sagu yang sudah terjual digusur perusahaan, pupuslah harapan warga setempat bisa mendapatkan sagu […]

  • Suarakan Regulasi PRL di Forum Internasional Lewat Zonasi

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 940
    • 0Komentar

    Penataan ruang laut  (PRL) adalah dasar dari seluruh pemanfaatan ruang yang ada di wilayah pesisir dan laut, agar tercipta keselarasan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian ekosistem pesisir dan laut. Ini adalah salah satu  komitmen  Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini  disampaikan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan mewakili Indonesia  dalam  forum internasional […]

  • Rumpon Liar di Selat Obi Dibersihkan    

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle
    • visibility 734
    • 2Komentar

    Nelayan: Selat Obi Diusul Jadi Wilayah Pemberdayaan  Nelayan  Kecil   Nelayan Obi yang selama ini mengeluhkan banyaknya rumpon liar di laut Obi, akhirnya bernapafas lega. Pasalnya,  Dinas  Perikanan Provinsi Maluku Utara Sabtu (02/07/2022) bersama masyarakat nelayan dan  instansi tekait memutus tali puluhan rumpon di Selat Obi Kabupaten Halmahera Selatan. “Pemutusan ini sekaligus menjawab aspirasi nelayan di Kecamatan […]

  • Patgulipat  Harga Tanah di Lingkar PSN, Banyak Pihak Ikut Bermain (3) Habis

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 1.483
    • 0Komentar

    Persoalan  pelik daerah lingkar Proyek Strategis Nasional (PSN), Weda Hamahera Tengah Maluku Utara,  adalah  lahan.  Saat ini lahan produktif untuk pertanian nyaris habis. Warga yang  dulu bertani  tak lagi bertani. Sebagian besar beralih menjadi pekerja tambang, serabutan  hingga juragang rumah sewa/kosan. Lepasnya lahan  karena kebutuhan mendesak, juga kuatnya pengaruh berbagai pihak. Harga  lahan kebun  terbilang […]

  • Seni dan Tradisi Togal Tergerus Zaman?

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 1.489
    • 0Komentar

    Ditinggal Muda-mudi, Digandrungi Kaum Tua      Ibu-ibu berkebaya memakai sarung dan selendang  itu usianya sudah di atas 50 tahun. Mereka duduk berbaris di bawah tenda, sambil menunggu bapak-bapak yang datang dan ikut  pesta ronggeng togal. Ini adalah cara warga Desa Samo di Halmahera Selatan meramaikan  Festival Kampung Pulau dan Pesisir yang diinisiasi perkumpulan PakaTiva bersama […]

expand_less